
Dua minggu telah berlalu, Dani sekarang mulai menyeimbangi pergerakan Red dan mulai bisa menangkis serangan Red, namun hanya sebatas itu saja, Dani masih belum pernah sekalipun mendaratkan serangan ke tubuh Red. Hari ini, Dani berlatih lagi sampai siang hari, walaupun dia memang merasa menjadi lebih baik dari sebelumnya, tapi Dani merasa waktunya semakin menipis dan mulai terburu-buru dan akhirnya performanya menjadi lebih buruk dari biasanya.
“Cukup! Istirahat sebentar” ucap Red setelah menendang Dani hingga terjatuh di tanah “Kau menjadi lebih buruk dari kemarin, tenangkan dirimu dulu” Red mengambil minuman yang sudah disediakan Blue dan mulai meminumnya sambil melihat dog tag milik Kapten Indonesia yang diberikan oleh Wahyu kepada Blue sebelumnya.
“Sial! Kalau begini terus tidak akan bisa, aku harus berusaha lebih keras lagi!” teriak Dani kesal dengan dirinya sendiri. Dani berdiri dan mengatur nafasnya, di saat itu juga, Blue sudah ada di belakangnya.
“Apakah ada yang mengganggumu?” tanya Blue yang mengagetkan Dani dan membuatnya langsung menoleh ke arah Blue.
“Kau membuatku kaget” ucap Dani “Aku hanya berpikir kalau latihan seperti ini terus tidak akan bisa membuatku bertambah kuat dengan cepat” Dani memperhatikan tubuhnya dan kedua tangannya yang terlihat penuh dengan goresan-goresan dari tanah setiap dia dijatuhkan oleh Red “Dan juga waktunya juga semakin menipis”
“Hmm, begitu ya” Blue menaruh satu tangannya di dagunya dan mulai berpikir, setelah beberapa detik, Blue menemukan suatu solusi yang menurutnya akan membantu “Apa kau mau mencoba CQGC yang sebenarnya?”
Mendengar hal itu Dani langsung bersemangat lagi, di dalam pikirannya dia sudah sangat menunggu kalimat itu keluar tidak peduli dari Blue ataupun Red “Iya! Aku ingin!” jawab Dani tidak sabar.
“Baiklah kalau begitu” ucap Blue tersenyum dan mulai berjalan untuk menemui Red.
Dani merasa sangat tidak sabar untuk benar-benar mulai belajar CQGC, karena latihannya selama 2 minggu ini hanyalah CQC biasa, namun yang tidak diketahui Dani adalah betapa mengerikannya latihan yang menunggunya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Blue dan Red berbicara, akhirnya mereka berdua kembali menemui Dani yang masih tidak sabar menunggu mereka berdua.
“Kau yang meminta ini, jangan menyesalinya” Red mendekati Dani dan memberikan dia satu buah pistol, Dani menerimanya dan tanpa sempat membiarkan Dani mengatakan apapun, Red mulai membuat jarak antara dirinya dan Dani “Siapkan dirimu”
Dani langsung memegang pistolnya dengan kedua tangannya, sedangkan Red langsung menunjukkan kedua tangannya yang sudah memegang masing-masing satu buah pistol, melihat itu Dani langsung kaget, namun saat Dani melihat Red mulai bergerak, Dani mempersiapkan dirinya.
Serangan pertama diluncurkan Red dengan menembakkan satu peluru dari pistolnya, tembakan itu mengarah tepat ke kepala Dani, tentu saja Dani langsung menghindar ke samping, namun di saat yang bersamaan saat peluru itu ditembakkan, Red juga langsung berlari mendekati Dani yang sedang menghindari tembakan pertama Red, Gerakan Red lebih cepat dari biasanya hingga saat Dani selesai menghindar kesamping, Red sudah ada di depan Dani dan langsung memukulkan ujung pistol yang ada di tangan kanannya ke perut Dani, tidak ada waktu untuk menangkis dan menghindar dari serangan Red, Dani mempersiapkan tubunya untuk menerima pukulan dari Red, di saat Red telah memukul Dani dan membuatnya tersentak kebelakan, Red langsung melepaskan 6 tembakan dari kedua pistolnya itu dan semuanya mengenai tubuh Dani, Dani yang menerima serangan itu langsung terjatuh ke tanah karena tidak kuat menahan rasa sakitnya. Setelah Dani terjatuh ke tanah, Red langsung menodongkan kedua pistolnya ke arah Dani, menandakan kalau Red sudah menang. Melihat hal itu, rasa tidak sabar dan semangat Dani sebelumnya langsung menghilang dan berubah menjadi rasa sakit dan putus asa.
Red meninggalkan Dani yang terbaring di tanah dan menemui Blue “Sudah kubilang dia masih belum siap”
“Tapi ucapannya juga tidak salah, waktunya kurang lebih hanya satu minggu lagi” jawab Blue.
“Mengagumkan, aku berniat hanya untuk memeriksa sejenak, namun tidak kusangka aku bisa melihat sedikit kemampuan dari anggota COLORED dengan kedua mataku sendiri” ucap Kapten Rin setelah menampilkan dirinya. Melihat ada atasan mereka berada di depan mereka, Blue dan Red langsung mengambil posisi tegak.
“Kalian tidak perlu formal, aku sedang berjalan-jalan saja” Kapten Rin mendekati Red, Blue, dan Dani, kemudian dia melihat ke arah Dani yang sedang duduk setelah terjatuh tadi “Sepertinya ada perkembangan darimu” mendengar ucapannya itu, Dani merasa sedikit bangga dengan usahanya selama ini “Tapi tetap saja, itu tidak akan cukup untuk bertahan beberapa detik melawanku” setelah merasa bangga terhadap usahanya, mendengar ucapan Kapten Rin itu langsung membuat Dani tersadar kembali atas perbedaan kemampuan Dani dengan Kapten Rin.
“Kalau boleh tahu, tujuan Kapten Rin untuk datang kemari apa ya?” tanya Blue.
__ADS_1
“Oh, itu karena Wahyu mengatakan untuk melihat sendiri bagaimana anggotanya berlatih dan dia juga mengatakan kalau dia memiliki pelatih yang dia percaya dapat membuat Dani bisa melawanku” Kapten Rin menjelaskan kenapa dia datang ke tempat latihan Dani dengan santai “Tapi mumpung aku ada disini, apakah aku boleh ikut serta dalam pelatihan ini?” ucap Kapten Rin yang sangat tertarik untuk melihat kemampuan dari dua anggota COLORED.
“Jika Kapten Rin menginginkannya, kami tidak akan menolak permintaan Kapten Rin” jawab Red. Setelah itu, tanpa memperdulikan ada seorang Kapten Negara di sana, Red mendekat ke Dani dan mengulurkan tangannya, menandakan untuk melanjutkan latihannya. Dani menggenggam tangan Red dan berdiri menggunakan bantuannya.
Latihan pun dimulai lagi dan seperti yang Dani duga, dia kembali terjatuh ke tanah karena serangan dari Red. Melihat latihan Dani dan Red, Kapten Rin merasa tidak puas karena hanya melihat latihan yang membosankan itu.
“Cukup!” teriak Kapten Rin kesal “Aku berfikir latihan ini akan menyenangkan karena bisa melihat bagaimana COLORED berlatih, tapi yang kulihat hanyalah seorang ahli yang melatih prajurit baru dengan menahan dirinya” Kapten Rin berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Dani dan Red.
“Ma’af Kapten, tapi metode berlatih kami memanglah seperti ini, jika kami memaksakan sesuatu diluar kemampuan seseorang, itu akan merusak diri mereka sedikit demi sedikit” ucap Red.
“Kalau begitu jangan lakukan hal yang sama terus menerus, biarkan dia melihat bagaimana pertarungan yang sesungguhnya” Kapten Rin melepas jaket yang selalu dia pakai itu dan memperlihatkan pakaian yang dipakai dibalik jaketnya itu, sebuah tank top yang memperlihatkan perutnya yang sixpack itu, tubuhnya yang sangat ramping namun terbentuk itu membuat Dani terkejut dan terpesona dalam saat yang bersamaan.
“Red, bertarunglah denganku” ucap Kapten Rin.
Red ragu-ragu karena, jika dia menerimanya, waktu latihan Dani akan berkurang dan itu akan membuat Dani tidak bisa mempertahankan perkembangannya. Di saat Red memikirkan hal itu, suara Blue langsung menyadarkan dirinya.
“Bukankah itu ide yang bagus Red? Lagipula, Dani juga belum pernah melihat pertarungan antara dua ahli bela diri, mungkin dengan memperhatikan, dia bisa belajar sesuatu” ucap Blue dengan nada lembut yang menenangkan. Mendengar ucapan Blue, Red langsung membuang keraguannya.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu” Red membuang kedua pistolnya ke tanah “Sebuah kehormatan bisa bertarung dengan seorang Kapten”
“Aku juga tidak sabar untuk melihat kemampuan dari tim yang ditakuti hampir seluruh negara”