Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
A Truth Or A Lie 20-3


__ADS_3

Mendengar ucapan Takeru yang terdengar jujur dan serius membuat anggota Tim Elang tersentak.


“Aku tidak mempercayaimu!” teriak Septian “Itu pasti tuduhan palsu!”


“Tapi itu adalah kenyataannya, bahkan aksinya juga terekam di CCTV” ucap Takeru.


“Tunjukkan padaku! Aku yakin kalau itu bukanlah dia!” Septian masih tidak bisa mempercayai perkataan Takeru, karena selama dia mengenalnya, Wahyu bukanlah orang yang bisa membunuh seseorang bahkan jika orang itu adalah musuhnya.


“Untuk itu saya tidak bisa melakukannya, rekaman itu adalah sebuah barang bukti yang penting dan disimpan di tempat yang tidak bisa diakses tanpa persetujuan Kapten” ucap Takeru.


“Itu artunya masih ada kemungkinan kalau itu bukan Wahyu kan?!” Septian semakin marah karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


“Septian, cukup” ucap Rin mencoba untuk menenangkan Septian. Septian sudah tidak mau mendengarkan perkataan orang lain lagi dan memutuskan untuk pergi ke balkoni.


“Aku akan mengurusnya” ucap Wahidyn “Kalian tolong cari tahu semua yang bisa kalian dapatkan dari dia” Wahidyn mengikuti Septian keluar ke balkoni.


“Ma’af, kami sangat mempercayai Ketua Tim kami dan melihat kelakuan dan sifatnya, yang kau katakan itu sangatlah sulit dipercaya” ucap Rin meminta ma’af atas perlakuan Septian.


“Tidak, saya juga minta ma’af, tapi yang saya katakan adalah apa yang saya dengar dari Wakil Kapten sendiri dan beliau juga menunjukkan foto rekaman itu” balas Takeru dengan sopan.


“Kalau begitu bisakah kau ceritakan dengan jelas isi rekaman itu?” tanya Rin.


“Baik, akan saya ceritakan ulang sedetail mungkin” Takeru mulai bercerita “Rekaman yang ditunjukkan kepada kami semua adalah rekaman saat terjadinya kebakaran di kediaman Kapten beberapa tahun yang lalu” Takeru mengingat kembali isi rekaman yang dia lihat “Saat itu, istri Kapten berada di kamarnya bersama anak termuda mereka, Nona Hana Yukiokiru. Saat itu istri Kapten sedang mencoba untuk membawa Nona Hana keluar, tapi tiba-tiba beliau dihampiri oleh seseorang yang muncul dari atap”


“Apakah itu?” Rin menduga kalau orang itu adalah Wahyu.


“Iya, orang itu adalah Grey dari pasukan khusus COLORED” jawab Takeru “Saat itu Grey mengarahkan pistolnya ke kepala istri Kapten, tapi sebelum itu mereka sedang berbicara kemudian istri Kapten berbalik dan berteriak, setelah itu Grey menembak dan membunuh istri Kapten”


Dani dan Rin masih tidak bisa mempercayai cerita Takeru, karena bahkan jika itu benar Wahyu, dia tidak akan menembak tanpa ada tujuan apapun.


“Apakah itu semuanya?” tanya Rin.


“Sepertinya masih ada beberapa detik lagi durasi dari rekaman itu, tapi kami hanya melihatnya sampai adegan itu” jawab Takeru.


“Tunggu, bukannya aneh ya jika dipotong di adegan yang terlihat menyalahkan Wahyu atas kematian istri Kapten Jepang?” ucap Dani.


“Iya, itu seperti Wakil Kapten Jepang ingin menyalahkan Grey dan mengarahkan kebencian kepadanya” ucap Rin setuju dengan Dani. Dani dan Rin berpikir sejenak, namun Rin baru sadar kalau secara tidak sadar dia baru saja menuduh Wakil Kapten Negara Jepang dan langsung menoleh ke Takeru.


“Anda tidak perlu khawatir, saya disini sebagai pemandu kalian semua, saya tidak akan marah atau mengadukan kalian hanya karena pendapat kalian semua” ucap Takeru untuk menghilangkan kekhawatiran Rin.


“Kenapa begitu?” tanya Rin.


“Saya adalah bawahan langsung dari Kapten Negara ini dan perintah yang diberikan kepada saya adalah untuk melayani Tim Elang dengan semua yang saya bisa, bahkan jika kalian semua berencana untuk memberontak” ucap Takeru dengan santai.


Dani dan Rin langsung terkejut mendengarkan ucapan Takeru, namun dari raut wajahnya dan nada bicaranya tidak menunjukkan keraguan sedikitpun.


“Kalau begtu, apa kau bisa membantu kami untuk melihat keseluruhan rekaman itu?” tanya Dani.

__ADS_1


“Jika itu yang kalian inginkan, akan saya coba untuk mencari caranya” jawab Takeru.


“Rin, jika kita bisa membuktikan kalau Wahyu tidak bersalah, semuanya akan berakhir dengan aman kan? Kalau kita bisa melihat rekaman itu, aku yakin kita bisa mendapatkan petunjuk” ucap Dani penuh harapan.


“Memang benar, tapi aku yakin itu tidak akan mudah, benarkan Takeru?” ucap Rin.


“Benar, tapi sesuai perintah dari Kapten, saya akan membantu kalian dengan seluruh kemampuan saya” jawab Takeru “Tapi saya juga membutuhkan bantuan dari kalian juga, karena melakukan semuanya sendirian sangatlah mustahil bagi saya”


“Tentu, selama kau bisa menemukan cara untuk membawa kami ke rekaman itu, kami dengan senang hati akan membantumu” jawab Rin.


“Terima kasih, secepatnya saya akan mencari cara untuk mengambil rekaman itu” ucap Takeru setelah menundukkan kepalanya sebgai ucapan terima kasih. Setelah itu radio milik Takeru berbunyi dan Takeru mengangkat radionya dan mendengarkan transmisi yang masuk. Setelah beberapa menit, Takeru kembali meletakkan radionya ke tempat radio di sabuknya.


“Sepertinya interogasinya sudah selesai, kalian boleh menemui Ketua Tim kalian sekarang” ucap Takeru.


“Benarkah?” ucap Dani tidak sabar “Sep! Wahidyn! Kita bisa menemui Wahyu sekarang!” panggil Dani denga keras. Dari balkoni Septian dan Wahidyn langsung berlari menghampiri Dani.


“Serius? Ayo cepat kesana!” ucap Septian tidak sabar.


“Kalau begitu mari saya antar” ucap Takeru yang bersiap untuk memandu anggota Tim Elang menemui Ketua Tim mereka.


Anggota Tim Elang yang dipandu oleh Takeru langsung berjalan menuju ruangan bawah tanah dimana isinya hanyalah sel penjara untuk mengurung orang-orang yang melanggar peraturan dan juga para pemberontak yang tidak setuju dengan aturan baru Wakil Kapten. Anggota Tim Elang terus berjalan hinga akhirnya sampai di depan pintu ruangan yang letaknya ada di paling ujung. Di sebelah pintu ruangan itu ada dua penjaga dengan persenjataan lengkap yang bertugas untuk menjaga pintu agar tidak sembarang orang bisa masuk.


“Saya membawa anggota Tim Elang dan saya sudah diberikan ijin untuk membiarkan mereka bertemu dengannya” ucap Takeru kepada kedua penjaga itu. Kedua penjaga itu kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan anggota Tim Elang untuk masuk. Di dalam ruangan itu masih ada penjaga lagi yang menjaga sebuah sel kecil yang ditutupi oleh kaca anti peluru dan di dalamnya ada Wahyu yang sedang duduk dengan santai sambil merakit sebuah pistol yang tidak ada amunisinya. Melihat itu, teman-teman Wahyu langsung berlari menghampirinya.


“Oy Yu! Kau tidak apa-apa?” tanya Septian dengan keras. Melihat teman-temannya terlihat khawatir, Wahyu menjawab dengan santai untuk mengurangi kekhawatiran teman-temannya itu.


“Tunggu sebentar, kenapa kau tenang sekali?” tanya Dani.


“Memangnya aku harus bagaimana? Lagipula mereka tidak melakukan apapun padaku” jawab Wahyu.


“Tkeru bilang mereka menginterogasimu, ap akh itu benar?” tanya Wahidyn.


“Oh itu ya, iya mereka memng menginterogasiku” jawab Wahyu mengingat-ingat.


“Jadi apa yang mereka tanyakan padamu?” tanya Septian penasaran.


“Mereka hanya ingin aku mengaku kalau yang ada di rekaman itu adalah aku” jawab Wahyu santai.


“Lalu apa jawabanmu?” tanya Septian lagi.


“Ya aku tidak tahu, lagipula aku kan belum pernah kesini” jawab Wahyu santai. Mendengarkan jawaban Wahyu membuat anggota Timnya itu langsung lega.


“Lihat kan, sudah kubilang dia tidak bersalah” ucap Septian bangga.


“Apakah kalian bisa mengatakan itu setelah melihat ini” ucap seseorang yang memasuki ruangan. Orang itu membawa sebuah Laptop yang masih tertutup. Orang yang baru memasuki ruangan itu memakai seragam zombie resistance dengan ciri khas seorang Kapten, namun pangkat yang terjahit di atas dada kanan dan bahu kanannya itu langsung menunjukkan kalau dia adalah Wakil Kapten Negara ini.


“Siapa kau?” tanya Dani.

__ADS_1


“Perkenalkan, namaku adalah Teto Yukiokiru, aku adalah Wakil Kapten Negara ini” jawab orang yang baru saja memasuki ruangan itu.


“Apa maksud perkataanmu barusan?” tanya Septian dengan nada mengancam.


“Buka napa-apa, aku hanya ingin kalian melihat kejadiannya dengan mata kepala kalian sendiri” Wakil Kapten Teto kemudian menaruh Laptop yang dia bawa di meja dan menghidupkannya, setelah Laptopnya hidup, dia menancapkan USDB Drive ke Laptop itu dan membuka sebuah file video.


“Nyalakan proyektornya” suruh Wakil Kapten Teto kepada penjaga yang ada di dalam ruangan itu. Satu dari empat penjaga yang ada di dalam ruangan itu langsung menyalakan proyektor yang ada dan menghubungkannya dengan Laptop Wakil Kapten Teto. Wakil Kapten Teto kemudian langsung memainkan sebuah video yang menunjukkan kejadian dimana Wahyu membunuh seorang perempuan yang sedang menggandeng tangan anak perempuan yang masih kecil.


“Setelah melihat ini, apakah kalian masih yakin kalau dia bukanlah pelakunya?” ucap Wakil Kapten Teto mencoba untuk membuat anggota Tim Elang ragu.


“Aku membantahnya” ucap Wahyu dengan santai “Aku tidak pernah mengingat membunuh orang apalagi seorang perempuan yang udah mempunyai anak”


“Bgaimana bisa kau masih bisa mengatakan omong kosong itu” ucap Wakil Kapten Teto marah “Darimanapun kau melihatnya, wajahnya itu sama dengan wajahmu!”


“Mana kutahu, mungkin saja diluar sana ada orang yang memiliki wajah yang sama denganku” jawab Wahyu masih memainkan bagian pistol yang mau dia rakit.


“Jangan bercanda, apa kau tahu apa yang terjadi setelah hari itu?! Adikku yang biasanya mengayomi rakyatnya dengan penuh perhatian dan kasih sayang langsung berubah menjadi lebih keras dan tegas pada rakyatnya juga dirinya sendiri, bahkan sampai menyuruhku untuk mengeluarkan semua aturan yang mengikat itu demi keamanan dan keselamatan keluarganya” Wakil Kapten Teto terus berbicara tentang hal apa saja yang terjadi setelah kematian istri Kapten Negara Jepang yang ternyata adalah adik dari Wakil Kapten Teto.


“Lalu?” ucap Wahyu santai.


“Apa maksudmu dengan itu?” tanya Wakil Kapten Teto kesal.


“Aku sudah mengatakannya kan, yang membunuh perempuan itu bukanlah aku dan apa yang terjadi setelahnya juga bukan urusanku atau Timku” jawab Wahyu yang kemudian berdiri dari duduknya “Kami dipanggil kesini untuk mengatasi masalah zombie mutasi baru sesuai dengan panggilan yang kami terima di Negara Cina, jadi kenapa yang menemui kami bukan Kapten Negara ini, melainkan prajurit-prajurit yang tidak ada hubungannya dan juga kau” Wahyu menatap mata Wakil Kapten dengan tatapan tajam. Melihat Wahyu yang menatapinya seperti itu, membuat Wakil Kapten Teto sedikit berkeringat.


“Tapi terserahlah, aku akan mengikuti mau kalian, tapi jawabanku akan tetap sama sampai Kapten Negara ini mau mendatangiku sendiri” ucap Wahyu yang kembali duduk dan melanjutkan kegiatannya tadi “Kusarankan untuk Wakil Kapten yang terlihat sibuk ini keluar agar tidak membuang-buang waktunya lagi” ucap Wahyu dengan tersenyum.


Wakil Kapten Teto yang kesal itu langsung menutup Laptopnya dan membawanya.


“Aku pasti akan membuatmu mengakui kejahatanmu” ucap Wakil Kapten Teto yang kemudian keluar meninggalkan Tim Elang. Setelah Wakil Kapten Teto telah meninggalkan ruangan, suasananya langsung menjadi hening.


“Hei kau? Namamu Takeru kan?” panggil Wahyu menunjuk ke Takeru.


“Iya, saya, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Takeru.


“Bisakah kau meyakinkan penjagpenjaga itu untuk meninggalkan ruangan, aku ingin berbicara pada anggota Timku tanpa ada gangguan” ucap Wahyu meminta hal yang tidak masuk akal.


“Hai yu, bukankah itu berlebihan?” tanya Dani.


“Tentu, silahkan nikmati waktu kalian” jawab Takeru yang kemudian berbicara dengan empat penjaga yang ada di dalam ruangan untuk beberapa detik yang kemudian meninggalkan ruangan bersama Takeru.


“Dia sepertinya bisa melakukan segalanya ya” ucap Dani heran.


“Itu tidak penting” ucap Wahyu “Ada yang ingin kukatakan pada kalian”


“Apa itu?’ tanya Rin penasaran.


“Aku akan kabur dari penjara ini” ucap Wahyu dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2