
Kembali ke Septian yang memasuki ruang rapat yang dikatakan oleh Wakil Kapten Teto, di dalamnya adalah sebuah ruangan yang berukuran cukup besar dengan sebuah meja besar di tengahnya dan di sana sudah ada tiga orang lainnya yang sudah duduk di atas bantal terlihat sedang merapikan dokumen yang ada di atas meja. Salah satu dari ketiga orang itu adalah Wakil Kapten Teto yang menoleh ke arah Septian yang memasuki ruangan.
“Ah, kamu memutuskan untuk datang, kemarilah, duduk di sebelahku, rapatnya akan segera dimulai” ucap Wakil Kapten Teto mengundang Septian untuk duduk. Septian menuruti ucapan Wakil Kapten Teto dan duduk di sebelahnya, sedangkan Nana duduk di sebelah laki-laki dewasa dengan baju tradisional Jepang yang terlihat gagah dan berwibawa, dia juga mengenakan jaket unik milik seorang Kapten yang hanya digantungkan di pundaknya saja, hanya dengan itu saja Septian thu kalau orang itu adalah Kapten Negara Jepang.
“Dia adalah Septian salah satu anggota Tim Elang yang dikabarkan berhasil mengalahkan dua zombie mutasi yang mana itu adalah Scratcher di Negara Indonesia dan Butcher yang muncul di Negara Cina” ucap Wakil Kapten Teto mengenalkan Septian kepada Kapten Negara Jepang.
“Begitu ya” ucap Kapten Negara Jepang itu “Selamat datang di Negaraku, aku harap bawahanku telah memperlakukan kalian dengan baik” Kapten Negara Jepang itu mulai mengenalkan dirinya “Namaku Takahashi Yukiokiru, Kapten dari Negara ini, orang-orang disini memanggilku dengan panggilan Yukio, senang bertemu denganmu” Kapten Negara Jepang itu mengenalkan dirinya dengan nama Yukio.
“Iya, saya juga merasa terhormat bisa bertemu dengan anda” jawab Septian yang secara tidak sadar menundukkan kepalanya karena wibawa Kapten Yukio.
“Baiklah, langsung saja kita mulai rapat kita tentang pembentukan pasukan untuk memburu zombie mutasi yang beberapa kali telah menyerang gerbang Shelter ini” Kapten Yukio kemudian menekan remot yang mana mengaktifkan proyektor dan memperlihatkan sebuah gambar zombie yang terlihat seperti memakai baju pelindung yang biasa digunakan oleh samurai. Melihat itu Septian langsung terkejut karena baru kali ini dia melihat zombie yang memakai sebuah baju pelindung.
“Zombie ini kami beri nama Oni, karena tampilannya yang seperti iblis” ucap Kapten Yukio “Kami menemukannya satu minggu lalu oleh pasukan patrol yang mengitari area Shelter untuk membersihkan mayat-mayat zombie seperti yang telah di instruksikan untuk mencegah adanya zombie mutasi. Awalnya kami kira itu adalah mayat zombie yang sudah mati, namun zombie itu berada di runtuhan bangunan dan semua tubuhnya terjepit oleh banyak hal, namun saat pasukan hendak kembali, zombie itu bergerak dan mulai memakan material yang ada di sekitarnya, pasukan kami langsung mencoba menembaki zombie itu, namun karena banyak benda yang menutupi zombie itu, mereka tidak bisa mengenai kepalanya” Kapten Yukio menekan remotnya dan menampilkan gambar lainnya, kali ini gambar zombie yang tadi namun tangannya berubah menjadi sebuah pedang yang cukup panjang “Zombie itu setelah mengalami mutasi langsung membunuh pasukan dengan tangannya yang berubah menjadi sebuah pedang panjang, akhirnya yang berhasil kembali adalah satu orang tentara dengan luka di seluruh tubuhnya, tentara itu memberikan semua informasi ini seblum akhirnya menembak kepalanya sendiri agar tidak berubah menjadi zombie” setelah menjelaskan semua itu, Kapten Yukio menatap ke arah Septian “Jadi bagaimana menurutmu?” tanya Kapten Yukio.
Septian yang masih terkejut setelah melihat zombie itu hanya bisa menjawab dengan nada tidak yakin.
“Saya tidak terlalu mengerti dengan maksud pertanyaan anda” jawab Septian sesopan mungkin.
“Kalian sudah mengalahkan dua zombie mutasi kan? Yang kutanyakan adalah pendapatmu tentang zombie ini, apa menurutmu kalian bisa mengatasinya?” tanya Kapten Yukio lagi.
__ADS_1
Septian bingung, karena dia tidak seperti Wahyu yang dengan cepat bisa membuat rencana untuk mengalahkan musuhnya, Septian selama ini hanya mengikuti rencana yang dibuat Wahyu.
“Saya minta ma’af, biasanya yang menjawab pertanyaan semacam itu adalah Ketua Tim kami, jadi jika anda bertanya pada saya, saya tidak bisa langsung menjawabnya begitu saja” jawab Septian.
“Lalu, dimana Ketua Timmu ini? Kenapa dia tidak datang kesini?” tanya Kapten Yukio lagi.
Septian kaget, dia kira yang menyuruh Wahyu untuk ditangkap adalah Kapten Negara ini yang mana adalah Kapten Yukio, tapi dia menanyakan keberadaan Wahyu.
“Bukannya anda yang-“ sebelum Septian menyelesaikan kalimatnya, Wakil Kapten Teto menyelanya.
“Mari kesampingkan itu dulu, akhirnya aku menemukan pelaku pembunuhan istrimu Taka!” ucap Wakil Kapten Teto dengan keras.
“Tapi kau sudah mencarinya selama in ikan? Kau pasti ingin mengetahui informasi ini” ucap Wakil Kapten Teto mencoba membujuk Kapten Yukio.
“Lalu? Dimana pelaku yang kau katakan ini?” tanya Kapten Yukio dengan nada mengancam “Kenapa kau tidak mengetahui hal ini? Dimana pelaku itu sekarang? Siapa yang emnyuruhmu untuk bergerak tanpa izin dariku?” deretean pertanyaan dari Kapten Yukio membuat Wakil Kapten Teto terdiam tidak bisa menjawab.
Melihat Wakil Kapten Teto yang tidak bisa berkutik, Kapten Yukio menghela nafas.
“Ma’afkan aku Septian, untuk hari ini kamu bisa kembali ke ruanganmu, kita akan membahasnya lain kali dan pastikan membwa semua anggota Timmu kesini” Kapten Yukio kemudian mengeluarkan sebuah kartu berwarna putih dan memberikannya ke Septian “Untuk sementara ini adalah kartu identitas Tim kalian, aku juga sudah menyuruh Takeru untuk memberikannya ke kalian semua setelah rapat ini selesai”
__ADS_1
Septian menerima kartu putih itu “Terima kasih, akan saya sampaikan kepada teman-teman saya”
“Bagus, kalau begitu biarkan anakku memandumu untuk berkeliling ke fasilitas penting yang dibutuhkan oleh pasukan kami di sini” ucap Kapten Yukio “Nana, tolong antar Septian untuk mengunjungi fasilitas para pasukan, yah ingin berbicara empat mata dengan paman Teto” pinta Kapten Yukio kepada Nana yang ternyata adalah anak perempuannya.
“Baik ayah” jawab Nana yang kemudian berdiri dari duduknya “Aku akan memandumu ke tempat latihan pasukan Negara ini, tolong ikuti aku” suruh Nana yang mulai berjalan keluar dari ruangan.
“Iya, mohon bantuannya” jawab Septian yang mengikuti Nana. Septian menoleh ke arah Kapten Yukio dan Wakil Kapten Teto sebentar sebelum keluar dari ruangan dan terlihat suasana yang tegang diantara mereka berdua.
Meninggalkan ruangan rapat, Septian yang mengikuti Nana itu menaiki lift untuk menuju ke lantai bawah.
“Aku telah mendengar pencapaian Tim Elang sampai saat ini, jadi aku sedikit berharap bisa melihat pendapat kalian mengenai cara menghabisi Oni, jadi aku sedikit kecewa tadi” ucap Nana.
“Ma’af, tapi biasanya Wahyu yang akan menjawab pertanyaan semacam itu” jawab Septian sedikit tidak enak.
“Apakah itu nama Ketuamu? Aku jadi tidak sabar bertemu dengannya” ucap Nana.
“Yah, jika dia bisa, aku dengan senang hati akan mengenalkan dia padamu” balas Septian.
“Memangnya ada masalah?” tanya Nana penasaran.
__ADS_1
“Yah, sebenarnya ada sedikit” Septian kemudian menceritakan apa yang terjadi setelah Tim Elang sampai di Negara ini sampai saat Wahyu ditahan oleh Wakil Kapten Teto dan tuduhannya kepada Wahyu. Setelah mendengarkan cerita Septian, wajah Nana yang tadinya tegas dan terlihat cerah berubah menjadi serius dan sedikit menakutkan.