Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
The Snow That Kills 21-5


__ADS_3

Setelah alarm menyala, beberapa pasukan Zombie Resistance Jepang dikumpulkan di depan gerbang untuk menerima instruksi. Di dalam salah satu pasukan itu, Septian dan Nana ada di antara mereka. Pasukan itu kemudian di pisah menjadi beberapa grup tersendiri, satu grup untuk menangani kerumunan zombie yang datang, grup satunya lagi untuk berhadapan langsung dengan Oni. Septian dan pasukan yang dipimpin oleh Nana dipanggil oleh Kapten Yukio.


“Baiklah, waktunya untuk menunjukkan latihan kalian selama ini” ucap Kapten Yukio “Kalian yang ada di sini adalah orang-orang yang kupilih dan kulatih sendiri untuk menjalankan misi yang berbeda dari pasukan lainnya, kalian bergerak atas perintahku saja, tidak ada yang boleh menyuruh, meminta, ataupun memaksa kalian untuk melakukan sesuatu tanpa ijin dariku, apa kalian mengerti?” tanya Kapten Yukio meminta kepastian dari pasukan khusus miliknya.


“Ossu!” jawab pasukan yang ada di depan Kapten Yukio.


“Bagus, kali ini tugas kalian adalah untuk memburu dan membunuh Oni yang ada di kerumunan zombie yang saat ini sedang bergerak menuju Shelter, Oni berbeda dengan zombie yang lainnya, dia memiliki gerakan yang cukup lincah dan juga bisa mengubah tangannya menjadi senjata tajam, langkah yang paling efektif adalah untuk langsung memotong setiap bagian tubuhnya dan mencari lokasi otaknya” ucap Kapten Yukio “Septian! Tolong maju”


Kaget dengan Kapten Yukio yang memanggilnya secara tiba-tiba, Septian langsung menghampiri Kapten Yukio dan berdiri di sebelahnya.


“Anak muda ini bernama Septian, dia adalah salah satu anggota Tim Elang yang belakangan ini namanya sudah tersebar di setiap negara, dia dan timnya memiliki pengalaman melawan zombie yang telah mutasi, aku ingin kalian bekerja sama dan melindunginya agar dia dan timnya bisa mencari cara untuk membinasakan Oni agar tidak bangkit kembali, kalian mengerti?!” ucap Kapten Yukio dengan lantang dan tegas.


“Ossu!” jawab pasukan yang ada di depan Kapten Yukio.


Kapten Yukio kemudian menoleh ke Septian “Ma’af jika ini tiba-tiba, tapi aku ingin kalian membantu kami untuk segera menyelesaikan masalah ini” ucap Kapten Yukio.


Septian sebenarnya ragu apakah anggota Tim Elang saat ini bisa mengalahkan Oni sendirian atau tidak, namun setelah melihat Kapten Yukio yang meminta bantuannya seperti itu, Septian merasa kalau dia harus melakukan yang terbaik.


“Baik, kami akan melakukan apapun untuk memastikan zombie mutasi Oni itu mati” jawab Septian dengan tegas.


Kapten Yuki merasa lega mendengar jawaban Septian lalu kembali menghadap ke arah pasukannya.


“Mulai saat ini kalian akan dipanggil dengan nama Yukikaze dan juga aku akan menunjuk Septian sebagai Wakil Ketua Yukikaze untuk sementara dan memiliki wewenang yang sama dengan Ketua Yukikaze yang mana adalah putriku sendiri Nana” ucap Kapten Yukio dengan tegas.


“Ossu!” teriak pasukan Yukikaze.

__ADS_1


“Baiklah, kalian akan keluar dari pintu rahasia dan langsung bergerak menuju Oni, jangan biarkan keberadaan kalian diketahui dan langsung serang Oni saat dia lengah” ucap Kapten Yukio menjelaskan rencananya “Kalian akan berangkat setelah pasukan lainnya sudah keluar untuk menghadapi kerumunan zombie yang bergerak menuju Shelter, yang artinya kalian punya waktu sepuluh menit untuk bersiap” setelah menjelaskan rencananya yang sederhana itu, Kapten Yukio meninggalkan pasukan Yukikaze.


Septian langsung mengaktifkan communicatornya dan memberitahu yang lainnya tentang apa yang baru saja terjadi.


“Jadi, aku ingin kalian segera ke gerbang Shelter secepatnya kalau bisa” ucap Septian yang meminta teman-temannya untuk membantunya.


“Aku tidak bisa, saat ini aku sedang berada di ruang divisi intelegensi dan sedang dalam proses mengunduh data, jika aku pergi sekarang, kemungkinan besar aku akan ketahuan dan data yang kuambil juga rusak” jawab Wahidyn.


“Aku dan Rin sudah terlanjur bergabung dengan pasukan lain, jadi kami tidak bisa menemanimu, ma’af Sep” jawab Wahidyn.


“Tunggu, kalian pikir aku bisa melakukan ini sendirian?” ucap Septian sedikit kesal.


“Ayolah, kau ini kan one man army, kau bisa melakukannya, lagipula kau hanya perlu mencari letak otaknya saja kan, cari saja bagian yang paling terjaga atau yang memiliki regenerasi sedikit lambat” jawab Dani.


“Aku dan Rin juga harus berkumpul di barisan, jangan khawatir, kau bisa melakukannya” jawab Dani.


“Woy tunggu sebentar” ucap Septian, tapi teman-temannya itu sudah mematikan communicator mereka dan tidak menjawab lagi.


“Sial” ucap Septian mengeluh.


“Ada apa?” tanya Nana yang ternyata mendengarkan pembicaraan Septian.


“Ah tidak, hanya ada sedikit masalah” jawab Septian yang kaget.


“Masalah apa?” tanya Nana.

__ADS_1


“Sepertinya teman-temanku sudah bergabung dengan pasukan lain, jadi mereka tidak bisa datang ke sini” jawab Septian merasa tidak enak.


“Lalu bagaimana dengan Ketua Timmu, kau bilang dia hanya ditahan kan? Dengan wewenangmu saat ini sebagai Wakil Ketua pasukan Yukikaze, kau bisa membebaskannya dengan mudah” tanya Nana dengan nada curiga.


“Yah, aku tadi belum menceritakan semuanya dengan lengkap” jawab Septian beralasan. Nana terus menatap Septian agar dia menjawabnya dengan serius.


“Sebenarnya, Wahyu kabur dari penjara dan sekarang ini aku tidak tahu dia berada dimana” jawab Septian. Nana yang mendengar itu menunjukkan wajah kesal, namun hanya perlu beberapa detik untuk membuat wajahnya kembali tenang.


“Baiklah, ada banyak yang ingin kubahas denganmu, tapi untuk kali ini ada hal yang lebih penting” ucap Nana “Jika temanmu tidak bisa datang, maka kau harus bekerja lebih keras”


“Ya memang begitu rencanaku” jawab Septian yang tidak punya pilihan lain.


“Kalau begitu aku akan mengandalkanmu untuk mencari kelemahan Oni, untuk masalah lainnya, biarkan kami yang melakukannya” ucap Nana.


Septian sedikit kecewa karena dia tidak ikut bertarung, namun pada saat yang sama itu adalah kesempatan yang bagus untuk Septian agar bisa melihat cara bertarung pasukan khusus yang dibentuk oleh Kapten Yukio. Kapten mulai mengamati pasukan Yukikaze sekali lagi karena dia tidak sempat melakukannya tadi. Pasukan Yukikaze terdiri atas dua belas orang yang menggunakan seragam yang berbeda dari pasukan biasa, mereka mengenakan seragam yang lebih ringan untuk meningkatkan mobilitas mereka. Senjata yang mereka bawa juga senjata ringan seperti pistol dan SMG, juga sebuah katana yang digantung di sebelah paha mereka. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki dan yang perempuanya hanyalah tiga orang saja. Di saat Septian sedang mengamati pasukan Yukikaze, Nana menghampiri Septian membawa sebuah katana.


“Pasukan kami lebih berpusat pada penggunaan pedang daripada senjata api” ucap Nana sambil menunjukkan sebuah katana yang dia pegang “Ambil ini, jika kau adalah salah satu dari kami, kau juga harus memakai perlengkapan seperti kami” Nana melemparkan katana itu ke arah Septian dan Septian langsung menangkapnya dengan satu tangan.


“Reaksi yang bagus” ucap Nana memuji Septian.


“Terima kasih, tapi aku tidak pernah menggunakan katana sebelumnya” ucap Septian.


“Gunakan saja sesuai imajinasimu, untuk saat ini setidaknya itu cukup untuk menjagamu tetap hidup” jawab Nana “Bersiaplah, kita akan segera berangkat”


Setelah itu pasukan Yukikaze yang berjumlah dua belas orang ditambah Septian bergerak menuju pintu rahasia yang dibuat khusus untuk mereka yang letaknya ada di area sekitr timur gerbang Shelter.

__ADS_1


__ADS_2