
Pasukan Yukikaze mulai bergerak menggunakan jalan rahasia yang ternyata melewati jalur bawah tanah atau gorong-gorong yang tersambung dengan beberapa area di sekitar Shelter.
Dipimpin oleh Nana, pasukan Yukikaze berlari melewati gorong-gorong dan akhirnya keluar dan berada dekat dengan lokasi kerumunan zombie yang sedang bergerak menuju Shelter. Yukikaze mulai mempersiapkan diri mereka dan bergerak dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Pasukan Yukikaze bergerak dengan cara yang berbeda dari pasukan umumnya, mereka berusaha untuk meminimalisir suara dari segla gerakan mereka bahkan saat menemui zombie yang menghalangi jalan mereka, mereka menggunakan katana mereka untuk langsung membelah kepala zombie itu dan segera menyingkir agar tidak terlihat atau terdeteksi zombie yang ada di sekitarnya, namun yang paling menakjubkan adalah Nana, dia bisa bergerak lebih cepat dari yang lainnya dan sekali dia mengeluarkan katananya dari sarung pedangnya, dia bisa langsung dengan cepat menghabisi empat sampai enam zombie dalam sekali gerakan. Septian yang melihat aksi para Yukikaze itu hanya bisa berjalan dengan pelan-pelan sambil merasa takjub dengan kemampuan pasukan Yukikaze.
Setelah beberapa menit, akhirnya pasukan Yukikaze dapat melihat zombie mutasi yang bernama Oni itu, namun ada yang berbeda dari zombie itu. Zombie mutasi itu tidak sama dengan apa yang dideskripsikan oleh Kapten Yukio, zombie itu memiliki penampilan luar yang didominasi oleh warna hitam, tubuhnya terlihat utuh, namun hanya memiliki satu mata yang berada di bagian tengah kepalanya, zombie itu tidak memiliki mulut, telinga, ataupun hidung, tapi zombie itu terlihat bisa mendengar dan bersuara. Zombie itu memiliki struktur tubuh yang simple dan solid, daripada zombie, Oni lebih terlihat seperti sebuah robot, dilihat dari pergerakannya yang sedikit kaku, namun yang paling mencolok adalah sebuah pelindung kepala dan pelindung lengan berwarna hitam pekat yang ada di kepalanya dan kedua tangannya itu.
Septian merasa aneh, entah kenapa struktur tubuh Oni terlihat sangat keras dan terus memperhatikan zombie itu, namun pasukan Yukikaze yang dipimpin oleh Nana langsung bergerak dan berlari ke arah Oni. Oni menyadari pergerakan para Yukikaze dan menoleh ke arah mereka lalu Oni menunjuk menggunakan tangannya yang berbentuk pedang itu. Setelah melakukan itu, zombie lainnya ikut melihat ke arah pasukan Yukikaze dan menghalangi mereka untuk mendekati Oni, tapi dengan keahlian mereka, pasukan Yukikaze menebas semua zombie itu dan membuat jalan untuk Nana agar bisa mendekati Oni. Dengan langkah yang cepat Nana sudah ada di depan Oni dan menggenggam erat katana miliknya.
“Yuki no Ken” gumam Nana yang bersiap untuk menarik katananya keluar dari sarung pedangnya “Kosetsu!” setelah mengucapkan itu, Nana melakukan gerakan menebas ke atas dan kebawah dengan cepat yang mengarah ke kedua tangan Oni “Jitensha” ucap Nana lagi yang kemudian menebas tubuh Oni beberapa kali dengan kecepatan yang sulit untuk diikuti mata orang biasa, lalu setelah selesai menebas Oni itu beberapa kali, Nana langsung memasukkan katananya kembali ke sarung pedangnya dan menoleh ke Septian.
“Kau bisa kesini sekarang” ucap Nana memanggil Septian untuk segera memeriksa tubuh Oni yang masih berdiri namun tidak bergerak sedikitpun.
Septian pun berjalan mendekati Nana sambil melihat tubuh Oni yang tidak bergerak sedikitpun. Tepat setelah Septian mengambil beberapa langkah, tubuh Oni tiba-tiba terjatuh dan terpisah menjadi beberapa bagian, hal itu membuat Septian kaget, namun dia tidak menghentikan langkahnya hingga akhirnya dia berada di samping Nana.
“Kau memiliki waktu kurang lebih lima menit sebelum Oni bangkit lagi” ucap Nana.
Septian langsung mendekati tubuh Oni dan memperhatikan setiap potongan tubuhnya dan merasa ada sesuatu yang aneh dengan Oni itu, dari semua tebasan yang diberikan oleh Nana ke Oni, harusnya Oni akan mencoba meregenerasi tubuhnya, namun potongan tubuh Oni itu tidak beregenerasi dan itu membuat Septian bingung untuk mencari letak otaknya.
“Apa kau sudah menemukannya?” tanya Nana.
“Ada yang aneh dengan zombie ini” ucap Septian “Tubuhnya tidak melakukan regenerasi sama sekali” Septian melihat tangan Oni “Awalnya kukira otaknya mungkin ada di tangannya yang mana adalah senjatanya, tapi tidak ada tanda-tanda zombie ini melindungi tangannya”
“Lalu, apa kau punya ide?” tanya Nana lagi.
“Apa kau sudah pernah membelah kepalanya?” jawab Septian dengan pertanyaan lain.
__ADS_1
“Biar kucoba” jawab Nana yang langsung mengeluarkan katanya lagi dan langsung menebas kepala Oni, namun di saat katananya menyentuh kulit luar kepala Oni, katananya langsung terpental dan membuat Nana terkejut.
“Keras sekali” ucap Nana.
“Coba tusuk matanya” ucap Septian memberikan idenya.
“Akan kucoba” jawab Nana setuju, namun di saat Nana mau menusuk mata Oni itu, tiba-tiba matanya bergerak dan menatap Nana. Nana dan Septian terkejut dan segera mundur beberapa langkah. Potongan-potongan tubuh Oni tadi mulai bergerak mendekat ke satu sama lain dan menyatu kembali. Oni itu langsung bangkit kembali dan melihat ke arah Septian dan Nana dan langsung berlari menyerang mereka berdua dengan gerakan yang cepat tidak seperti gerakan zombie biasanya.
Nana berhasil menangkis serangan dari Oni menggunakan tangannya yang berbentuk pedang itu menggunakan katananya, sedangkan Septian berhasil melompat kebelakang dan menghindari serangan Oni.
Septian langsung mengeluarkan SMG yang dia dapat dari Yukikaze dan langsung menembakkannya ke arah Oni, tapi Oni itu menggunakan bagian tubuh yang seperti pelindung lengan yang ada di tangannya untuk menghalau semua tembakan Septian, setelah itu dengan kekuatannya, Oni menghempaskan Nana jauh ke samping hingga membuat Nana tertabrak dinding dan membuatnya pingsan. Oni ingin melanjutkan menyerang Nana, namun Septian sekali lagi menghabiskan seluruh amunisinya untuk mengalihkan perhatian Oni dan memberikan waktu untuk Nana pulih.
Seperti yang Septian harapkan, akhirnya Oni itu melihat ke arahnya tepat saat amunisinya habis.
“Mari kita lihat sampai berapa lama aku bisa bertahan” ucap Septian yang mempersiapkan dirinya untuk bertarung dengan Oni.
Oni itu langsung berlari dan menyerang Septian dengan kedua tangannya yang berbentuk pedang dan Septian menahan serangan itu dengan katananya. Dengan kekuatan Septian yang terus dilatih dengan membawa senjata-senjata berat, Septian dapat menahan serangan Oni tanpa terdorong sedikitpun.
“Kau kira kau saja yang kuat” ucap Septian yang mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menahan serangan Oni.
“Baiklah, jangan terus dekat-dekat denganku!” teriak Septian yang kemudian menendang tubuh Oni hingga terpental cukup jauh. Oni itu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Septian langsung berlari ke arah Oni itu dan langsung menancapkan katananya ke mata Oni itu, namun tidak disangka, kulit Oniyang terlihat seperti pelindung kepala itu bergerak dan melindungi mata Oni itu dan membuat tubuh Septian tersentak kebelakang sedikit. Oni itu langsung berdiri dan menyerang Septian. Septian yang masih mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya karena tersentak tadi tidak bisa menghentikan serangan Oni, namun tiba-tiba seseorang sudah ada di depannya dan menghentikan serangan Oni itu.
“Baru saja kutinggal sebentar dan kau hampir saja kehilangan nyawa” ucap orang yang melindungi Septian itu. Tidak sempat menyeimbangkan tubuhnya, Septian membiarkan dirinya jatuh ke tanah. Mendengar suara yang tidak asing itu, Septian merasa lega.
“Iya iya, kudengrkan ceramahmu nanti, bantu aku untuk menghabisi Oni itu” balas Septian.
__ADS_1
Orang yang melindungi Septian itu menendang Oni menjauh dan mengulurkan tangannya ke Septian dan menunjukkan identitasnya yang ternyata adalah Wahyu.
“Jadi namanya Oni ya?” tanya Wahyu.
“Iya, Zombie Resistance Negara ini memanggilnya seperti itu” jawab Septian yang meraih tangan Wahyu dan berdiri dengan bantuan Wahyu.
“Ada tambahan?” tanya Wahyu yang memberikan katana Septian yang terjatuh tadi.
“Dia menyerang menggunakan tangannya yang berbentuk seperti pedang dan bagian tubuhnya yang berwarna hitam itu sangat lah keras, peluru tidak bisa menembusnya dan pedang tidak bisa membelahnya” jawab Septian yang menerima katananya kembali dari Wahyu “Nana sempat membelah tubuhnya menjadi beberapa bagian tadi dan hanya dalam hitungan menit, dia bisa menyatukan tubuhnya kembali dan kemungkinan otaknya ada di”
“Belakang matanya” ucap Wahyu dan Septian bersamaan.
“Hah? Bagaimana kau tahu?” tanya Septian yang kaget.
“Hampir seluruh kepalanya dilindung oleh kulit hitam itu selain matanya kan? Aku hanya menebaknya saja, tapi sepertinya tebakanku benar” jawab Wahyu.
“Iya, seperti itulah, tapi ada lagi” ucap Septian “Pelindungnya itu bisa bergerak dan menutupi matanya saat terancam bahaya”
Mendengar ucapan Septian membuat Wahyu langsung berpikir dengan serius.
“Kalau begitu kita masih belum bisa mengalahkannya untuk saat ini” ucap Wahyu yang mengeluarkan sebuah granat dan melemparkannya ke depannya. Granat itu meledak dan membuat Oni terpental jauh.
“Angkat teman barumu itu dan ikuti aku, kita perlu tempat untuk berbicara” suruh Wahyu kepada Septian.
Septian menuruti perintah Wahyu dan menggendong Nana yang masih belum sadar karena dihempaskan oleh Oni tadi dan mengikuti Wahyu ke suatu tempat agar bisa berbicara dengan tenang.
__ADS_1