Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
A Truth Or A Lie 20-2


__ADS_3

Para prajurit yang menodong Wahyu muai memborgol tangan Wahyu dan mengawalnya menuju suatu tempat.


“Hei, tunggu dulu apa maksudnya ini?” tanya Septian marah. Prajurit yang mengawal Wahyu tidak memperdulikan Septian, namun seorang prajurit yang berada di sana menghampiri anggota Tim Elang.


“Apakah kalian Tim Elang?” tanya prajurit itu.


“Iya, bisakah kau jelaskan apa yang sedang terjadi?” jawab Rin meminta penjelasan atas apa yang terjadi.


“Saya akan menjelaskan sebisa saya, jadi apakah kalian bisa mengikuti saya?” pinta prajurit itu.


“Baik, kami akan mengikutimu” jawab Rin.


“Tunggu kenapa kau mematuhinya begitu saja?” tanya Septian masih marah.


“Tenangkan dirimu, kita saat ini berada di Negara asing, kita tidak tahu apapun mengenai peraturan atau apa yang terjadi di Negara ini, lebih baik kita mengikuti mereka dan mencari tahu apapun yang bisa dapatkan” jawab Rin yang mulai berjalan mengikuti prajurit tadi.


“Sial, kenapa seperti ini lagi” ucap Septian kesal “Ini hampir sama dengan saat kita baru sampai di Shelter Cina”


“Kita tidak punya pilihan, untuk saat ini lebih baik mengikuti rencana Rin, untuk masalah seperti ini yang memahaminya hanyalah Wahyu dan Rin yang seorang Kapten Negara” ucap Wahidyn.


“Aku tidak mau melakukan kesalahan dan merepotkan Wahyu lagi, jadi untuk kali ini aku juga setuju dengan Rin” ucap Dani.


“Sial” ucap Septian memukulkan tangannya ke tembok di sebelahnya. Septian kemudian menenangkan dirinya dengan mengambil nafas besar “Baiklah, aku ikut”

__ADS_1


Setelah itu Tim Elang mengikuti prajurit yang menghampiri mereka tadi. Tim Elang kemudian dikawal memasuki Shelter Negara Jepang yang mana pemandangannya mengejutkan mereka, tidak seperti Indonesia dan Cina, Shelter Negara Jepang terlihat sangat bersih dan modern. Bangunan yang ada di dalam terlihat masih bagus dan tertata dengan rapi, bukan itu saja orang-orang yang berlalu Lalang juga terlihat mengenakan pakaian yang rapi dan formal, mereka terlihat tenang dan nyaman, walaupun ada Wahyu yang diborgol dan terlihat seperti criminal, orang-orang yang melihatnya hanya melihat Wahyu dengan tatapan bisa dan kemudian menyapa prajurit yang mengawal Wahyu dengan rasa hormat. Kembali ke struktur bangunannya, Shelter Jepang terlihat seperti kota biasa dengan jalan yang di bangun dengan rapi dan nyaman untuk digunakan, beberapa tempat bermain disediakan untuk anak-anak bermain, juga tempat istirahat yang difasilitasi dengan mesin minuman dan makanan instant. Shelter Negara Jepang terlihat lebih nyaman daripada Shelter yang pernah dilihat oleh Tim Elang. Semakin ke dalam, pemandangannya menjadi semakin indah, pohon-pohon Sakura buatan mulai mengiringi jalan setapak yang Tim Elang lewati dan dari kejauhan terlihat bangunan tinggi yang terlihat sangat mewah.


“Itu adalah markas Zombie Resistance Negara kami, saya akan menjelaskan situasinya saat kalian sudah sampai di ruangan yang sudah disediakan untuk kalian” ucap prajurit yang mengawal anggota Tim Elang.


Saat sudah memasuki gedung itu, Wahyu dan anggota Timnya dibawa ke tempat yang berbeda.


“Tunggu, kemana Wahyu akan dibawa?” tanya Septian.


“Anggota Special Forces COLORED Grey akan dibawa ke tempat interogasi lalu di tempatkan di ruang tahanan yang ada di bawah tanah” jawab prajurit yang mengawal anggota Tim Elang.


“Tahanan?!” ucap Septian mulai kesal “Sudah cukup, bawa aku ke tempat Wahyu, tidak akan kubiarkan dia mengalami diskriminasi sendirian” ucap Septian yang hendak mengikuti prajurit yang mengawal Wahyu.


“Saya sarankan untuk tidak melakukan itu” ucap prajurit yang mengawal Tim Elang yang sudah menodongkan senjatanya ke kepala Septian “Saya tahu kalian sedang bingung, tapi saya harap kalian bisa mengikuti saya sampai ke ruangan kalian” prajurit itu mengancam dengan suara klik yang keluar dari pengaman senjatanya yang dilepaskan. Septian terdiam, karena dia yakin jika dia bergerak menjauh dia akan ditembak.


Prajurit itu langsung menurunkan senjatanya dan mulai memandu anggota Tim Elang.


Anggota Tim Elang akhirnya sampai di sebuah Lorong yang panjang dan berhenti di depan pintu ruangan.


“Ini adalah ruangan kalian, silahkan masuk” ucap prajurit itu yang membukakan pintu ke ruangan yang akan dipakai oleh Tim Elang mulai sekarang. Rin, Wahidyn, Septian, dan Dani masuk dan terkejut dengan apa yang mereka lihat. Sebuah ruangan besar dengan empat kasur yang terlihat bersih dan nyaman muncul di depan mata mereka, bukan itu saja dua buah lemari, sebuah meja kecil dengan empat bantal yang di tata rapi untuk bersantai, sebuah balkoni yang dapat diakses menggunakan pintu kaca yang memperlihatkan pemandangan kota juga ada di ruangan itu. Awalnya anggota Tim Elang berpikir kalau ruangan mereka tidak akan jauh beda dengan ruangan yang mereka tinggali selama ini, namun ruangan kali ini terlihat mirip seperti hotel daripada ruangan untuk seorang prajurit.


“Silahkan kalian taruh semua barang bawaan kalian dulu, setelah itu saya akan menjawab semua pertanyaan kalian sebisa saya” ucap prajurit yang megnawal mereka itu.


Septian, Rin, Wahidyn, dan Dani kemudian langsung menaruh tas mereka dan senjata mereka di lantai.

__ADS_1


“Sekrang jelaskan, kenapa Wahyu ditangkap?!” tanya Septian yang terburu-buru.


“Tolong, silahkan duduk dulu” ucap prajurit itu yang kemudian melepaskan helm yang menutupi seluruh kepalanya itu “Nama saya Yamanashi Takeru, kalian bisa panggi dengan Takeru atau Take saja” Takeru dengan sopan mengenalkan dirinya “Mulai sekarang selama kalian ada di Negara ini, saya akan menjadi pemandu kalian”


Prajurit yang mengawal anggota tim Elang itu mengenalkan dirinya sebagai Yamanashi Takeru dan dia juga mengatakan kalau dia yang akan menjadi pemandu mereka selama mereka ada di Jepang. Takeru memiliki wajah putih yang natural, dengan senyuman yang selalu terpajang dimukanya itu membuat dia terlihat seperti orang yang baik, rambutnya pendek dan memiliki warna hitam, Takeru juga memiiki mata yang terlihat cerah tanpa memperlihatkan adanya niat tersembunyi apapun dan membuatnya menjadi orang yang mungkin bisa dipercaya. Septian, Wahidyn, dan Dani sedikit bingung dengan itu, namun Rin mengetahui kalau Takeru ditugaskan untuk mengawasi Tim Elang dari dekat.


“Bagitu ya” gumam Rin.


“Itu tidak penting, cepat jelaskan kenapa Wahyu ditangkap?” ucap Septian yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


“Baik, akan saya jawab, tapi saya minta tolong untuk tenang dulu” jawab Takeru.


“Mana mungkin aku bisa tenang! Temanku tiba-tiba di borgol dan dibawa ke tempat yang tiadk kuketahui dan mungkin saja saat ini dia sedang diperlakukan dengan tidak adil!” Septian melepaskan semua emosinya kepada Takeru, namun Takeru tetap tenang.


“Saya bisa menjamin teman kalian tidak akan diperlakukan dengan buruk dan setelah interogasinya selesai kalian bisa bertemu dengannya” Takeru mencoba menenangkan Septian “Oleh karena itu, selagi menunggu prosesnya selesai, saya akan menjawab dan menjelaskan pertanyaan kalian”


“Septian” panggil Rin. Septian langsung menoleh ke arah Rin memperlihatkan wajah yang penuh amarah “Tenanglah, biarkan dia menjelaskannya dengan tenang”


Septian mendengarkan ucapan Rin dan dia sendiri juga tahu kalau tindakannya itu akan membuat masalahnya tidak selesa-selesai, akhirnya Septian memutuskan untuk duduk di atas bantal yang sudah disediakan dan membiarkan Takeru untuk menjelaskan situasinya.


“Tarima kasih mau mengerti, sekarang saya akan menjawab pertanyaan anda” ucap Takeru dengan tenang “Teman kalian, atau bisa dibilang Kapten Tim Elang, menurut informasi dari Kapten kami adalah salah satu anggota daro pasukan khusus yang bernama COLORED”


“Iya, kami tahu soal itu, masalahnya kenapa dia ditangkap?” ucap Wahidyn.

__ADS_1


“Itu dikarenakan dia adalah orang yang membunuh istri dari Kapten kami saat beliau masih menjadi kepala pemerintahan” jawab Takeru.


__ADS_2