
Septian, Wahidyn, dan Red datang membawa mobil militer yang dikendarai oleh Wahidyn, sedangkan Septian dan Red berada di bagian belakang dengan semua senjata yang mereka punya.
“Bantuan artilerimu sudah datang, apa ayng harus kitalakukan selanjutnya?” ucap Septian.
“Simpen ledakannya untuk yang terakhir, selain itu, gunakan semua yang ada, tembak di bagian tulang rusuk bagian atas yang melindungi tengkoraknya!” jawab Wahyu.
“Siap! Wahidyn kemudikan dengan baik oke, jangan biarkan kami jatuh” ucap Septian yang mengambil minigun yang dia bawa “Red! Aku tidak terlalu memiliki banyak akurasi, jadi biarkan aku yang mengurusi halangannya, kau tembak saja saat terget terlihat dengan jelas” ucap Septian.
Red tidak mengatakan apapun dan hanya mengangguk sambil menyiapkan sniper rifle miliknya.
Wahidyn mulai menancap gas dan mulai mengendarai mobil militer itu mendekati Butcher. Septian dengan minigunnya menembaki perut Butcher yang sedang memegangi tangannya yang baru saja diledakkan oleh Septian menggunakan grenade launcher. Setiap tembakan Septian sedikit demi sedikit menghancurkan daging perut Butcher yang menutupi tulang rusuk yang menjadi target mereka. Butcher mencoba melindungi perutnya dengan tangannya yang tidak terluka, namun peluru minigun milik Septian dapat menembus tangannya dan memberikan banyak lubang di tangannya, hal itu membuat Butcher mengamuk dan langsung melesatkan ususnya ke arah mobil yang melaju di depannya itu. Wahidyn dengan cekatan mengemudikan mobilnya dan menghindari usus Butcher yang melesat ke arahnya dan terus mendekati Butcher, Wahidyn mencoba untuk terus berada di dekat Butcher, karena saat pertama kali Butcher melesatkan ususnya, arahnya pasti selalu lurus, setelah melesat untuk beberapa meter, barulah ususnya bisa berganti arah, Wahyu sudah menjelaskan hal itu saat pembuatan rencana barunya tadi. Setelah berhasil menghindari serangan Butcher, Septian kembali terus menembaki perut Butcher hingga peluru minigunnya habis, setelah pelurunya habis, Septian langsung mengambil grenade launchernya tadi yang pelurunya sudah diisi ulang oleh Red dan menembakkannya ke perut Butcher, ledakan itu langsung memperlihatkan terget mereka, tulang rusuk yang melindungi tengkorak butcher dimana otaknya disimpan. Red langsung menembak retakan yang terlihat pada tulang rusuk Butcher sampai pelurunya habis, setelah habis, Red akan melemparkan sniper riflenya kepada Septian dan Septian akan melemparkan Sniper Rifle lainnya, Red kemudian akan menembakinya lagi dan Septian akan mengganti magazine sniper rifle yang telah habis pelurunya serta mengisi ulang peluru minigunnya. Hal itu dilakukan berulang kali hingga pada akhirnya tulang rusuk yang melindungi tengkorak Butcher patah dan memperlihatkan tengkorak yang melindungi otaknya itu dengan jelas. Butcher meraung kesakitan dan meronta-ronta, membuat getaran yang cukup besar untuk mengganggu Wahidyn menggendarai mobilnya.
“Wahidyn, peluru kami sudah habis semua, tinggal beberapa peluru grenade launcher” teriak Septian “Kau sudah boleh melakukannya!”
“Aku juga sudah terlalu lelah mengendarai mobil sambil menghindari usus yang mengerikan itu” gumam Wahidyn “Pegangan!” teriak Wahidyn.
__ADS_1
Septian dan Red berpegangan pada sisi mobil dengan erat. Wahidyn langsung menancap gasnya mengendarai mobilnya itu menuju tepat ke tubuh Buthcer. Melihat mobil yang menuju ke arahnya, Butcher mencoba menghempaskan mobil itu berkali-kali menggunakan ususnya, tapi Wahidyn bisa menghindari semua serangan itu dan akhirnya menabrakkan mobil berkecepatan tinggi itu ke badan Butcher hingga menancap di bagian bawah perutnya dan membuat Butcher meraung kesakitan. Selagi Butcher mencoba melepaskan mobil yang menabraknya itu, Wahidyn, Septian, dan Red turun dari mobil itu dan berlari ke tempat Wahyu berada.
“Yu! Aku sudah melakukan persis yang kau katakan, jangan sampai meleset!” teriak Wahidyn yang berlari ke arah Wahyu yang sudah bersiap dengan pistol revolver miliknya yang dia modifikasi dengan tambahan scope.
“Aku tidak seakurat Dani, tapi akan kupastikan tembakan ini mengenai targetnya” ucap Wahyu. Wahyu terus memperhatikan Butcher sambil menunggu waktu yang tepat untuk menembak, juga menunggu teman-temannya itu berada diluar jangkauan ledakan.
Butcher akhirnya secara perlahan mengangkan mobil yang menabraknya itu ke atas untuk melihat siapa yang menabraknya. Wahyu terus memperhatikan Butcher sampai akhirnya mobil yang diangkatnya itu berada di dekat tulang rusuknya yang patah tadi. Wahyu langsung menembak tepat ke arah tangka mobil itudan membuatnya meledak dan menimbulkan asap yang cukup banyak. Asap itu membuat Wahyu tidak bisa melihat apakah hasil yang dia inginkan terjadi atau tidak, tapi selama mobil itu meledakkan bagian perutnya, itu sudah cukup. Wahyu menghampiri ketiga temannya itu dan membantu mereka untuk pergike tempat yang aman, dikarenakan Wahidyn yang staminanya paling sedikit, Wahyu meminta asep untuk menggendongnya dan Wahyu akan membantu dengan menahan beban Wahidyn dengan tangannya agar mereka bisa ke tempat aman sebelum terkena serangan dadakan seperti sebelumnya.
Setelah beberapa detik, asap yang menutupi tubuh Butcher telah hilang dan Wahyu, serta kelompok Septian sudah berada di tempat yang tidak terlihat oleh Butcher. Wahyu kembali mengintip keadaan Butcher dan ternyata hasil yang diharapkannya terjadi, tulang rusuk besar yang patah tadi menancap kebagian belakang perut butcher dan menancapkan tubuh Butcher dengan bangunan yang disandarinya, hal ini membuat pergerakan Butcher menjadi lebih terbatas. Wahyu merasa lega dengan apa yang terjadi, namun saat Wahyu kembali melihat Butcher, dia tiba-tiba merasa merinding, seperti sesuatu yang buruk akan terjadi. Setelah terdiam untuk beberapa saat, Butcher tiba-tiba membuka perutnya dan menyemprotkan asam lambungnya kemana-mana, asam itu melelehkan apapun yang disentuhnya dan membuat area di sekitar Butcher menjadi penuh dengan asam yang sangat berbahaya, tapi bukan itu saja, asam yang dia keluarkan itu ternyata juga menarik zombie-zombie yang ada di sekitar sana. Satu demi satu zombie mulai muncul dari segala arah dan berkerumun di sekitar Butcher. Setelah berkumpul cukup banya zombie, Butcher mengambil sekurumunan zombie itu dengan tangannya dan memasukkannya kedalam perutnya yang masih beregenerasi secara perlahan, tulang rusuk Butcher pun langsung menangkap dan mencabik-cabik tubuh zombie yang masuk menjadi bagian kecil dan setelah itulah Wahyu menyadari hal yang mengerikan. Setiap bagian zombie yang tercabik itu perlahan menyatu dengan tubuh Butcher dan mempercepat regenerasi perutnya.
“Jika aku bisa, aku ingin berada di sana secepatnya, tapi kami mendapat sedikit masalah disini” jawab Dani melalui communicatornya. Setelah ucapan Dani, terdengar suara raungan yang tidak asing oleh Wahyu dan Timnya, raungan Scratcher.
“Sial! Tidak ada pilihan lain, Wahidyn keluarkan seluruh amunisi di tasmu, kita akan memperlambat regenerasi Butcher dengan mengurangi jumlah zombie yang bisa dia makan, jika dugaanku benar, zombie itu hanya memakan zombie yang masih bergerak karena ada beberapa mayat zombie yang tergeletak di sekitarnya tapi tidak dia ambil” suruh Wahyu sambil menjelaskan dugaannya.
“Sep, Red, kalian masih bisa lanjut kan?” tanya Wahyu memastikan.
__ADS_1
“Iya, tapi hanya menggunakan senjata ringan, jika aku membawa minigun lagi, aku tidak yakin bisa menghindar” jawab Septian.
“Masih dalam keadaan optimal” jawab Red singkat.
“Wahidyn kau bertugas untuk mempersiapkan magazine, kau tidak perlu memberikannya secara langsung cukup lempar ke arah orang yang membutuhkan, biarkan kami mengambilnya sendiri” ucap Wahyu.
“Tunggu, aku juga bisa bertarung” balas Wahidyn tidak terima.
“Iya, aku tahu, tapi kami memerlukan orang yang bisa mempermudah pergerakan kami dan kami tidak bisa terus-menerus pergi kepadamu untuk meminta amunisi” jawab Wahyu “Aku tidak mengatakan kau tidak bisa bertarung, tapi pada saat ini peran sebagai penyedia amunisi sangat dibutuhkan”
Mendengar ucapan Wahyu, Wahidyn mulai mengerti dan menerima tugasnya.
“Baik, akan kubantu kalian dari belakang sebisaku” ucap Wahidyn.
“Aku akan meninggalkan pistolku disini, untuk jaga-jaga jika ada zombie yang mendekatimu” ucap Wahyu yang menaruh pistolnya di dekat Wahidyn.
__ADS_1
“Baiklah, sampai Dani menempati posisinya, kita akan bertahan disini!” ucap Wahyu yang sudah siap dengan pistolnya. Septian yang membawa assault rifle dan Red yang menggunakan SMG juga bersiap di sampingnya.