XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 168.


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...



Mereka tiba di salah satu rumah makan, Vior sedari tadi lebih banyak melamun entah apa yang di lamunkannya.


“Sore-sore gini beli Pajero enak ya mi” ucap Abra yang membuyarkan lamunan Vior.


“Hah?”


“Bau” ucap Abra


“Papa mau beli mobil lagi?” Tanya Abian


“Kata siapa?” Tanya Vior


“Tadi ppa ngomong”


“Bener? Jangan macam-macam ya kamu! Mobil kamu di rumah itu aja jadi pajangan loh! Yang di apke itu-itu aja!!”


“Kan cuman ngebayangin aja yangg” Vior memutar bola matanya malas.


Mereka tengah menunggu pesanan, adek tidur di pangkuan Abra memang sudah jam tidurnya maka itu bayi satu tahun dua bulan nya tidur.


“Xavier katanya mau liburan nanti ke sini” Abra memberitahu istrinya kalau Xavier bakal pulang ke rumah.

__ADS_1


“Bagus kalo gitu, udah mau dua tahun gak pulang-pulang kek gak punya rumah aja” ucap Vior.


“Jangan marah-marah dong sayang”


“Permisi” pelayan membawa nampan berisikan pesanna mereka.


“Hu..minggirin itu” Vior menunjuk ke daging bakar yang di lihatnya.


“Huek”


“Kamu gapapa?”


“Pusing” ucap Vior


Untung mereka memesan ruang vip jadi tak peduli apa pendapat orang kalau Vior mual, bisa-bisanya Vior mual di saat seperti ini walau sudah sering terjadi ketika hamil.


“Mami gapapa?” Abian khwatir.


“Hikss huaaaaaaaaaa” tangis adek,


“Oh god!! Papa lupaa” Abra kembali ke sisi anak bungsu yang sebentar lagi jadi abang itu.


Abra lupa kalau anaknya berada di pangkuannya, karna kaget Vior mual dan bilang pusing tanpa menyadari langsung berdiri dan anak yang di pangku nya d letakkan begitu saja.


“Abraa iih!!” Kesal Vior lngsung meminta anaknya menghampiri Vior dan memeluk menenangkan snag anak.


Padahal kepala Vior sangat pusing namun demi anak-anaknya Vior mencoba bertahan, berulang kali Abra meminta maaf karna reflek begitu saja tadi.


Adek sudah kembali tenang dan kembali tidur di pelukan Vior, Abra mencoba membawa adek ke dekapannya namun baru saja mau di angkat sudah kembali menangis.


Mereka pun melanjutkan makan, Vior yang agak kesusahan makan di suapin oleh Abra. Abian fokus makan sesekali menjawab pertanyaan sang papa.


“Uang aku masih banyak, beli restoran ini aja juga mampu”


“Sombong” ucap Abian.


“Selagi ada” jawab Abra


“Udah ah sana bayar, banyak omong kamu” Abra menunjuk dirinya lalu melirik ke Vior dan Abian bergantian.


“Hus hus” sambil tertawa Abian mengusir papanya.


Adek yang sudah terbangun karna di usili Abian pun duduk di samping Vior, untung anaknya anteng tak rewel seperti tadi.


“Ayo udah” ajak Abra,


Mereka berjalan kembali ke mobil,


Abra yang menggendong adek sambil menggenadeng Abian menuju parkiran, sedangkan Vior yang masih berjaln di belakang melihat ketiga raja dan pangerannya bercanda gurau.


...BRAKKKK...


Vior diam di tempat, seakan semua benda dan orang-orang menjadi bergerak dengan lambat. Vior melihat anak bungsu yang di gendong Abra terpental ke atas dan tubuh Abra yang di tabrak mobil box itu tehimpit ke dinding tembok.


...BRAKKKK...


...BRUKKK...


tubuh Abian juga terlempar ke tembok beda dengan Abra yang tertabrak langsung, para penagwal langsung berlarian mencoba menyelamatkan tuan dan tuan muda itu.

__ADS_1


Vior menatap Abra yang menatapnya dengan darah becucuran di kepala bahkan tubuhnya, tanp suara Abra berkata.


“I love you” Vior tak bisa menajwab matanya hanya terfokus ke Abra, Abian dan adek bergantian.


“Nyonya!!”


Vior berlari ke arah anak bungsunya yang sudah tak bernafas dan darah di kepalanya, Vior gemetar merangkul tubuh anaknya itu.


“Sayangg hikss bangun nak” tangis Vior,


“Panggil ambulan segera!!”


“Akh hikss Abian hikss adekk” tangis Vior merangkul kedua anaknya yang tak sadarkan diri,


Abra masih sedikit sadar menatap istrinya yang menangis sambil memeluk anak mereka,


“Tuan tuan!! Bertahan tuan!!” Ucap para pengawal.


“J..jag..ga is..t..tri.. kuu”


“Tuan!!”


“Bertahan tuan ambulan akan segera datang!!!”


“Gak hikss gakkk!!! Bangun Abra bangunnn” Vior membawa kedua anaknya ke dekat Abra


Semua orang yang melihat tentu merasakan sakit dan hancur nya Vior, Vior tak tau harus bagaimana dirinya cuman bisa menangis di haspana ketiga orang yang sangat-sangat di sayang dan cintainya itu.


Abra tak sadarkan diri, ambulan datang langsung membawa Abra dan anak mereka ke rumah sakit namun hal pilu harus di terima Vior yang mana Abra dan kedua anaknya sudah meninggal dunia saat di lokasi kejadian tadi.


“Abra bangun”


“Ayo beli pajero kan?”


“Atau beli restoran?”


“Bugati?”


“Mau motor juga boleh asal kamu bangun”


“Sayang bangun”


“Anak-anak mami ayo bangun”


“Ayo bangun raja dan pangeran mami”


Tiba di rumah sakit, Vior ikut turun sambil menggengam tangan Abra.


“Vior!!!” Ayes menarik tubuh Vior dan langsung memeluknya.


“Abra yes Abra hikss anak-anak gue Yes” Ayes mencium aroma amis darah di tubuh Vior ya karna darah suami dan anak-anak Vior ada di tubuhnya.


“Adek baru satu tahun Yes hikss tolong hikss tolong bangunin adekk hikss”


“Abian hikss hikss lusa ulang tahun Yes hikss”


“Kenap.. kenapaaaa hikss”


Keluarga yang lain datang setelah mendapat kabar dari para pengawal, mamah Abra tentu histeris begitupun bunda.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2