Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
Airport Cleaning 18-5


__ADS_3

Wahyu melihat ke arah kerumunan zombie yang berjalan ke arahnya itu dan menarik pin granat yang ada di tangannya. Wahyu langsung melemparkan granatnya ke kerumunan zombie itu dan membuat ledakan yang cukup besar dan mengurangi jumlah zombie itu cukup banyak.


“Waktunya konser dimulai” Wahyu menarik nafas besar “Aku di sini!” Wahyu berteriak sekeras mungkin untuk menarik semua perhatian zombie yang ada di sekitarnya “Kurang cukup, bagaimana dengan sedikit musik” Wahyu berlari masuk kembali ke bandara. Wahyu menghindari zombie yang ada di jalannya sambil memukuli semua benda di jalannya mulai dari kaca, besi, tembok, dan sebagainya. Dengan kegaduhan sekeras itu, hampir semua zombie mulai berjalan mengarah ke bandara.


“Bagus, teruslah ke sini” Wahyu mengambil empat buah bom tanam yang dia bawa di rompinya dan menempelkannya di tempat-tempat yang dapat menimbulkan ledakan besar seperti di tempat Dani mengambil bahan bakar pesawat, ruangan yang penuh dengan mesin, tempat generatr cadangan, dan hall utama yang dipenuhi kendaraan-kendaraan yang sudah rusak dan berserakan dimana-mana. Wahyu melakukan semua itu sambil terus menghindari zombie yang menghalanginya dan juga terus membuat suara keras untuk menarik zombie sebanyak-banyaknya. Setelah keempat bom telah tertanam, Wahyu mengambil granat terakhirnya dan mempersiapkannya di tangannya.


“Waktunya menyalakan kembang api” Wahyu mengambil posisi siap dan melihat ke arah keluar bandara. Wahyu memperkirakan jalur yang harus dia ambil dan bagaimana cara menghindari kumpulan zombie yang semakin banyak itu. Setelah beberapa detik, dia menemukan jalur yang aman dan tanpa basa-basi langsung berlari sekencang mungkin menerbs kumpulan zombie itu. Karena gerakan zombie yang lambat, Wahyu dengan mudah menghindari zombie-zombie itu dengan cara melompatinya, menendangnya, dan terkadang menggunakan barang yang ada di sekitarnya sebagai perisai dan membuka jalan dengan itu. Setelah beberapa menit, akhirnya Wahyu berada di pintu keluar. Wahyu kemudian menarik pin granatnya dan melemparkannya ke atas. Granat itu meledak dan meruntuhkan atap-atap pintu keluar bandara. Runtuhan atap itu akhirnya menutup jalan keluar itu dan membuat zombie yang mengejar Wahyu tidak bisa mengejarnya lagi.


“Boom” ucap Wahyu tersenyum lalu menekan detonator bom tanam yang sudah dia tanam tadi. Empat bunyi ledakan langsung terdengar dan di ikuti dengan suara ledakan-ledakan lainnya. Ledakan-ledakan itu terjadi terus menerus dan memenuhi bandara itu dengan api berwarna oranye. Sedikit demi sedikit bandara itu mulai runtuh dan mengubur semua zombie yang ada di dalam bandara tadi.

__ADS_1


“Yap, ini adalah pemandangan yang bagus” ucap Wahyu lega “Sekarang tinggal kau” Wahyu menoleh ke belakang melihat satu Scratcher yang sedang menatap ke arah Wahyu.


“Sudah berapa kali aku menghadapi kalian?” gumam Wahyu “Mari kita lihat, apakah aku bisa melawan Scratcher satu lawan satu” Wahyu mengambil posisi siap dengan sebuah pisau di tangan kanannya.


Wahyu dan Scratcher saling mengamati untuk mencari cara untuk mengalahkan lawan mereka. Setelah beberapa detik saling bertatapan, Scratcher itu memulai serangannya dulu dengan berlari dengan cepat ke arah Wahyu dan langsung melompat untuk menyerang Wahyu dengan kedua tangannya yang memiliki cakar yang tajam dan panjang. Wahyu mempersiapkan dirinya dan menangkis serangan Scratcher itu dengan pisaunya. Pisau Wahyu dan cakar Scratcher itu saling menggores satu sama lain, dengan sedikit dorongan dari Wahyu, Wahyu berhasil menghindari serangan Scratcher itu dengan mengalihkan arah serangan Scratcher itu.


“Hampir saja” ucap Wahyu mulai bersemangat. Scratcher itu kembali mendekat ke Wahyu namun kali ini Scratcher itu tidak melompat, Scratcher itu mendekati Wahyu lalu mencakar Wahyu secara acak. Wahyu menangkis dan menghindari cakaran Scratcher itu dengan seluruh kemampuannya, namun lama kelamaan Wahyu mulai kewalahan. Scratcher itu sekali lagi mencoba untuk mencakar Wahyu dan Wahyu menahannya dengan pisaunya, Scratcher itu melihat sisi Wahyu yang tidak terlindungi dan mencakarnya.


“Satu otak sudah hilang, tinggal satu lagi” ucap Wahyu yang kemudian menginjak pergelangan tangan Scratcher itu. Lengan yang terpisah dari Scratcher itu kemudian meleleh dan meninggalkan tulang tangan Scratcher itu.

__ADS_1


“Ini pemanasan yang cukup berguna untukku, tapi aku harus menyusul teman-temanku” Wahyu mengambil posisi siap kini dengan pisau di masing-masing tangannya “Lagipula bukankah kau Scratcher yang cukup aneh, biasanya kau akan langsung meneruskan seranganmu, tapi entah kenapa kau berhenti sejenak sebelum melancarkan seranganmu” ucap Wahyu kepada Scratcher yang terus menatap Wahyu itu “Dan ada apa dengan jubahmu itu, baru kali ini aku melihat Scratcher menggunakan pakaian” Wahyu terus berbicara untuk menguji dugaannya.


Beberapa detik setelah ucapan Wahyu, Scratcher itu melakukan sesuatu yang belum pernah dilihat Wahyu dari Scratcher yang sudah dia temui sebelumnya. Scratcher yang biasanya selalu merangkak dengan kedua tangan dan kakinya itu berdiri. Wahyu yang melihat itu langsung terkejut dan waspada namun yang lebih mengejutkan lagi mulut Scratcher itu sedikit demi sedikit bergerak. Mulut Scratcher itu terus bergerak-gerak seperti ingin mengatakan sesuatu, Wahyu mengamatinya dengan teliti dan mencoba menerjemahkan gerakan bibir Scratcher itu.  Setelah beberapa kali gerakan bibir yang sama, Wahyu akhirnya mengerti apa yang ingin di ucapkan Scratcher itu, itu adalah “G-00 “


Setelah mengetahui itu, Wahyu langsung melesat dengan kecepatan yang tidak normal dan langsung memotong tangan Scratcher itu yang tersisa. Scratcher itu langsung tumbang dan melihat wajah Wahyu sebelum mati, pada saat itu Wahyu menunjukkan wajah yang tidak pernah dia tunjukkan sebelumnya. Wajah Wahyu dipenuhi dengan amarah, kebencian, dan niat membunuh yang sangat pekat, tidak ada senyuman sedikitpun di wajahnya, hanya tatapan penuh dengan kebencian dan niat membunuh.


Wahyu memeriksa tubuh Scratcher itu, Wahyu mendekat dan membuka jubah yang dipakai Scratcher itu dan memeriksa apakah ada sesuatu di balik jaket itu dan ternyata ada sebuah radio yang terikat di jaket itu. Wahyu mengambil radio itu dan melihat isinya, ternyat ada sebuah kaset yang siap untuk dimainkan. Wahyu menekan tombol mulai di radio itu dan mulai mendengarkan.


“Bagaimana rasanya diingatkan dengan masa lalumu” suara mulai keluar dari radio itu dan langsung mengejek Wahyu “Akhirnya aku bisa melihat orang yang terus membunuh ciptaanku, terlebih lagi orang itu ternyata adalah orang yang sama sepertiku” radio itu terus mengeluarkan suara orang yang meninggalkan pesan provokasi kepada Wahyu, namun Wahyu tidak memperdulikan semua provokasi itu dan terus mendengarkan “Aku tidak akan berbicara terlalu banyak,  anggap saja ini adalah perkenalan kita, aku menantikan performamu melawan ciptaanku yang lainnya G-“ sebelum kalimat terakhir dari orang yang meninggalkan pesan itu selesai, Wahyu menghancurkan radio itu dengan membantingnya ke tanah dan menginjaknya.

__ADS_1


Wahyu kembali melihat ke Scratcher yang tidak berdaya itu dan melihat ada yang aneh di matanya, Wahyu langsung menusuk mata Scratcher itu dan menariknya keluar, ternyata mata Scratcher itu ditanami sebuah kamera. Wahyu langsung membuang pisaunya yang tertancap di mata Scratcher itu lalu menghancurkan otak Scratcher itu yang tersisa. Scratcher itu akhirnya meleleh dan meninggalkan tulang belulangnya saja. Wahyu kemudian mulai berjalan menuju teman-temannya tanpa mengatakan apapun.


__ADS_2