Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
New Mission, New Member 17-4


__ADS_3

Kumpulan senjata berbaris di atas sebuah meja, dari kumpulan senjata itu, Blue mengmbil sebuah Sniper Rifle dengan dua buah laras senapan. Blue kemudian mendekat ke arah Dani dan memberikan sniper rifle itu.


“Ini hadiah kami untukmu” ucap Blue memberikan sniper rifle yang di tangannya itu ke Dani “Sniper ini dimodifikasi untuk memenuhi keadaan khusus yang membutuhkanmu untuk menembakkan peluru yang berbeda” Blue kemudian menunjukkan kemampuan khusus dari sniper rifle itu “Laras pertama digunakan untuk menembakkan peluru biasa dengan optimasi daya ledak yang membuat tembakanmu melesat lebih cepat dan jangkauan yang lebih jauh, kemudian laras kedua yang dibuat lebih besar untuk kebutuhan jika peluru memiliki ukuran yang lebih besar, contohnya seperti peluru asam yang kau gunakan untuk membunuh Butcher sebelumnya, ini kami tambahkan untuk jaga-jaga jika kalian membuat peluru khusus, senjata ini bisa menembakkan peluru itu dan kau tidak perlu membawa senjata lain lagi”


“Senjata itu hanya memiliki satu trigger, jadi jika kau ingin menembakkan peluru khusus, kau bisa mengubah modenya dengan switch yang ada di antara kedua laras” sambung Red menjelaskan “Scopenya juga sudah diatur untuk berubah sesuai dengan mode yang digunakan” Red kemudian melemparkan sebuah peluru yang berbeda dengan peluru sniper rifle biasanya ke Dani dan Dani menangkapnya dengan mudah “Untuk pengisian peluru khusus dilakukan dengan manual lewat sisi senjata sedangkan untuk peluru normal kau bisa menggunakan magazine seperti biasa”


Dani membuka tempat amunisi khusus di senjata yang baru saja dia terima dan memasukkan peluru yang baru saja dia dapat. Setelah memasukkan peluru itu, Dani menekan switch yang ada di senjatanya itu kebawah, yang artinya mengubah senjatanya ke mode peluru khusus. Dani mencoba membidik menggunakan scope senjatanya dan mencoba mengganti modenya lagi, ada sedikit perubahan Ketika menggunakan mode biasa dan mode peluru khusus.


“Senjata ini keren sekali!” ucap Dani bersemangat “Apa benar ini untukku?” tanya Dani memastikan.


“Iya, anggap saja hadiah dari kami karena telah melewati latihan dari kami berdua” jawab Blue.


“Kemudian ini” Red mengambil sebuah grenade launcher yang memiliki dua buah tempat amunisi “Grenade launcher ini bekerja seperti grenada launcher biasa, bedanya, senjata ini juga bisa menembakkan greanat biasa, jadi jika kau kehabisan amunisi biasa, kau bisa menembakkan granat lemparmu menggunakan senjata ini” Red kemudian memberikan senjata itu pada Septian.


“Jadi intinya grenade launcher ini juga berguna sebagai catapult granat ya” ucap Septian yang menerima senjata itu dari Red “Terima kasih, ini pasti sangat berguna untuk keadaan genting”


“Selanjutnya pemberian dari ahli teknologi COLORED” ucap Blue yang mendekat ke Wahidyn “Ini adalah multitool” Blue menunjukkan sebuah kotak yang berukuran sebesar tas pinggang “Alat ini berisi hampir semua alat teknisi yang akan memudahkan ahli teknologi sepertimu, mulai dari obeng, solder, jumper, kunci inggris, dan lain-lainnya ada di dalam sini, untuk mengeluarkannya cukup ucapkan nama alatnya”


Wahidyn menerima multitool yang diberikan Blue “Obeng pipih ukuran 3” Wahidyn langsung mencoba multitool itu dan setelah dia mengucapkan itu, multitool itu bergetar dan memunculkan sebuah obeng pipih dari bagian atas multitool itu yang terbuka. Wahidyn mengambil obeng itu dan memeriksanya “Aku tidak pernah memikirkan untuk membuat alat seperti ini sebelumnya”


“Teman kami suka berimajinasi, jadi terkadang alat yang harusnya hanya sebuah fiksi, dia akan mencoba untuk membuatnya hanya karena dia penasaran apa itu benar-benar fiksi atau bukan” ucap Blue.


“Dan yang terakhir-“ sebelum Red menunjukkan barang yang mau dia berikan pada Wahyu, Blue mengambil barang itu.


“Biar aku saja” ucap Blue. Blue kemudian mendekat ke Wahyu meninggalkan Red yang mengeluh.


“Saya yakin anda masih menyimpannya dan karena kami tidak tahu apa yang anda butuhkan, jadi kami mempersiapkan alat ini” Blue menunjukkan sebuah kotak mekanikal yang ukurannya cukup kecil. Wahyu mengambil kotak itu dan membukanya. Sejenak, wajah Wahyu terlihat murung.


“Iya, aku masih menyimpannya” jawab Wahyu.


“Jika anda mau, saya bisa memperbaikinya sekarang” ucap Blue menawarkan bantuannya.

__ADS_1


“Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri” jawab Wahyu menolak tawaran Blue.


“Baiklah, jika itu keinginan anda” ucap Blue dengan nada kecewa.


“Terima kasih Blue, kalian berdua sudah sangat membantu” ucap Wahyu berterima kasih kepada Blue dan Red.


“Dan juga tolong bawa ini” ucap Red melemparkan sesuatu pada Wahyu. Wahyu menangkap barang itu dan melihatnya. Barang yang ditangkap Wahyu adalah sebuah emblem berbentuk huruf G berwarna abu-abu.


“Kau yang membuatnya untuk kami, setidaknya simpanlah milikmu” ucap Red.


“Bagaimana dengan ‘jangan pernah tinggalkan informasi tentang identitas kalian apapun itu?’” ucap Wahyu menyindir.


“Peraturan bukanlah kekangan selama kau mengerti konsekuensinya” ucap Red “Bagaimana dengan itu?” balas Red pada ucapan Wahyu.


Wahyu tersenyum mendengarkan respon Red “Baiklah, aku kalah, aku akan menyimpan ini” Wahyu kemudian memasukkan emblem dan kotak kecil yang diberikan Blue ke tas yang selalu terikat di sabuknya itu.


“Untuk sisanya, kalian boleh mengambilnya jika kalian pikir itu perlu” ucap Red.


“Karena yang paling utama adalah apa yang telah kami berikan” sambung Blue.


“Eh tunggu, bagaimana dengan perlengkapan Rin?” tanya Dani.


“Kapten Rin sudah menyiapkan perlengkapannya sendiri kemarin dan juga kendaraan yang katanya akan dia gunakan” jawab Blue “Ikuti aku”


Blue kemudian menuntun Tim Elang ke sebuah mobil yang di dalamnya sudah ada sebuah ransel.


“Kalau begitu sekarang kita tinggal menunggu Rin datang” ucap Dani.


“Apakah kau sudah ada rencana Yu?” tanya Septian.


“Sebenarnya aku sudah memikirkan beberapa, tapi setelah melihat mobil ini, sepertinya itu tidak perlu” jawab Wahyu melihat mobil yang ada di depannya itu. Mobil itu berbeda dari mobil biasanya, kaca anti peluru sudah terpasang di jendelanya, bumper dengan beberapa bagian yang lancip untuk menabrak halangan yang mungkin mereka temui di jalan juga ada di bagian depan dan belakang mobil itu, dan untuk tambahan sebuah senapan mesin juga dipasang di bagian atas mobil itu.

__ADS_1


“Yah, aku juga berpikir kalau ini sedikit berlebihan” ucap Septian.


“Tapi bukankah itu bagus, kita tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan rencana keberangkatan seperti saat kita di Indonesia dulu” ucap Wahidyn.


15 menit berlalu. Di saat Tim Elang sedang berbincang, beberapa suara telapak kaki terdengar dari kejauhan. Tim Elang langsung menoleh ke sumber suara dan melihat Rin, Mei, Dan Ryu berjalan ke arah mereka.


“Apa kalian sudah siap?” tanya Rin.


“Tentu, kita bisa langsung berangkat jika kau mau” jawab Wahyu.


“Ma’af karena lama, anggota Zombie Resistance yang memiliki jabatan tinggi lainnya ada yang menentang keputusan Kapten, jadi Kapten harus membereskannya dulu” ucap Mei.


“Tidak apa, lagipula kita tidak terburu-buru” balas Wahyu “Omong-omong bagaimana dia membereskannya” tanya Wahyu penasaran.


“Singkatnya Kapten marah dan membereskannya dengan metode fisik” ucap Mei canggung. Mendengar itu, Tim Elang membayangkan Rin memukuli para anggota itu sampai mereka mau menerimanya. Setelah membayangkan hal itu, Tim Eang merasa tidak ingin membuat Rin marah


“Aku kira aku cukup bisa mengerti” ucap Wahyu sedikit takut.


Setelah itu Tim Elang yang kini beranggotakan lima orang memeriksa kembali perlengkapan mereka lagi kemudian memasuki mobil yang ada di depan mereka itu dengan posisi Wahidyn yang menyetir mobil, Rin di sebelahnya sebagai pemandu, dan Wahyu, Dani, juga Septian berada di belakang. Sebelum pergi, Wahyu mengucapkan perpisahan kepada Red, Blue, Mei, dan Ryu.


“Aku serahkan Kapten kami kepada kalian” ucap Ryu.


“Akan kupastikan Dani menjaganya” balas Wahyu.


“Jangan lupa untuk kembali kesini lagi” ucap Red.


“Tentu saja” balas Wahyu.


“Saya berharap perjalanan anda bisa sukses dengan aman dan lancar” ucap Blue.


“Terima kasih, aku juga mengharapkan hal yang sama” balas Wahyu.

__ADS_1


“Jangan lupa, aku akan menunggumu” ucap Mei.


“Iya, aku tidak akan lupa” balas Wahyu singkat “Kalau begitu, kami akan berangkat” Wahyu kemudian masuk ke mobil dan Wahidyn langsung menyalakan mobil itu dan mengendarainya keluar gudang dan menuju ke tujuan mereka.


__ADS_2