
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
“Xav lo kenapa si?” Tanya Bryan sambil mendorong tubuh Xavier yang tengah menghajar salah satu murid.
“Tau lo Xav!! Dari kemarin berantem-berantem mulu!!” Ucap Sasa
“Bawa temen lo jauh-jauh! Sebelum gue buat mati dia!!” Ucap Xavier ke teman murid yang dirinya hajar.
“Woi Xav!! Kita nanya cok!!” Teriak Marvel saat Xavier meninggalkan mereka.
“Temen lo pada kenapa dah anj” ucap Galen sambil terheran-heran.
“Lo juga Ab, masa lo diem aja gak misahin” ucap Bryan.
“Gausah nyalah-nyalahin lo pada sama aja!!” Ucap Mira.
Xavier berada di roftop sekolah, sejak Vior pergi dan tak ada kabar dirinya menjadi lebih sering merokok mau di rumah atau di luar rumah sama saja. Kalau dirumah Xavier akan berada di balkon kamar sampai dini hari baru dirinya masuk.
__ADS_1
Xavier manatap fotonya bersama sang adek, cukup cukup dan sudah cukup hampir lima tahun dirinya dan Vior terpisah masa sekarang harus terpisah lagi? Ah Xavier ingin menyusul Vior yang tengah bekerja itu sekarang.
Sekitar dua setengah jam berada di roftop,
“Rokok gue!!” Ucap Xavier dengan nada tak suka.
“Eh? Bunda” kaget Xavier saat menyadari siapa wanita cantik yang mengambil rokoknya dan menginjak bahkan satu kotak di dalam kantongnya juga.
“Bunda biarin kamu ngerokok bukan berarti tiap jam habisin satu kotak bang!!!” Xavier menunduk takut saat bunda nya marah.
“Maaf bun”
“Kamu berantem karna apa lagi hmm? Kemarin karna nyenggol badan kamu!! Sekarang apa!!” Bunda marah tak teriak-teriak tapi dengan nada lembut namun membuat Xavier takut.
“Dia ngejek adek karna berapa hari gak sekolah dan bilang kalau lagi nemenin om-om bun. Abang gak terima!!”
“Trus?”
“Abang hajar aja langsung tapi gak abang buat kritis ko. Cuman paling tulang nya lada geser” bunda memijit pelipisnya mendnegar penjelasan anaknya ini.
“Kamu di skors tiga hari” ucap bunda.
“Adek udah pulang bun?” Bukan menjawab Xavier malah balik bertanya.
“Ko gak ngehubungin Vier?”
“Mana bunda tau, ayo pulang panas ah di sini. Ingat ya abang!! Gak ada ngerokok lagi kalau masih aja bunda aduin ayah!!”
“Iya kalo inget bun” bunda langsung mencubit pinggang Xavier.
“Akcnhh!! I..iya bun astaga!!” Sambil mengelus pinggangnya.
Saat bunda dan Vier berjalan ke pintu, Abra dan yang lain langsung kocar-kacir turun karna takut ketahuan menguping.
“Eh bunda jadi ke sekolah?” Ucpa Marvel dan Bryan sok akrab banget.
“Iya, bunda sama Xavier pulang duluan ya?” Mereka mengangguk.
“Sorry gue lagi kacau” ucap Xavier ke teman-temannya.
“Gapapa kita paham” ucap Abra lalu di angguki yang lain.
🌑🌑🌑
Di rumah sakit, setelah mendapat kamar kalau grandpa Vior dalam perjalanan ke sini mereka semua panik.
__ADS_1
Iya grandpa mendapat kabar kalau cucu perempuanya kritis kemarin dan dirinya langsung berangkat setelah mengetahui kabar itu.
“Dimana cucu ku!!” Dengan suara berat penuh penekanan dan tatapan tajam ke mereka semua.
“D..di.. di dalam g..grand..grandpa” ucap Ace gagap,
Grandpa membuka pintu, terlihat jelas di depan matanya langsung Vior yang pucat infus dan alat medis lainnya berada di seluruh tubuh cucu nya itu.
“Apa kalian tak bisa menjaga cucu ku?” Tanya grandpa yang masih berada di depan pintu.
Jean dan Ayes yang berada di dalam kaget mendengar suara grandpa, keduanya langsung menoleh dan berdiri.
“Apa perlu pertanyaan ku? Aku ulang!!”
“Maafkan kita grandpa, kita lalai menjaga adek” ucap Jean, Ace, Driel dan Darren.
Ayes diam dirinya memang bagian dari mereka cuman berbeda karna ya ada bagian dimana Ayes termasuk di dalam itu dan tidak, ranah yang bisa di masuki Ayes atau tidak.
Tak ada Argan karna Argan membawa Abian pulang ke hotel untuk beristirahat dan lagi anak bayi tak baik terlalu lama di rumah sakit jadi mereka bergantian menjaga Abian dan Vior.
“Tapi kenapa adek kalian sampai seperti itu!!!”
“Kalian tunggu di tempat yang sudha aku siapkan!! Aku akan memeriksa cucu ku dulu!!” Mereka mengangguk.
“Yes titip Vior dulu” ucap Jean pelan dengan raut wajah tak bisa di artikan.
“Ayes tunggu di luar dulu ya?” Ayes mengangguk menurut ucapan grandpa.
Ayes bingung mereka sahabat seperti keluarga tapi masih banyak rahasia yang dirinya tak tau, walau begitu Ayes percaya dengan mereka semua.
“Apa kamu tak lelah tidur malaikat kecil kami?” Gumam grandpa sambil mengelus pucuk kepala Vior.
“Semua sudah aman, ayah dan bunda mu khawatir bahkan abang kamu berulah terus kamu harus segera bangun”
“Grandpa sudah di sini, tak ada yang perlu kamu takutkan lagi sayang. Siapapun yang mencoba menganggu kamu, akan grandpa habisi”
“Ayo bangun cantik”
“Apa perlu grandpa hancurkan seluruh Afghanistan untuk memburu mereka hm???”
“Abian sakit karna nangisin kamu terus loh”
“Grandpa akan di sini sampai kamu bangun dan kita pulang sama-sama ke Indonesia tapi sebelum itu kita jemput kesayangan grandpa dulu”
Kesayangan yang di maksud adalah grandma Vior, grnadpa ke Dubai tanpa mengatakan hal yang jelas ke grandma hanya berkata kalau ada perjalanan bisnis yang memang harus dirinya sendiri yang datang.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1