
Hari pertandingan telah tiba, seluruh orang yang ada di Shelter Cina diundang untuk menyaksikan pertandingan yang selalu diadakan di setiap akhir bulan, biasanya pertandingan ini digunakan untuk pijakan promosi, namun kali ini, ini adalah pertandingan antara pasukan khusus milik Kapten Rin melawan Tim Elang.
Coloseum yang digunakan sebagai tempat pertandingan memiliki area yang cukup luas dengan tiga tingkat tempat duduk untuk penonton dan juga tiga ruangan yang sudah dipasang kamera untuk mengawasi pertandingan, para penonton bisa melihat pertandingan melalui sebuah layar LED besar yang di letakkan di tengah coloseum di atas ketiga ruangan yang tertutup itu. Ketiga ruangan yang terbuat dari besi yang memiliki ukuran berbeda-beda itu juga memiliki papan nama untuk setiap ruangan, yang terdiri dari Kekuatan, Keterampilan, dan Pertarungan. Ruangan Kekuatan memiliki ukuran yang paling kecil, jika info yang Wahyu dapatkan benar, ruangan itu berukuran kecil karena di tes kekuatan hanyalah menunjukkan kekuatan para prajurit dengan pertandingan angkat beban, gulat tangan, atau tes pukul samsak, oleh karena itu tidak memerlukan ruangan yang luas. Untuk Keterampilan sebaliknya, ruangan Keterampilan adalah ruangan yang paling luas dan besar, karena area itu digunakan untuk pertandingan halang rintang dimana pertandingan itu akan menguji kecepatan, keahlian, dan kecerdasan untuk melewati semua rintangan dan mencapai garis akhir. Untuk ruangan terakhir, Pertarungan, memiliki ruangan yang sama dengan Kekuatan, karena sebenaranya ruangan Pertarungan hanya digunakan untuk ruang persiapan, karena pertarungan akan di adakan di tengah-tengah coloseum setelah kedua pertandingan sebelumnya telah selesai.
"Selamat pagi seluruh penonton sekalian! saya sebagai pembawa acara pertandingan hari ini akan mencoba untuk memeriahkan acara kali ini dengan mengomentari dan memberikan penjelasan selama pertandingan berlangsung!" teriak pembawa acara melalui mic yang diteruskan ke speaker yang adadi coloseum. "Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai pertandingannya!" sorakan penonton mengikuti setelah pembawa acara itu berbicara.
"Baiklah, untuk pertandingan kali ini adalah pertandingan antara Tim Kapten terhormat kita melawan Tim tamu kita yang datang dari Indonesia!" pembawa acara itu menunjukkan gesture yang membuat penonton bersorak meriah. "Mari kita sambut peserta pertandingan ini! Dari sisi Tim Elang! Ada si ketua Tim Wahyu, ahli senjata berat Septian, dan si sniper Dani!" penonton bersorak lagi "Dan dari sisi Kapten Rin! Ada Kapten kita Kapten Rin, tangan kanan Kapten kita dan juga juara pertandingan sebelumnya Mei dan sang tinju naga, Ryu!" sekali lagi penonton bersorak, namunlebih ramai.
Kedua tim mulai memasuki ruangan mereka masing-masing, Septian dan Ryu masuk ke ruangan Kekuatan, Wahyu dan Mei masuk ruangan Keterampilan, terakhir Kapten Rin dan Dani memasuki ruang persiapan untuk Duel.
Pertandingan pertama adalah pertandingan kekuatan yang dimana adalah pertandingan antara Septian dan Ryu. Pertandingan yang dipilih adalah tes samsak yang dimana kekuatan pukulan peserta akan diukur menggunakan samsak khusus. Peserta diberi tiga kesempatan untuk memukul samsak dan nilai yang paling tinggi yang akan digunakan.
Pertandingan pun dimulai, Septian dan Ryu bersiap untuk giliran mereka. Giliran pertama adalah Septian, dia langsung memukul samsak sekuat tenaga, setelah samsak itu dipukul, sebuah angka keluar di sebuah monitor yang ada di sebelah samsak itu dan angka yang muncul adalah 890. Septian merasa sedikit senang karena melihat angka yang cukup tinggi itu.
__ADS_1
Setelah itu giliran Ryu datang, Ryu berjalan dengan tenang mendekati samsak, kemudian dia mengambil kuda-kuda, setelah itu dia memukul samsak itu dengan cepat, setelah itu Ryu meninggalkan samsak tanpa memperdulikan nilai yang keluar, semua sedikit terkejut dengan apa yang terjadi selanjutnya, karena nilai yang keluar adalah 930. Melihat itu, semua orang menjadi heboh karena melihat pukulan Ryu yang cepat dan kuat, penonton saling membicarakan Teknik yang digunakan Ryu. Septian sedikit kesal karena Ryu dengan mudah mengalahkan nilainya.
Giliran Septian datang lagi, kali ini Septian memberi sedikit jarak antara dia dan samsaknya, setelah itu Septian berlari dan memukul samsak menggunakan momentum lari dan kekuatan tangannya dan berhasil memunculkan nilai 980. Setelah itu, giliran Ryu lagi, kali ini dia menggunakan Teknik pernapasan untuk menyalurkan seluruh tenaganya ke dalam pukulannya dan sekali lagi dengan pukulan yang cepat dan kuat, Ryu menghasilkan nilai 990, sedikit di atas Septian. Penonton semakin heboh karena selisih nilai Septian dan Ryu yang semakin menipis, tapi pukulan terakhir ini akan menentukan pemenangnya.
Septian berpikir kalau dia bisa mendapat nilai di atas 1000, dia pasti bisa menang, namun dia tidak memiliki Teknik yang bisa meningkatkan kekuatan pukulnya, akhirnya dia memberanikan dirinya untuk mencoba menggunakan cara yang sama dengan Ryu, namun versi miliknya sendiri. Septian mengukur jarak antara dirinya dan samsak itu, memastikan ujung kepalan tangannya menyentuh samsak itu, kemudian Sepitan memfokuskan seluruh tenaganya ke tangannya, dia mempersiapkan tangan kanannya dan menunggu sampai tubuhnya sudah sepenuhnya siap, setelah 5 detik berlalu, Septian langsung meluncurkan pukulan terkuat yang pernah dia lakukan dan pukulannya itu menabrak samsak itu dengan keras sehingga membuat samsak yang tadinya tidak bergeming sedikitpun menjadi terdorong sedikit kebelakang, Septian langsung melihat ke monitor untuk melihat nilainya dan nilai yang keluar adalah 1080, Septian langsung merasa senang karena dia bisa mengeluarkan nilai di atas 1000 dan dia langsung merasa dia punya kesempatan untuk menang. Penonton juga ikut heboh karena baru kali ini ada yang mendapatkan nilai di atas 1000.
Septian langsung meninggalkan samsak itu dan melihat Ryu yang sudah berjalan mendekati samsak itu, kali ini Ryu menggunakan kuda-kuda yang berbeda, dimana sebelumnya dia langsung memukul samsak setelah memasuki kuda-kuda, namun kali ini Ryu memposisikan tangan kirinya menyentuh samsak dan tangan kanannya bersiap untuk memukul. Ryu menutup matanya sejenak, kemudian memukul samsak itu dengan pukulan yang kuat hingga membuat samsak itu bergetar untuk beberapa saat. Tangan kanan Ryu menempel ke samsak itu sampai samsak itu berhenti bergetar, selama samsak itu bergetar Ryu juga menunjukkan eksprei serius yang sedikit menakutkan karena kedua matanya yang menatap tajam samsak itu, seakan-akan itu adalah mangsanya. Setelah samsak itu berhenti bergatar dan Ryu menarik kembali tangannya, muncul nilai yang seharusnya tidak mungkin dicapai oleh manusia biasa, nilai yang didapatkan Ryu adalah 1260.
Semua penonton terdiam karena terkejut melihat nilai setinggi itu dan setelah itu mereka mulai bersorak untuk Ryu yang sudah dipastikan memenangkan pertandingan Kekuatan. Melihat hal itu, Septian merasa kecewa dan kesal karena kekalahannya, namun dia tidak bisa melakukan apapun lagi, karena kesempatannya sudah habis. Setelah beberapa menit, akhirnya Ryu dan Septian keluar dari ruangan Kekuatan dan pergi ke tempat penonton khusus yang digunakan untuk ruang istirahat untuk peserta yang sudah selesai bertanding, yang dimana terletak di bagian paling atas dari coloseum. Saat memasuki ruang istirahat, Septian dan Ryu sudah ditunggu oleh Wahidyn yang sudah ada di ruang istirahat sejak awal sambil melihat situasi pertandingan melewati monitor yang sudah disediakan.
“Kau ini! Temanmu baru saja kalah pertandingan dan kau langsung mengejeknya?! Semangati dulu atau coba tenangin dulu napa, bisa-bisanya langsung meledekku” ucap Septian marah.
“Yah, tidak apa-apa, sebenarnya aku sudah menduga kalau kau akan kalah” jawab Wahidyn sambil memakan camilan yang dia bawa.
__ADS_1
“Hah? Kenapa kau bisa seyakin itu?!” tanya Septian semakin kesal.
“Makanya, besok-besok kalau ada info tentang musuh dibaca dengan teliti, musuhmu itu adalah orang dengan kekuatan yang tidak bisa diukur, pada aspek kekuatan saja, Ryu bisa mengalahkan Kapten Rin kau tahu” Wahidyn menjelaskan alasan kenapa Septian tidak bisa menang dan setelah mendengar itu, Septian langsung menoleh ke arah Ryu yang sedang duduk sambil menunggu pertandingan selanjutnya ditayangkan. Melihat Ryu yang tidak lelah sedikitpun membuat Septian sadar dengan kebenaran perkataan Wahidyn.
“Jangan khawatir, Wahyu dan Dani akan membalaskan kekalahanmu” ucap Wahidyn menenangkan Septian.
“Aku tidak setuju dengan ucapanmu” ucap Ryu yang tadinya tidak berbicara sama sekali. Ryu memiliki suara yang tenang, namun memiliki keseriusan di setiap kalimat yang dia ucapkan “Pertandingan selanjutnya adalah Keterampilan dan Mei sudah menjadi pemenang pertandingan itu 3 kali berturut-turut, bagaimana kau bisa yakin kalau Ketua Timmu bisa menang?”
“Mudah saja, karena kali ini medan yang digunakan ditingkatkan kesulitannya untuk menangani kemenangan temanmu itu” jawab Wahidyn dengan tenang. Ryu terkejut dengan jawaban Wahidyn, karena seharusnya yang mengetahui pertandingan yang digunakan hanyalah staff coloseum yang dipandu oleh Kapten Rin saja. Rasa terkejut Ryu berlangsung sebentar, karena saat Ryu melihat ke arah Wahidyn, dia melihat Wahidyn yang terlihat tenang dan santai, seperti dia sudah tahu hasil dari pertandingan ini.
“Walaupun memang begitu, jika staff sudah merubah medan untuk menangani Mei yang udah menang 3 kali berturut-turut,berarti itu juga membuat Ketua Timmu yang tidak pernah mengikuti pertandingan ini kesulitan juga” ucap Ryu.
“Tidak juga” jawab Wahidyn singkat “Kau tahu, Wahyu memiliki tingkat Analisa yang tinggi, dimana dia bisa mencari jalan keluar dari situasi apapun yang menghadangnya”
__ADS_1
“Tingkat Analisa saja tidak cukup untuk melewati medan keterampilan” ucap Ryu yang sedikit terprovokasi.
“Apa kau pikir orang yang berhasil membunuh zombie mutasi pertama di dunia tidak memiliki kemampuan?” ucap Wahidyn tenang sambil menatap Ryu dengan tajam. Ryu tersentak sedikit saat melihat Wahidyn menatapnya dengan tajam, tapi setelah itu Wahidyn kembali melihat ke monitor yang ada di depannya “Aku tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan, tapi apapun yang terjadi, Wahyu akan memenangkan pertandingannya”