Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
The Rogue 23-2


__ADS_3

“Di sini semuanya berkumpul untuk melakukan briefing sebelum keluar ke permukaan” ucap Hana menjelaskan.


“Hana” panggil Wahyu “Apa yang terjadi kepada semua orang di sini?” tanya Wahyu.


“Bukankah Danna sudah mendengarnya? Wakil Kapten Teto semakin lama semakin seenaknya sendiri dan membuat banyak orang tidak terima, akhirnya kami Bersatu dan membentuk kelompok ini dan menamainya Rogue”


“Lalu apa tujuan kalian?” tanya Wahyu.


“Kami akan mengambil alih kepemimpinan Shelter Negara Jepang” jawab Hana dengan tegas dan bersungguh-sungguh. Mendengar jawaban Hana membuat Wahyu terdiam.


“Kau yakin ingin melakukan itu?” tanya Wahyu memastikan.


“Iya, Struktur kepemimpinan Shelter Negara Jepang saat ini sangatlah buruk, jadi kami ingin mengambil alih Shelter Jepang dan menghapuskan aturan-aturan yang mengikat Survivor” jawab Hana tanpa ragu. Sekali lagi Wahyu terdiam, namun di wajahnya terlihat sedikit kekecewaan.


“Oleh karena itu kami membutuhkan Danna, kami membutuhkan pemimpin dengan kemampuan tinggi, kemampuan seorang pasukan khusus yang berhasil menyusup ke semua Negara tanpa kesulitan, kami membutuhkan bantuan dari COLORED” ucap Hana dengan bangga “Jadi, apakah Danna mau membantu kami?”


Wahyu menghela nafas “Aku menolak” jawab Wahyu tegas. Mendengar jawaban Wahyu itu membuat Hana langsung terkejut dan bingung.


“Ma’af, sepertinya saya salah dengar, bisa diulangi lagi?” tanya Hana.


“Aku menolaknya” jawab Wahyu singkat.


“Kenapa?” tanya Hana dengan nada kecewa.


“Aku tidak mau membantu orang untuk balas dendam” jawab Wahyu.


“Kami melakukan ini untuk mengambil hak kami sebagai Survivor!” teriak Hana marah.


“Kau berbicara untuk mereka yang ada di luar atau untuk dirimu sendiri?” tanya Wahyu. Pertanyaan Wahyu langsung membuat Hana tersentak dan terdiam.

__ADS_1


“Kau sudah berkembang, kau memiliki kemampuan untuk membuat orang lain mau menuruti keinginanmu, kemampuan yang paling dibutuhkan bagi seorang pemimpin” ucap Wahyu “Tapi tujuanmu itu bukanlah hal yang benar”


“Padahal saya kira hanya Danna saja yang bisa mengerti perasan saya” ucap Hana yang kemudian keluar meninggalkan Wahyu sendirian.


“Dasar, kakak dan adik sama-sama keras kepalanya” ucap Wahyu mengeluh.


“Bukankah akan lebih cepat jika kita membantu Adik Hana?” sebuah suara muncul dari belakang Wahyu, namun Wahyu tidak terkejut sama sekali.


“Bukannya aku tidak mau membantu, tapi balas dendam adalah hal yang bisa menghancurkan orang, jika Hana tidak mau melupakan dendamnya, aku tidak akan membantunya” jawab Wahyu “Lagipula, apa tugasmu sudah selesai, Gold?”


Gold keluar dari area gelap di belakang Wahyu dan menunjukkan dirinya di depan Wahyu.


“Tentu saja sudah, aku sudah memasang kamera buatan Brown di tubuh zombie mutasi itu” jawab Gold.


“Kamera?” ucap Wahyu bingung.


“Tidak kusangka dia semakin hebat saja” ucap Wahyu kagum.


“Kalau begitu kita lanjut ke masalah lainnya, apakah kau mengalami gejalanya lagi?” tanya Gold memastikan dugaannya.


“Tidak kusangka kau sampai mengetahui hal itu juga” jawab Wahyu santai “Apa itu dari pembicaraanku dengan Hana? Atau saat aku kembali dari jalan-jalanku tadi?”


“Bisa dibilang keduanya” jawab Gold “Kenapa kau tidak langsung meminta vaksinnya?” tanya Gold lagi.


“Karena sudah tidak ada yang bisa membuatnya lagi dan aku tidak ingin menggunakannya hanya untuk masalah sepele” jawab Wahyu.


“Masalah sepele ya” ucap Gold tertawa kecil “Mari kita lihat sesepele apa itu”


Gold kemudian tiba-tiba menendang tubuh Wahyu dan mendorongnya mundur.

__ADS_1


“Apa maksudnya ini?” tanya Wahyu kesal.


“Kita sudah lama tidak latih tanding kan? Bagaimana kalau kita lakukan sekali?” jawab Gold yang sudah memasuki kuda-kudanya.


“Kau membuang-buang waktuku” balas Wahyu yang ingin keluar dari ruangan itu, namun Gold menghalanginya.


“Minggir” ucap Wahyu dengan nada mengancam.


“Gejala yang paling awal adalah emosi dan kontrol tindakanmu menjadi sulit” ucap Gold “Dan perilakumu akan berubah mengikuti apa yang dikatakan oleh instingmu” Gold menendang Wahyu sekali lagi dan membuatnya terdorong mundur.


“Jangan menghalangi jalanku” ucap Wahyu yang kini menjadi makin geram.


“Setelah diprovokasi beberapa kali, instingmu akan mengidentifikasi semua yang ada di sekitarmu sebagai musuh” ucap Gold. Gold menendang Wahyu lagi, namun kali ini tendangan Gold ditangkap Wahyu hanya dengan satu tangannya.


“Akhirnya, instingmu akan meningkatkan seluruh performa tubuhmu” ucap Gold yang mulai bersemangat.


Wahyu yang sedang memegang kaki Gold itu langsung menggenggam betisnya dan melemparkan tubuh Gold ke samping, untungnya Gold langsung menstabilkan badannya dan mendarat dengan aman.


“Waktu itu kau harus menembak kakimu sendiri agar kami bisa menyuntikkan vaksinnya, namun kali ini, aku ingin mengalahkanmu dengan tanganku sendiri” ucap Gold.


Wahyu dan Gold saling menatap satu sama lain, mereka saling memprediksi gerakan apa yang akan mereka lakukan dulu. Suasana di sekitar mereka menjadi dingin dan hening, setelah beberapa menit, akhirnya Wahyu melakukan gerakan pertamanya. Wahyu langsung berlari dengan kecepatan yang tidak normal dan mendekati Gold dalam hitungan detik dan langsung memukul ke arah wajah Gold, namun Gold berhasil menepis pukulan Wahyu dengan tangannya. Melihat serangan pertamanya tidak berhasil, Wahyu melanjutkannya dengan melancarkan runtutan pukulan ke arah Gold, tapi Gold dapat menangkis semua pukulan Wahyu dengan mudah.


“Instingmu memang meningkatkan performa tubuhmu, tapi gerakanmu menjadi mudah diprediksi” ucap Gold sambil terus menangkis pukulan Wahyu.


Gold menangkap kedua tangan Wahyu dan akan melakukan serangan dengan lututnya, namun Wahyu membenturkan kepalanya ke kepala Gold dan membuat jarak di antara mereka.


“Aw! Aku lupa kalau terkena serangan itu rasanya sakit sekali” ucap Gold mengeluh “Baiklah, Waktunya serius”


Kali ini giliran Gold, dia langsung berlari dan mendekatkan jaraknya dengan Wahyu. Gold melancarkan pukulannya dan Wahyu juga meluncurkan pukulannya, kedua kepalan tangan mereka bertubrukan dan mementalkan tubuh mereka berdua ke belakang sedikit, namun Gold langsung melanjutkan serangannya dengan sapuan kaki, Wahyu membalasnya dengan sapuan juga, namun sebelum kaki mereka saling bertemu, Gold menghentakkan kakinya ke tanah dan menerjang Wahyu dengan tubuhnya, karena posisi tubuh Wahyu yang tidak stabil, Wahyu langsung terjatuh di tanah. Gold tidak menyia-nyiakan kesempatannya dan mengunci kedua tangan Wahyu dan mencoba untuk membuat Wahyu diam agar Gold bisa menyuntikkan vaksinnya, Wahyu meronta-ronta dengan kuat dan hampir melepaskan kuncian Gold, untungnya Gold sudah menyuntikkan vaksinnya dan dengan hitungan detik, Wahyu langsung menjadi tenang.

__ADS_1


__ADS_2