Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
A Farewell Gift From a Captain 8.5


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Wahyu tetap melakukan tugas yang diberikan kepada Tim Elang sendirian, Dani masih berlatih dengan Blue dan Red, Wahidyn masih berusaha keras untuk membuat peluru ledak dan peluru frag, serta peningkatan alat pelacak Wahyu, dan Septian mulai berlatih di Barrack milik Zombie Resistance Cina, semua anggota Tim Elang menjalankan tugas mereka masing-masing dengan seluruh kemampuan mereka.


Hari itu setelah Wahyu selesai menyelesaikan tugasnya, dia memutuskan untuk melihat bagaimana keadaan Dani , jadi dia langsung berjalan menuju tempat latihannya. Saat Wahyu sudah sampai, dia awalnya ingi langsung menyapa Dani, namun saat dia melihat Dani yang sedang latihan dengan sungguh-sungguh membuat Wahyu ingin mengamatinya dari kejauhan agar tidak mengganggunya. Di saat Wahyu masih mengamati Latihan Dani dengan Red, sebuah suara lembut dari seorang perempuan terdengar dari belakangnya.


“Leader”


Mendengar itu, Wahyu langsung berbalik dan mencari sumber suara itu dan ternyata itu berasal dari Blue yang terlihat baru saja membeli minuman, hal itu terlihat dari sebuah kantong pelastik yang berisikan beberapa botol minuman yang dibawanya.


“Oh, Blue, kau mengagetkanku” ucap Wahyu sambil memegangi dadanya.


“Apakah anda terlalu fokus dengan latihan mereka berdua hingga anda tidak menyadariku?” tanya Blue yang kemudian menarik tangan Wahyu untuk mendekat ke tempat latihan “Tidak enak rasanya melihat anda berdiri di gang seperti ini, mari ke tempat mereka latihan”


Blue mencoba untuk membawa Wahyu ke tempat latihan Dani dan Red, namun saat tangannya ditarik oleh Blue, Wahyu tidak bergerak dan menahan Blue.


“Sepertinya, saat ini bukan waktu yang tepat untukku menemuinya” ucap Wahyu “Tapi aku masih ingin melihat perkembangannya, jadi bagaimana kalau kita berbicara berdua saja” ajak Wahyu kepada Blue.


“Benarkah?!” ucap Blue terlihat senang “Kalau begitu biar kuantarkan minuman ini kepada mereka, setelah itu kita bisa pergi kemanapun yang anda mau” Blue langsung berlari membawa minuman yang sudah dia beli dan menemui Red. Blue dan Red berbicara sejenak sebelum akhirnya Blue kembali menemui Wahyu yang menunggunya.


“Ma’af membuat anda menunggu, mari pergi” Blue langsung menggandeng tangan Wahyu dan mulai berjalan pergi meninggalkan Red dan Dani yang meneruskan latihan mereka.


Setelah meninggalkan tempat latihan, Blue dan Wahyu pergi ke kedai makanan yang ada di dekat tempat latihan Dani, disana, mereka berdua mulai berbicara.


“Jadi bagaimana latihan Dani?” tanya Wahyu membuka pembicaraan.


“Teman anda memiliki kemampuan untuk mempelajari dasar dari Close Quarter Gun Combat (CQGC), namun kemampuan fisik dan fokus teman anda tidak dapat mengikuti arahan dari Red” jawab Blue sambil melihat menu makanan yang ada di kedai yang mereka tempati.


“Begitu ya, sepertinya yang menjadi masalah baginya adalah pikirannya yang tidak bisa fokus kepada satu hal saja itu” ucap Wahyu.


“Saya masih belum mendengarnya, kenapa anda ingin teman anda menguasai CQGC?” tanya Blue yang sudah memutuskan apa yang mau dia pesan dan juga memesankan makanan dan minuman untuk Wahyu.


“Oh iya aku belum bilang ya, sebenarnya dia akan bertarung dengan Kapten Rin di akhir bulan ini” jawab Wahyu sambil tersenyum. Di sisi lain, Blue yang mendengar itu langsung terkejut.


“Melawan Kapten Rin?!” ucap Blue terkejut “Apa anda yakin dia bisa menang? Saya rasa CQGC saja tidak akan bisa membantu teman anda menang lho”

__ADS_1


“Oleh karena itu aku meminta bantuan kalian” jawab Wahyu santai “Tujuanku bukanlah hanya agar Dani mempelajari CQGC, namun untuk melatih pikirannya juga” Wahyu berhenti berbicara sejenak karena pesanan mereka sudah datang “Aku kira kau sudah menyadarinya bukan, tentang mata Dani, dia memiliki kemampuan mengamati yang hampir sama sepertimu”


Mendengar ucapan Wahyu, Blue terdiam karena Blue sebenarnya sudah menyadari potensi yang bisa dicapai Dani, namun tetap saja, Blue merasa itu tidak akan cukup untuk mengalahkan Kapten Rin “Saya masih merasa kalau itu tidak cukup untuk teman anda bisa menang melawan Kapten Rin”


“Iya, kau benar, itu saja tidak akan cukup” Wahyu memakan makanannya sedikit sebelum melanjutkan kalimatnya “Tapi aku sudah menyiapkan satu lagi pelatih untuknya”


“Pelatih lain? Apakah anggota COLORED lainnya?” tanya Blue penasaran dengan pelatih yang Wahyu maksud.


“Bukan, aku malah tidak tahu dimana Black dan dua orang yang selalu ramai itu” Wahyu tersenyum saat mengatakan hal itu “Jangan khawatir, aku tidak meminta kalian berdua melatih Dani untuk menjadi seperti kita, karena itu akan merusak potensi alaminya, aku hanya ingin kalian melatih kesabaran dan fokus miliknya”


“Baiklah jika anda mengatakannya seperti itu” ucap Blue sambil mulai memakan makananya.


Setelah itu Wahyu dan Blue memakan makanannya sampai habis dan menyisakan minumannya untuk diminum sambil mengobrol lagi.


“Oh iya, saya juga mau tanya tentang kabar mengenai Kapten Indonesia, apakah itu benar?” tanya Blue.


Ekspresi Wahyu langsung berubah menjadi sedikit merasa tidak enak dan bersalah “Iya”


“Boleh saya tahu kejadiannya dengan detail?” tanya Blue lagi. Wahyu melihat wajah Blue yang menguatkan dirinya untuk mendengar bagaimana Kapten Indonesia mati, melihat hal itu, Wahyu merasa harus memberitahunya.


Wahyu kemudian memberitahu bagaimana Kapten Indonesia mati dan jasanya yang membantu menjaga keselamatan para survivor serta pembasmian Scratcher pertama yang muncul, tentu saja dengan menambahkan beberapa hal yang dapat membuat kematian Kapten Indonesia terlihat lebih berjasa.


“Jadi benar kalau beliau sudah meninggal” ucap Blue dengan nada sedih dan menundukkan kepalanya.


“Ma’af, jika saja aku tahu kalau dia ada di sekitar area itu, dia mungkin tidak akan terlibat dalam rencanaku” ucap Wahyu sambil menatap ke langit.


Mendengarkan itu, Blue menggelengkan kepalanya “Tidak, itu bukan salah anda, semenjak anda menghilang selama beberapa bulan, beliau merasa kalau menghilangnya anda berhubungan dengannya dan membuat beliau merasa harus bertanggung jawab untuk keselamatan negara Indonesia dengan menggantikan anda” Blue meminum minumannya untuk menenangkan dirinya “Beliau mulai bekerja lebih keras lagi dan terkadang lupa istirahat, hanya untuk memastikan tidak ada ancaman lagi yang mengarah ke negara”


“Benarkah? Padahal saat aku kembali, dia bekerja dengan santai” ucap Wahyu tidak percaya.


“Itu mungkin karena beliau lega melihat anda kembali, aku tebak beliau juga berpura-pura untuk tidak mengenali anda juga bukan?” Blue mulai edikit ceria lagi saat membicarakan Kapten Indonesia.


“Iya, padahal aku sudah bersiap untuk dipanggil dan di interogasi” ucap Wahyu yang juga mulai ceria.

__ADS_1


“Iya, karena beliau dulu mengatakan kalau anda sudah kembali, beliau akan memastikan anda tidak dibebani dengan nasib negara lagi, padahal beliau sendiri yang terbebani” Blue mulai tersenyum sambil memikirkan masa lalu.


“Tapi untungnya kami masih bisa mengobrol seperti biasanya, dia juga sering membicarakan kalian dan rasa rindunya terhadap kalian, dia menyesal mengirim kalian kesini, tapi dia juga tidak ingin melihat kalian mengkhawatirkannya” Wahyu meminum minumannya dan tidak sadar kalau minumannya tinggal sedikit “Pada akhirnya, walaupun dia susah dimengerti, dia masih menyayangi kalian”


Setelah itu untuk beberapa menit, Wahyu dan Blue membicarakan masa lalu mereka saat masih bersama di Indonesia kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke tempat latihan Dani.


Di saat sudah hampir sampai di tempat latihan Dani, Wahyu berhenti.


“Blue” panggil Wahyu.


“Iya? Ada apa?” mendengar panggilan Wahyu, Blue juga ikut berhenti dan menoleh ke Wahyu.


“Aku lupa memberikanmu ini” ucap Wahyu sambil menunjukkan sebuah Dog Tag ditangannya.


“Apakah itu?” tanya Blue memastikan dugaannya.


“Iya, Dog Tag dari Kapten” Wahyu memberikan Dog Tag itu kepada Blue “Aku tidak bisa membawakan yang lainnya karena sudah rusak atau tertimbun reruntuhan, namun untungnya aku bisa menemukan Dog Tag itu”


Blue menerima Dog Tag itu dari tangan Wahyu lalu melihatnya.


“Periksa juga di kepingan kedua dan bukalah, dia sampai memodifikasi Dog Tagnya sendiri, padahal dia yang mengatakan untuk tidak mengotak-atik peralatan militer” ucap Wahyu.


Blue kemudian memeriksa kepingan kedua dari Dog Tag itu dan menyadari kalau kepingan itu lebih tebal dari kepingan pertama. Blue melihat ada celah kecil di tengah kepingan itu dan membukanya dan di dalamnya dia melihat sebuah kalimat.


‘Mereka tidak memiliki punya mereka sendiri, oleh karena itu aku membuat ini’


Di bawah kalimat itu ada informasi Dog Tag milik Blue dan Red yang tidak memiliki Dog Tag mereka sendiri karena suatu alasan. Melihat hal itu, Blue langsung merasakan kesedihan yang luar biasa, walaupun dia sudah dilatih untuk mengendalikan emosinya dalam kondisi apapun, Blue tetap tidak bisa menghentikan air matanya yang mulai keluar dan membasahi pipinya. Melihat hal itu, Wahyu juga ikut bersedih, namun tidak sampai meneteskan air mata. Wahyu memutuskan untuk memeluk Blue yang sedang menangis itu, apapun yang terjadi, Blue sudah seperti keluarganya sendiri.


Setelah beberapa menit, akhirnya Blue berhenti menangis dan langsung membersihkan wajahnya dengan sapu tangannya.


“Terima kasih, Leader, aku akan menjaga Dog Tag ini dengan baik” ucap Blue tersenyum “Jadi, kurasa anda ada keperluan lain setelah ini”


Mendengar itu, Wahyu hanya diam dan mengangguk.

__ADS_1


“Anda tidak perlu merasa bersalah, saya yang akan menjelaskannya kepada Red” ucap Blue “Lagipula, bisa bertemu kembali dengan anda adalah kebahagiaan bagi kami berdua” Blue menunjukkan senyuman yang lebih cerah daripada senyumannya sebelumnya “Kalau begitu, aku harap urusan anda bisa berjalan dengan lancar, sampai jumpa lagi” ucap Blue lagi yang kemudian membungkukkan badanya sebentar, lalu berjalan menuju tempat latihan Dani, meninggalkan Wahyu sendirian.


“Apakah benar tidak apa-apa seperti ini?” tanya Wahyu kepada dirinya sendiri. Wahyu kemudian menatap ke arah langit dan mencoba menggapai langit “Waktu yang kuhabiskan denganmu adalah kenangan terbaik yang kupunya, semoga kau istirahat dengan tenang disana, Kapten” Wahyu berbalik dan mulai berjalan menjauh dari tempat latihan Dani untuk meneruskan tugasnya agar rencana yang dia buat berjalan dengan lancar tanpa ada kesalahan.


__ADS_2