Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
Airport Cleaning 18-2


__ADS_3

Dani dan Rin langsung keluar dari pintu kiri dan di saat yang sama Wahyu, Septian, dan Wahdyn keluar dari pintu sebelah kanan. Tim Elang berpisah sesuai rencana dan menjalankan tugas mereka masing-masing. Dani memulai rencananya dengan menembak Scratcher dengan sniper barunya, menggunakan mode semi automatic yang menembakan peluru biasa dengan cepat dan tepat di kepala dua Scratcher yang sudah di tentukan. Kedua Scratcher itu langsung meregenerasi luka mereka dan melihat ke arah Dani dan Rin, melihat penarikan perhatian Dani bekerja dengan sempurna, Dani dan Rin mengambil jarak dengan posisi Wahyu dan lainnya.


Setelah jarak mereka sudah cukup, Dani dan Rin berhenti dengan posisi Rin di depan dan Dani di belakang.


“Setelah mengetahui kelemahan kalian, kali ini akan berakhir dengan cepat” ucap Rin yang mulai memasuki kuda-kudanya “Maju!” Rin memancing kedua Scratcher itu untuk menyerangnya.


Dani bersiap dan memfokuskan bidikannya ke Scracher yang paling jauh. Kedua Scratcher itu langsung berlari ke arah Rin untuk menyerangnya, setelah sudah dekat kedua Scratcher itu melompat menerjang Rin. Dani langsung menembak pergelangan tangan Scratcher yang di belakang dan membuatnya jatuh ke samping, sedangkan Sratcher satunya langsung dipukul oleh Rin dengan gauntletnya, namun sebelum badan Scratcher itu terpental, Rin menangkap tangan Scratcher itu dengan tangan kirina dan membantingnya ke bawah, setelah terbanting ke tanah, Rin memegang kedua tangan Scratcher itu dan menekan tubuh Scratcher itu dengan kakinya lalu memutuskan kedua tangan Scratcher itu dengan menariknya ke atas. Setelah kedua tangannya terpisah dari tubuhnya, Scratcher itu berhenti bergerak, namun tangannya masih bisa bergerak-gerak. Rin membanting kedua tangan itu ke tanah dan menginjak di bagian pergelangan tangan Scratcher dimana otak mereka berada, setelah menginjaknya satu kali, tangan dan tubuh Scratcher langsung meleleh. Dani mendekati Scratcher satunya yang sedang tergeletak tidak bisa berdiri dengan benar karena satu tangannya sudah meleleh dan menembak otak sisanya dan berhasil membunuh Scratcher itu.


“Entah kenapa ini terselesaikan lebih cepat dari yang kukira” ucap Dani.


“Itu karena kau sudah beberapa kali melawannya, jadi tubuh dan otakmu sudah bisa memikirkan cara yang lebih cepat untuk menghabisi mereka” jawab Rin.


“Kau juga, tidak kusangka kau langsung memutuskan tangannya begitu saja” balas Dani.


“Karena itu cara yang paling mudah” balas Rin.


“Ma’af jika mengganggu kalian, tapi aku butuh bantuan di sini” ucap Wahidyn melalui communicator. Dani dan Rin melihat satu sama lain dan mengangguk, kemudian langsung berlari menuju posisi Wahyu, Septian, dan Wahidyn.


Di saat yang sama saat Dani dan Rin membuat jarak, Wahyu, Septian, dan Wahidyn juga melakukan bagian mereka.


“Sep, pakai shotgunmu untuk menghentikan gerakan mereka” suruh Wahyu yang sudah menembak tiga Scratcher yang mau mengikuti kedua Scratcher yang mengejar Dani dan Rin. Setelah ditembak Wahyu, ketiga Scratcher itu langsung berlari ke arah Wahyu.

__ADS_1


“Wahidyn, senteri salah satu dari mereka sekarang!” teriak Wahyu kepada Wahidyn. Wahidyn menghidupkan senter UV miliknya dan mengaturnya ke aturan paling tinggi, setelah itu dia mengarahkannya ke salah satu Scratcher yang berlari, Scratcher itu langsung berhenti dan mencoba menutupi matanya, namun tidak ada tanda-tanda kesakitan atau apapun itu.


“Hei, Yu, sepertinya ini tidak berhasil” ucap Wahidyn dengan nada takut.


“Kalau begitu cepat kembali ke mobil!” teriak Wahyu yang langsung mulai menembaki ketiga Scratcher itu secara bergantian. Tembakan Wahyu berhasil memperlambat lari Scratcher, namun Scratcher yang disinari oleh Wahidyn tadi tetap berlari ke arah Wahidyn walaupun Wahyu sudah menembakinya agar dia fokus ke Wahyu.


Wahidyn langsung berlari setelah mendengar perintah Wahyu dan bergegas masuk ke mobil. Setelah melihat Wahidyn sudah masuk ke mobil, Wahyu akhirnya bisa fokus ke Scratcher yang ada di depannya, tapi di saat Wahyu melihat kembali ke Scratcher yang dia tembak tadi, kedua Scratcher itu sudah melompat ke arah Wahyu. Wahyu mencoba menghindari serangan Scratcher itu, namun kedua Scratcher itu menyerang di kedua sisi yang membuat jarak kabur Wahyu semakin jauh, di saat Wahyu sudah bersiap terkena serangan kedua Scratcher itu, tubuh Wahyu tiba-tiba terpental dengan cepat ke samping dan membuatnya berhasil menghindari serangn kedua Scratcher itu, ternyata Septian yang sudah bersiap di sisinya tadi itu menendang Wahyu untuk menyelamatkannya dan menggunakan pantulan dari tendangannya itu untuk melompat menjauh dan menghindari serangan kedua Scratcher itu juga.


“Fokus! Kau sendiri yang selalu mengingatkan kami!” teriak Septian yang terbaring di tanah.


“Ma’af!” ucap Wahyu yang juga terbaring di tanah. Wahyu dan Septian melihat ke arah Scratcher yang kini masing-masing melihat ke arah mereka.


“Perubahan rencana! Bunuh dengan cara apapun yang kau punya!” teriak Wahyu yang kemudian langsung berdiri dan mengambil pisau dan pistolnya.


Wahyu dan Septian bangun dan berlari ke arah Scratcher yang ada di depan mereka. Melihat musuh mereka berlari mendekat, kedua Scratcher itu membalasnya dengan berlari juga ke arah musuh mereka masing- masing dan melompat untuk menyerang mereka. Septian langsung menembak tangan Scratcher itu dan membuat serangan Scratcher itu meleset dan membuatnya jatuh ke belakangnya namun Septian tidak berhenti dan terus berlari. Di sisi lain, Wahyu juga menembak satu tangan Scratcher itu sampai otaknya terlihat dan menebasnya dengan pisaunya, Scratcher itu juga jatuh ke belakang Wahyu dan sama seperti Septian, Wahyu tidak berhenti berlari. Wahyu dan Septian berlari ke arah satu sama lain dan berpapasan.


“Tangan kanan!” teriak Septian.


“Sama!” balas Wahyu.


Septian dan Wahyu kemudian mendekati Scratcher yang sudah mereka jatuhkan. Septian langsung menghabisi Scratcher yang jatuh di belakang Wahyu tadi dengan menembak tangan kanan Scratcher itu dengan shotgunnya, cukup sekali tembak, peluru shotgun yang terpencar itu berhasil mengenai otak Scratcher itu dan membuat tubuh Scrathcer itu langsung meleleh karena kehilangan kedua otaknya. Wahyu juga langsung menembaki pergelangan tangan Scratcher yang sudah dijatuhkan Septian tadi sampai pelurunya habis dan melihat tubuh Scratcher itu meleleh, yang artinya salah satu tembakannya tadi berhasil mengenai otak Scratcher itu.

__ADS_1


Setelah berhasil menghabisi kedua Scratcher itu, Wahyu dan Septian berkumpul.


“Sudah kuduga kau pasti mengerti apa yang mau kulakukan” ucap Septian sambil mengepalkan tangan kanannya untuk melakukan tos dengan Wahyu.


“Kau juga, bisa langsung merespon sesuai yang kuinginkan” balas Wahyu yang menyentuhkan kepalan tangan kanannya dengan kepalan tangan Septian.


“Iya, aku tahu kalian memang akrab, tapi jangan melupakan teman kalian yang lainnnya” ucap Dani yang muncul bersama Wahidyn dan Rin yang masih memegang satu tangan Scratcher.


“Ada sesuatu yang aneh terjadi pada mata Scratcher yang menyerang Wahidyn, jadi aku tidak langsung membunuhnya” ucap Rin yang dengan santai memegangi tangan Scratcher yang masih bergerak-gerak.


“Benarkah?” ucap Wahyu penasaran “Aku akan melihatnya” di saat Wahyu mau berlari menuju mobil, Wahidyn menghalanginya.


“Apa kau tidak punya hal yang ingin kau katakan padaku?” tanya Wahidyn kesal. Melihat Wahidyn yang kesal itu, Wahyu menyadari kesalahannya.


“Ah iya, ma’af meninggalkanmu dengan Scratcher itu” ucap Wahyu “Tapi sebenarnya aku sudah meperkirakan kalau kau pasti akan aman di dalam mobil” sambung Wahyu menjelaskan alasannya.


“Itu tetap saja menakutkan tahu!” balas Wahidyn menolak alasan Wahyu.


“Iya, aku akan mendengarkan komplainmu nanti, aku harus melihat Scratcher itu dulu” ucap Wahyu meninggalkan Wahidyn yang masih kesal.


“Dia memiliki kepribadian yang unik ya, Wahyu itu” ucap Rin.

__ADS_1


“Yah, lama-lama kau akan terbiasa” jawab Dani.


Setelah itu, Tim Elang pun berkumpul dan melihat apa yang ingin Wahyu lakukan pada Scratcher yang sekarat itu.


__ADS_2