
Kapten Rin yang biasanya memakai seragam seorang Kapten yang berwarna hitam dengan jaket yang menutupi seluruh tubuhnya itu kini mengenakan sebuah chinesse dress yang terlihat sangat cantik dan mempesona, lengannya yang biasanya tertutupi oleh baju dan jaketnya kini terlihat dan menunjukkan kulit putih mulus yang terlihat sangat cantik saat terkena cahaya lampu. Chinesse dress berwarna merah dengan corak yang terlihat tradisional namun terlihat megah itu menutupi tubuh Kapten Rin dengan indah, lekuk tubuhnya yang biasanya tertutupi oleh jaket, kini dapat dilihat dengan jelas setiap lekuk tubuhnya yang ramping dan cantik, sebuah celah yang ada di baju tradisional cina yang memperlihatkan bagian paha kiri hingga kaki Kapten Rin itu juga menambah kecantikannya, dan juga sepatu high heelsnya sebagai pelengkap memperlihatkan betapa elegannya postur tubuhnya. Rambut merahnya yang panjang yang biasanya tertutupi oleh topi yang biasa dia pakai kini terurai dengan indahnya sampai ke punggungnya, bibirnya yang biasanya terlihat mengancam dan tegas kini dilapisi lipstick berwarna merah natural yang memperlihatkan kecantikan wanita dewasa. Melihat seseorang yang begitu cantik dan menawan membuat Dani tidak bisa berkata-kata.
“Hey, kau tidak apa-apa?” tanya Kapten Rin yang melihat Dani terdiam sambil menganga.
“Dani!” Kapten Rin memanggil Dani dengan nada sedikit tinggi sambil memegang Pundaknya untuk mencoba menyadarkan Dani. Karena goncangan yang dia terima, Dani langsung kembali kesadarannya.
“Ah, i-iya ma’af, aku hanya terkejut, itu saja” ucap Dani sambil tertawa kecil untuk menghilangkan kekhawatiran Kapten Rin.
“Syukurlah, kukira kau masih belum pulih seutuhnya dan memaksakan dirimu untuk datang” ucap Kapten Rin lega.
Merasa tidak enak karena membuat Kapten Rin khawatir, Dani mengutarakan pikirannya “Ma’af, sebenarnya aku terdiam karena terpesona melihat penampilan Kapten Rin yang sangat berbeda” ucap Dani tegas.
Mendengar ucapan Dani membuat Kapten Rin merasa sedikit senang “Begitukah? Sebenarnya yang memilihkan baju ini adalah Mei, aku akan berterima kasih kepadanya nanti”
Sekali lagi melihat Kapten Rin yang tidak seperti biasanya itu membuat Dani terdiam lagi.
“Apakah ini membuatmu merasa tidak enak?” ucap Kapten Rin sambil melihat penampilannya sendiri.
“Ah tidak, Kapten hanya terlalu cantik jadi saya bingung harus bersikap bagaimana?” jawab Dani yang terlihat sedikit panik.
“Seperti biasa saja” ucap Kapten Rin “Dan juga, tolong jangan pakai formalitas, orang-orang di sini tidak terlalu mengenaliku dan aku ingin tetap seperti itu”
“Baik” jawab Dani.
“Tanpa formalitas” ucap Kapten Rin sekali lagi dengan nada mengancam.
“Iya! Rin” jawab Dani panik.
“Itu lebih baik” ucap Kapten Rin memberikan senyuman kepada Dani “Ikuti, aku akan menunjukkan indahnya kota ini saat malam hari” Kapten Rin mengulurkan tangannya menunggu respon dari Dani. Melihat itu, Dani menerima ajakan Kapten Rin dan memegang tangannya.
Dani dan Kapten Rin kemudian berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke suatu tempat. Di dalam perjalanan mereka, terlihat banyak stand-stand yang memperlihatkan barang dagangan atau permainan yang berbeda-beda. Dani terkejut karena ada sesuatu yang seperti itu dan tanpa dia sadari membuatnya terus menatap ke setiap stand yang dia lihat.
“Apa kau terkejut?” tanya Kapten Rin.
“Sedikit, aku tidak menyangka kalau masih ada stand-stand seperti ini di jalan, aku biasanya hanya melihat ini saat sedang ada festival atau acara hiburan saja” jawab Dani.
“Itu karena memang seperti itu” ucap Kapten Rin “Aku mengatur satu hari dalam satu minggu agar di daerah bagian survivor atau lebih mudahnya kota ini untuk mengadakan sebuah festival kecil atau pasar malam agar para survivor dan juga anggota Zombie Resistance bisa istirahat dan menikmati waktu libur mereka”
__ADS_1
“Tidak kusangka ternyata kau cukup perhatian juga ya” ucap Dani santai.
“Sudah tugasku sebagai Kapten Negara untuk memperhatikan keselamatan dan kenyamanan orang-orangku” ucap Kapten Rin tegas.
“Terdengar merepotkan” balas Dani.
“Semua kewajiban yang diemban oleh orang berpangkat tinggi memang merepotkan, tapi itu harus dilakukan” balas Kapten Rin.
“Iya aku tahu itu, tapi bukannya kau terlalu melebih-lebihkannya” ucap Dani.
“Apa maksudmu?” tanya Kapten Rin.
“Maksusku, kau tidak terlalu banyak menunjukkan ekspresimu” jawab Dani “Selama ini yang kulihat hanyalah muka seriusmu, muka mengancam, dan senyumanmu yang terlihat kaku”
“Lalu kau ingin aku melakukan apa?” tanya Kapten Rin lagi sambil memegangi mulutnya untuk memeriksa apakah bibirnya kaku.
“Cobalah untuk santai sedikit” jawab Dani singkat “Apa kau punya suatu hobi?”
“Ada, aku suka bertarung dengan lawan yang kuat” jawab Kapten Rin.
“Yah, kalau itu, aku pun sudah tahu” gumam Dani “Selain itu apa ada yang lainnya?” tanya Dani lagi.
“Ini sulit, aku tidak pernah mencoba hal lainnya kecuali latihan bela diri dan militer” ucap Kapten Rin yang menyerah untuk memikirkannya.
“Kalau begitu, cari saja mulai sekarang” ucap Dani.
“Apakah itu penting?” tanya Kapten Rin “Bukankah selama aku bisa memenuhi tugasku itu saja sudah cukup?”
“Untuk negaramu iya, tapi bagaimana dengan dirimu sendiri?” jawab Dani dengan pertanyaaan lainnya “Kau sedikit mengingatkanku pada seseorang yang suka memendam semuanya sendiri”
Ucapan Dani membuat Kapten Rin berpikir. Di saat Kapten Rin sedang berpikir, Dani melihat ada sebuah stand permainan tembak target.
“Hei, lihat, bagaimana kalau mencoba itu, kau mungkin menyukainya” Dani langsung memegang tangan Kapten Rin dan menariknya mendekati stand itu.
“Lihat Rin, apa ada yang kau inginkan?” tanya Dani sambil mengambil tembak mainan yang disediakan dan membayar penjaga stand itu. Hadiah yang ada di stand itu adalah aksesoris biasa untuk warga biasa dan aksesoris militer untuk anggota Zombie Resistance. Kapten Rin melihat dan merasa kalau tidak ada yang dia inginkan disana.
“Aku tidak menemukan hal yang berguna disini” ucap Kapten Rin.
__ADS_1
“Sudah kubilang untuk santai saja kan, pilih saja secara acak” balas Dani.
“Kalau begitu bagaimana dengan yang paling jauh dan paling atas? Kau pasti bisa mendapatkannya kan?” tanya Kapten Rin.
“Kau pikir aku siapa?” Dani kemudian langsung membidik dengan tembak mainan yang di tangannya itu. Dani diberi tiga buah peluru yang artinya tiga kali kesempatan menembak. Dengan jarak 5 meter dan peluru mainan yang sedikit ringan itu biasanya akan membuat orang kesulitan untuk mendapatkan hadiahnya, namun bagi Dani itu bukan masalah. Dani menembakkan tembakan pertamanya dan meleset. Kapten Rin terkejut melihat Dani bisa meleset dan ingin menanyakannya, tapi sebelum Kapten Rin bertanya, Dani sudah menjawabnya.
“Baiklah, aku sudah mengerti” ucap Dani tersenyum. Setelah itu Dani menembakkan peluru selanjutnya dan langsung mengenai hadiah yang dia incar.
“Kena!” ucap Dani senang “Karena masihada satu peluru lagi” Dani mengisi ulang pelurunya ke dalam tembak mainan itu dan menembakkannya lagi dan sekali lagi tembakannya mengenai tepat ke hadiah yang dia incar. Kapten Rin melihat reaksi penjaga stand yang terkejut dan merasa bangga kepada Dani. Merasa sedikit tidak rela, penjaga stand itu mengambil hadiah yang tertembak dan memberikannya ke Dani.
“Lihat ini, aku mendapatkannya” ucap Dani yang menunjukkan hadiah yang dia dapatkan. Dani menunjukkan dua hadiah yang dia dapatkan, satunya adalah sebuah kalung dengan sebuah emblem segi lima sebagai gantungannya dan dua buah gantungan kunci berbentuk peluru.
“Aku tahu kau pasti bisa mendapatkannya, tapi kenapa tembakan pertamamu meleset?” tanya Kapten Rin.
“Oh, itu untuk percobaan” jawab Dani “Tembak mainan dan senjata asli memiliki performa yang sangat berbeda, jadi aku harus mencobanya sekali untuk menentukan cara terbaik untuk menggunakannya”
“Jadi begitu ya, kukira kau kehilangan kemampuanmu” ucap Kapten Rin.
“Tentu saja tidak, aku memiliki penglihatan yang bagus, jadi aku dapat memeriksa dan menganalisa sesuatu dengan tepat, jadi aku yakin dengan kemampuanku dalam menembak menggunakan senjata apapun” ucap Dani menjelaskan “Jadi bagaimana? Kau mau mencobanya?” tanya Dani.
“Tentu, aku tidak pernah menggunakan tembak mainan sebelumnya, jadi ini akan menjadi pengalaman yang bagus” Kapten Rin kemudian membayar penjaga stand itu dan kemudian mulai menembak, sayangnya tembakan Kapten Rin meleset semua.
“Yah, memang sedikit sulit untuk menembak dengan senjata yang ringan” ucap Dani mencoba menyemangati Kapten Rin.
“Ini tidak benar” ucap Kapten Rin “Berikan aku peluru lagi” pinta Kapten Rin yang sekali lagi membayar penjaga stand itu. Kapten Rin tidak mau mengakui kekalahannya, dia memainkan permainan menembak itu sampai tiga kali hingga akhirnya tembakannya mengenai sebuah hadiah.
“Kena!” ucap Kapten Rin dengan semangat “Aku mengenainya” Kapten Rin terlihat sangat senang karena akhirnya dapat menembak hadiahnya, saking senangnya sampai dia memeluk Dani yang ada di sebelahnya.
“Ah iya kerja bagus” ucap Dani dengan nada yang sedikit bergumam karena berbicara di dekapan Kapten Rin. Setelah Kapten Rin melepaskannya, Dani langsung mencoba menenangkan dirinya karena baru saja dia merasakan sesuatu yang empuk dan nyaman.
“Lihat Dani, aku mendapatkan ini” Kapten Rin dengan bangganya menunjukkan hadiahnya, yaitu sebuah tas kecil yang biasa dibawa perempuan saat festival. Melihat Kapten Rin yang bersenang-senang itu membuat Dani sadar kalau Kapten yang terlihat sangat mengintimidasi dan tegas yang dia tantang dulu ternyata bisa bersikap seperti itu.
“Bagaimana? Menyenangkan bukan?” tanya Dani.
“Iya” jawab Kapten Rin “Aku tidak pernahmenyangka ada hal lain yang menyenangkan selain bertarung melawan lawan yang kuat, apakah ada yang lainnya” tanya Kapten Rin tidak sabar.
“Itu semua tergantung padamu, tapi masih banyak permainan yang menarik yang kutemukan sejak tadi” jawab Dani.
__ADS_1
Setelah itu Dani dan Kapten Rin mulai menyusuri barisan stand yang ada itu dan mencoba memainkan semua permainan yang ada. Mereka mencoba berbagai hal, dari permainan kecil seperti memancing ikan, mengukir permen, sampai permainan besar seperti adu kekuatan, lempar cincin, dan sebagainya. Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat dan mereka berdua akhirnya beristirahat di sebuah kursi di samping lampu jalan.