Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
Another Task To Fulfill 15-4


__ADS_3

Di dalam ruangan Red dan Blue, Wahyu melihat ada sesuatu yang langsung menarik perhatiannya.


“Blue, apa itu?” tanya Wahyu yang menunjuk sebuah tembok besi yang memisahkan ruangan itu menjadi dua.


“Leader tidak perlu mengkhawatirkannya, jadi ada perlu apa Leader mencari kami?” tanya Blue mencoba mengalihkan perhatian Wahyu.


“Tidak tidak, tidak mungkin aku berpura-pura tidak melihat tembok besi yang sangat terlihat kalau buatan sendiri sebesar ini?!” balas Wahyu yang masih ingin tahu kenapa ada tembok besi di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar yang digunakan hanya untuk dua orang itu.


Di saat Wahyu masih keras kepala untuk mengetahui untuk apa tembok besi itu, di balik tembok besi itu terdengar suara yang sediki aneh dan juga suara bip yang terdengar semakin cepat. Di saat Wahyu menyadari suara apa itu, Wahyu langsung merangkul Blue dan tiarap bersama ke tanah. Tepat setelah Wahyu melakukan itu sebuah ledakan terjadi dan membuat lubang di tembok besi itu. Wahyu menoleh ke arah lubang di tembok besi itu dan terlihat seseorang keluar dari lubang itu. Orang yang keluar dari lubang itu ternyata adalah Red yang entah kenapa mulutnya terbungkam selotip dan kedua tangannya di borgol.


“Hmm hmm hm hmm hmm hm” Red mencoba berbicara tapi karena mulutnya dibungkam selotip, dia hanya bisa bergumam. Red kemudian mendekat ke Blue dan mengulurkan kedua tangannya seperti meminta sesuatu.


“Mengertilah sedikit, aku kan ingin menghabiskan waktu dengan Leader” ucap Blue mengeluh sambil mencari sesuatu di saku bajunya “Nih” ucap Blue kecewa sambil memberikan sebuah kunci. Red mengambil kunci itu dan membuka kunci borgol yang ada di tangannya. Setelah borgol terbuka, Red membuka selotip yang tertempel di mulutnya.


“Kau kan bisa membicarakannya dulu denganku!” ucap Red marah.


“Tapi kau pasti tidak akan mau menerimanya” balas Blue.


“Tentu saja, kau pasti hanya akan membuang-buang waktu berharga Leader saja” balas Red balik.


“Cukup!” teriak Wahyu “Bisa jelaskan situasinya padaku?” pinta Wahyu.


“Salahkan dia Leader, dia selalu saja berbuat seenaknya, membuat tembok besi ini saja sudah tidak masuk akal dan sekarang dia tiba-tiba memborgol tanganku dan membungkam mulutku dengan selotip” ucap Red sambil menunjuk ke arah Blue.


“Kau harusnya mengerti, aku kan perempuan jadi aku butuh ruangan pribadiku sendiri” balas Blue beralasan.


“Kita sudah bersama selama bertahun-tahun dan sama-sama mengetahui rahasia satu sama lain, apa maksudmu butuh ruangan pribadi?!” balas Red kesal.


“Sudah cukup!” teriak Wahyu menengahi Red dan Blue “Kalian ini sudah besar, tolong kurangi perkelahian antar saudara kalian”


Setelah dimarahi Wahyu, Red dan Blue langsung diam dan merasa menyesal.


“Ma’af tidak akan kami ulangi lagi” ucap Red dan Blue meminta ma’af secara bersamaan.


“Bagus, bukankah lebih tenang kalau begini” ucap Wahyu lega sambil mengelus kepala mereka berdua.

__ADS_1


“Baiklah, karena sudah banyak waktu yang terbuang, aku ingin meminta bantuan kalian lagi” ucap Wahyu. Red dan Blue melirik satu sama lain dan langsung menempatkan kepalan tangan mereka di dada mereka masing-masing.


“Permintan anda adalah perintah bagi kami!” jawab Red dan Blue bersamaan.


“Kalian tidak perlu seperti itu, aku sudah bukan anggota COLORED lagi” ucap Wahyu merasa tidak enak.


“Kami tidak bisa melakukan itu” jawab Red.


“Bagi kami, anda adalah orang yang paling kami hormati” sambung Blue.


“Walaupun anda buka seorang tentara pun, jika anda meminta sesuatu, akan kami pastikan permintaan anda terpenuhi” Red meneruskan kalimat Blue. Tanpa perlu membahasnya, Red dan Blue sudah mengerti dengan apa yang akan mereka katakan.


“Kalau begitu, setidaknya jangan terlalu formal seperti itu” ucap Wahyu menggaruk-garuk kepalanya “Ya sudahlah” Wahyu mengambil kertas yang dia sembunyikan di bajunya tadi dan akan memberikannya kepada Red, namun Blue langsung mengambilnya dulu.


“Hey dia mau memberikannya padaku” ucap Red tidak terima dan mencoba mengambil kertas yang diambil Blue.


“Berisik, aku ini kakakmu jadi harus aku dulu” balas Blue.


“Ehem!” Wahyu membuat suara dan membuat Red dan Blue menghentikan pertengkaran mereka.


“Gantian” ucap Red yang langsung megnambil kertas berisi biografi Profesor Light Grace dari tangan Blue lalu mulai membaca isinya.


“Kalian masih berhubungan dengan Gold dan Brown kan?” tanya Wahyu.


“Iya, Brown membuat alat komunikasi Global yang hanya bisa digunakan oleh COLORED” jawab Blue sambil mencari alat yang dia maksud “Apakah anda ingin kami menghubungi mereka?”


“Tidak usah, cukup berikan pesan saja, kalau aku ingin mengetahui jejak kehidupan Light Grace, di mana saja dia pernah bereksperimen, waktu, tanggal, keadaan, apapun yang bisa kalian temukan” ucap Wahyu dengan serius “Aku harus memperbaiki kesalahan yang kubuat”


“Ini dia, ketemu” ucap Blue yang kemudian memberikan sebuah Handphone yang hanya memiliki satu aplikasi “Apakah perlu dikirimkan sekarang?” tanya Blue.


“Tidak, jangan terlalu terburu-buru, aku masih perlu memulihkan diriku, lagipula aku masih punya janji yang harus kutepati kan” ucap Wahyu sambil tersenyum, memberi tanda kepada Blue tentang janjinya kemarin malam.


Menyadari itu, wajah Blue langsung bersinar terang karena senyumannya yang muncul.


“Aku akan segera bersiap” ucap Blue yang kemudian mengambil beberapa pakaian dan langsung ke kamar mandi.

__ADS_1


“Kenapa dia terburu-buru?” tanya Red kepada Wahyu.


“Aku sudah berjanji untuk menemaninya hari ini” jawab Wahyu “Oh iya Red, aku punya permintaan khusus untukmu” Wahyu kemudian membisikkan sesuatu pada Red, setelah beberapa menit, Red akhirnya mengangguk dan mengambil alat komunikasi yang ditunjukkan oleh Blue tadi.


“Apa Blue tidak perlu mengetahuinya?” tanya Red.


“Tidak, aku hanya ingin sedikit saja yang mengetahui hal ini” jawab Wahyu.


“Apakah Gold tahu?” tanya Red lagi.


“Untuk saat ini hanya kau” jawab Wahyu.


Red terdiam sebentar.


“Apakah hanya itu saja?” tanya Red.


“Iya, sisanya biarkan paman overprotektif itu saja yang melakukannya” jawab Wahyu. Mendengarkan kalimat itu Red langsung menatap Wahyu dengan tatapan terkejut.


“Apakah dia di sekitar sini?” tanya Red.


“Tentu saja, dia itu paman-paman yang tidak mau meninggalkanku sendirian” ucap Wahyu tertaw kecil.


“Heh, tidak kusangka aku bisa bertemu dengan keluargaku dengan cara seperti ini” ucap Red tertawa kecil “Sampaikan salamku padanya, Leader” Red kemudian berjalan ke ruangannya melewati lubang yang dia buat di tembok besi yang ada di ruangan itu.


“Kau dengar itu? Dia menitipkan salam untukmu” ucap Wahyu sendiri “Untuk terakhir kalinya, biarkan aku menggunakan kalian semua sekali lagi” Wahyu menghadap ke bawah dan menutup matanya.


Setelah beberapa menit, Blue akhirnya selesai mandi dan keluar sudah berpakaian rapi. Tadinya yang menggunakan baju seragam, kini dia memakai jaket biru gelap dengan rok putih panjang.


“Apa kita langsung pergi sekarang?” tanya Blue dengan bersemangat.


“Tentu, mohon bantuannya ya” jawab Wahyu. Blue tersenyum senang dan langsung menggandeng tangan Wahyu.


“Serahkan padaku!” ucap Blue dengan percaya diri “Aku sudah merencanakan ini di kepalaku berkali-kali”


Setelah itu, Wahyu dan Blue berjalan keluar dari ruangan Red dan Blue menuju ke kota.

__ADS_1


__ADS_2