
“Aku sudah menduganya, tapi ini terlalu cepat” ucap Wahyu yang terlihat terburu-buru “Blue apakah sudah selesai?”
“Sudah, aku melakukannya di selang pembicaraan kita tadi” jawab Blue yang telah selesai memberikan perawatan daruratnya.
“Baik, kerja bagus Blue” ucap Wahyu memuji Blue “Mei, setelah ini pasti ada perintah untuk berkumpul di markas bukan?” tanya Wahyu.
“Iya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Mei kembali.
“Tolong katakan pada Kapten Rin kalau Tim Elang akan melakukan misi sendiri” Wahyu memasukkan kembali radarnyake tas pinggangnya dan berdiri tanpa memperdulikan kakinya yang baru saja terluka “Blue, antarkan aku ke tempatsenjata yang kuminta”
“Sesuai perintah anda” jawab Blue singkat. Blue dan Wahyu langsung berlari keluarruangan meninggalkan Mei.
“Sungguh, setidaknya katakan apa rencanamu?!” teriak Mei kesal.
Wahyu dan Blue berlari menuju suatu tempat dan di tengah jalan, mereka bertemu Septian dan Wahidyn yang terlihat panik dan terburu-buru.
“Yu! Apa yang sedang terjadi?” tanya Septian.
“Zombie yang kuhadapi dengan Dani dulu sedang menyerang shelter” jawab Wahyu “Aku sedang memikirkan rencana untuk keadaan ini, tapi sebelum itu, kita memerlukan Dani”
“Aku sudah menghubunginya dan menyuruhnya untuk bertemu di depan bangunan kamar kita” ucap Wahidyn.
“Bagus, kalau begitu langsung saja kita kesana, tempatnya ada di sekitar sana kan, Blue?” ucap Wahyu memastikan.
“Iya, lebih tepatnya ada di dekat tempat pelatihan Dani” jawab Blue dengan serius. Setelah itu mereka berempat berlari menuju ke bangunan dimana kamar Tim Elang berada.
__ADS_1
Setelah beberapa menit berlari, akhirnya Wahyu, Septian, Wahidyn, dan Blue sudah sampai didepan bangunan dimana kamar mereka berada. Saat mereka sampai, di depan bangunan itu sudah ada Dani dan Red yang sudah menunggu mereka.
“Yu, apa yang akan kita lakukan?” tanya Dani.
“Seperti biasa, lihat situasi, personil, dan kemampuan bertarung kita serta musuh kita, untukitu kita harus menemukan zombie itu dulu” jawab Wahyu menjelaskan rencananya “Tapi sebelumitu kita memerlukan senjata yang cocok” Wahyu kemudian mengangguk kepada Red dan Red membalas mengangguk balik , menandakan dia mengerti apa yang harus dia lakukan.
“Ikuti aku” ucap Red yang kemudian mulai berjalan cepat.
Tim Elang akhirnya berkumpul dan mengikuti Red menuju sebuah Gudang yang terletak di tempat yang terlihat sudah ditinggalkan.
“Aku berhasil menemukan beberapa senjata yang kau minta, namun untuk pelurunya, aku hanya bisa menyediakan bahan dan alatnya saja, aku tidak memiliki pengetahuan untuk membuat peluru yang kau minta” ucap Red.
“Tidak apa-apa, aku memiliki orang yang bisa melakukannya” ucap Wahyu yang kemudian menoleh ke arah Wahidyn. Wahidyn mengangguk menandakan kalau dia sudah siap.
“Ini dia” ucap Red yang berhenti di depan sebuah kotak kargo yang cukup besar. Red kemudian membuka pintu kargo itu dan memperlihatkan beberapa senjata yang sudah ditata rapi, serta bahan-bahan kimia yang ditata disebuah mejakecil beserta alat-alat yang terlihat rumit.
“Sesuai perintah anda” jawab Red dan Blue bersamaan sambil melakukan hormat yang kemudian mereka berdua ikut mempersiapkan perlengkapan mereka masing-masing.
“Wahidyn, kita lakukan sesuai dengan yang telah kita praktekkan” ucap Wahyu. Wahidyn mengangguk dan berjalan menuju meja dimanabahan-bahan kimia tadi berada.
Wahyu dan Wahidyn bersama-sama mulai membuat peluru khusus yang akan digunakan untuk mengakhiri zombie Butcher.
Setelah semua perlengkapan sudah siap, Wahyu menjelaskan apa saja yang dia ketahui mengenai Butcher sekali lagi sebelum menghadapinya.
“Tubuh utama Butcher tidak akan bergerak, yang artinya kita bisa langsung tembak bagian di antara dada dan perut sampai kelemahan zombie itu terlihat” ucap Wahyu “Setelah celah sudah terbuka, akan terlihat sebuah tengkorak yang sangat keras, tengkorak itu tidak bisa di tembak dengan peluru biasa, karena peluru biasa akan terpental, oleh karena itu aku dan Wahidyn membuat peluru ini” Wahyu kemudian menunjukkan peluru khusus yang dibuat olehnya dan Wahidyn.
__ADS_1
“Peluru ini adalah peluru yang berisi asam yang bernama Aqua Regia” perhatian semua orang tertuju pada peluru itu “Cairan ini dapat melelehkan logam keras seperti besi dan baja, karena peluru biasa hanya memberikan goresan kecil pada tengkorak itu, aku memperkirakan kalau cara terbaik untuk menghancurkannya hanyalah dengan melelehkan tengkorak itu”
“Tapi bukankah itu berbahaya? Bagaimana jika cairannya melelehkan pelurunya dulu sebelum sampai ketengkorak itu?” tanya Septian.
“Itulah kenapa aku menambahkan beberapa hal di dalam peluru ini” jawab Wahyu “Pertama, Aqua Regia yang ada di peluru ini dalam keadaan tidak aktif, atau bisa dibilang belum tercampur, di saat peluru ini ditembakkan, mesiu yang meledak akan membuat wadah asam di dalamnya pecah dan mencampurkan bahan kimia yang akan menghasilkan Aqua Regia” Wahyu mulai menjelaskan bagaimana peluru yang dia buat bersama Wahidyn bekerja “Kedua, ada peledak kecil yang kutanamkan di dalamnya yang bisa diledakkan jika saja pelurunya meleleh duluan yang bisa digunakan untuk mencipratkan Aqua Regia ke sekitar peluru itu meledak, jadi jangan khawatir, aku sudah merencanakannya”
“Penjelasan pelurunya sudah, selanjutnya orang yangmenembakkan peluru ini” Wahyu kemudian menoleh ke arah Dani “Aku percayakan tugas ini padamu Dan”
Dani yang mendengar itu langsung panik.
“Eh! Kau yakin? Bagaimana jika aku meleset? Bagaimana kalau ada sesuatu yang mengganggu konsentrasiku? Bagaimana jika-“ Dani merasa takut dan ragu karena setelah mendengar betapa pentingnya peluru itu pada misi kali ini. Melihat Dani yang penuh dengan keraguan itu, membuat yang lain juga ikut ragu, namun Wahyu sudah mengira hal itu. Hanya dengan sebuah tepukan di Pundak Dani, Dani langsung berhenti berbicara dan terfokuskan kepada Wahyu.
“Bagaimana pertandinganmu tadi?” tanya Wahyu santai.
“Kenapa kau menanyakan itu?” balas Dani dengan pertanyaan juga.
“Kau pasti menang kan?” ucap Wahyu memastikan tebakannya. Mendengar hal itu Dani hanya terdiam karena memang benardia sudah menang, tapi itu semua karena latihan dan arahan dari Wahyu, Dani masih merasa ragu jika dia harus memikirkan keputusan sendiri.
“Jika kau berpikir kemenanganmu terjadi karena arahan dariku, kau salah” ucapan Wahyu membuat Dani terkejut dan bingung “Yang kukatakan padamu hanyalah fakta mengenai bagian-bagian tubuh manusia dan juga target yang perlu kau tembak, tapi bagaimana cara memanfaatkan informasi dan menmbaktargetyang kuberikan, aku tidakpernah memberitahumu bukan?”
Setelah mendengarkan hal itu, Dani mulai menyadari maksud dari perkataan Wahyu.
“Kau adalah Sniper terbaik yang pernah kutemukan, walupun kadang-kadang kau emosian, tapi kau tahu apa yang harus kau lakukan saat menjalankan misi, kau selalu mengenai targetmu” ucap Wahyu mencoba membuat Danipercaya dengan dirinya ”Jadi, apa kau siap untuk menjadi seorang pahlawan?” tanya Wahyu yang melepaskan tangannya dari Pundak Dani.
Melihat betapa banyakyakepercayaan yang ditaruh Wahyu pada Dani, Dani akhirnya menyadari kalau Wahyu tidak akan meminta hal yang mustahil dilakukan olehnya. Raut wajah Dani pun kembali menjadi tenang danpenuh dengan percaya diri, Dani langsung mengambil peluru itu dari tangan Wahyu.
__ADS_1
“Baiklah, serahkan padaku!” ucap Dani dengan tegas.