
Kapten Rin dan Red bersiap di tempat yang ditentukan dan Blue yang akan memberi aba-abanya. Di saat Blue menembakkan pistolnya, Red dan Kapten Rin langsung berlari mendekati satu sama lain dan saling meluncurkan pukulan, pukulan mereka berbenturan dan tidak disangka pukulan Red lebih kuat dan membuat Kapten Rin tersentak dan langsung mengambil jarak.
“Baiklah, mari coba cara lain” Kapten Rin mengambil posisi dimana tangan kanannya di depan wajahnya menghadap ke arah Red dan tangan kirinya ada di depan perutnya “Mari kita lihat siapa yang jatuh duluan”
Kapten Rin memancing Red untuk menyerangnya. Red berpikir sejenak, tapi setelah mengetahui kalau tidak ada yang menyerang pertarungannya tidak akan berakhir, Red mulai menyerang Kapten Rin. Red berlari mendekati Kapten Rin dan memukulnya di sela kedua tangannya untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Di saat pukulan itu sangat dekat dengan tangan Kapten Rin, Kapten Rin langsung menepis pukulan Red dengan tangan kanannya, melihat pukulannya yang meleset, Red langsung berguling ke arah kemana tangannya ditepis untuk menghindari serangan balasan dari Kapten Rin. Setelah mengambil jarak, Red melihat Kapten Rin yang masih menggunakan posisis yang sama dengan ekspresi wajah yang tenang.
“Baiklah, aku tidak akan sungkan kalau begitu”
Red kembali menyerang Kapten Rin dengan pukulannya dan sekali lagi pukulannya langsung ditepis dan membuat Red kehilangan sedikit keseimbangannya, namun kali ini Red sudah bersiap dan langsung menghentakkan kakinya untuk mengembalikan keseimbangannya dan kembali menyerang Kapten Rin dengan kecepatan yang terus bertambah, namun Kapten Rin dapat menangkis semua serangan Red. Di saat Red dan Kapten Rin sedang bertarung, Dani dan Blue memperhatikan pertarungan mereka dengan seksama.
“G-gila, jadi ini pertarungan antara para ahli bela diri” ucap Dani tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Di mata Red, Blue dan Kapten Rin, kecepatan bertarung mereka itu hal yang biasa, namun untuk Dani, dia tidak bisa mengikuti pergerakan dari Red ataupun Kapten Rin.
“Bukankah ini waktu yang tepat” ucap Blue “Latihlah matamu untuk dapat mengikuti pergerakan mereka, karena kau nanti akan berhadapan dengan situasi yang seperti ini” setelah mengatakan itu, Blue kembali diam dan memperhatikan pertarungan dengan kedua matanya yang hanya terbuka sedikit.
Red masih terus menyerang Kapten Rin dan Kapten Rin juga dengan mudah menangkis setiap serangan Red, namun setelah beberapa menit, Red mulai mengalami kesulitan untuk mengembalikan keseimbangannya saat serangannya ditepis, Kapten Rin melihat kesempatan itu dan langsung menyiapkan dirinya. Di saat serangan Red selanjutnya ditepiskan oleh Kapten Rin, Kapten Rin tidak langsung mengembalikan kuda-kudanya, melainkan dia langsung mendorong tubuh Red kesamping menggunakan pundaknya, hal itu membuat Red hampir terjatuh, untungnya Red langsung meletakkan satu tangannya ke tanah sebelum dia jatuh, namun tanpa dia sadari Kapten Rin langsung memegang tangan Red yang tidak menyentuh tanah dan langsung menindih dan mengunci badan Red di tanah dan dengan Gerakan dari Kapten Rin itu mengakhiri pertarungan antara mereka berdua.
Kapten Rin berdiri melepaskan kunciannya “Apakah hanya ini saja kemampuan dari COLORED?” Kapten Rin mencoba untuk memprovokasi Red, karena Kapten Rin merasa kalau Red masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya “Kukira sedikit aneh kenapa kalian melatih Dani seperti itu, apakah mungkin pemimpin kalian juga melatih kalian seperti itu?”
Kapten Rin melihat Red yang masih terbaring di tanah untuk mencari tahu apakah provokasinya berhasil atau tidak, tapi setelah melihat Red yang tidak bereaksi, Kapten Rin mencoba lagi.
“Kukira COLORED adalah tim yang kuat, tapi melihat sesi latihan kalian dengan Dani membuatku ragu, mungkin COLORED tidaklah sehebat ceritanya dan mungkin saja pemimpin kalian hanya hebat dalam memanipulasi orang saja” Kapten Rin sekali lagi memprovokasi Red dan tanpa dia duga, Red bereaki saat Kapten Rin membicarakan tentang pemimpin mereka, melihat reaksi itu, Kapten Rin menggunakannya untuk memancing Red “Pemimpin kalian pasti tidak becus jika sesi latihan kalian seperti ini, dia pasti hanyalah orang malas yang tidak ingin memaksimalkan potensi dari anggota timnya” setelah mengatakan hal itu, Red bereaksi sesuai dengan apa yang diinginkan Kapten Rin.
“Cukup!” teriak Red “Aku tidak peduli jika kau menghinaku, tapi jangan pernah sedikitpun merendahkan orang itu!” Red menatap Kapten Rin dengan tajam.
Kapten Rin melepaskan kunciannya dan mengambil jarak.
“Blue! Berikan padaku” teriak Red. Mendengarkan teriakan Red yang terlihat kesal, Blue mendekati Red sambil membuka tas kecil yang ada di pinggang Blue.
__ADS_1
“Kau tahu kalau dia sedang memprovokasimu kan?” tanya Blue memastikan.
“Iya, walapaun begitu, aku tidak akan diam saja jika ada yang merendahkan dirinya” Red mengulurkan tangan kanannya menunggu Blue untuk memberikan apa yang dia inginkan.
“Tapi kau tahu kalau ini melanggar perintah terakhirnya?” tanya Blue.
“Iya, aku menyesal tentang itu, tapi jika dia ada disini, dia pasti memahami apa yang kulakukan” jawab Red dengan penuh keyakinan. Mendengar jawaban Red, Blue langsung merasa kalau apa yang dikatakan Red memang benar dan langsung merasa lega.
“Sejenak aku lupa, Leader itu orangnya seperti apa, jika kalian merasa penuh dari hati kalian Tindakan kalian itu benar, maka . . .” Blue menghentikan kalimatnya menunggu Red untuk meneruskannya.
“Lakukanlah dengan penuh percaya diri, masalah konsekuensi, kita pikirkan bersama” ucap Red. Setelah mendengarkan hal itu, Blue memberikan sebuah permen ke tangan Red dan tanpa basa-basi, Red langsung memakan permen itu dan menelannya.
“Kapten, mari bertanding sekali lagi, kali ini akan kutunjukkan kenapa COLORED ditakuti banyak negara” ucap Red dengan tegas.
Melihat Red yang terlihat berbeda dari sebelumnya, Kapten Rin mulai bersemangat lagi “Bagus, tentu saja aku akan menerimanya, kali ini tunjukkan seluruh kemampuanmu!” jawab Kapten Rin dengan suara keras.
“Apakah kau akan mencoba untuk menyerang lagi?” Kapten Rin mencoba memprovokasi Red agar pergerakannya terpengaruhi emosi.
“Tentu saja, namun kali ini kuharap anda bisa melihatnya” Red kemudian melepaskan seragamnya dan memperlihatkan sebuah kaos lengan pendek tipis berwarna hitam yang menempel ketat di badannya, kemudian Red menarik nafas dalam dan melepaskannya “Kali ini, aku tidak bertarung sebagai prajurit, aku adalah COLORED” Red kemudian menatap tajam musuhnya dan tidak memalingkan pandangannya sedikitpun dan seketika tiba-tiba suasana di sekitar Red menjadi dingin dan mencekam.
“Ini perasaanku saja atau memang suasanyanya menjadi berat?” tanya Dani yang tiba-tiba merasa gelisah.
“Aku harap kau tidak memalingkan pandanganmu dari pertandingan kali ini, mungkin saja ini adalah pertama dan terakhir kalinya kau bisa melihat seorang anggota COLORED bertarung dan masih hidup setelah melihatnya” ucap Blue dengan nada datar “Baiklah! Aku akan memulai aba-abanya” Blue sekali lagi menyiapkan pistolnya.
Suasana di sekitar Red semakin mencekam dan membuat area latihan terasa semakin sempit dan sesak. Akhirnya setelah beberapa detik, Blue menembakkan pistolnya, tanda pertandingan dimulai dan pada saat bersamaan suara pistol terdengar, Red sudah ada di belakang Kapten Rin dan langsung memukulnya, semua yang ada di sana tidak menyadari pergerakan Red, tapi untungnya kuda-kuda Kapten Rin memberi fleksibilitas lebih untuk menghalau serangan dari berbagai arah. Kapten Rin menahan pukulan Red, namun kali ini dia terdorong sedikit, Kapten Rin terkejut karena baru kali ini dia terdorong saat menggunakan kuda-kudanya, di sisi lain, Red tidak menghiraukan apa yang terjadi dan kembali menyerang bagian sisi Kapten Rin dengan tendangan menyamping yang keluar entah dari mana, Kapten Rin mulai kewalahan untuk menahan semua serangan Red, namun dia masih bisa bertahan, tapi tetap saja Red tidak menghentikan serangannya dan tidak membiarkan Kapten Rin menepis serangannya dengan menyerang lebih cepat dari kejaran mata normal.
Dani yang melihat pertandingan itu hanya bisa melihat Kapten Rin yang diserang oleh sesuatu yang tidak terlihat.
__ADS_1
“A-apa yang terjadi?” Dani merasa panik dan kebingungan melihat pertandingan itu.
“Serangan mental” Blue yang ada di samping Dani berbicara dengan santai tanpa merasakan apapun “Ada beberapa cara untuk mengurangi kemampuan musuhmu, salah satunya adalah mengintimidasi musuhmu dengan seluruh kekuatanmu dan membuat merasa kalau dirimu adalah musuh yang berbahaya, untuk manusia biasa, itu hanya akan berlaku kepada targetmu saja, namun setelah latihan, bimbingan, dan pengalaman langsung dari Leader kami, Red bisa memperbesar area intimidasinya hingga 5 meter di sekitarnya” Blue menjelaskan kenapa suasananya tiba-tiba menjadi berat.
“Tapi bagaimana dia bisa bergerak secepat itu?” tanya Dani yang masih kebingungan.
Mendengar pertanyaan Dani, Blue hanya bisa menoleh dan memperlihatkan ekspresi heran “Cepat? Itu masih fase pertama dari kemampuan Red” mendengar ucapan Blue membuat Dani semakin bingung dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan lihat.
10 detik telah berlalu dan Kapten Rin masih tidak bisa melakukan apapun selain bertahan, matanya yang terus mencoba untuk mengikuti pergerakan Red mulai kelelahan, tidak hanya Kapten Rin saja, Dani juga mulai tidak bisa melihat Red lagi dan hanya melihat Kapten Rin yang terus menahan serangan dari sesuatu yang tidak terlihat. Sudah sangat lama mata Kapten Rin terbuka dan mau tidak mau dia harus berkedip karena reaksi alami tubuhnya, walaupun dia yakin kalau dia berkedip sekali saja, serangan Red pasti akan mengenainya, namun mata Kapten Rin sudah tidak kuat dan akhirnya dia berkedip dan di saat dia membuka matanya, Red menghilang sepenuhnya dan meninggalkan suasana berat yang mengintimidasi dan membuat orang tertekan.
“Sial, dimana kau? Keluar lah!” Kapten Rin mulai merasakan kepanikan muncul dari dirinya, dia merasa area di sekitarnya menjadi gelap, walaupun ada lampu yang masih menerangi area latihan, dia masih merasa kalau area di sekitarnya sangatlah gelap.
“Apakah ini kemampuan sesungguhnya dari COLORED? Sial, aku mulai merasa menyesali perbuatanku” Kapten Rin mulai gelisah dan merasa kalau ada niatan membunuh di segala arah. Di sisi lain Red dengan santainya berjalan mengitari Kapten Rin dengan jarak 2 meter dari posisi Kapten Rin.
“Apa kau pernah berada di ruangan gelap tanpa cahaya?” tanya Red dengan nada mengancam. Kapten Rin yang mendengar suara itu langsung menyerang ke arah suara itu, namun serangannya dapat dihindari oleh Red dengan mudah “Dimana kau tidak dapat melihat apapun dan hanya bisa merasa gelisah” sekali lagi Kapten Rin menyerang ke arah suara itu tapi tetap saja serangannya tidak mengenai apapun dan hal itu membuat Kapten Rin semakin panik dan tertekan “Di saat kau kehilangan lokasi dari musuhmu dan semua indra di dalam tubuhmu berteriak, itulah yang kami sebut dengan. . . ketakutan” suara Red muncul dari belakan Kapten Rin dan membuat Kapten Rin secara refleks menendang ke belakang dan sekali lagi, serangannya tidak mengenai apapun.
“Ini adalah sedikit Teknik khusus yang diberikan kepada kami oleh pemimpin kami, dia adalah segalanya bagi kami, jika ada yang berani menjelekkan Namanya sedikit saja, maka . . .” ucapan Red terhenti dan meninggalkan kesunyian. Di sisi lain, Blue meneruskan kalimat yang di ucapkan Red.
“Yang menanti mereka adalah kematian” ucap Blue dengan nada serius.
Dani yang mendengarkan ucapan Blue di sampingnya itu merasa merinding ketakutan.
Kapten Rin yang masih panik dan gelisah, tiba-tiba melihat sosok tubuh Red di depannya dan langsung menyerangnya, namun setelah dia menyerang Red, ternyata itu hanya bayangannya saja dan saat Kapten Rin berbalik dia melihat Red yang sudah ada di depannya dengan kepalan tangan dan mata yang terlihat menyala akan menyerangnya dan secara refleks, Kapten Rin terjatuh ke tanah dengan kedua tangannya menyangga tubuhnya.
“Cukup! Pemenangnya adalah Red!” teriak Blue menghentikan pertarungan.
Red langsung menghela nafasnya dan menenangkan dirinya, setelah itu suasana di area latihan menjadi biasa lagi. Red kemudian mendekati Kapten Rin yang sedang duduk penuh dengan keringat di seluruh tubuhnya itu lalu mengulurkan tangannya.
__ADS_1
“Aku harap anda tidak memprovokasi orang lain dengan menggunakan orang terpenting di hidup mereka sebagai objek hinaan, karena bagi kami, Leader adalah segalanya” ucap Red yang masih mengulurkan tangannya untuk membantu Kapten Rin berdiri. Kapten Rin yang menyadari kesalahannya itu, langsung menggenggam tangan Red dan mulai berdiri dengan bantuannya, namun saat Kapten Rin baru berdiri, kakinya terasa lemas dan mau jatuh lagi, untungnya Red langsung mengangkap Kapten Rin dan membantunya untuk berjalan.