Zombie Resistance : The Eagle Team

Zombie Resistance : The Eagle Team
Airport Cleaning 18-1


__ADS_3

Tim Elang saat ini sedang dalam perjalanan mereka menuju ke bandara, di dalam perjalanan mereka berbincang untuk mendekatkan diri dengan anggota baru mereka yaitu Rin.


“Sebelum nanti ada salah paham, bagaimana kami harus memanggilmu sekarang?” tanya Septian pada Rin.


“Aku tidak terlalu memikirkannya, jadi kalian bisa memanggilku dengan nama apapun sesuka kalian” jawab Rin.


“Kenapa tidak tetap memanggilnya Kapten Rin saja?” sahut Wahidyn.


“Itu terlalu panjang kau tahu” jawab Septian mengeluh.


“Panggil saja namanya seperti biasa, kau tidak masalah dengan itu kan, Rin?” ucap Wahyu yang sedang memeriksa barangnya.


“Tentu, aku tidak mempermasalahkannya” balas Rin.


“Lihat, dia juga tidak mempermasalahkannya” ucap Wahyu “Lagipula aku juga akan merasa kehilangan posisiku jika kalian tetap memanggilnya Kapten”


“Mau bagimana lagi kan, Rin itu memang seorang Kapten, jadi akan sedikit tidak enak jika memanggil Namanya saja” sambung Dani.


“Jadi begitu ya, hanya kau saja yang boleh memanggilnya dengan namanya saja”  ucap Wahyu mencoba menjahili Dani.


“Oh begitu ya” sambung Septian juga ikut menjahili Dani.


“Kau pasti sangat ingin menyetir mobil ini juga kan” Wahidyn juga ikut menjahili Dani.


“Berisik lah kalian ini!” balas Dani kesal.


“Kalian memang sangat dekat ya” ucap Rin.


“Kami sudah melewati keadaan hidup atau mati bersama-sama, jadi kami saling percaya satu sama lain” jawab Wahidyn.


“Aku akan berusaha untuk membaur kalau begitu” ucap Rin.


“Jangan khawatir, disini yang sedikit sulit diajak bicara mungkin hanya Wahidyn, selain dia, kami semua orangnya mudah akrab” ucap Dani menyemangati Rin.


“Apa maksudmu Dan?” ucap Wahidyn tersinggung.


“Maksudku, kau lebih suka mengotak-atik peralatanmu daripada berbicara pada rang lain kan?” tanya Dani memastikan.


“Iya, tapi itu bukan berarti aku tidak suka diajak bicara” jawab Wahidyn.

__ADS_1


“Iya aku tahu, tapi ucapanku tidak salah kan” balas Dani.


Wahidyn terdiam karena walaupun menjengkelkan, tapi ucapan Dani ada benarnya.


“Kalau kau ingin urutan oran yang paling mudah akrab, itu pastinya nomor satu Septian, dua aku, tiga Wahyu, dan empat Wahidyn” ucap Dani lagi.


“Tidak kusangka kau berpikiran seperti itu tentangku” balas Septian “Kukira kau berpikir aku ini menjengkelkan”


“Entahlah, semua perkataanmu terasa sangat merendahkan” balas Dani yang mengepalkan tangannya karena jengkel.


“Sepertinya aku mulai paham sedikit dengan sifat kalian” ucap Rin “Tapi ada satu hal yang ignin kutanyakan sejak dulu”


Mendengar ucapan Rin membuat semua yang ada di dalam mobil penasaran.


“Wahyu, kau adalah salah satu orang yang dilatih oleh Kapten Negara Indonesia sebelumnya kan?” tanya Rin serius.


“Iya” jawab Wahyu singkat.


“Jadi kau memang ada hubungan dengan Special Force COLORED” ucap Rin sedikit lega karena dugaannya benar.


“Iya, aku juga ingin tahu, kenapa Red dan Blue memperlakukanmu seperti atasan mereka?” tanya Dani yang juga penasaran.


“Eeh, bukannya tidak sopan menanyakan masa lalu orang lain” balas Wahyu dengan nada menjengkelkan.


“Kami serius woy!” bentak Septian.


“Iya iya, aku memang ada hubungannya dengan COLORED, atau lebih tepatnya aku adalah salah satu anggotanya” jawab Wahyu santai.


“Ma’af sebelumnya, tapi sepertinya ada beberapa dari kita yang tidak tahu apa itu COLORED” ucap Wahidyn.


“Oh iya, Septian dan Wahidyn tidak mengetahui apapun tentang COLORED” ucap Wahyu baru sadar “Aku tidak bisa menjelaskannya dengan detail, tapi COLORED adalah pasukan khusus yang dibuat Indonesia untuk mencari informasi rahasia Negara lain untuk digunakan sebagai jaminan atau bahan negosiasi untuk jaga-jaga jika Negara lain menyerang Negara kita”


“Dan kau adalah salah satu dari pasukan itu? Pantas kemampuanmu sangat hebat” ucap Dani.


“Kalau begitu apa kau mengetahui sesuatu tentang pemimpin mereka?” tanya Rin “Aku ingin sekali bertemu dengannya walaupun hanya sekali”


“Eh, bukannya pemimpinnya Wahyu ya?” ucap Dani dengan satainya.


Rin yang mendengar itu langsung menoleh ke belakang “Apa itu benar?!” tanya Rin tidak percaya.

__ADS_1


“Tentu saja tidak, Dani memang suka berbicara ngawur” jawab Wahyu.


“Tapi aku pernah mendengar Blue memanggilmu dengan panggilan Leader sekali, kalau kau bukan pemimpinnya, kenapa dia memanggilmu seperti itu?” tanya Dani.


Semua orang yang ada di dalam mobil langsung menatap Wahyu, kecuali Wahidyn yang fokus menyetir.


“Yah, itu memang kebiasaannya” jawab Wahyu dengan tenang “Itu karena pemimpin COLORED dan aku seperti sebuah koin, kami memiliki peran yang sama tapi dengan sifat yang berbeda”


“Ma’af aku masih tidak mengerti bisa kau jelaskan lagi?” tanya Rin yang tidak paham dengan ucapan Wahyu.


“Aku bisa menjelaskannya, tapi sepertinya kita sudah sampai” ucap Wahyu yang mengambil pistolnya.


“Ma’af mengganggu pembicaraan kalian, tapi ada 5 Scratcher berukuran kecil di depan” ucap Wahidyn yang tiba-tiba menghentikan mobilnya “Apa rencananya?”


“Bukankah ini waktu yang tepat untuk menguji kerja sama kita” ucap Wahyu “Rin, kau membawa senjata?”


“Tentu saja” jawab Rin yang kemudian membuka tas miliknya dan mengambil gauntlet miliknya “Aku, Dani, dan Mei sudah pernah melawan makhluk itu sebelumnya, aku sudah tahu titik lemah mereka”


“Kalau begitu langsung saja” ucap Wahyu mulai memberitahukan rencananya “Dani dan Rin akan mengatasi dua yang ada di kiri, aku Wahidyn, dan Septian akan mengatasi sisanya” Tim Elang mengangguk mendengarkan instruksi Wahyu “Rin, gunakan kemampuanmu untuk menghalau serangan mereka dan jatuhkan mereka, dengan ukuran mereka yang kecil, kau bisa langsung memukul atau mencabut tangan mereka dengan kekuatanmu, Dani tugasmu untuk melindungi Rin dan membantunya untuk mengganggu pergerakan Scratcher” Dani dan Rin mengngguk “Sep, kau membawa Shotgun kan?”


“Iya, aku mengambil dua buah untuk senjata cadangan” jawab Septian.


“Bagus, kau yang akan jadi garis depan, kau tidak perlu membidik dari jauh, tunggu mereka mendekat dan tembak jatuh, aku yang akan menembak otaknya, Wahidyn kau masih punya senter ultravioletmu kan?” tanya Wahyu sambil terus menjelaskan rencananya.


“Iya” jawab Wahidyn singkat.


“Atur ke tingkat maksimal dan coba kenai mata mereka ada kemungkinan mereka masih tidak tahan dengan sinar intensitas tinggi, sekalian untuk membuktikan teoriku, jika tidak berhasil, kembali ke mobil dan berlindung” Wahyu menjelaskan peran Wahidyn dan Wahidyn mengangguk menandakan dia mengerti.


“Tambahan lagi, Rin dan Dani, jika kalian selesai dengan tugas kalian lebih dulu, langsung bantu kami” ucap Wahyu memberikan tambahan. Sekali lagi Rin dan Dani mengangguk.


“Baiklah kalau begitu, Dan tembak dua Scratcher yang ada di kiri dengan ini” suruh Wahyu yang memberikan sebuah pistol pada Dani “Jangan meleset”


“Kau pikir aku siapa” jawab Dani percaya diri.


“Aku akan menarik ketiga zombie lainnya kesini, jaga jarak kalian, jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh, tetap fokus dan perhatikan sekitar kalian” ucap Wahyu memberikan nasehat sebelum menjalankan rencananya.


“Semuanya siap?” tanya Wahyu yang melihat semua anggota Tim Elang sudah mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


“Waktunya membersihkan bandara” ucap Wahyu yang melepaskan pengaman yang ada di pistolnya.

__ADS_1


__ADS_2