
Sebelumnya, saat Kelompok Dani berpencar dengan Kelompok Wahyu dan Septian.
“Jadi, apa yang direncanakan Wahyu?” tanya Kapten Rin yang sedang berjalan cepat menaiki gedung berlantai 6 bersama dengan Dani dan Mei.
“Rencananya simpel, aku mencari tempat untuk membidik, melaporkan saat aku sudah dapat penglihatan jelas ke target, setelah itu menembaknya dengan peluru asam yang dapat melelehkan tengkorak Butcher” jawab Dani.
“Jadi peranku dan Mei hanya menjadi penjaga ya, sangat membosankan” ucap Kapten Rin mengeluh.
“Aku tidak yakin soal itu” balas Dani. Dani mempersiapkan senjatanya, di saat mau menaiki tangga menuju lantai berikutnya, Dani mendengar suara zombie di balik pintumenuju lantai berikutnya itu.
“Kebetulan sekali, waktunya mencoba benda ini” ucap Kapten Rin yang mengambil dua buah box yang ada di pinggangnya. Kapten Rin membuka box itu dan memperlihatkan dua buah papan besi panjang dengan beberapa bagian yang unik. Kapten Rin mengikat dua buah papan itu di masing-masing tangannya kemudian menekan sebuah tombol di balik papan itu, seketika papan itu terbuka dan menyebar ke seluruh lengan Kapten Rin dan menutupinya, sampai akhirnya kedua tangan Kapten Rin kini di selimuti besi yang dapat digunakan sebagai gauntlet untuk menyerang zombie.
“Waktunya membereskan sampah” ucap Kapten Rin yang memukulkan kedua kepalan tangannya dan menghasilkan suara besi bertabrakan yang keras dan menarik perhatian zombie dibalik pintu di depan mereka. Kapten Rin langsung mendobrakpintu itu dan langsung memukul kepala zombie yang pertama terlihat di matanya, dengan satu pukulan saja, kepala zombie itu langsung pecah dan mencipratkan cairan ke tangan Kapten Rin, namun karena suatu fungsi gauntletnya itu, cairan yang terciprat itu langsung diserap gauntletnya dan ditaruh dalam sebuah kotak kecil yang muncul di sisi gauntletnya. Cairan yang terkumpul itu, yang awalnya berwarna merah kehitaman, kini berubah menjadi warna hitam pekat seperti tinta.
“Jadi ini ya rupa asli virus yang membuat orang mati menjadi zombie” ucap Kapten Rin yang sejenak melihat kotak kecil berisi cairan hitam itu sebelum melanjutkan aksinya untuk memberantas semua zombie yang ada di lantai itu. Setelah semua zombie sudah dihabisi, Kapten Rin menoleh ke arah Dani dan Mei.
“Lihat, kau tidak perlu menghabiskan pelurumu untuk zombie selevel ini, simpan kembali senjatamu” ucap Kapten Rin pada Dani.
Dani terdiam melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Kapten Rin, namun karena Kapten Rin adalah seorang Kapten Negara, Dani tidak terlalu terkejut. Kelompok Dani melanjutkan untuk naik ke atap gedung sambil menghabisi semua zombie yang mereka temui.
Di perjalanan mereka, Dani terlihat was-was.
“Apa yang kau khawatirkan?” ucap Kapten Rin menyadari raut muka Dani yang terlihat pucat.
“Aku merasa pernahmelihat pemandangan ini sebelumnya” jawab Dani, Dani melihat kesekitar dan terlihat beberapa mayat zombie yang kepalanya hilang dan juga beberapa bekas cakaran di tembok. Dani mulai menyadari tanda-tanda itu, namun sebelum dia bisa memberitahu Kapten Rin dan Mei, suara raungan yang familiar untuk Dani terdengar.
“Sial, padahal aku kira mutasi itu hanyaada di negara kami saja” ucap Dani berkeringat.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” tanya Kapten Rin bingung dan panik karena mendengar raungan tadi.
Suara kaki yang berlari dengan cepat mulai tedengar di sekitar mereka. Kapten Rin dan Mei tidak dapat melihat asal dari suara kaki itu, hanya Dani yang tetap fokus dan mencoba untuk menebak asal suara kaki itu. Setelah beberapa detik, suara kaki yang berlari itu akhirnya terdengar hanya dari satu arah, yaitu daribelakang mereka. Dani langsung berbalik dan menembak lurus dengan tinggi kepalanya. Tembakan Dani membuat makhluk yang menerjang mereka bertiga langsung terpental kebelakang dan akhirnya wujud makhluk itu terlihat. Zombie yang berdiri menggunakan empat kaki seperti bianatang, kuku-kuku tajam yang memantulkan cahaya yang datang, dua mata hitam dengan pupil berwarnakuning yang terlihat menakutkan, dan barisan gigi tajam yang ada di mulutnya.
“Tidak salah lagi, itu adalah Scratcher” ucap Dani.
Kelompok Dani dan Scratcher itu terdiam saling mengamati satu sama lain, sebelum akhirnya suara dari communicator Dani yang muncul.
“Dan! Kami memerlukanmu secepatnya disini, Butcher memiliki kemampuan regenerasi dengan memakan zombie lainnya!” suara Wahyu terdengar dari communicator Dani.
“Jika aku bisa, aku ingin berada di sana secepatnya, tapi kami mendapat sedikit masalah disini” jawab Dani melalui communicatornya. Setelah Dani mengucapkan itu, Scratcher di depannya meraung dan langsung menerjang ke arah Dani. Dani menghindarinya, namunkarena kecepatan Scratcher itu, baju Dani robek sedikit karena kuku tajam Scratcher yang menyerangnya.
“Mei! Siapkan senjatamu!” suruh Kapten Rin. Mei langsung mengambil SMG yang dia kalungkan di pinggangnya dan mulai menembaki Scratcher itu, namun tembakannya dapat dengan mudah dihindari oleh Scratcher itu yang berlari Degnan cepat mengitari Kelompok Dani.
“Sial! Dani! Kau pernah bertarung dengan makhluk ini kan?! Apa kelemahannya?!” tanya Kapten Rin dengan nada keras.
Mendengar hal itu, Kapten Rin langsung bersiap untuk serangan berikutnya. Sebelumnya Kapten Rin tidak siap, tapi sekarang, Kapten Rin mulai fokus dan melihat Scratcher itu yang terus berlari mengelilingi mereka. Setelah beberapa detik, Scratcher itu akhirnya menyerang dengan melompat ke arah Kapten Rin, kali ini Kapten Rin melihat serangan itu dan dengan sekuat tenaga memukul Scratcher itu sampai terpental dan menghantam tembok sampai beberapa bagian tubuhnya terlihat berantakan.
“Bagaimana dengan itu!” teriak Kapten Rin.
“Tidak, selama kau tidak menghancurkan otaknya, dia akan bergenerasi lagi!” teriak Dani. Kapten Rin kembali melihat ke Scratcher yang tadinya tubuhnya berantakan, kini kembali menjadi seperti sebelumnya. Tanpa membuang-buang waktu, Scratcher itu menyerang lagi, kali ini mengarah kea rah Mei, karena cedera miliknya saat pertandingan sebelumnya, pergerakan Mei menjadi sedikit lamban. Kuku Scratcher itu hampir menyentuh kulit Mei, tapi untungnya tembakan dari Dani, sekali lagi mementalkan Scratcher itu.
Dani berlari mendekatke Kapten Rin dan Mei.
“Ini tidak ada gunanya, jika kita tidak bisa membuat Scratcher itu diam, sangatlah sulit untuk menembak otaknya” ucap Dani.
“Baiklah, kau hanya perlu dia diam kan” ucap Kapten Rin yang kemudian memukulkan kepalan kedua tangannya untuk menghasilkan suara keras dan memancing Scratcher itu “Kemarilah zombie yang seperti anjing!”
__ADS_1
Scratcher itu langsung menerjang ke arah Kapten Rin. Kapten Rin dengan kuda-kudanya yang kuat itu langsung memukul Scratcher itu ke bawah dengan kedua tangannya, lalu sebelum Scratcher bisa bergerak lagi, Kapten Rin memukul lagi kedua tangan Scratcher dengan tangannya dan menancapkannya ke tanah.
“Sekarang, Dani!” teriak Kapten Rin. Dani langsung menembak kedua titik dimana otak Scratcher itu berada dan dalam hitungan detik, tubuh Scratcher itu langsung meleleh meninggalkan tulang belulangnya saja.
Kelompok Dani langsung terduduk lelah sambil mencoba menstabilkan nafas mereka yang terengah-engah.
“Jadi ini ya, zombie mutasi yang pertama kali kalian kalahkan?” tanya Mei lelah.
“Tidak” jawab Dani masih terengah-engah “Ukurannya lebih besar dari itu, bisa dibilang hampir sama dengan ukuran Butcher namun lebih kecil”
Kapten Rin dan Mei terdiam mendengar jawaban Dani.
“Biar kutebak, Wahyu yang membuat rencananya” ucap Kapten Rin menebak-nebak.
“Iya, kau tidak akan tahu bagaimana reaksi kami saat dia mengusulkan rencana gila itu dengan percaya diri” balas Dani lemas. Dani kemudian mulai berdiri dan menyiapkan dirinya untuk melanjutkan perannya lagi.
“Kita tidak punya waktu, Wahyu membutuhkanku, aku harus segera ke atap” ucap Dani.
“Hey, aku ada disini juga akan memenuhi tugasku” balas Kapten Rin “Mei, kau bisa menjaga pintu masuknya kan?”
“Siap!” jawab Mei tegas “Lagipula, rasanya aku tidak bisa berjalan lagi” sambung Mei lemas/
“Kalau begitu, gunakan ini juga” Kapten Rin melemparkan semua senjata yang dia bawa ke dekat Mei “Aku hanya perlu kedua tangan ini saja”.
Dani dan Kapten Rin kemudian meninggalkan Mei yang berada di 2 lantai dibawah atap gedung. Setelah beberapa menit, Dani dan Kapten Rin akhirnya sampai di atap gedung.
“Aku sudah berada di posisi, bersiap untuk membantu dari jauh” ucap Dani melalui communicatornya.
__ADS_1
“Diterima, tunggu aba-abaku” jawab Wahyu dari communicator.