Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
Happy Time After The Battle 14-1


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak pertarungan melawan Butcher. Semua yang ikut dalam pertarungan itu sudah mulai kembali pulih ke keadaan prima mereka, kecuali Wahyu dan Dani. Dani yang pingsan setelah melawan Butcher baru saja sadar, sedangkan Wahyu masih tidak diperbolehkan untuk berjalan dikarenakan kaki kirinya yang penuh dengan luka yang saat ini masih dirawat.


Dani mulai membuka matanya dan melihat atap yang asing.


“Dimana ini?” tanya Dani lemas.


“Oh, kau sudah bangun” jawab orang yang berbaring di Kasur lain di sebelah Dani.


“Yu? Itu kau ya? Dimana ini?” tanya Dani yang mulai menggerakkan tubuhnya dan mencoba untuk bangun.


“Kita ada di ruang perawatan, kau tidak sadar untuk beberapa hari, bagaimana perasaanmu?” tanya Wahyu yang sedang bersandar di Kasur dengan kakinya yang penuh dengan perban.


“Entahlah, mungkin sedikit lemas” jawab Dani yang memegangi kepalanya “Oh iya, bagaimana dengan Butcher?” tanya Dani.


“Tentu saja mati, kau sendiri yang mengalahkannya” jawab Wahyu santai.


Dani melihat ke arah Wahyu dan merasa sedikit aneh karena Wahyu terlihat sangat santai.


“Kau kelihatan sangat menikmati keadaanmu saat ini” ucap Dani menyindir.


“Yah, setelah beberapa kali masuk ke ruang perawatan, aku jadi terbiasa untuk bersantai walau penuh dengan luka” jawab Wahyu bercanda “Tapi karena kau sudah bangun, saatnya memanggil mereka” Wahyu kemudian mengaktifkan communicatornya.


“Dani sudah bangun” ucap Wahyu dengan nada sedikit keras. Beberapa menit setelah Wahyu mengucapkan itu, Septian dan Wahidyn langsung membuka pintu ke kamar Wahyu dan Dani.


“Woy! Siapa iniyang sudah sadar?!” teriak Septian menyindir.


“Dan disini kukira kau akan tertidur sampai satu bulan”sambung Wahidyn yang juga menyindir Dani.


“Kalian pikiraku ini apa? Beruang” jawab Dani sedikit kesal.


“Tentu saja tidak, tidak ada beruang seukuran kau” jawab Wahyu yang juga mengikuti arah pembicaraan.


“Kalian ini benar-benar teman yang menjengkelkan” ucap Dani mengeluh.


“Sudah sudah, kesampingkan semua sindiran dan candaannya, bagaimana keadaanmu?” tanya Septian sambil menghentikan candaan mereka.


“Baik, aku hanya merasa sedikit lemas” jawab Dani.


“Kau sudah beberapa hari tidak makan, mungkin tubuhmu memerlukan nutrisi” ucap Wahidyn “Dan juga mungkin ototmu juga perlu digerakkan”


“Ah iya kau benar, biar kucoba” Dani kemudian menggerak-gerakkan tangannya lalu mencoba untuk turun dari kasurnya. Dani mulai meregangkan tubuhnya dan memeriksa apakah ada yang masih sakit.


“Yup, aku masih sehat, cuma sedikit lapar saja” ucap Dani.


“Kalau begitu kenapa kau tidak keluar dengan Septian dan Wahidyn, carilah makanan yang enak-enak” ucap Wahyu memberikan sarannya.


“Bagaimana denganmu?” tanya Dani.

__ADS_1


“Jangan khawatirkan Wahyu, ada orang yang selalu membawakannya makanan enak setiaphari, bahkan terkadang aku iri kepadanya” jawab Septian.


“Kau dengar sendiri kan, cepat sana, pulihkan dirimu” ucap Wahyu ”Oh iya, setelah kau sudah pulih sepenuhnya, temui Kapten Rin, dia memintaku untuk menyuruhmu menemuinya saat kau sudah dalam keadaan pulih sempurna”


“Hah? Kenapa dia ingin aku menemuinya?” tanya Dani bingung.


“Kau tidak tahu karena kau pingsan, tapi yang membawamu kembali kesini adalah dia sendiri kau tahu” jawab Wahyu.


“Sudahlah, hal merepotkan bicarakan nanti saja, aku dan Wahidyn menemukan tempat makan baru yang enak, besok juga Ketika Wahyu sudah sembuh, aku akan mengajaknya ke sana” ucap Septian yang menggeret Dani keluar dari kamar perawatan.


“Wahidyn jaga mereka agar tidak terlalu berlebihan, Dani benar-benar baru sadar, mungkin tubuhnya masih dalam proses memulihkan diri” pinta Wahyu kepada Wahidyn yang langsung mengikuti Septian dan Dani setelah mendengar permintaan Wahyu. Melihat teman-temannya yang bersemangat itu membuat Wahyu merasa lega. Setelah kebisingan yang dibuat oleh teman-temannya itu hilang, seseorang lainnya datang menjenguk Wahyu.


“Pak Wahyu, saya datang membawakan makanan anda” orang yang menjenguk Wahyu adalah Blue yang membawa satu kotak makanan. Blue kemudian mengambilkursi dan duduk di sebelah Wahyu.


“Apakah anda sudah merasa baikan?” tanya Blue.


“Kau selalu menanyakan itu setiap kali kau datang” ucap Wahyu tersenyum “Aku baik-baik saja, mungkin beberapa hari lagi aku sudah bisa berjalan lagi”


“Jika anda mengatakannya seperti itu, maka saya akan mempercayainya” ucap Blue lega “Ini saya membawakan anda makanan yang enak”


“Terima kasih, ma’af selalu merepotkanmu, Blue” ucap Wahyu.


“Tidak tidak, anda tidak perlu berterima kasih, merawat anda adalah kebahagiaan tersendiri untuk saya” balas Blue dengan bangga “Kalau begitu, anda mau makan yang mana biar saya suapi”


“Ah tidak, kaubisa meletakkannya di meja, aku akan makan sendiri nanti” jawab Wahyu.


“Dia masih ingat ya” ucap Wahyu lemas.


“Tentu saja, dia sangat menantikannya” ucap Blue dengan senyuman lebar.


“Bukannya tidak pantas untuk seseorang perempuan menjenguk laki-laki setiap hari tanpa henti” terdengar suara dari pintu “Dan kenapa kau selalu datang saat tidak ada orang” Wahyu dan Blue menoleh ke sumber suara itu yang ternyata adalah Mei.


“Benarkah? Bagaimana dengan kau sendiri? Bukankah kau juga sama seringnya denganku” balas Blue sedikit kesal.


“Aku kesini untuk mengawasimu” Mei mengambil kursi lain dan duduk di sisi yang berlawanan dengan Blue “Aku membawakan buah, karena Blue pasti hanya membawakan makanan tidak sehat untukmu” Mei menunjukkan sebuah keranjang berisi buah-buahan kepada Wahyu kemudian meletakkannya di meja.


“Aku tidak memerlukan pengawasan darimu, jadi bisakah kau pergi” ucap Blue yang mencoba untuk mengusir Mei.


“Benarkah? Bukannya kau baru saja memaksa orang yang tidak ingin makan untuk makan?” balas Mei menyindir Blue. Blue dan Mei menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, Wahyu yang berada di tengah-tengah itu merasa tidak nyaman.


“Kalian tahu, aku tidak masalah dengan kalian yang datang setiap hari, tapi bisakah kalian untuk tidak berargumen setiap saat kalian bertemu?” ucap Wahyu dengan sopan meminta Blue dan Mei untuk tidak bertengkar.


“Jika nona tangan kanan kapten ini tidak selalu mengganggu, saya pasti tidak akan bersikap seperti ini” ucap Blue menahan kekesalannya.


“Dan jika saja gadis kecil ini mengerti etika yang benar, aku tidak akan terus memperingatinya” balas Mei.


Wahyu yang melihat keadaan di depannya itu akan berlangsung untuk waktu yang lama, dia hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


“Aku masih tidak mengerti kenapa mereka berdua terus bertengkar” ucap Wahyu mengeluh “Aku berharap aku bisa ikut dengan teman-temanku tadi”


Wahyu akhirnya hanya bisa pasrah dan menunggu situasi menjadi sedikit tenang dan di sisi lain Septian, Dani, dan Wahidyn sedang makan dengan tenang di tempat lain.


Setelah Dani selesai makan dengan teman-temannya, Dani teringat kalau Kapten Rin sedang menunggunya. Dani kemudian kembali ke kamar Timnya dan mandi setelah itu mengenakan pakaian yang rapi agar tidak terasa lancang. Setelah persiapan selesai, Dani langsung berjalan menuju ruangan Kapten Rin. Saat sudah sampai di dekat ruangan Kapten Rin, Ryu yang ada di depan pintu menjaga ruangan Kapten Rin menghampiri Dani.


“Terima kasih karena telah menjaga Kapten dan juga negara ini” ucap Ryu yang membungkukkan badannya sebentar “Kapten sudah menunggumu” Ryu kemudian mempersilahkan Dani untuk memasuki ruangan Kapten Rin. Dani membuka pintu dan memasuki ruangan Kapten Rin.


“Kau sudah siuman ya? Bagaimana keadaanmu?” ucap Kapten Rin yang berdiri dari tempat duduknya Ketika melihat Dani memasuki ruangannya.


“Ah, iya, saya baik-baik saja” jawab Dani gugup.


“Jangan gugup seperti itu, kau boleh bersikap seperti kemarin” ucap Kapten Rin mencoba untuk membuat Dani tidak gugup “Duduklah, kau baru saja siuman, jangan membebani dirimu” Kapten Rin menyuruh Dani untuk duduk di sofa dimana Kapten Rin biasanya bersantai.


“Ah iya” jawab Dani yang masih gugup. Dani kemudian duduk di sofa yang ditunjuk oleh Kapten Rin. Dani merasa sedikit tenang, namun kegugupannya kembali saat melihat Kapten Rin yang tiba-tiba duduk di sebelahnya. Setelah itu Kapten Rin memandangi Dani dengan tersenyum.


Merasa sedikit tidak enak, Dani mulai berbicara.


“Itu, ma’af, kenapa anda memandangiku seperti itu?” tanya Dani yang mulai berkeringat karena gugup.


“Jangan terlalu formal, hanya ad akita berdua di sini dan karena kau sudah pernah mengalahkanku sekali, aku tidak akan merasa tersinggung jika kau memperlakukanku sama seperti teman-teman timmu” ucap Kapten Rin.


“Tidak tidak, anda adalah seorang Kapten jadi” sebelum Dani menyelesaikan kalimatnya, Kapten Rin menyelanya.


“Jangan terlalu formal” ucap Kapten Rin yang tersenyum.


Melihat kalau Kapten Rin tidak akan mendengarkannya jika dia tidak memnuhi keinginannya, Dani pun pasrah.


“Kalau begitu, kenapa kau memandangiku seperti itu, Rin?” tanya Dani sedikit merasa tidak enak karena berbicara seperti itu.


Kapten Rin terdiam sejenak sebelum menunjukkan senyuman kecil di wajahnya.


“Ma’af, aku memandangimu karena aku ingin saja” jawab Kapten Rin.


Mendengar jawaban Kapten Rin membuat Dani bingung.


“Kesampingkan hal itu, apa kau ada waktu luang besok” tanya Kapten Rin.


“Kurasa begitu” jawab Dani singkat.


“Baiklah kalau begitu, besok sore temui aku di taman central di tengah kota, aku masih belum memberikan hadiah karena telah mengalahkanku” ucap Kapten Rin.


Dani yang masih bingung memproses semua yang baru saja didengarnya tidak bisa berpikir dengan tenang dan menjawab secara refleks.


“Iya.  .?” jawab Dani yang bingung dengan jawabannya sendiri.


“Kalau begitu, aku menunggumu besok sore, jangan sampai terlambat” ucap Kapten Rin tidak sabar “Sekarang kau boleh kembali ke kamarmu dan beristirahatlah, kau perlu memulihkan dirimu sepenuhnya” Kapten Rin kemudian membantu Dani untuk berdiri dan mendorongnya dengan pelan keluar dari ruangannya “Sampai ketemu besok, Dani” ucap Kapten Rin yang kemudian menutup pintu ruangannya meninggalkan Dani yang masih memproses semua hal yang baru saja terjadi.

__ADS_1


“Eh tunggu, apa aku baru saja diajak kencan?” ucap Dani setelah memproses informasi yang masuk dengan benar.


__ADS_2