Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
Another Task To Fulfill 15-3


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, Wahyu bangun lebih awal dan langsung mandi dan berganti pakaian. Sebelum teman-temannya bangun, Wahyu sudah keluar dari kamar mereka dan pergi menuju distrik militer.


“Dilihat dari waktu Dani menemuiku, seharusnya mereka belum kembali” dengan bantuan tongkatnya untuk berjalan, Wahyu mempercepat langkah kakinya. Wahyu kini sudah bisa masuk dan keluar markas Zombie Resistance Cina dengan mudah. Karena telah membunuh Butcher hanya dengan sedikit personil, para anggota Zombie Resistance Cina menganggap Wahyu dan Tim Elang sebagai pahlawan. Wahyu masuk dan menuju ke area khusus untuk yang berpangkat tinggi dengan mudah. Wahyu menyusuri lorong sambil bertingkah seperti orang tersesat dan menanyakan dimana kamar Red dan Blue. Setelah mengetahui lokasi kamar Reddan Blue, Wahyu mulai berjalan menuju ruangan Kapten Rin.


“Sudah kuduga, karena Kapten Rin tidak ada, penjagaannya menjadi sedikit ketat” gumam Wahyu yang berjalan ke arah ruangan Kapten Rin dan menyapa anggota Zombie Resistance yang menjaga ruangan Kapten Rin.


“Selamat pagi, aku ingin menaruh laporanku juga mengambil flash driveku yang kuberikan pada Kapten Rin di ruangannya, namaku Wahyu dari Tim Elang” ucap Wahyu dengan sopan.


“Anda Wahyu dari Tim Elang yang mengalahkan zombie mutasi itu ya, sebuah kehormatan untuk saya bisa bertemu dengan anda” penjaga ruangan Kapten Rin itu langsung mendekati Wahyu dan menjabat tangannya.


“Tidak, itu adalah tugas kita sebagai Zombie Resistance bukan, untuk memastikan kelangsungan hidup ras manusia” jawab Wahyu.


“Anda benar-benar keren seperti yang saya pikirkan” penjaga itu terlihat senang “Ah, ma’af menyita waktu anda, Kapten bilang untuk membiarkan anda melakukan apa yang anda mau” penjaga itu kemudial membukakan pintu ruangan Kapten Rin “Silahkan, jika ada yang bisa saya bantu, langsung panggil saja”


“Tentu, terima kasih” ucap Wahyu yang kemudian memasuki ruangan Kapten Rin.


“Baiklah, waktunya bekerja” Wahyu mengeluarkan sebuah alat kecil dari tas pinggangnya “Kalau tidak salah data penting ada di mejanya” Wahyu berjalan ke meja Kapten Rin dan melihat ke laci meja “Ini dia” Wahyu mencoba membuka laci itu, tapi laci itu terkunci.


“Sudah lama aku tidak melakukan ini, mari kita lihat apakah aku masih bisa” Wahyu kemudian menggunakan alat yang dia keluarkan tadi, Wahyu kemudian mengotak-atik kunci laciitu dengan alatnya dan dalam hitungan detik laci itu terbuka.


“Oke, waktunya mencari” Wahyu menemukan banyaksekali dokumen yang tersusun rapi menurut abjad. Setelah beberapa menit berlalu, Wahyu sudah mengambil beberapa dokumen dengan nama COLORED, Z-Project, The Experiment, dan beberapa dokumen tanpa namanamunada segel rahasia. Wahyu mulai membuka dokumen itu dan mulai membacanya satu persatu.


“COLORED dibubarkan karena kehilangan dua anggota mereka, si Leader dan White” gumam Wahyu “Sesuai yang dilaporkan ya, baiklah, selanjutnya” Wahyu membuka dan membaca semua dokumen itu sampai akhirnya tersisa satu dokumen, yaitu dokumen dengan nama Z-Project. Wahyu membuka dokumen itu dan mulai membacanya.

__ADS_1


“Prof. GZ, Prof.Preimeira . . .” Wahyu menggumamkan nama professor itu satu persatu hingga akhirnya menemukan nama yang dia cari “Ketemu kau” Wahyu berhenti pada nama ilmuan yang bernama Prof. Light Grace. Wahyu membuka biografinya dan terlihat sebuah foto pria dewasa menggunakan kacamata dengan potongan rambut pendek dengan warna rambut hitam dengan beberapa rambut putih yang menandakan kalau dia sudah tua. Di dalam biografinya tertulis kalau dia berumur 56 tahun dan dia berasal dari negara Indonesia. Wahyu terus mencari informasi yang diabutuhkan, namun karena dia sadar kalau waktunya tidak cukup, Wahyu dengan terburu-buru mengembalikan dokumen-dokumen itu kembali ke laci Kapten Rin dan memastikan semuanya kembali ke kondisi yang sama seperti sebelumnya. Setelah selesai, Wahyu berdiri menggunakan tongkatnya dan tenpa dia sadari Mei sudah berada di tengah pintu ruangan Kapten Rin.


“Wahyu? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Mei.


“Ah, tidak, aku mau menaruh laporanku ini” ucap Wahyu sambil menunjukkan dokumen yang dia bawa sebelumnya “Dan karena penasarn, aku melihat-lihat isi ruangan ini”


“Kau terlalu memaksakan dirimu, kau baru saja boleh keluar dari ruang perawatan kan” Mei mendekat ke Wahyu “Sini biar kubantu, setelah ini kau mau kemana?” tanya Mei.


“Aku ada urusan dengan Red dan Blue, jadi kalau bisa, tolong bantu aku ke sana” jawab Wahyu.


“Kamar mereka cukup jauh dari sini kau tahu, kenapa kau tidak minta teman-temanmu untuk mengirimkan laporanmu?” ucap Mei yang membantu Wahyu untuk berjalan.


“Aku tidak mau merepotkan mereka lagipula aku juga ingin membiasakan diriku untuk berjalan menggunakan tongkat ini walaupun hanya untuk sementara” jawab Wahyu.


“Jadi bagaimana rasanya berjalan dengan satu kaki?” tanya Mei.


“Aku pernah mengalami ini sebelumnya, jadi aku sudah sedikit terbiasa” jawab Wahyu.


“Kau ini terlihat sangat santai ya, padahal orang normal pasti merasa sedidh atau menyesal jika mengalami luka yang sama sepertimu” ucap Mei heran.


“Selama itu hanya luka luar, aku percaya kalau itu akan sembuh sendiri, jadi aku tidak terlalu takut dengan kemungkinan aku akan pincang atau yang lainnya” jawab Wahyu santai.


“Kau memang aneh ya” ucap Mei.

__ADS_1


“Aku akan menganggap itu sebagai pujian” balas Wahyu.


Mei tersenyum lega karena tidak perlu khawatir Wahyu akan merasa murung karena luka yang dialaminya. Setelah beberapa menit, Wahyu dan Mei sampai di depan ruangan Red dan Blue.


“Ini ruangan mereka” ucap Mei.


“Terima kasih, aku bisa sendiri mulai dari sini” Wahyu mengucapkan terima kasih kepada Mei dan mengetuk pintu kamar Red dan Blue “Red, Blue, kalian ada di dalam?” tanya Wahyusambil mengetok pintu. Setelah Wahyu mengetuk pintu, tidak terdengar jawaban dari dalam, namun ada beberapa suara benda jatuh dan suara selotip yang sedang dipakai.


“Ma’af, tadi saya sedang melakukan sesuatu, apakah anda menunggu lama?” ucap Blue yang membukakan pintu. Blue melihat ke arah Wahyu dengan tersenyum, namun saat melihat Mei bersama dengan Wahyu membuat senyuman Blue sedikit berubah.


“Ah Nona Mei, aku tidak melihatmu disana, apakah ada yang bisa ku bantu?” tanya Blue dengan nada mengejek.


“Tidak, aku tidak butuh apapun, aku hanya membantu Wahyu yang tersesat karena mencari kamar kalian dan juga sedikit mengakrabkan diri satu sama lain” balas Mei dengan nada sombong.


Setelah itu, seperti biasanya, Mei dan Blue saling menatapsatu sama lain dengan tajam.


“Sudah sudah, jangan seperti itu” ucap Wahyu menenangkan Blue “Mei, terima kasih sudah membantuku kesini, aku ada beberapa urusan dengan Red dan Blue”


“Sama-sama, jika kau butuh apa-apa suruh saja seorang staff yang ada disini untuk memanggilku, aku akan segera datang” ucap Mei kepada Wahyu “Kalau begitu aku pergi dulu”


“Iya, sekali lagi terima kasih” ucap Wahyu. Mei melambaikan tangannya dan meninggalkan Wahyu dan Blue.


“Nah, Blue, boleh aku masuk?” tanya Wahyu.

__ADS_1


“Tentu saja, silahkan” jawab Mei sambil menahan pintu kamarnya terbuka untuk Wahyu. Wahyu kemudian memasuki kamar Red dan Blue, setelah Wahyu sudah masuk ke dalam, Blue menutup pintu kamarnya.


__ADS_2