XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 148


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...



Jean tengah menggendong Ayes ke mobil, Ayes pingsan saat mamah nya di masuk kan ke dalam liang lahat. Sudah tak terhitung sejak kemarin Ayes pingsan.


“Syalan!!” Umpat Vior pelan kala melihat si badjingan itu mendekati pemakaman yang masih berlangsung.


“Ngapin si syalan itu di sini” tanya Vior membuat Xavier melirik ke arah yang di maksud.


“Anda di larang memasuki area pemakaman lebih dekat” cegah pengawal.


“Biarkan aku melihat istriku” seraya terisak.


“Tolong biarkan aku melihatnya!!!”


“Lepaskan aku!!!”


“Tolong anda jangan melawan!!”


Darren yang sudah teramat menahan diri sedari lama pun mendekat, dengan pistol yang ada di tangannya di todongkan ke pinggang Sebastian.


“Pergi dengan tenang sebelum kesabaran kami habis atau ku bunuh kau di sini” ancam Darren.


“Dia milik ku, Darren” ucap Vior yang ikut mendekat.

__ADS_1


Vior sudah mengatakan jangan pernah muncul di hadapannya namun sepertinya Sebastian ini terlalu percaya diri dengan kemampuannya itu.


“Setelah membunuh istrimu sendiri, dengan bangga hadir ke pemakamannya” Vior menyeringai.


Andai saja tak ada anak Vior dan para tamu yang menghadiri pemakaman hari ini mungkin Sebastian akan dimakamkan tak jauh dari makam mantan istrinya.


“Enyah” Sebastian di tarik paksa keluar dari area pemakaman oleh para pengawal.


Xavier menatap adeknya yang tengah mengepalkan tangan dan kuku panjang nya membuat telapak tangan itu merah mungkin lecet.


“Tangan gue aja” Vior melirik ke sang abang, lalu tersenyum. Cengkraman Vior di tangan Xavier benar-benar kencang membuat Xavier menjerit kesakitan dan darah keluar dari lengannya.


Sakit? Iya jelas sangat, tapi Xavier sennag melihat adeknya tak melukai deinya sendiri.


...🌑🌑🌑...


Seminggu mereka berada di Australia, Ayes ikut pulang ke Indonesia padahal bunda menyarankan kalau Ayes mau di sini lebih lama juga tak apa tapi Ayes menolak.


Vior juga menahan diri nya agar tak langsung membunuh Sebastian karna permintaan Jean dan yang lain.


“OH MY!!!! SIAPA YANG MAKAN DESSERT GUE!!!” Teriak Vior dari dapur.


Mereka yang ada di ruang tengah saling lirik, karna memang dessert itu ada dua berukuran sedang dan dua-duanya habis tak bersisa pelakunya ya Jean, Ace, Argan, Darren, Driell dan Xavier oh ya Abian juga.


“Siapa yang bilang dessertnya punya bunda” tanya Jean


Mereka menujuk ke Ace kecuali Jean dan Abian,


“Bunda bilang tadi makan aja kalo mau” Ace memang sempat menanyakan ke bunda punya siapa dan bunda bilang gak tau makan aja.


Awalnya Ace makan sedikit mencicipi namun tak lama Xavier datang ikut menikmati dan yang lain juga datang bergantian alhasil dessert yang ada di kulkas habis mereka nikmati sambil berbincang di meja makan.


“GUE BELI NYA HARUS PO DULU LOH !! BUKAN GUE GAK MAU BAGI-BAGI YA ANJ TAPI GAK DI HABISIN SEMUA!!!” Terdengar suara teriakan kesla Vior semakin mendekat.


“SIAPA YANG NGIDE BUAT HABISIN SEMUA HAH!!” Mereka diam di tempat bahkan Abian yang gak tau apa-apa jadi ikut diam.


“Ace Vi Ace dia duluan” ucap Argan.


“Mami kenapa alah alah?” Tanya Abian.


“God gue lupa ada Abian” batin Vior.


“Uncle kamu nakal harus di marahin”


“Kita ganti deh Vi jangan marah” ucap Ace


“Gak usah” Vior keburu malas, sudahlah dirinya juga tak bisa apa-apa lagi selain ikut po dessertnya lagi.


Bunda pergi bersama Ayes perawatan ke salon dan belanja agar mood Ayes lebih baik dan mentalnya tak kacau.


“Sebastian di Philipina” ucap Jean memberitahu sekaligus mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


“Lia dan ibu nya?”


“Lia masih sekolah kek biasa kalau istrinya ikut Sebastian” ucap Darren.


“Pelaku utama kan?” Tanya Argan.


“Iya, semua bukti sudah ada tinggal di serahkan ke pihak berwajib” jawab Darren.


“Nanti dulu, gue masih mau liat tingkahnya. Yang jelas perketat penjagaan buat Ayes dan sistem takutnya ada yang bocor bahaya buat Ayes”


“Benar kata Vior, tapi kia juga harus hati-hati dengan kondisi Ayes”


“Maaf tuan dan nona di depan ada tuan muda Rexandez” ucap maid.


“Tolong suruh masuk aja mbak, makasih mbak” ucap Vior.


“Mau ngapain?” Tanya Xavier.


“Ada yang di beli”


Xavier agak kesal, adeknya sudah mulai bucin bahkan saat di Aussie kemarin tiap hari entah mau tidur atau saat jam makan siang keduanya bakal vc walau cuman sebentar-sebentar saja tapu tetap saja mengesalkan.


“Duduk dulu gue mau siap-siap”


“Okey santai aja”


“Gebukin sabi gak si bang Je?” Gumam Xavier.


“Jangan macem-macem lo ya” ucap Vior saat menunggu lift terbuka. Mereka tak masalah sebenarnya cuman agak kesal saja.


Sekitar setengah jam kira-kira Vior bersiap bahkan mereka yang tadinya tengah kesal-kesalan malah mabar karna menunggu Vior terlalu lama.


“Udah?” Tanya Abra yang langsung di angguki.


“Jangan lo apa-apain adek gue” rangkul Xavier sedikit mencekik Abra.


“Yakali, yang ada gue jaga kaya berlian” membalas dengan rangkulan pinggang sedikit kencang.


“Banyak omong juga lo Ab sekarang”


“Biar cewek gue gak ngerasa gue cuek-cuek banget”


“Ohh, yaudah kabarin aja kalo ada apa-apa. Yang jelas lo dulu abis dapet gue” ucap Xavier.


“Aman bro” keduanya bertos.


Vior, Abra dan Abian berangkat ke mall, mengajak Abian jalan-jalan setelah berisitrahat sehari di rumah sejak ke pulangan mereka.


Harusnya Vior, Ayes dan Darren sudah masuk sekolah tapi mereka bertiga sudah sangat malas untuk sekolah.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2