XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 86


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!



...


“Vior trending di semua sosmed” ucap Ace


Sontak mereka yang tadinya tengah berada di meja makan langsung menoleh ke arah Ace yang baru saja datang dari kamar.


“Hah!!! Kenapa lagi??” Tanya Ayes lalu sambil meletakkan piring berisikan masakannya.


(Cuman nasgor thor gosah lo bilang juga kali kalo gue yang masak -ayes)


“Trus gimana pihak keluarga Vior?” Tanya Riel

__ADS_1


“Lo kayak gak tau Vior aja, kalo dia bilang its a game ya gak akan ada yang boleh ngebantah” ucap Ace.


“Ni anak emang ngeselin!!!” Gerutu Ayes.


Ayolah Vior jangan seperti ini, bermain permainan yang membuat diri sendiri juga kena imbasnya dimana-mana permainan tak akan melukai pembuat atau tokoh utama tapi kenapa ini berbeda.


“Take down semua deh Ren” ucap Jean sang abang pertama bagi mereka atau abang paling tua.


“Tanpa persetujuan Vior?” Tanya Darren


“Ck! hubungi Vior tanya sendiri mau di gimana kan!” Ucap Jean lagi,


Ayes menggeleng heran mereka semua tau sekeras kepala apa Vior, bagi Vior sendiri ucapan yang drinya ucapkan pertama kali adalah mutlak dan tak dapat di ganggu gugat oleh siapapun termasuk dirinya sendiri.


Di waktu yang sama,


Abra menarik Bryan ke arah ruang radio intinya kedap suara dan tak dapat di dengar oleh siapapun dari luar.


“Lo apaan sih Ab” ucap Bryan karna di tarik seperti anak kambing.


“Kita udah lama sahabatan Bry, lo sembunyiin apa dari gue?”


“Hah? Gajelas dah”


“Gak cuman sekali dua kali Bry, bahkan setiap ada masalah atau apapun lo yang bakal handle sesuai permintaan Xavier”


Bryan diam, salah berkata sedikit bakal terbongkar rahasia Xavier dan Xavior.


“Lets play a game with me dude (Ayo main game denganku kawan)” batin Bryan.


“Kalo iya kenapa? Sorry ya Ab selagi Vor sendiri siapapun berhak deketin dia”


“Tapi gue bakal bersaing secara sehat ko Ab, dan gue juga profesional semoga lo juga karna kita udah SAHABATAN LAMA” sengaja Bryan menekankan kata sahabat agar Abra bisa berpikir dengan benar.


“Anj!!” Umpat Abra setelah Bryan pergi meninggalkan ruang radio.


Di luar ruangan Bryan tertawa kencang apalagi mengingat raut kesal Abra untung saja dirinya tak di tonjok Abra bisa-bisa muka gantengnya biru-biru.


Bryan menuju parkiran untuk pulang tapi dirinya nanti akan ke rumah xtwins. Sedangkan Abra baru saja keluar dari ruangan tersebut dengan raut wajah kesal.


Senggol bacok -Abra


Siapapun yang melihat atau berpapasan dengan Abra di koridor memilih berjalan dengan cepat atau stop berjalan dan menoleh ke arah lain.


Deru motor Bryan membuat Abra menoleh ke arah sumber suara namun setelah itu dengan cepat Abra fokus ke arah tujuannya yaitu kelas.


...🌑🌑🌑...


“Saya akan segera urus semuanya mbak” ucap Sagam atau kepsek Adison high school.

__ADS_1


“Ya harus! Kamu udah di kasih kepercayaan sama mas bukannya di jaga bener-bener malah kaya gini” Agam menunduk takut kena marah bunda.


Agam ini memang bukan sodara kandung cuman orang kepercayaan orang tua Vier Vior sedari dulu karna mereka satu sekolah dan lagi bunda lah yang mengangkat Sagam jadi adeknya.


Seperti adopsi lah atau kaya gitu intinya, cuman Sagam gak ikut dalam silsilah keluarga bunda hanya adek gitu aja. Ribet intinya adek ketemu gede.


“Besok uang nya jangan lupa di bawa kata Vior” ayah membaca isi pesan dari Vior.


Astagfirullah sempat-sempatnya Vior mengirimkan pesan seperti itu.


“Baik mas”


“Mbak gak mau tau apapun masalah kamu segera di selesaikan jangan kamu salah jalan Agam! Mbak gak pernah ngajarin kamu kaya gitu!!”


“Bun suaranya iih ngegas banget”


“Apa yang kamu lakuin di sekolah itu mbak tau semua tapi mbak gak mau turun tangan langsung karna mbak bakal benar-benar kecewa sama kamu! Sekarang yang ambil alih sekolahan Vior jadi sebaiknya perlakuan kamu dan sikap kamu yang buruk utu buang jauh-jauh sebelum Vior yang bertindak!”


Sagam hanya bisa mengangguk dirinya juga tak mau menjadi gelandangan di luar sana dan mungkin mulai sekarang dia akan hidup dengan sehat dan jujur.


“Assalamualaikum Bryan ganteng datang”


Hening seketika ruang tamu karna Bryan datang, Bryan salaman ke ayah bunda dan Agam sambil pamit ke kamar twins karna membawa kabar yang happy kiyowo untuk di bicarakan.


“Kalau gak ada lagi mas sama mbak bicarain, Aku pamit pulang dulu” ayah dan bunda hanya mengangguk saja.


Permasalahan ini memang tak terlalu mengguncang bagi Vior hanya serpihan saja kecuali identitas Vior yang terbongkar itu baru masalah besar bagi dirinya. Mau heran tapi ini Xaviora.


“Yahh Abian tidur” gumam Bryan.


“Ngapa lo ke sini?” Tanya Xavier


“Dih? Sok asik lo” ucap Bryan.


“Bry gue laper deh”


“Ya makan”


“Pengen mie yang deket rumah sakit Adison”


“Gofood aja”


“Gue dari tadi pengen lo Bry, Xavier gak mau nemenin”


“Tapi lo yang bayar” Vior mengangguk.


Keduanya pun pergi meninggalkan Xavier yang tengah rebahan sambil netflok an dan menemani Abian yang tengah tidur.


__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2