
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
“ABRAAAAAAAAAAA!!!” Teriak Vior
Bell istirahat berbunyi baru beberapa menit yang lalu, entah Abra kesambar petir dimana yang jelas sikapnya berubah jika bersama Vior sedari tadi pagi.
Abra mengambil ponsel Vior karna bocahnya malas ke kantin, Vior yang kaget diam sebentar lalu sadar kalau hp nya hilang dan berlari mengejar Abra yang saat ini tengah menuruni tangga.
Inti valdalas tercengang melihat Abra tiba-tiba menampilkan sisi darknya untuk pertama kali, tak hanya inti valdalas tapi semua murid. Karna murid-murid yang ada di Adison high ini tau kalau Abra memiliki sifat dan sikap cuek acuh dan dingin seperti kulkas lima pintu.
Tapi apa yang mereka lihat sekarang? Abra sednag di kejar oleh Vior di tengah lapangan. Sambil slaing mengejek.
Alasannya berubah cuman beberapa chat dari Vior, back to beberapa jam yang lalu tepatnya tadi malam.
__ADS_1
Intinya kek Arion dan Lee Jeno, setelah chat itu juga Abra mencari tau dan maratoon baca novel tentang Arion dan Jeno Jeni itu sampai begadang. Abra tau perbedaan dirinya dengan dua nama yang di sebutkan Vior.
Dan mulai hari ini Abra akan menjadi laki-laki seperti yang di inginkan Vior kalau bisa, Vior juga tak memaksa cuman karna di tanya ya Vior menjawab pertanyaan Abra dnegan sebenar-benarnya.
...BRUKK...
Untung reflek Abra bagus kalau tidak mungkin Vior sudah nyungsep setelah menubruk punggu Abra cukup kencang.
“Gue gebukin juga lo!!!” Sarkas Vior menbuat Abra terkekeh,
Abra? Abra tertawa? Wahh semua murid terkejut melihat fenomena ini. Abra si irit senyum bahkan tertawa di depan unun namun sekarang? Cuman karna Vior? Fix Vior cewek yang berubtung menurut para murid perempuan di AHS.
“So pretty girl” gumam seseorang,
“Balikin gak!!”
“Gak mau”
“Abra”
“Iya Vior?”
“Balikin iihhhhhhh!!!” Vior mencoba menggapai ponselnya saat ini di angkat tinggi oleh Abra.
“Abra iih balikin gak!!”
“Ayo temenin gue makan”
“Yaudah hp lo gue sita”
“Ck!! Gue lagi chat sama bunda, Abra balikin!!”
“Adem juga liatnya” ucap Bryan dari lantai dua sekolah ke teman-temannya.
“Gak marah lo Xav?” Tanya Galen.
“Enggak gue percaya ke Abra, kecuali dah bikin adek gue nangis abis tu anak” inti vladlas mengangguk.
Berbeda dengan dua orang di sebelah mereka masih tercengang sambil sedikit gemas melihat tingkah kedua sahabat mereka yang berada di tengah lapangan asik berdebat.
“Ayo kantin gue laper”
“Gue males”
“Tanggung Vi, kan kita udah di tengah lapangan juga”
“Ck!! Yaudah iya” Abra langsung mengacak-acak rambut Vior gemas.
Keduanya menuju ke arah kantin, inti valdalas yang melihat itupun mengikuti mereka dari belakang. Setiba di kantin, Abra langsung memesan nasi goreng untuk dirinya dan untuk Vior juga. Vior waktu di tanya mau makan apa hanya menjawab terserah, dan alhasil Abra membelikan satu porsi nasgor dan es jeruk juga air mineral untuk Vior dna dirinya sendiri.
“Setdahh kita di tinggal” ucap Marvel yang baru saja tiba di kantin.
__ADS_1
“Katanya gak mau ke kantin” sindir Sasa sambil bercanda.
“Brisik Sa, gue jahit ginjal lo ntar” ucap Vior.
Mereka pun memesan makanan sambil bercanda, sesekali Bryan dan Marvel menggeoda adek kelas. Lihatlah Abra kembali menjadi si cuek dan dingin tapi berbeda jika bersama Vior saja dia menjadi cerewet banget.
“Misi kak, Kak Vior di panggil bu Junet” ucap adek kelas itu.
Vior melirik dari bawah hingga ke atas lalu menatap mata murid itu yang terlihat ada pancaran ketakutan dan kegelisahan.
“Oh oke makasih” ucap Vior.
“Hp gue!!” Pinta Vior ke Abra sebelum dirinya pergi.
“Abisin dulu”
“Udah kenyang”
“Dikit lagi abisin”
“Abra!!”
“Abisin Vior” Vior yang sudah berdiri kembali duduk dan memakan nasgornya yang sisa sedikit sampai habis.
Teman-temannya hanya diam menyaksikan keduanya yang tengah berdebat kecil tapi tanpa ingat untuk memasukkan nasi yang sudah di depan mulut.
“Tiket ke mars masih ada gak si?“ tanya Marvel
“Bumi serasa milik mereka berdua aja” gerutu Xavier,
“Gue obrak-abrik juga ni bumi” sahut Bryan.
“Gue gak bisa kiat ke uwuan ini” Sasa angkat tangan sambil berucap seperti itu.
“Ada aja bucin gengsian ini” sahut Lia juga
“Makan Bry keburu tumpah tu nasi” sahut Galen
“Jink lah Gal bikin gue gafok aja lo”
“Lah?”
“Udah kan?” Tanya Vior, Abra mengangguk lalu memberikan ponsel Vior.
Tanpa basa-basi Vior meninggalkan meja dan pergi menuju ruang guru untuk menemui bu Junet guru bahasa Inggris.
“Lama banget lo!!” Ucap Dara, Vior yang tengah berjalan langsung terhenti karn Dara dkk menghalangi jalan nya.
“Bawa dia!!” Perintah Dara, Gaby dan Tina langsung merangkul dan menarik paksa Vior menuju ke halaman belakang.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1