
“Baiklah, selanjutnya adalah bagaimana kita keluar dari Shelter tanpa harus lewat gerbang utama?” ucap Wahyu.
“Memang kenapa kita tidak lewat gerbang utama?” tanya Septian.
“Untuk menjatuhkan zombie mutasi yang masih belum diketahui secara publik, aku ingin menghabisinya tanpa kasualitas yang terlalu banyak, jadi lebih baik kita bertindak sendiri” jawab Wahyu.
“Lalu hubungannya dengan lewat gerbangutama?” tanya Septian lagi.
“Kau ini, jika kita lewat gerbang utama, kita pasti akan dihentikan oleh anggota Zombie Resistance lainnya, setelah itu Kapten Rin akan menginterogasiku dan menawarkan pasukannya kepadaku yang mana aku tidak mengetahui kemampuan mereka” Wahyu menjelaskan apa maksudnya sesederhana mungkin “Intinya, jika kita tidak bergerak sendiri, semuanya akan menjadi lebih bermasalah lagi”
“Oh begitu ya” ucap Septian yang mengerti.
“Blue, Red, apa kalian bisa membantu” tanya Wahyu.
“Ada rute rahasia yang kami buat sendiri untuk mencari informasi di luar Shelter dan kebetulan letaknya ada di dekat sini” jawab Red.
“Dan saya sudah menghafal rute menuju tempat yang anda tunjukkan kepada saya tadi” sambung Blue.
“Bagus, kalian berdua memang duo yang hebat” ucap Wahyu memuji Blue dan Red. Mereka tidak ingin menunjukkannya, tapi dipuji oleh Wahyu membuat merekaberdua senang.
“Baiklah mari periksa perlengkapan kita sekali lagi” suruh Wahyu.
Tim Elang beserta Red dan Blue memeriksakembali perlengkapan mereka. Wahyu seperti biasanya, membawa dua buah pistol beserta beberapa magazinenya, empat buah flash grenade yang dikaitkan di sabuknya, serta beberapa alat kecil lainnya yang dia masukkan kedalam tas kecil yang terikat di bagian depan sabuknya. Wahidyn membawa satu tas penuh dengan magazine dan senjata cadangan yang bisa digunakan jika ada yang kehabisan magazine atau kehilangan senjata. Septian membawa sebuah minigun dan sebuah grenade launcher yang dikaitkan di rompi miliknya, juga satu tas yang berisi amunisi untuk senjatanya. Dani membawa sebuah Sniper Rifle yang sudah dimodifikasi agar dapat meluncurkan peluru yang dibuat khusus oleh Wahidyn dan Wahyu, serta beberapa magazine yang dia masukkan kedalam tas pinggang. Red dan Blue membawa senjata yang sama, dua buah pistol dan holsternya yang terikat di rompi di bagian sisi perut, sebuah Assault Rifler yang dibawa dengan kedua tangan, dan sebuah Sniper Rifle untuk digunakan sebagai long range support, dan sebuah military knife, namun mereka tidak membawa magazine tambahan karena mereka memprioritaskan untuk fokus kepada target dan menjatuhkan sub target mereka dengan senjata jarak dekat.
__ADS_1
“Baiklah, Red, pimpin jalannya” ucap Wahyu. Tim Elang beserta Blue dan Red kemudian berangkat menuju lokasi Butcher yang diperkirakan oleh Wahyu.
Di sisi lain di depan gerbang utama Shelter Negara Cina, Kapten Rin mengobservasi keadaan yang sedang berlangsung di sisi luar gerbang. Sebuah usus yang berukuran cukup besar berulang-ulang kali menabrak Gerbang Shelter dan menyebabkan guncangan yang cukup besar, tapi bukan itu saja, segerombolan zombie biasa lainnya mulai keluar dari segala arah dan berjalan menujuke gerbang. Zombi Resistance yang berjaga sudah menembaki dan mengurangijumlah zombie yang ada, namun karena guncangan yang terjadi setiap usus itu menabrak gerbang membuat bidikan mereka terkadang meleset. Kapten Rin yang melihat sendiri keadaan gerbang Shelter mulai khawatir.
“Jika ini terus terjadi, gerbang kita bisa roboh” gumam Kapten Rin ”Ryu, ambil senjatamu dan ikutlah membantu yang lainnya untuk mengurangi jumlah zombie yang datang, jika gerbang ini akan jatuh, stidaknya kita harus mengurangi jumlah zombie yang bisa masuk ke dalam Shelter”
Mendengarperintah dariKapten Rin, Ryu langsung segera meninggalkan sisinyadan pergi menuju medan pertempuran. Sesaat setelah Ryu keluar dari ruangan, Mei memasuki ruangan dimana Kapten Rin berada.
“Lapor, evakuasi warga sudah berjalan, mereka akan di pindahkan untuksementarake bagian paling dalam di Shelter dan juga saya sudah meminta kepada Wakil Kapten Negara Indonesia untuk menjaga para wargayang dievakuasi” ucap Rin yang memberi hormat.
“Bagus, sekarang apa kau tahu dimana Wahyu dan Timnya berada? Ada beberapa hal yang ingin kupastikan” tanya Kapten Rin.
“Ah, ma’af soal itu” ucap Mei merasa tidak enak.
Mei kemudian menjelaskan apa yang dikatakan Wahyu saat sedang berada di ruang perawatan dan setelah mendengar hal itu, Kapten Rin merasa kesal.
“Bagaimana bisa dia tidak mengajakku, seorang Kapten untuk mengalahkan zombie mutasi di Negaraku sendiri!” ucap Kapten Rin kesal “Mei, siapkan kendaraan, kita akan mengikuti mereka”
“Baik!” jawab Mei memberikan hormat.
Kembali ke Tim Elang dan lainnya. Mereka sudah setengah jalan menuju lokasi yang mereka tuju. Di dalam perjalanan, mereka melakukan jalan cepatagar tidak menarik zombie yang ada di sekitar mereka dan jika ada zombie yang menghalangi, Red dan Blue akan membunuh zombie yang menghalangi dengan menggunakan pisau mereka. Blue dan Red tidak terlalu khawatir Degnan resiko terinfeksi, karena mereka berdua mengenakan pakaian full body suit yang memiliki sifat anti air atau tidak meresap cairan, oleh karena itu darah atau cairan yang dimiliki oleh zombie tidak akan mengenai kulit mereka berdua.
“Hey yu” bisik Dani.
__ADS_1
“Apa?” balas Wahyu yang juga berbisik.
“Apa semua orang yang dilatih oleh Kapten memiliki kemampuan yang hebat seperti itu?” tanya Dani.
“Yah sepengetahuanku, hanya ada 7 orang yang memiliki kemampuan hebat seperti mereka berdua” jawab Wahyu “Tapi sepertinya mereka dikirim ke beberapanegara yang berbeda”
“Oh maksudmu Special Force yang bernama COLORED itu?” ucap Dani.
“Tidak kusangka kau mengetahui itu, tahu dari mana?” ucap Wahyu yang kini bertanya.
“Saat latihan bersama Kapten Rin, dia menyebutkan kalau Red dan Blue adalah anggota dari COLORED, bisa kau beritahuaku sedikit tim seperti apa COLORED itu?” Dani mulai penasaran dan meminta Wahyu untuk menjawab pertanyaannya.
“Aku tidak bisa memberitahunya secara lengkap, tapi COLORED adalah tim khusus yang dibuat untuk mengembalikkan keadaan negara kita saat perang antar negara berlangsung, karena negara kita tidak memiliki kekuatan militer yang tinggi, pemerintah memutuskan untuk membuat pasukan khusus yang ahli dalam penyusupan, penyamaran, interogasi, dan pembunuhan untuk mengambil informasi yang bisa digunakan untukmengancam negara lain agar tidak menyerang negara kita” jawab Wahyu menjelaskan “Dan anggota mereka yang diberikan kode panggilan dengan warna adalah orang yang memiliki bakat, kegigihan, fokus, dan keahlian untuk memenuhi kriteria itu. Anggota mereka terdiri atas tujuh warna yang berbeda, namun yang diketahui oleh publik adalah Blue, Red, Brown, Gold, White, dan Black sedangkan pemimpin mereka tidak diketahui informasinya”
“Lalu bagaimana denganmu? Red dan Blue terlihat sangat hormat kepadamu” tanya Dani lagi.
“Aku? Yah bisa dibilang akulah yang mengawasi dan menjaga mereka, kau bisa mengatakan aku adalah kakak mereka” jawab Wahyu dengan sedikit tersenyum malu.
“Kukira dengan bagaimana mereka memperlakukanmu, kau adalah pemimpin mereka, kau juga mengetahui cara mengatasiteknik intimidasi itu” ucap Dani “Tapi jika kau bilang kau hanya penjaga mereka, itu masuk akal, lagipula mereka juga mengatakan kalau pemimpin mereka berada dilokasi yang tidak diketahui”
“Iya kan, pemimpinnya memang orang yang sedikit unik” ucap Wahyu menyetujui ucapan Dani.
“Pak Wahyu, kita sudah sampai” ucap Blue yang mengagetkan Wahyu dan Dani.
__ADS_1