
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!
...
Vior menangis dalam dekapan Xavier sambil berjalan ke arah helikopter yang datang, Vior merasa bersalah karna selalu dirinya yang mengacaukan acara liburan anak-anak lain.
“Vior kenapa?” Tanya Sasa
“Sakit” ucap Xavier,
“Gue gak mau ke dokter” ucap Vior sambil sesegukan.
“Lo pada di sini aja kalo demamnua turun kita bakal ke sini lagi” ucap Xavier.
“Vior gak mau Vier!!!”
“Yaudah lo ke dikter aja dulu Vi di cek takutnya kenapa-kenapa” ucap Lia,
“Iya Vi biar nanti kita party bareng” ujar Amor
Saat hendak naik helikopter Vior memberontak membuat Xavier sedikit marah karna adeknya ini tak menurut.
“Nurut Xaviora!!” Vior menatap abangnya kaget karna baru kali ini Vier membentaknya.
“Santai dong!! Gak harus lo bentak juga Xav” ucap Aksa karna tak suka melihat adeknya di bentak.
“Lo diem! Kalo gak kek gitu ni anak gak bakal mau di bawa ke dokter!!”
“Tapi lo gak harus ngebentak!!” Ucap Bryan yang ikut terbawa suasana.
“IYA IYA VIOR KE DOKTER!!!” Vior duduk menatap ke arah yang berlawanan sambil menangis.
Abian ikut juga pergi karna sebelum keluar tadi Vior bilang Abian harus ikut menemaninya dan yap dia bersama Abra yang saat ini duduk berhadapan dengan Vior. Xavier masuk ke dalam helikopter itu tak lama mereka pun berangkat.
“Vior sakit apa?” Tanya Sasa
“Muka nya pucet banget, apa karna tadi malam ya?” Tanya Lia
“Mungkin kecapean” sahut Galen.
“Sorry banget kalo liburan kalian kurang nyaman” ucap Aksa dan Bryan mewakili Xavier dan Xavior.
Mereka semua tak masalah karna memang tak merasa terganggu malah mereka khawatir dengan keadaan Vior. Kalau Vior kenapa-kenapa habislah mereka bertiga kena amuk raja singa dan ratu singa di rumah.
__ADS_1
...🌑🌑🌑...
“Gimana keadaannya dok?” Tanya Xavier,
“Nona Vior cuman kelelahan tak ada gejala atau penyakit apapun pada tubuh nona”
“Terima kasih dok”
“Sama-sama”
“Oh ya dok, kapan adek saya boleh pulang?”
“Setelah infus nya habis” Xavier mengangguk paham,
Di waktu yang sama..
“Mah ini gimana?” Tanya Abra di telpon.
“Gimana apanya?”
“Ini Abian nya nangis”
“Abian siapa? Oh cucu mamah? Kenapa dia?”
“Dihh?? Gak tau rewel banget”
“Kasih susu mau gak?”
“Susu? Abra gak punya susu mah!”
“Maksud mamah tuh dodotnya Abra!”
“Oh? Udah tapi gak mau”
“Coba cek popoknya”
“Biar apa?”
“Ya Allah Abraaaaaa!! Ya siapa tau dia buang air!!”
“Bentar!”
“Kamu kenapa Bra?”
“Bau!! Dia berak ma”
“Yaudah bersihin”
“Ma jangan bercanda!!”
“Ko bercanda? Mamah serius”
“Cebokin gitu?”
“Enggak lelepin ke bak mandi”
“Jorok!”
“Ya di cebokin sayang, buruan mama mau ke arisan ini”
“Tapi gimana cara cebokinnya?”
“Ck!! Cek yt biar pinter! Jangan cuman jago balapan sama tawuran aja kamu!!”
“Ko bawa-bawa itu?”
“Abraxas!!”
“Iya mah sabar”
Abra menonton tutorial cebokin bayi buang air,
“Ngerti gal?”
“Ngerti”
“Yaudah sana cebokin”
__ADS_1
“Iyaa, Abra tutup telponnya”
“Kabarin kalau ada apa-apa”
“Iya mamah”
Abra mengajak Abian ke kamar mandi untuk membersihkan, cobaan apa lagi ini mungkin itu jawaban dari reaksi wajah Abra saat memberishkan ee Abian.
Sekitar lima belas menit setelah membereskan semuanya, keduanya pun bingung mau ngapain selain Abian yang di biarkan duduk bermain di pantau oleh Abra.
...Ting...
Ponsel Abra berbunyi dirinya langsung mengambil dan mengecek siapa yang menchat dirinya.
Begitulah isi chat keduanya,
Rumah sakit saat ini,
“Bis ague minum aja gak si ini infus hah!!” Tanya Vior dengan nada kesal,
“Lo kenapa si?”
“Pengen pulang! Pengen ketemu Abian!!”
“Udah besok juga balik lo nya”
“Mau nya sekarang!”
“Dih? Abian aman sama Abra lo tenang aja”
“Tenang gimana!! Noh liat ponakan lo nyantuy di lantai” Vior memberikan ponselnya untuk abangnya liat.
“Cuman karna ini?” Vior mengangguk.
“Yaelah lo mah itu juga gak di lantai”
“Di lantai”
“Ck serah lo deh!!”
“Mau pulang!!”
“Besok Vior besok”
“Ma..”
“Gue kasih dua juta lo diem”
“Oke setuju” Vior langsun diam kembali.
Gak abang, gak adek sama aja kelakuan ada uang semua perintah di acc. Mau heran tapi ini si kembar X.
...🌑🌑🌑...
Tangis Abian membuat Abra terbangun, sekarang pukul 2PM. Abra harus banyak-banyak bersabar menghadapi Abian yang masih suka bangun malam-malam.
“Mau nonton babybush?” Tanya Abra,
Abra duduk di lantai dan Abian yang di ranjang di samping pundaknya, Abra menerjemahkan apa yang tengah di bahas kartun tersebut.
“Dan habisss, sekarang ayo lanjut tidur”
“Sini papa peluk”
“Papah gak tuh” gumamnya sendiri.
Keduanya saling berpelukan dan tertidur bersama, Abra begitu ngantuk sampai-sampai saat menonton tadi berapa kali di percepatnya agar video itu cepat selesai.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
...Angkat tangan yang pengen punya cowok kek Abra🙂...
__ADS_1