
...WELCOME BESTIEEE🖤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...
...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...
...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........
...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........
...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...
...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...
...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️
...
__ADS_1
Xavier sedari awal duduk di samping bed Vior sambil mengenggam dan berdoa agar Vior segera bangun. Abian di bawa pulang oleh Ayes dan ya g lain. Di rumah sakit hanya ada Xavier, Jean juga Bryan dan Aksa.
“Lo istirahat aja tidur, gantian gue yang jaga” ucap Bryan.
“Iya” habya itu jawaban Xavier sedari tadi saat di minta yang lain untuk tidur.
Hanpir sepuluh kali lebih mereka berkata entah Aksa, Bryan maupun Jean meminta nya tidur istirahat namun Xavier menolak.
“Lo tidur Xav! Kalo Vior bangun nanti kita kabarin! Jangan egois! Kalo lo sakit kita tambah repot!!” Ucap Aksa tanpa bacot karna dirinya sudah kesal dengan tingkah Xavier, memang wajar kalau Xavier ingin menjaga Xavior namun tak sepertinini juga.
“Na...” belum sempat Xavier berbicara kini Jean ikut berbicara.
“Lo berdua kembar! Kalo dua-duanya sakit siapa yang bisa support? Mikir Xav lo dah gede juga jangan kek bocah! Ini bukan salah lo, dia sendiri yang mau meluk lo karna emang kangen sama lo!!”
“Oke gue tidur! Tapi kalau ada apa-apa langsung bangunin gue!!” Mereka bertiga hanya mengangguk.
Akhirnya si kepala batu mengalah, Xavier tidur di sofa katanya agar tak terlalu jauh. Kalau dai ke kamar takut tak mendengar suara atau orang memanggilnya.
Oh ya Abra dkk juga sebenarnya tak mau pulang namun Jean yang memang lebih tua di antara mereka kecuali inti AD lainnya meminta mereka pulang agar yang lain tak terganggu oleh ke bisingan dan bisa beristirahat.
Mereka boleh datang besok setelah pulang sekolah, awalnya Abra menolak juga perintah itu sampai Bryan dan Aksa berucap,
“Lo pulang atau kita gak bakal restuin lo!”
Dan karna itulah Abra menurut tak lupa permintaan nya kalau Vior sudah bangun segera hubungi dirinya.
Sekitar satu jam berlalu, Aksa duduk di samping Vior menatap sepupu nya ini lembut sesekali mengecup tangan Vior.
“Sembuh dong kan lo dah janji sama kita buat liburan per sepupuan bareng, ayolah masa lo turu” ucapnya pelan agar Bryan, Jean dan Xavier yang tengah istirahat tak terganggu.
Terasa jemari-jemari Vior bergerak membuat Aksa yang tadinya duduk pangsung berdiri menunggu sepupunya itu membuka mata.
“Vi? Lo oke??” Tanya nya pelan.
“Ha.. us..” serak suaranya karna selama beberapa jam dirinya belum ada minum.
“Kentut dulu Vi” ucap Aksa pelan.
Memang harus seperti itu setelah operasi harus kentut dulu agar bisa di kasih makan atau minum, bebar saja tak lma Vior kentut.
“Untung gak bau” Aksa bergaya seperti mengipas seraya bercanda.
Vior memutar bola matanya malas, sambil meminum air yang tengah di pegang oleh Aksa.
__ADS_1
“Huahh lega” ujar Vior pelan.
“Gue bangunin mereka dulu” sedetik kemudian tangan Aksa di tahan Vior.
“Biarin mereka istirahat, lo juga istirahat gue udah gapapa”
“Gue udah tidur tadi”
“Tidur Sa” Aksa kekeh tidak mau,
Aksa merasa dirinya tidak becus menjadi sepupu selain mereka jarang bersama lagi karna kesibukan mereka, mereka juga jarang berkomunikasi via medsos.
“Lo jangan salahin diri lo sendiri, ini bukan salah lo atau siapapun! Ini cuman musibah” Aksa diam sambil mengelus tangan Vior dan menunduk wajahnya.
“Sa” Aksa menggeleng tak mau nenatap Vior.
Yups, Aksa menangis Vior tau itu namun dirinya tak terlalu bisa bergeras karna efek biusnya sudah hilang.
“Lo kenapa nangis anjir” tanya Vior pelan karna memang sedari tdi Vior berbicara pelan.
“Lo hikss jangan sakit lagi hikss gue hiks gak mau lo ning hikss hikss ninggalin gue dan yang lain hiks” sambil sesegukan Aksa menangis.
Vior serba salah mau sedih dan mau ketawa juga karna jarang sekali sepupu nya ini menangis kecuali saat mereka kecil yang mana Aksa memang suka di jahili Xavier dan Xavior.
“Dih dih” Isak tangis Aksa itu menganggu tidur Xavier yang memang sudah sedari awal dirinya tidur ayam yang mana kadang bangun dan gelisah begitu tidurnya, dan juga Xavier memang sangat mudah terbangun mendengar suara kecuali memang dirinya kecapean mau gempa atau apapun dirinya bisa tak merasakan nya.
Karna terdengar suara dari sofa, Vior yang tangan nya masih mengelus kepala Aksa dan matanya menatap Xavier yang bangun.
Mata Xavier dan Vior bertemu, senyum manis Vior yang seperti obat bius langsung membuat hati dan pikiran Xavier sang kembaran menghangat.
...PLAKKK...
Xavier memukul pelan leher Aksa yang tengah menangis,
“Gue kira suara tikus mana yang kejepit pintu taunya elu!”
“Pakyou Xav” ucap Aksa sambil sesegakan.
“Kenapa lama bangun nya?” Tanya Xavier langsung.
“Di sana enak” sontak Xavier langsung meletakkan telapak tangannya ke dahi Xavior memastikan apakah adeknya ini demam atau tidak.
“Jangan aneh-aneh” Vior terkekeh abangnya ini berpikiran apa memangnya.
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...