Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
The Experience of Fear 9-3


__ADS_3

“Jangan memaksakan diri, bahkan untuk kami, kami memerlukan waktu setengah jam untuk menstabilkan keadaan tubuh dan mental kami setelah terkena Teknik itu” ucap Red sambil membantu mengantar Kapten Rin ke bangku yang biasa mereka gunakan untuk beristirahat. Blue yang juga sudah menunggu mereka berdua, langsung membantu Kapten Rin untuk berjalan dan membiarkannya duduk untuk beristirahat.


“Apakah ini yang dirasakan semua musuh COLORED dulu?” tanya Kapten Rin.


Blue dan Red melihat satu sama lain sebelum menjawab pertanyaan Kapten Rin dan akhirnya Blue memutuskan untuk menjawabnya.


“Sebenarnya, ini adalah salah satu latihan yang diberikan Leader pada kami, tapi masing-masing dari kami memiliki cara sendiri untuk melakukannya, untuk Red, dia menggunakan kemampuan bela dirinya untuk membuat musuh menjadi lebih tertekan, tapi jika anda mencoba untuk melawan Leader saat dia serius atau marah, bahkan pandangannya saja bisa membuat Kapten seperti anda langsung lemas tidak berdaya” jawab Blue menjelaskan.


Mendengar hal itu, Kapten Rin langsung lemas dan merasa bodoh karena dia memiliki keinginan ingin bertemu dan bertanding melawan pemimpin COLORED setelah kalah telak melawan satu anggota COLORED.


“Tapi Leader tidak suka menggunakan Teknik ini, katanya dia tidak bisa mengambil informasi apapun dari musuhnya saat dia menggunakan Teknik ini” ucap Blue mencoba untuk menenangkan Kapten Rin, namun yang terjadi malah sebaliknya, karena Kapten Rin tahu maksud dari ucapan itu, jika pemimpin COLORED menggunakan Teknik itu, maka musuhnya akan langsung tidak bisa melakukan apapun dan bahkan bisa saja mereka mati karena serangan mental.


“Ternyata benar, masih ada orang yang jauh lebih tinggi dariku di luar sana” ucap Kapten Rin dengan nada sedikit murung “Tapi aku tidak menyesalinya, setidaknya aku dapat melihat sedikit kemampuan dari COLORED” Kapten Rin merasa sedikit bangga karena dapat melihat salah satu anggota COLORED bertarung, terlebih lagi dengan dirinya.


“Ma’af mengecewakan anda, tapi aku masih menahan diri tadi” ucap Red santai sambil meminum minumannya. Mendengar ucapan Red, Kapten Rin langsung terkejut tidak percaya dengan apa yang dia dengar “Kemampun seperti itu dan masih menahan diri?” pikiran-pikiran semacam itu terus membanjiri kepala Kapten Rin.


“Yah, jika kau serius, kau bisa membunuh Kapten nanti” jawab Blue membalas ucapan Red dengan nada seperti mereka berdua sedang bercanda.


“Ya makanya aku menahan diri” balas Red membalas ucapan Blue.


Melihat kedua anggota COLORED itu yang bisa bercanda tentang hal yang mengerikan membuat Kapten Rin tersadar dan membuang semua pertanyaan yang ada di kepalanya.


“Yah, intinya, hari ini aku senang karena memutuskan untuk melihat kalian latihan dan juga, karena aku kalah, bagaimana kalau aku membantu kalian melatih Dani, mungkin metode latihanku bisa membantu kalian” ucap Kapten Rin yang sudah sedikit kembali tenang.


Setelah pertandingan itu, suasana kembali menjadi tenang dan semuanya dapat berbicara dan bercanda dengan normal, namun Dani yang telah melihat pertandingan yang tidak masuk akal itu membuatnya merasa kalau kemampuannya bukanlah apa-apa dibandingkan ketiga orang lainnya yang ada di area latihan itu, pikiran-pikiran negatif memenuhi kepalanya dan membuatnya gelisah, sampai akhirnya dia tidak kuat dan memutuskan untuk kembali lebih awal.


“Ma’af, apa aku boleh kembali duluan?” ucap Dani sambil menghadap ke tanah. Ucapan Dani membuat Red, Blue, dan Kapten Rin kaget, namun Blue menyadari apa yang dirasakan Dani dan membiarkan dia untuk kembali ke ruangannya.


“Iya tentu saja, hari ini adalah hari yang melelahkan, istirahatlah” jawab Blue. Setelah mendengar jawaban Blue, Dani langsung mengemasi barangnya dan berjalan meninggalkan area latihan. Di saat Dani sudah meninggalkan area latihan Red menanyakan apa yang terjadi.


“Jadi, ada apa dengan dia?” tanya Red kepada Blue.


“Yah, kau tidak akan mengerti, tapi dia mungkin merasakan apa yang kurasakan saat aku masih belum bisa mengendalikan kemampuanku” jawab Blue dengan tenang.


“Maksudmu matamu? Tapi kan itu karena kau tidak mengerti kondisi dari matamu?” tanya red lagi. Mendengar pertanyaan Red itu emmbuat Blue menghela nafas besar.


“Memang enak ya jadi orang yang tidak memikirkan perasaan orang lain” ucap Blue menyindir Red “Sudahlah, lebih baik kita juga kembali, Kapten Rin, kami mohon permisi” ucap Blue yang berdiri kemudian menundukkan badannya sedikit.


“Silahkan, aku masih perlu istirahat untuk mengembalikan keadaan kakiku yang masih gemetar” jawab Kapten Rin dengan santai.


“Jika tidak keberatan, saya bisa membantu anda untuk berjalan kembali ke markas” ucap Red menawarkan bantuan.


“Tidak usah, aku juga ingin melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk tubuhku kembali seperti semula” ucap Kapten Rin “Tapi jika kau ingin membantu, bagaimana kalau kau ajarkan aku Teknik yang kaugunakan itu?”

__ADS_1


“Yah, selama itu diluar waktu latihan Dani, saya bisa menjelaskan dasar-dasarnya” jawab Red.


“Baiklah kalau begitu, aku menantikannya” ucap Kapten Rin dengan ekspresi tidak sabar.


Latihan selesai lebih awal dari biasanya, hari masih menjelang sore dan Dani sudah berada di kamarnya dengan pikiran negatif yang memenuhi kepalanya. Di saat Dani sedang berbaring di kasurnya sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan, suara pintu terbuka terdengar olehnya dan langsung membuatnya bangun dan melihat siapa yang membuka pintu ruangan tim elang itu, seseorang memasuki ruangan dan langsung melihat ke arah Dani dan ternyata yang memasuki ruangan itu adalah Wahyu.


“Oh, Dan, kau sudah kembali, bukannya biasanya saat sudah menjelang malam?” tanya Wahyu dengan riang seperti biasanya, namun setelah beberapa detik berlalu dan Dani tidak menjawab pertanyaannya, senyuman Wahyu berubah menjadi serius. Wahyu kemudian mengambil sebuah kursi dan membawanya ke samping Kasur Dani, lalu mendudukinya.


“Jadi, apa yang terjadi?” tanya Wahyu lagi, mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Dani.


“Hei, apa kau benar-benar dari COLORED seperti yang Red dan Blue katakan?”  jawab Dani dengan pertanyaan lain.


“Ah, mereka memberitahumu ya” Wahyu berpikir sejenak untuk mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan Dani “Yah, aku tidak menutupinya atau apapun, aku hanya tidak ingin diperlakukan berbeda, tapi untuk menjawab pertanyaanmu, ya, aku adalah salah satu anggota COLORED”


Mendengar jawaban dari Wahyu membuat Dani terdiam sejenak.


“Kapten Rin datang ke area latihan tadi, awalnya dia datang untuk melihat-lihat, namun akhirnya dia menantang Red untuk latih tanding” ucap Dani dengan nada sedikit murung dan posturnya yang duduk sambil merangkul kedua lututnya itu semakin menjelaskan perasaannya saat itu.


“Biar kutebak, Red menunjukkan sesuatu yang diluar dugaanmu dan membuatmu berpikir kalau kau tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya” ucap Wahyu menebak apa yang Dani alami.


“Ya . . .” Dani terdiam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya “Melihat mereka berdua bertarung membuatku merasa kalau latihanku selama ini tidak berguna sama sekali”


“Apakah benar seperti itu?” ucap Wahyu singkat. Mendengar ucapan Wahyu membuat Dani langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Wahyu.


“Apakah kau melupakan kemampuanmu sendiri?” tanya Wahyu “Ingatlah, bagaimana selama ini kau bertarung, satu hal yang sangat kau banggakan, satu hal yang selalu kau gunakan untuk membantu tim kita saat menjalankan misi, apa kau melupakannya?”


“Maksudmu, penglihatanku?” Dani memastikan jawabannya dengan menanyakannya ke Wahyu.


“Ya, kau adalah seorang Sniper, kau selalu bertarung dari jarak jauh, kau mengalahkan musuhmu tanpa mendekati mereka” ucap Wahyu dengan senyuman di wajahnya.


“Lalu apa hubungannya dengan masalahku?” tanya Dani.


“Kau masih tidak paham juga ya” Wahyu menghela nafas besar dan mengeluh karena Dani yang masih tidak paham “Maksudku adalah, kau tidak memerlukan kemampuan beladiri jarak dekat, kau hanya perlu menyadari dan menggunakan kapasitas maksimal dari kemampuanmu untuk mengalahkan musuhmu”


“Tapi pertandingannya adalah pertarungan satu lawan satu, yang artinya aku harus menggunakan bela diri jarak dekat” ucap Dani yang masih bingung .


“Tapi tidak ada yang mengatakan kau tidak boleh membawa senjata” satu kalimat dari Wahyu itu langsung menyadarkan Dani dengan apa yang dari tadi Wahyu ingin beritahu kepadanya.


“Jadi aku bisa menggunakan Sniper Rifle saat pertarungan nanti” Dani mulai mengerti maksud dari Wahyu dan posturnya tadi yang terlihat sangat murung kini berganti menjadi duduk bersila menghadap Wahyu.


“Itu benar, itulah kenapa aku menyuruh Red dan Blue untuk melatihmu CQGC” ucap Wahyu senang karena Dani akhirnya mengerti.


“Tapi, selama ini aku hanya dilatih perkelahian jarak dekat biasa” ucap Dani.

__ADS_1


“Tentu saja, karena Red ingin kau bisa menghindari serangan dari seorang ahli beladiri, setidaknya sampai di tingkat tertentu” ucap Wahyu yang mulai bersemangat dengan topik pembicaraan mereka “Tapi sepertinya, ada beberapa hal yang diluar perkiraanku terjadi, jadi kalau bisa, bagaimana kalau kau memberitahuku apa yang terjadi tadi dengan lebih detail”


Setelah itu Dani memberitahu semua kejadian yang terjadi di area latihan tadi.


“Jadi seperti itu ya, yah, Red pastinya akan langsung begitu kalau menyangkut Leadernya” ucap Wahyu.


“Oh iya, tadi Red memakan sesuatu seperti pill, apa kau juga punya? mungkin itu membuatnya bertambah kuat” tanya Dani ingin tahu.


“Pil? Oh maksudmu ini” Wahyu mengeluarkan sebuah pil dari tas pinggang miliknya. Melihat Pil yang sama Dani langung bersemangat.


“Iya, itu dia, apa aku boleh mencobanya?” pinta Dani.


“Tentu saja, tapi sebelum itu-“ sebelum Wahyu menyelesaikan kalimatnya, Dani langsung mengambil pil itu dan memakannya, setelah itu Dani langsung terkejut dengan apa yang dia rasakan di mulutnya itu.


“Ini bukannya . . . permen?” ucap Dani kebingungan.


“Makanya, tunggu orang selesai berbicara dulu” ucap Wahyu sambil memukul kepala Dani “Pil itu hanyalah permen biasa, pil itu dibagikan kepada semua anggota COLORED sebagai Switch”


“Switch?” tanya Dani yang masih kebingungan dan memegangi kepalanya yang dipukul Wahyu.


“Kami diberikan latihan sugesti sebagai Batasan kemampuan kami, namun saat kami memakan pil atau permen itu, pembatas itu akan lepas dan membiarkan kami menggunakan seluruh kemampuan kami, yah, walaupun itu tidak berpengaruh padaku sih” ucap Wahyu menjelaskan.


“Jadi, itu seperti kalian di hipnotis untuk membatasi kemampuan kalian? Tapi bukannya itu merugikan?” tanya Dani lagi.


“Yah, untuk Special Forces seperti COLORED, kami harus terus menyembunyikan kemampuan penuh kami agar musuh tidak bisa mencari cara untuk melawan kami, oleh karena itu, beberapa level sugesti diberikan kepada kami” Wahyu mencoba untuk menjelaskan kepada Dani dengan cara yang paling mudah untuk dipahami Dani “Jadi intinya, pil itu hanyalah permen biasa dan itu tidak bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuanmu”


Mendengar hal itu, Dani merasa sedikit kecawa.


“Tapi, ada cara lain untuk memastikan kemenanganmu” ucap Wahyu tersenyum. Mendengar hal itu membuat Dani langsung tertarik dan ingin mengetahuinya.


“Cara apa itu?” tanya Dani tidak sabar.


“Tapi sebelum itu, perlihatkan padaku sejauh mana kau berkembang” ucap Wahyu yang kemudian membersihkan ruangan dan membuat tempat yang cukup untuk digunakan sebagai latihan. Wahyu memberikan gesture yang menyuruh Dani untuk datang.


“Kita akan melakukan sparing sebentar, setelah itu aku akan memberitahumu, rencana yang bisa mengalahkan bahkan seorang Kapten sekalipun” Wahyu langsung mengambil posisi siap dan menyuruh Dani untuk menyerangnya sekuat tenaga.


Dani mulai menyerang Wahyu dengan runtutan pukulan yang cukup cepat, tapi Wahyu dapat menghindari semua itu dengan mudah. Setelah Dani berhenti menyerang Wahyu karena kelelahan, Wahyu mulai menganalisa kemampuan Dani di kepalanya.


“Mari kita ganti metodenya, apa kau bisa membawa Sniper Rifle di setiap tangan?” tanya Wahyu.


“Aku kira aku bisa, tapi aku hanya mempunyai satu Sniper Rifle” jawab Dani.


“Baiklah, kalau begitu besok setelah latihan rutinmu, cari aku dan kita akan melanjutkan pembuatan rencananya setelah itu” ucap Wahyu yang memikirkan rencana sambil memegang dagunya “Untuk sekarang, bagaimana kalau kau ikut denganku, aku menemukan tempat makan dan beberapa hal yang menarik saat bekerja sebagai Zombie Resistance disini”

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Dani, Wahyu langsung menarik Dani keluar dari kasurnya dan mengajaknya berjalan-jalan di sector Survivor untuk bersenang-senang. Mereka berdua berbicara banyak hal dan juga bernostalgia di saat pelatihan mereka dulu dan di dalam hati Wahyu, dia merasa lega karena Dani sudah tidak murung lagi.


“Memang bagus kau bisa seserius itu, tapi jika kau tidak bisa menyadari apa yang ada di sekitarmu, kau bisa jatuh ke jurang yang dalam dan tidak bisa bangkit lagi” gumam Wahyu pelan.


__ADS_2