
...WELCOME BESTIEEE🖤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...
...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...
...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........
...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........
...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...
...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...
__ADS_1
...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️
...
Sejak kejadian itu tak ada lagi hal-hal yang membuat sedih karna semua berjalan semana semestinya, Zaren dan Jaka sudah berdamai dengan mereka Valdalas termasuk Abra.
Bahkan mereka menjadi akrab sekarang. Sampai tak terasa kini sudah masa-masa ujian akhir semester dan ujian dimana menentukan mereka lulus atau tidak.
Walau pasti lulus semua tapi nilai mereka yang di pertaruhkan, Ah ya sehabis Abra keluar dari rumah sakit beberapa hari setelahnya Abra datang menemui ayah Xavier dan Xavior untuk meminta ijin menikahi Vior. Namun di tolak mentah-mentah, karna beberapa hal yang memang harus di jalankan seperti tes untuk Abra.
Yang paling penting lulus sekolah dulu dan buktikan apakah Abra layak menjadi suami Vior seperti menjadi penerus dan pengusaha muda bahkan Abra di minta membuat perusahaan sendiri.
Abra di minta mengambil alih dan memantaskan diri dengan cara kuliah agar bisa mengambil alih perusahaan dan membuat salah satu pendapatan dengan usahannya sendiri entah membuka caffe atau apa dengan dana yang di sediakan sekecil mungkin.
Tak boleh di bantu oleh siapapun termasuk Vior sendiri, dan kedua harus bisa mengalahkan abang Vior semuanya Jean, Ace, Darren, Driell, Argan dan Xavier.
Ah Bryan dan Aksa juga termasuk, terserah mau mengalahkan dengan cara apa ada di beri dua pilihan bertarung atau kecerdasan membangun perusahaan dalam kurun waktu 1tahun harus sudah bisa menguasai dan di kenals atu negara.
Yang ketiga baru berhadapan dengan ayah, grandpa, kakek dan uncle dari pihak papa dan bunda yang mana ayah Bryan dan juga Aksa.
Anak bungsu perempuan, sangat di manja abang dan ayahnya. Apapun yang di minta tak pernah tidak di dapatnya, jadi sangat-sangat tak mungkin Abra datang-datang tinggal lamar berlian nya Adison.
Tak akan semudah membalikkan telapak tangan agar Abra bisa memiliki Vior, walau Vior menyukai dan sayang dengan Abra tetap saja Abra harus mendapatkan Vior agar jadi miliknya seutuhnya itu tak gampang.
“Woi” Vior yang tengah menatap jendela kaget.
“Vier kaget!!” Kesalnya.
Xavier mengecek suhu tubuh adeknya, normal tak demam sama sekali berarti bukan sakit yang membuat adeknya melamun.
“Mikirin apa?”
“Idk, kangen mereka mungkin” sebenarnya Vior gak melamun tapi menatap ke arah lapangan dimana empat sekawan yang tengah bermain sama seperti dirinya dulu bersama teman-temannya.
“Come on bby” ucap Xavier seraya mengelus pucuk kepala Vior.
__ADS_1
“Sebastian sialan” gumam Vior smabil terkekeh kesal.
Vior duduk sendiri, ah tidak-tidak Vior duduk bersama Abra namun saat ini Abra sedang ke kantin beli makanan bersama yang lain kecuali Xavier. Vior malas ke kantin alhasil Abra yang tak mau Vior kelaparan memilih pergi ke kantin membelikan semua yang akan membuat mood kekasihnya itu membaik.
“Lo tau dia syalan kenapa lo biarin hidup hmm?” Xavier seperti setan yang membisikkan kejahatan kepada manusia.
Sepertinya sejak bergaul dengan Ace, Xavier menjadi lebih gila bahkan kadang saat menjalankan misi dirinya suka lupa diri dan memutilasi pelaku yang malah menjadi korban Xavier dengan sangat-sangat brutal tak ada yang tidak di cobanya.
Mata? Jelas sudah menjadi lato-lato untuk di mainkannya, kuping? Di buat ukiran sesuai lekuk yang terbentuk di telinga. Organ tubuh? Kalau itu Xavier sengaja memotongnya kecil-kecil dan membiarkan salah satu pelaku memakannya mentah sampai habis.
Mau pelaku itu bergender perempuan ataupun laki-laki semua di perlakukan sama, Xavier jika sudah mode psikopat tak pernah memandang gender nya apa.
Vior melirik Xavier yang sedari tadi mengelus pucuk kepalanya.
“Oh bby girl? Mereka sudah sangat menyedihkan apa tidak bisa kita membuatnya lebih menderita?”
“Ayes gimana?”
“Ayes selalu berpikir bokapnya meninggal, so?? Apa susahnya kita mewujudkan hal itu kan? Atau satu jantung dan satu paru-paru agar mereka bisa mencicipi satu sama lain”
“Ucapan lo! Kita lagi di kelas”
“Kelas sepi gak akan ada yang dengar dan gak akan ada yang berani. Kalaupun ada mungkin besok sudah mati” ucap Xavier sedikit ancaman.
“Pinta Driel pindahkan mereka ke Kalimantan untuk sementara waktu” Xavier tersenyum senang.
Akhirnya, hampir satu tahun dirinya menunggu dan melampiaskan ke hal lain, ah bukan hal lain tapi manusia tolol lainnya saja.
“Muachh! I love tou baby girl” Xavier mengecup pipi adeknya bertepatan dengan Abra masuk.
“YAAAAA!!” Bukan menjauh Xavier semakin mengecup seluruh wajah Xavier kecuali bibir ya. Xavier tau batasan juga sebagai abang dan sebagai tukang jahili pasangan ini.
“Kenapa? Mau marah lo?” Tanya Xavier.
“Gak agak kaget aja gue kira siapa” percayalah Bryan, Marvel dan Galen di belakang Abra tengah menahan tawa mendengar jawaban Abra.
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...