
“Apakah itu semuanya?” tanya Rin kepada Wahyu dan Mei setelah mendengar laporan langsung dari mereka berdua.
“Iya Kapten, zombie mutasi yang dipanggil oleh Tim Elang sebagai Butcher itu benar adanya dan zombie tersebut sangatlah berbahaya” jawab Mei dengan tegas dan menegapkan tubuhnya.
“Zombie itu memiliki pertumbuhan yang sama dengan Scratcher yang kami hadapi, dimana dia akan bertambah besar dan kuat setiap dia memakan sesuatu dan karena sudah beberapa hari, dia menjadi sebesar gedung berlantai 2, jika dibiarkan aku khawatir dia bisa menjadi lebih besar lagi” jawab Wahyu.
“Jadi apa yang ingin kau lakukan? Wahyu?” tanya Rin sambil menatap Wahyu dengan tajam untuk menguji Wahyu.
“Tidak ada, Kapten” jawab Wahyu singkat.
“Tidak ada?” Rin kaget mendengar jawaban dari Wahyu.
“Iya, saya masihlah prajurit peringkat rendah, saya tidak memiliki wewenang apapun untuk melakukan penyerangan kepada zombie itu” Wahyu menjelaskan alasannya untuk tidak melakukan apapun.
“Bagaimana kalau aku memberimu wewenang untuk menggerakkan 100 prajurit untuk membasmi zombie itu dan juga wewenang untuk menggunakan apapun yang ada di shelter ini? Apakah kau mau melakukannya?” Kapten Rin menawarkan posisi yang lebih tinggi untuk Wahyu di pasukan Zombie Resistance Cina berharap Wahyu mau menerimanya dan masuk ke dalam pasukan Rin pada saat yang bersamaan.
“Saya tidak memerlukan pasukan sebanyak itu untuk mengalahkan zombie itu, namun untuk saat ini, saya ataupun pasukan anda tidak akan bisa membunuh zombie itu” jawab Wahyu dengan serius.
“Kau belum pernah melihat pasukan khususku, kenapa kau yakin kami tidak bisa membunuhnya?” tanya Kapten Rin.
“Krena anda membutuhkan ledakan radioaktiv untuk mengalahkan zombie itu dan untuk kenapa anda tidak bisa mengalahkannya, saya tahu anda sudah menyadarinya” jawab Wahyu.
__ADS_1
“Kasualitas ya” Kapten Rin mulai berpikir tentang hal itu, namun masih belum ada solusi yang muncul “Lalu apa kau ada ide mengenai hal itu?” tanya Kapten Rin kepada Wahyu.
“Ada” jawaban singkat Wahyu itu mengagetkan Kapten Rin “Salah satu anggota timku sudah kuberi instruksi untuk menyelesaikan alat terakhir untuk membunuh zombie itu”
“Anggota timmu? Yang mana? Aku tidak merasa ada orang yang bernilai selain dirimu waktu itu” tanya Kapten Rin penasaran.
“Itulah kenapa saya tidak mau bergabung dengan pasukan khusus anda” jawab Wahyu. Tentu saja ucapan Wahyu itu dianggap sebagai penghinaan terhadap Kapten Rin, namun sebelum Mei dan Luo melakukan atau mengucapkan sesuatu, Wahyu meneruskan kalimatnya “Saya mengetahui cara penilaian para Kapten, percayalah, saya pernah berada di posisi anda, namun saat saya memulai lagi dan berjalan dengan mereka yang dinilai hanya dari pandangan semata, saya menyadari potensi dari setiap orang yang ada” ucapan Wahyu itu membuat Kapten Rin tertarik.
“Jadi, apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Kapten Rin.
“Ada hal yang hanya bisa dilihat saat anda melihat di tingkat yang sama dengan mereka, daripada melihatnya hanya dari tingkat yang lebih tinggi” jawab Wahyu dengan penuh percaya diri.
“Tentu, namun untuk saat ini aku menyuruh dia untuk focus dengan tugasnya, jadi kalau Kapten Rin mau menunggu, saya akan mengenalkan anggota tim saya dengan benar setelah kompetisi antara anda dan saya selesai” jawab Wahyu.
“Baiklah” ucap Kapten Rin singkat “Aku akan menunggunya, aku mengharapkan yang terbaik darimu setelah ini, kau boleh kembali”
“Baik!” jawab Wahyu yang kemudian hormat, setelah itu keluar dari ruangan Kapten Rin.
Beberapa menit setelah Wahyu keluar dari ruangan Kapten Rin.
“Kapten ada yang ingin aku tanyakan” ucap Mei yang masih ada di ruangan Kapten Rin untuk membantu pekerjaan Kapten Rin.
__ADS_1
“Silahkan, aku akan menjawab apapun yang bisa kujawab” ucap Kapten Rin yang sedang mencari suatu berkas.
“Kenapa Kapten sangat menginginkan Wahyu untuk bergabung di pasukan kita?” Mei menanyakan pertanyaan yang sudah mengganjal di pikirannya sejak Zombie Resistance Indonesia datang ke shelter Cina.
“Jawabannya sederhana, karena dia memiliki potensi untuk melampauiku” mendengar jawaban dari Kapten Rin, Mei terkejut “Seperti yang dia katakan tadi, saat kau sudah berada di tingkat yang lebih tinggi, kau akan terbiasa untuk menilai orang lain hanya dengan sekali lihat, tapi saat kau melihat orang yang tidak bisa kau nilai, kau pasti sangat menginginkan orang itu”
“Maksud Kapten, Wahyu memiliki kriteria itu?” tanya Mei untuk memastikan.
“Iya, selain dia ada dua orang lagi, beruntungnya, mereka mau untuk masuk ke dalam pasukan khususku” jawab Kapten Rin.
“Oh maksud Kapten, Blue dan Red itu ya” ucap Mei.
“Iya, mereka adalah anggota dari Special Forces COLORED, sebuah pasukan khusus yang beranggotakan 7 orang bertalenta yang berhasil membuat seluruh negara untuk tidak menyerang negara Indonesia, sebuah legenda yang membuat seluruh negara bergetar” ucap Kapten Rin yang kemudian mengambil sebuah berkas “Sayangnya, mereka dibubarkan karena hilangnya pemimpin mereka dan juga salah satu anggota mereka yang bernama White” Kapten Rin kemudian memberikan berkas itu kepada Mei.
Mei melihat berkas itu dan melihat 6 nama anggota dari COLORED “Ma’af Kapten, tapi kenapa hanya ada 6 nama disini?” tanya Mei.
“Itu adalah nama dari pemimpin mereka, informasi tentangnya entah kenapa disembunyikan dari publik, sampai saat ini yang pernah melihat pemimpin dari pasukan khusus itu hanyalah target mereka yang kebanyakan sudah mati dan atasan mereka, yaitu Kapten Zombie Resistance Indonesia yang telah gugur” ucap Kapten Rin yang berdiri dan berjalan ke jendela ruangannya itu “Membuat pasukan khusus yang dapat menggetarkan dunia ini sekali lagi, itu adalah salah satu dari tujuanku” Kapten Rin melihat keluar jendela sambil memikirkan sesuatu.
Melihat Kaptennya yang terlihat serius itu membuat Mei sadar kalau pendapatnya tidaklah penting lagi “Kalau begitu, saya akan mencoba segala cara untuk membuat Wahyu bergabung dalam pasukan khusus kita” ucapan Mei mengagetkan Kapten Rin, hanya mendengar nada suara Mei saja, Kapten Rin mengerti kalau dia akan melakukan apapun demi tujuannya.
Melihat keteguhan Mei, Kapten Rin hanya bisa tertawa kecil “Fu fu, kau tidak perlu memaksakan dirimu, Ketua dari Tim Elang tidak akan bergabung dengan pasukan kita apapun yang terjadi” ucap Kapten Rin yang kemudian berjalan mendekati Mei “Aku menghargai bantuanmu, tapi aku lebih senang jika kalian memikirkan pendapat kalian juga” setelah mengucapkan kalimat itu, Kapten Rin kembali duduk di kursinya dan melanjutkan pekerjaannya dan Mei, serta Luo yang baru selesai mengantar Wahyu keluar dari bangunan juga ikut membantu pekerjaan Kapten Rin.
__ADS_1