Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
New Mission, New Member 17-3


__ADS_3

Di ruangan Kapten Rin setelah Wahyu dan Mei memasuki ruangan, terlihat Kapten Rin dan Ryu serta Tim Elang sudah menunggu kedatangan mereka dengan muka khawatir.


“Ma’af Mei, mungkin aku terlalu spontan dan membuatmu bingung” ucap Kapten Rin.


“Tidak, Kapten tidak perlu meminta ma’af, aku sudah mengerti dengan niatan Kapten” balas Mei.


“Benarkah? Syukurlah kalau begitu” ucap Kapten Rin lega. Kapten Rin, Mei, dan Ryu kemudian mendiskusikan maksud sebenarnya dari Kapten Rin.


“Jadi apa yang kalian berdua bicarakan? Aku mendengar teriakan dan juga suara dinding yang bertabrakan dengan sesuatu” tanya Septian.


“Singkatnya, Mei sedang mengalami roller coaster emosi” jawab Wahyu singkat.


“Eeh, sepertinya merepotkan menghadapi seorang perempuan” ucap Dani.


“Hei, kau mungkin akan mengalaminya juga kau tahu” balas Wahyu ke Dani.


“Bahkan kau mungkin keluar dengan beberapa luka berat Dan” sambung Septian setuju dengan Wahyu.


“Yu, itu apa?” tanya Wahidyn menunjuk ke pin yang diberikan oleh Mei.


“Ah ini” Wahyu menunjukkan pin elang yang terpasang di baju bagian dada kanannya “Ini oleh-oleh”


Melihat itu, Septian langsung bersiul “Apa ini pertanda akan ada pernikahan lainnya?” ucap Septian menggoda Wahyu.


“Tidak, aku masih tidak ingin memikirkan hal itu” jawab Wahyu santai.


“Mendengar jawabanmu yang seperti itu sangatlah membosankan tahu” ucap Septian kecewa.


“Aku sudah bilang kan, aku masih memiliki sesuatu yang harus kuselesaikan dulu” ucap Wahyu memberikan alasannya.


“Terserah kau saja lah, aku harap kau tidak menyesal saja” balas Septian.


“Tentu saja” jawab Wahyu tanpa ragu.


Setelah beberapa menit, akhirnya semua yang ada di ruangan Kapten Rin berkumpul lagi dan meneruskan pembahasan mereka sebelumnya.


“Jadi akan kusimpulkan lagi dengan singkat” ucap Kapten Rin “Setelah ini aku akan bergabung ke dalam Tim Elang dan bersiap untuk berangkat ke Jepang, lalu untuk posisiku sebagai Kapten Negara ini, aku mempercayakannya kepada Mei sebagai penggantiku dan Ryu sebagai Wakilnya”


“Aku paham dengan situasinya, tapi bagaimana dengan Zombie Resistance lainnya dan juga Survivor negara ini?” tanya Ryu.


“Misi kali ini bisa juga menjadi jembatan untuk memperdalam hubungan Negara ini dan Negara Jepang, jadi bukan hanya untuk keinginanku saja, tapi kita juga mendapatkan hasil yang menguntungkan Negara” jawab Rin.

__ADS_1


“Jadi, mulai kapan aku harus memanggil Mei dengan sebutan Kapten?” tanya Wahyu bercanda.


“Jangan bercanda, kau masih boleh memanggilku seperti biasa dan jabatanku hanyalah sebagai pengganti Kapten saja” jawab Mei.


“Sayang sekali, padahal sebutan itu cocok untukmu” ucap Wahyu “Jadi, apakah di negara ini masih ada bandara yang masih bekerja?” tanya Wahyu.


“Tentu saja tidak ada kan” jawab Rin “Yang ada hanya bandara dengan pesawat yang entah masih bisa beroperasi atau tidak”


“Selama pesawatnya ada, aku akan mencoba untuk memperbaikinya” ucap Wahidyn.


“Dan itulah si jalan keluar kami” ucap Septian memuji Wahidyn.


“Begitulah, apakah ada peta di sini?” tanya Wahyu. Rin kemudian memberikan gesture pada Ryu untuk mengambilkan peta Negara Cina. Ryu kemudian membuka peta di meja agar semua orang bisa melihatnya.


“Aku ingat ada laporan yang mengatakan masih ada pesawat yang utuh di bandara ini” ucap Rin yang menunjuk ke sebuah lokasi bandara yang jaraknya sekitar 15-20 kilometer dari Shelter.


“Lokasinya cukup dekat, jadi kurasa ke bandar aini adalah pilihan yang bagus” ucap Wahyu “Kalau begitu kita tinggal melakukan persiapan dan segera berangkat”


“Sebelum itu aku perlu mengumumkan kepergianku dulu” ucap Rin.


“Aku dan Ryu juga akan ikut Kapten Rin untuk pengumumannya” ucap Mei “Kalian boleh membawa senjata, kendaraan, atau perlengkapan apapun yang kalian inginkan dari Gudang, jika ada yang menanyakan tentang ijin, katakan saja perintah dari Kapten Rin dan usulan dariku, mereka akan langsung mengerti”


Setelah itu, Kelompok Rin dan Tim Elang berpisah sebentar untuk melakukan urusan mereka masing-masing.


Tim Elang langsung bergerak menuju gudang persenjataan untuk mempersiapkan diri mereka dalam perjalanan menuju bandara.


“Apa kau yakin membiarkan Kapten Rin ikut Yu?” tanya Septian.


“Apa maksudmu Sep? Kau tidak ingin aku ikut hah?” balas Dani tersinggung.


“Ya bukan begitu, kita bisa kompak karena kita semua bisa bersikap bebas satu sama lain, tapi kalau Kapten Rin bergabung, bukankah kita harus membiasakan diri lagi?” jawab Septian memberikan alasan yang mendukung. Mendengar jawaban Septian yang logis, Dani sedikit sulit untuk membalasnya.


“Menurutku itu tidak akan jadi masalah” jawab Wahyu santai “Maksudku, Rin adalah seorang Kapten kau tahu, kemampuannya untuk beradaptasi pastilah lebih tinggi dari orang biasa”


“Kau bisa mengatakan itu karena kau orangnya terlalu santai, tapi bagaimana dengan Wahidyn?” tanya Septian.


“Lah, kenapa jadi ke aku?” balas Wahidyn setelah mendengar ucapan Septian.


“Ya kalau dilihat lagi kan hanya kau yang jarang bergaul dengan orang lain selain kami” jawab Septian.


“Iya memang benar, tapi kan aku juga tidak keberatan” balas Wahidyn “Lagipula jika Wahyu mengatakan itu tidak apa-apa, pastinya dia akan melakukan sesuatu kan”

__ADS_1


“Sudah cukup, jangan berdebat mengenai hal yang belum terjadi” ucap Wahyu menengahi “Dan juga seperti kata Wahidyn, aku akan melakukan sesuatu jika ada yang salah nantinya”


Setelah Wahyu mengatakan itu, akhirnya Septian ikut menuruti keputusan Wahyu.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Tim Elang sampai di depan gudang persenjataan.


“Berhenti, tunjukkan identitas dan urusan kalian disini” ucap seorang prajurit yang menjaga pintu masuk menuju gudang persenjataan.


“Aku Wahyu ketua dari Tim Elang, atas usulan dari Mei dan persetujuan dari Kapten Rin, Tim Elang diperbolehkan untuk masuk ke gudang persenjataan” jawab Wahyu.


“Oh kalian Tim Elang itu ya!” ucap prajurit itu bersemangat “Akhirnya aku bisa bertemu dengan kalin, aku tidak boleh pergi kemana-mana selain ada keperluan penting jadi aku tidak sempt bertemu dengan tim yang mengalahkan zombie mutasi, tapi tidak kusangka kalian cukup muda ya” setelah mengetahui kalau Wahyu dan teman-temannya itu adalah Tim Elang, prajurit yang menjaga pintu masuk itu terus berbicara tanpa henti.


“Ma’af, menyela, tapi kami sedang terburu-buru” ucap Wahyu berupaya untuk menghentikan prajurit itu agar tidak terus berbicara.


“Ah iya, ma’afkan aku, aku selalu bosan di sini jadi tanpa kusadari aku melepaskan semua isi pikiranku” ucap prajurit itu yang kemudian membukakan pintu masuknya “Silahkan, jika kalian ingin keluar, cukup tekan tombol di sebelah pintu keluar yang kalian inginkan”


“Begitu saja? Kau tidak takut kami akan mencuri atau hal lainnya?” tanya Septian.


“Kenapa begitu?” balas prajurititu bingung “Kalian sudah menyelamatkan negara ini dari bahaya yang mungkin akan mengancam negara in ikan? Terlebih lagi kalian bahkan tidak berasal dari negara ini dan kalian tetap membantu kami, apakah aku harus curiga kepada kalian?”


Mendengar jawaban optimis dari prajurit itu membuat Septian terdiam.


“Sudahlah, asal kita diperbolehkan, itu sudah cukup kan” ucap Wahyu yang kemudian masuk ke gudang persenjataan negara Cina yang kemudian diikuti oleh teman-temannya.


Saat sudah berada di dalam, lampu tiba-tiba menyala satu-persatu hingga seluruh ruangan tersinari dan menunjukkan senjata, kendaraan, dan peralatan militer yang banyak dan bermacam-macam yang ada di gudang itu.


“Woah, gudang ini lebih besar dari gudang negara kita” ucap Septian kagum.


“Kendaraannya juga masih banyak yang bisa dipakai” ucap Dani yang juga kagum.


“Banyak sekali alat yang kubutuhkan di sini” ucap Dani yang juga terkagum melihat banyaknya peralatan di gudang itu.


“Negara kita mengalami serangan kejutan yang tidak diduga dan dampaknya sangat besar, dimana orang-orang yang berkemampuan banyak yang mati atau berubah menjadi zombie, karena itulah negara kita cukup kekurangan” ucap Wahyu menjelaskan “Kalian boleh mengambil apapun yang kalian inginkan nanti, yang terpenting ada di ruangan itu”


Wahyu menuntun teman-temannya menuju sebuah ruangan yang ada di gudang persenjataan itu. Setelah berada di dalam ruangan itu, seperti sebelumnya, lampu menyala satu-persatu hingga akhirnya menerangi seluruh ruangan, tapi yang tidak mereka duga, sudah ada dua orang lain yang berada di dalam ruangan itu, mereka adalah Red dan Blue.


“Kami sudah menunggu kalian” ucap Blue menyambut Tim Elang.


“Seperti yang kau minta, perlengkapan untuk misi kalian selanjutnya” sambung Red.


Blue dan Red kemudian menunjukkan beberapa senjata yang sudah dimodifikasi khusus untuk setiap anggota Tim Elang.

__ADS_1


__ADS_2