XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 59


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...


...



...


“Setengah tahun gue di bully bukan berarti gue lemah anj, gue cuman mau lihat gimana si yang kayanya queen bullying di sekolah, tapi sayangnya udah cukup, let's enjoy the real game” gumam Vior yang tengah menikmati deseert sambil menyetir.


Tiba di sekolah, Vior memang sering di bully cuman tak ada yang tau namun sayangnya kemarin dirinya di bully dan ketahuan oleh Vier.


Andai Vior tak berkata akan membalas mereka besok, mungkin hari ini mereka yang sudah membully Vior tinggal nama saja.


Walau keluarga mereka bukan keluarga mafia, tapi siapa sih yang gak kenal dengan keluarga Adison pemilik perusahaan perdangangan dunia setelah Nelwash.


Abra juga anak orang kaya sama seperti Vior kekayaan mereka hampir setara dan sama-sama unggul jadi bisa di bilang keluarga Abra juga nonor dua dan keluarga Vior juga nomor dunia dalam hal kekayaan.

__ADS_1


“Well masih pagi udah kencang aja tu urat kepala” gumam Vior saat sudha di parkiran belum dirinya turun sudah menyaksikan aksi bully ke salah satu murid beasiswa setau Vior.


“Cepetan bgo!!!” Gaby menarik paksa tas nerd itu.


Rejeha Yuseng, anak beasiswa tampilannya culun persis nerd makanya dia di bully. Selama setengah tahun ini Vior sudha mencari tahu setiap latar belakang ornag yang di bully geng Cabe itu.


Semua rata-rata murid yang ekonominya di bawah rata-rata dan anak beasiswa, dan kenapa dirinya juga di bully? Kenapa padahal dia sendiri adalah anak dari pemilik sekolah ini?


Benar jika kalian menebak karna identitas Vior belum terungkap ke publik, alasan Vior selama ini tidak mempulikasikan identitasnya karna dia sedang memantau semua murid di sekolah ini.


“Siram!!” Perintah Dara,


Oh ya selama beberapa bulan ini juga personil Dara bertambah dua, kedua murid ini pindahan dari Bandung. Bukan murid sembarang murid karna keduanya itu adalah anak dari kapolda Bandung dan satunya anak hakim.


Mereka pindah sekolah ke sini karna katanya pengen aja, padahal aslinya keduanya di keluarin habis bikin anak orang hampir mati sehabis di bully.


“Beb, masih pagi nanti dia masuk angin” ucap murid laki-laki itu ke Dara sambil merangkul.


Sial menjijikan Vior merinding melihat tingkah mereka dari parkiran, ingin Vior tabrak mereka langsung dengan porsche 911 sport miliknya.


Kadika Nusantara (Dika) anak dari kepala Kapolda Bandung, laki-laki berparas tampan walau gantengan Xavier masih kata Vior. Isi otaknya menjijikan walau Vior tak tau tapi Vior dapat mengira setelah melihat data yang di kirimkan tentang anak laki-laki itu.


Oh untungnya kemarin saat Vior di bully dua laki-laki itu tidak ikut, kalau ikut mungkin Vior tak bisa tahan agar tak membunuh mereka walau harus gemetar karna traumanya.


Dan satu lagi, Hardiyan Januar (Haja) bestod setia Kadika atau Dika itu. Kalau Dika adalah otak dari semua perbuatan mereka maka Haja adalah tim sukses rencana tersebut.


“Harusnya kamu suruh dia minum aja air got yang udah bercampur air kencing aku” untungnya Vior tak mendengarkan percakapan mereka saat ini karna jarak yang cukup jauh.


Jeha muntah setelah meminum itu karna baru sedikit di minum, tanpa basa basi Haja menyiram ke pakaian Jeha tawa mereka pecah setelah itu pergi.


“Ewww jyjykk”


“Huek bau banget lo”


“Jauh-jauh li bith”


“Byee jawlang”


“Ah sial” gerutu Vior kesal melihat Jeha yang tiba-tiba pingsan.


Vior menghubungi dokter pribadi khusus miliknya, ah mungkin ini bukan cerita tentang mafia seperti sebelumnya yang di buat author namun semua hal berbau mafia ada di sini seperti cyber, asisten pribadi, algojo dan lainnya ada di sini.


“Ke sekolah ku sekarang!!!” Ucap Vior smabil berlari ke arah belakang sekolah.


Jeha terbaring di pasir itu, masih berjarka tiga meter bau tak sedap sudah tercium. Bisa Vior tebak air yang di sirma adalah air got bercampur air lainnya.


“Gblg!!” Umpat Vior,


Vior bukan orang baik dan bukan juga orang jahat, entah sejak kapan tpai Vior baru menyadari kalau daerah ini sunyi senyap tak ada murid-murid berlalu lalang.


“Gue beber-bener minta maaf tapi kalo gak gini gue gak bisa nolong lo”gumam Vior pelan sambil menyiram tubuh Jeha dengan air keran yang dirinya semprotkan ke arah Jeha agar kotoran dari got itu menghilang.

__ADS_1


Sekitar beberapa menit Jeha terbangun namun Vior masih belum menyadarinya asik nyemport sambil mendumel kesal melihat sebrutal ini murid beasiswa di bully.


“St.. hikss stopp am hikss ampun” isak tangis Jeha terdengar.


“Lah sumpah gue gak maksut” Vior langsung mematikan kerannya.


“Lo tunggu sini” perintah Vior,


Untung di dalam mobilnya ada hoddie memang biasa diirinya pakai eh bukan ini hoddie kemarin, dan ah iya lupa ada dua mobilnya di sekolah dan sekarang yang dirinya masuki adalah mobil kemarin.


Terserah lah belibet,


“Pake” perintah Vior.


“En..enggak usah gap..gapapa”


“Plis deh anj!! Ini udah bell dari tadi kalo lo gak pake gue lempar lo dari roftop” ancam Vior.


Benar, ini sudah bell dari tadi bahkan bell berbunyi setelah Dara dkk pergi makanya Vior mengumpat kesal tadi karna bell.


Alasan aplagi yang harus dirinya kasih ke Vier kembaran seari-arinya agar percaya kalau dia bantu orang bukan dirinya yang kena bully.


“Ma..maaf”


“Dia abis minum air kotor, rawat dia” perintah Vior.


Jordan Arsega dokter pribadi khusus dan hanya beberapanyang tau tentang dokter ini terutama keluarga dan orang terdekat Vior saja.


“Eh.. ga..gak us..sah” gagap Jeha takut karna bertemu irnag baru dan bahkan menolongnya.


“Lo aman gue jamin” ucap Vior setelah Jordan dan beberapa orang itu membawa Jeha pergi Vior tergesa-gesa menuju kelas nya.


“Mampus!!” Pak Hanaza guru matematika terkiller atau tergak ada ampun menurut Vior yang tengah mengajar.


“Bolos enggak bolos enggak ***...” ucapan vior terjeda karna kaki sialnya ini menginjak bocol plstik dan berbunyi.


“Siapa yang gak piket hari ini anj lahh ketahuan!!!” Batin Vior,


“Eh? Hari ini Rabu kan ya? Gue yang piket hehhehe” batin Vior lagi.


“Xaviora? Kenapa kamu terlambat”


“Ketiduran di parkiran pak” bohong Vior.


“Berdiri di lapangan hormat ke arah bendera sampai jam pelajaran saya selesai”


“Tapi pak? Panas tau”


“Membantah kamu!!”


“Iy.. eh enggak” Vior memelas sebenarnya bisa saja dia menghubungi kepala sekolah atau meminta Xavier menariknya masuk cuman ya sama aja dong Vior menyalah gunakan kekuasaannya.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2