
“Jangan kehilangan fokusmu, jangan lepaskan pandanganmu dari musuhmu apapun yang terjadi”
Sebuah kalimat muncul di pikiran Dani. Setelah istirahat selesai, Dani kembali ke ruang persiapannya untuk melakukan persiapan apapun yang dia butuhkan.
“Entah kenapa, kalimatnya terus terngiangdi kepalaku” ucap Dani setelah teringat ucapan Wahyu saat latihannya.
“Aku harus fokus, dia mempercayakan semuanya padaku, aku harus bisa melakukan ini” gumam Dani.
Setelah beberapa saat, suara pembawa acara terdengar dan pintu menuju arena telah terbuka. Dengan membawa kedua Sniper Rifle yang sudah dia persiapkan, Dani memasuki pintu itu.
“Jangan khawatir, selama kau yakin dengan kemampuanmu sendiri, kau akan bisa melakukan rencana yang kusiapkan”
Sekali lagi, ucapan Wahyu muncul di pikiran dani, bersamaan dengan sorakan penonton yang menyambut kedua peserta pertandingan ketiga itu.
“Baiklah semuanya! Kedua peserta telah memasuki arena, mari beri sorak sorai yang meriah!” ucapan pembawa acara itu memancing sorakan yang meriah dari penonton “Baiklah, akan kujelaskan peraturannya” pembawa acara membuka sebuah kertasdan mulai membaca isinya “Pertama, pihak penantang boleh menambahkan satu aturan tambahan. Kedua, kemenangan akan ditentukan Ketika salah satu pihak berada di situasi tidak bisa melawan balik. Ketiga, selain peraturan pertama, kedua, dan peraturan tambahan, tidak ada larangan apapun dalam menggunakan apapun di dalam pertandingan. Jadi seperti itulah peraturannya, langsung saja kita mulai dengan menanyakan apakah ada peraturan tambahan yang ingin ditambahkan oleh pihak penantang, silahkan peserta Dani”
Semua kamera langsung menyorot Dani dan menampilkannya di monitor.
“Kau akan diberikan sebuah kemudahan, pikirkan dengan baik apa yang bisa menguntungkan seorang Sniper di sebuah pertandingan satu lawan satu” Dani teringat lagi dengan ucapan Wahyu.
“10 meter” ucap Dani “Aku ingin jarak awal kami berada kurang lebih 10 meter”
“Itulah katanya, seperti yang diduga dari seorang ahli penembak jarak jauh, peserta Dani meminta jarak awal sejauh 10 meter di antara kedua peserta, tapi sebelum itu, apakah pihak yang ditantang, Kapten Rin menerimanya?” setelah pembawa acara mengucapkan hal itu, kamera berpindah menyorot Kapten Rin yang sedang berdiri tegap sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
“Aku menerimanya, itu hanya 10 meter, aq bisa menggapaimu dalam waktu kurang dari 10 detik” jawab Kapten Rin dengan percaya diri.
Mendengar halitu membuat Dani sedikit kesal, namun Dani teringat kalau dia harus tenang dalam pertandingan ini.
__ADS_1
“Fokus, jangan dengarkan apapun yang dapat mengganggu konsentrasimu” gumam Dani.
“Baiklah kalau begitu, apakah kedua peserta sudah siap” tanya pembawa acara yang dijawab dengan anggukan dari Dani dan Kapten Rin “Kalau begitu mari kita hitung mundur”
“3”
Dani langsung meletakkan kedua Sniper Rifle yang dia bawa ke tanah diikuti dengan dirinya yang juga mengambil posisi tiarap dan memegan pelatuk kedua Sniper Riflenya.
“2”
Kapten Rin melakukan sedikit pemanasan dengan menggerakkan kepalanya ke kiri dan kekanan.
“3”
Dani dan Kapten Rin menatap satu sama lain dengan tajam.
“Mulai!”
“Sangat cepat, namun masih bisa ditebak” ucap Kapten Rin yang mulai berlari dengan cepat mendekati Dani diikuti dengan runtutan tembakan dari Dani yang mencoba membuat Kapten Rin tidakbisa mendekat.
Setelah 3 tembakan meleset, Kapten Rinmulaimemprovokasi Dani lagi.
“Apakah ini kemampuan yang kau banggakan itu” tepat setelah mengucapkan itu, Gerakan Kapten Rin tersentak dan hampir terjatuh. Kapten Rin memeriksa kaki kirinya dan terlihat sebuah peluru yang baru saja mengenai bagian kaki di bawah lututnya. Kapten Rin kemudian melihat kearah Dani yang sedangmenatapnya dengan tajam tanpa memikirkan hal lain selain menembak target yang ada di depannya.
Kapten Rin mencoba untuk berlari lagi, namun kali ini tepat di depan langkah yang ingin dia ambil, sebuah tembakan peringatan menghentikan gerakan Kapten Rin.
Di saat itu, ingatan tentang pelatihan khusus yang Dani lakukan bersama Wahyu muncul di pikiran Dani.
__ADS_1
“Biar kuberitahu sebuah trik yang digunakan seorang ahli saat mereka berhadapan dengan seorang Sniper” ucap Wahyu di ingatan Dani “Setelah keberadaan Sniper diketahui dan berada dalam jarak pandang, seorang ahli akan selalu melihat pergerakan mata Sniper untuk mengetahui arah tembakannya, jadi kenapa tidak mencoba untuk melatih kemampuan multi taskingmu” sambungnya ayng kemudian menyuruh Dani untuk menembak target yang bergerak namun sebelum menembak Dani harus melihat ke arah lainnya.
Kembali ke pertandingan, Kapten Rin dan Dani berhenti bergerak dan saling mengamati satu sama lain. Setelah beberapa saat, Kapten Rin mulai berlari lagi, diikuti dengan Dani yang terus berhasil menembak kaki kiri dan kaki kanan Kapten Rin, namun kali ini Kapten Rin tidak berhenti dan terus berlari. Pergerakan Kapten Rinsedikit melambat karena tembakan yang diterimanya, namun dia tidak berhenti, sampai akhirnya keluar suara Ketika sebuah senjata kehabisan peluru.
Kapten Rin berhenti sejenak untuk menghilangkan rasa sakit di kakinya dan sekali lagi mencoba untuk mengganggu konsentrasi Dani.
“Sepertinya pelurumu telah habis” ucap Kapten Rin mengejek Dani.
“Sepertinya kau lupa aku kemari membawa dua buah senjata” jawab Dani yang menembak bahu kanan Kapten Rin.
Terkejut dengan tembakan dadakan Dani, Kapten Rin mulai berlari lagi mendekati Dani sambil melindungi tangannya dengan cara menyilangkan kedua tangannya dan memposisikannya di depannya sambil terus berlari mendekati Dani.
Di saat itu, Dani bergumam “Tidak kusangka prediksimu setepat ini, kau memang menakutkan Yu”
Sebelum pertandingan dimulai, Wahyu dan Dani melakukan sedikit perencanaan dan pada saat itu, Wahyu mengatakan satu hal pada Dani.
“Carilah kesempatan dan tembaklah bahu kanan Kapten Rin” ucap Wahyu.
“Kenapa harus bahu kanan?” tanya Dani.
“Akan kujelaskan ditahap kedua, yang terpenting, menembak bahunya akan membuatnya fokus melindungi bagian pangkal lengannya tangannya dan pada saat itu akan memudahkanmu untuk terus menembak bagian kakinya” jawab Wahyu “Dan juga, cobalah untuk menghitung pelurumu dan biarkan salah satu magazine snipermu kosong, itu mungkin bisa memberimu celah untuk menembak bahunya”
Kembali ke pertandingan, Kapten Rin kini sudah berada di depan Dani dan melancarkan pukulan kuat ke arahnya. Merespon halitu, Dani melemparkan Sniper Riflenya yang kosong ke arah pukulan itu untuk sedikit mengalihkan perhatian Kapten Rin dan pada saat yang sama, megnambil Sniper Rifle satunya lagi dan langsung menghindar dengan berguling kesamping.
“Kurasa pelatihanmu membuahkan hasil” ucap Kapten Rin “Jika pukulanku tadi mengenaimu, kau pasti sudah tidak bisa bergerak”
“Iya, aku tahu itu, ada orang yang sangat berisik terus menerus memberitahuku tentang hal itu” ucap Dani yang menyinggung Wahyu karena saat pelatihan khusus bersama Wahyu, diaterusmemberitahu Dani agar untuk tidak menerima sedikitpun pukulan dari Kapten Rin.
__ADS_1
“Kau sudah tidak memiliki keuntungan jarakmu lagi, aku harap kau sudah siap untuk apa yang akan terjadi setelah ini” ucap Kapten Rin dengan niatan untuk mengintimidasi Dani.
“Iya, aku tahu” jawab Dani yang kemudian melakukan hal yang tidak akan dilakukan oleh ahli senjata jarak jauh.