Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
A Truth Or A Lie 20-4


__ADS_3

“Kau sudah gila ya?” tanya Dani heran “Kau ini sudah dituduh membunuh orang dan kau mau menambahnya dengan kabur dari penjara juga?!”


“Tenanglah dulu, ada banyak hal yang harus kujelaskan dulu, namun kali ini kita berada di keadaan dimana jika kita diam saja maka masalahnya tidak akan selesai” jawab Wahyu.


“Lalu apa hubungannya dengan kau kabur dari penjara?” tanya Wahidyn yang juga bingung dengan ucapan Wahyu.


“Akan lebih cepat jika aku juga bisa bergerak dan mencari tahu alasan aku tiba-tiba dituduh” jawab Wahyu “Lagipula bukannya aneh bagi kalian, jika Kapten Negara ini memang ingin membalas dendam, bukankah lebih mudah langsung membunuhku daripada membuatku untuk mengakui kalau aku membunuh istrinya”


“Iya memang benar sih, tapi tetap saja kabur dari sini itu sama anehnya, bukannya lebih baik kau diam di sini dan biarkan kami mencari cara untuk mengeluarkanmu tanpa menambah masalah lagi?” ucap Dani yang bingung dengan situasi saat itu.


“Jangan salah paham, aku memang berniat untuk menyuruh kalian mencari informasi dan cara untuk membebaskanku dari tuduhan” jawab Wahyu.


“Lalu kenapa kau masih ingin kabur?” tanya Dani.


“Karena informasi yang kita perlukan berada di dua pihak yang berbeda” jawab Wahyu.


“Apa maksudmu?” tanya Rin yang mulai ikut dalam pembicaraan.


“Diluar Shelter ini, ternyata ada kelompok lain yang ingin mengambil alih kekuasaan di Shelter ini” jawab Wahyu.


“Sudah kuduga” ucap Rin.


“Tunggu, kau menduga hal ini Rin?” tanya Dani kaget.


“Kalian harusnya sudah menyadarinya kan, perbedaan Negara ini dengan Negara kita dan Negara Rin” ucap Wahyu mencoba untuk menjelaskan “Satu fasilitas yang tidak pernah terpikirkan untuk dibangun pada masa-masa seperti ini”


“Penjara ini, iya kan” jawab Wahidyn.


“Betul sekali, kita berada di masa dimana semua manusia harus bersatu untuk kelangsungan hidup mereka, tidak peduli kau orang jahat atau baik, jika kau ingin terus hidup kau harus membantu satu sama lain, tapi di sini, mereka masih memenjarakan orang dan berencana untuk mengeksekusi mereka” sambung Wahyu menjelaskan “Aku memang berada di sini hanya untuk beberapa menit saja, namun dari semua orang yang ada di penjara yang kulewati, mereka terlihat sangat pasrah, bukan karena mereka menyesali perbuatan mereka, tapi karena mereka tidak diberi kesempatan, bagaimana menurutmu Rin?”


“Itu adalah tindakan sia-sia” jawab Rin “Jika memang ada kejahatan terjadi dan merugikan Survivor atau Zombie Reistance, orang itu bisa dihukum dan dipaksa untuk menjalani rehabilitasi dan dilatih untuk menjadi tentara dan jika mereka masih tidak mau maka membunuh mereka adalah solusi yang lebih baik”

__ADS_1


“Itu brutal sih, tapi seharusnya seperti itu, tapi jika dugaanku tidak salah, Negara ini menggunakan kriminal sebagai peringatan dan ancaman kepada Survivor untuk tidak macam-macam kepada Zombie Resistance yang akhirnya menciptakan sistem kasta yang mana menurutku bukanlah sistem yang bagus di keadaan manusia saat ini” balas Wahyu.


“Tunggu, lalu apa hubungan semua ini dengan kau kabur dari penjara ini?” tanya Septian.


“Aku akan bergabung dengan para pemberontak dan mencari informasi di sana” jawab Wahyu.


Semua yang di dalam ruangan itu langsung terkejut.


“Sudah kuduga kau memang gila” ucap Dani “Bukannya itu malah membuktikan kalau kau adalah orang jahat?!” Dani mulai kesal lagi.


“Memangnya kau percaya mereka akan terus membiarkanku hidup di sel ini?” tanya Wahyu kepada anggota Timnya “Biar kuperjelas lagi, semua kriminal yang ada di sini pasti akan di eksekusi, apa kau ingin aku di eksekusi di depan semua orang tanpa mencoba membuktikan ketidakbersalahanku hanya karena takut dianggap sebagai orang jahat?”


Suasana menjadi hening.


“Jangan khawatirkan aku, aku pasti akan hidup dan membersihkan namaku, tapi untuk itu aku membutuhkan bantuan kalian dan juuga kepercayaan kalian” ucap Wahyu.


“Biarkan aku bertanya padamu sekali lagi” Septian mulai mendekat ke pagar sel agar dapat melihat wajah Wahyu dengan jelas “Yang membunuh Istri Kapten Negara ini dan orang yang ada di video tadi itu bukan kau kan”


“Baiklah, seperti biasanya, katakan rencanamu” ucap Septian santai.


“Tunggu sebentar, begitu saja? Kau yakin Sep?” tanya Dani.


“Mau bagaimana lagi, dia sudah memutuskan untuk melakukannya, jika yang terburuknya dia benar-benar menjadi kriminal, kita hanya perlu bergabung saja kan? Lagipula Wahyu orangnya memang seperti itu” jawab Septian.


“Aku setuju” sambung Wahidyn.


“Dengan menjadi pemberontak juga bisa memperluas area pencarian yang bisa dilakukan, aku juga akan menyetujuinya” ucap Rin yang juga setuju.


“Tinggal kau saja Dan, bagaimana?” tanya Wahyu dengan senyuman menjengkelkan.


“Terserah kau saja lah” jawab Dani menyerah.

__ADS_1


“Jadi apa rencanaya?” tanya Septian.


“Kalian harus menjalankan peran yang berbeda-beda, karena aku yakin setiap pangkat yang dimiliki Zombie Resistance disini memiliki autoritas yang berbeda dan juga informasi yang berbeda” Wahyu berhenti untuk berpikir sejenak dan mulai membagi peran Timnya “Dani dan Rin, aku ingin kalian berbaur dengan para atasan, carilah informasi tentang siapa yang pertama kali membuat sistem ini, menggunakan Rin yang seorang Kapten, kalian pasti bisa dengan cepat mendapatkan informasi itu, Wahidyn, ajaklah Takeru untuk membawamu ke tempat eksekutif dan staff, carilah informasi tentang zombie mutasi yang mereka minta untuk kita habisi, karena misi utama kita adalah itu, yang terakhir Septian, bergabunglah dengan unit khusus Kapten Negara ini”


“Tunggu sebentar, kenapa tugasku yang paling berat?” tanya Septian.


“Karena kau memiliki kemampuan yang tidak dimiliki olehku, Dani, ataupun Wahidyn” jawab Wahyu.


“Memangnya kemampuan apa itu?” tanya Septian penasaran.


“Kemampuan membuat alasan yang entah kenapa mudah dipercaya” jawab Wahyu serius. Mendengarkan jawaban Wahyu membuat semuaya terdiam.


“Aku akan menghiraukan betapa tidak masuk akalnya jawabanmu itu, jadi apa hubungannya itu dengan masuk pasukan khusus Kpten Negara ini?” tanya Septian lagi.


“Ah ma’af, aku belum menjelaskannya, sepertinya pasukan khusus Kapten Negara Jepang dipilih sendiri oleh putrinya yang mana adalah Ketua pasukan khusus itu” ucap Wahyu menjelaskan.


“Lalu hubungannya dengan kemampuanku untuk beralasan?” tanya Septian lagi.


“Bertemanlah dengan si Putri dan buat dia memasukkanmu ke pasukan khusus, dengan begitu kau bisa dengan bebas pergi kemana saja dan melakukan apa saja” jawab Wahyu “Dan juga kudengar si Putri itu orangnya sangat cntik loh”


“Jadi intinya kau ingin aku merayu si Putri agar aku bisa masuk ke pasukan khusus Kapten Negara ini” ucap Septian menyimpulkan.


“Benar sekali” balas Wahyu senang.


“Sekarang aku setuju dengan Dani, kau benar-benar gila” ucap Septian mengeluh.


“Jadi begitulah, karena kita tidak punya waktu lagi dan jemputanku sepertinya sudah datang, aku mendoakan yang terbaik untuk kalian semua” ucap Wahyu yang menyelesaikan pistol rakitannya.


“Tunggu apa yang kau maksud dengan jemputan?” tanya Septian.


Sebelum mendapatkan jawaban dari Wahyu, sebuah ledakan terjadi di tembok di belakang Wahyu. Ledakan itu membuat asap yang sangat tebal berterbangan kemana-mana, suara alarm juga langsung berbunyi dan terdengar suara telapak kaki yang terburu-buru dari pintu masuk. Septian mencoba untuk melihat apa yang terjadi dan di depannya sudah ada lobang besar yang muncul di depannya dan di tengah lubang itu Wahyu bersama dua sosok laki-laki lain sudah bersiap untuk kabur.

__ADS_1


“Sep! Jangan lupa! Apapun yang terjadi, aku akan selalu menjaga punggungmu!” teriak Wahyu yang kemudian berlari meninggalkan anggota Timnya bersama dua orang yang tidak terlihat penampilannya karena kabut yang tebal.


__ADS_2