XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 28


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...



Lima bulan kemudian, Abian sudah mulai bisa merangkak hebat bukan usia bayi tujuh bulan kurang ini telah bisa merangkak sedikit-sedikit badannya berisi pipi nya chubby membuat siapa saja gemas.

__ADS_1


“Abian mamiii pulangggggg!!!” Teriak Vior dari depan pintu yang baru balik sekolah.


Teman-teman Vior belum ada yang tau tentang bayi ini kecuali inti Valdalas dan Ravispa yang memang kadang ke rumah Xavier yang di depan hanya untuk say hello dan bermain dengan Xabian.


“Bun!! Vior boleh bawa Abian ke mall gak?”


Selama ini Abian tak ada pergi keluar rumah kecuali rumah depan yang mana rumah Xavier dan Xavior yang teman-temannya tau kecuali Aksa dan Bryan ya.


Rumah twins dan rumah mereka itu helat beberapa rumah, dan rumah itu juga milik mereka yang mana bakal jadi rumah Xabian dan Vior cuman saat ini yang di pake rumah Xavier untuk smeentara. Akses ke rumah no 4 itu di buat seperti jalan kaca samping-sampingnya taman dan kaca yang di gunakan adalah kaca anti peluru.


Terkakses ke dua rumah tersebut tentunya, walau agak jauh dari rumah utama harus ke gerbang depan baru bisa ke gang kaca, kenapa di buat seperti itu agar Abian tak terkena langsung suasana luar.


Vior benar-benar menjaga Abian hal sekecil apapun Vior perhatikan, pernah sekali saat usia Abian masih empat bulan saat itu Vior sedang memotong kuku dan tak sengaja sampe kena daging alhasil berdarah.


Hampir seminggu bahkan sampai sekarang Vior merasa bersalah dan tak pernah lagi Vior memotongi kuku Abian sampai sekarang karna takut melukai anaknya itu.


“Boleh, itu kan terserah kamu dek” Vior tersenyum dia benar-benar excited sekali ingin mengajak Abian ke mall.


“Tapi gapapa kan bun? Di mall berisik gimana dong?”


“Gapapa kamu juga dulu baru empat bulan udah bunda ajak keliling negara” Vior terkekeh benar bundanya pernah bercerita kalau dia dan abangnya di ajak pergi ke beberapa negara sebagai hadiah empat bulan oleh ayah mereka.


“Sama Junet aja kayaknya bun bertiga” Juneta Amalia, baby sitter Abian yang sekarang dulu memang berdua Junet dan Melani tapi di Melani mengundurkan diri karna memang ada yang membutuhkannya juga.


“Yaudah hati hati”


“Vior siap-siap dulu ya bun, Net siapin Abiannya” Junet mengangguk lalu permisi ke bunda untuk membawa Abian ke kamar.


Kamar Vior dan Abian itu terhalang pintubkaca seperti di kantor-kantor yang satu arah saja, Vior dapat melihat Abian dari balik kaca tapi Abian tak dapat melihat Vior.



Setelah siap, mereka pun berangkat menggunakan mobil BMW M4, Abian sepanjang perjalanandia diam seperti memperhatikan jalanan dari jendela seperti pertama kali melihat memang pertama kali.


Di waktu yang sama,,


Abra sedari tadi menghela nafas kenapa? Karna nyokapnya terus menerus berkata,


“Bang itu cewek deketin deh mamah cape liat kamu jomblo mulu”

__ADS_1


“Mamah mintain nomor cewek itu gimana?”


“Bang cari cewek gih”


“Jangan bilang anak mamah gay!!! Iih amit-amit ya Allah!!”


“Mah!” Ucap Abra sudah tak tahan dengan mamahnya ini


“Bercanda bang”


Mereka berada di mall. Iya sepulang sekolah dirinya menenami mamahnya berbelanja sekaligus belanja sekaligus belanja kebutuhan dapur. Bukannya rebahan di rumah setelah pulang sekolah, Abra malah di recoki mamahnya yang minta temani Abra ke mall.


“Gantengnya anak mamii” Vior menggendong Abian sambil menggigit atau mencium pipi nya sesekali.


“Net tadi popoknya udah di ganti kan?”


“Udah non”


“Abian mau kemana hmm? Kita ke timezone? Atau kemana nih ayo”


Vior mengajak Abian ke toko mainan terlebih dahulu melihat-lihat apa ada yang baru karna hampir semua edisi mainan sudah Vior beli untuk Abian minggu lalu.


“Bet kita di rumah punya ini gak si?” Menunjuk salah satu mobil yang bisa di naiki atau mobil listrik mainan lah gak tau namanya.


“Ada non”


“Yahh!! Abian mau apa?”


Alhasil tak jadi beli karna semua sudah Vior beli minggu lalu dan belum ada keluaran baru. Vior ke store LV melihat-lihat baju untuknya. Saat di store Vior membiarkan Abian yang duduk di lantai karna Vior tau lantai ini baru di pel tadi saat mereka datang clening servis baru keluar.


Abian merangkak berjalan keluar store bersamaan dengan itu tak jauh dari Abian ada Abra dan mamahnya yang tengah berdebat ingin makan apa.


“Xabian!!” Abra sangat kenal wajah Abian karna memang mereka sering bermain dan walpaper hp nya adalah Xavior dan Abian maaf ini rahasia kita ya.


“Bang mau kem...” Abra langsung menggendong Abian yang tengah merangkak.


“Kamu sama siapa ke sini hmm?” Abra melirik ke kiri kanan mencari siapa saja yang dirinya kenal.


“JUNET!!! ABIAN MANA!!!” Terdengar teriakan Vior dari dalam store.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2