(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 14 : Sakit


__ADS_3

Happy reading


“Dia sampai pingsan karena tidak dapat menahan sakit perutnya, setelah sadar nanti beri dia makan terlebih dahulu karena perutnya benar-benar kosong. Setelah itu berikan obat secara teratur sesuai dengan resep yang sudah saya berikan” jelas dokter itu pada Regan, Regan mengangguk mengerti mendengarkan penjelasan dokter pribadi nya.


“Kalau begitu saya permisi” pamit dokter tersebut keluar dari kamar Sila. Regan ikut keluar mengantar dokter itu keluar


“Jangan sampai kau membiarkannya kelaparan Regan, kau seperti tidak punya uang saja membiarkan istri mu kelaparan hingga pingsan” Regan tidak menanggapi ucapan dokter itu yang lebih mengarah ke mengejek nya, ia menutup pintu apartemen nya setelah sang dokter keluar.


Blam


Dokter itu mengelus dada nya bersabar “Untung dia anak bos” gumamnya pergi.


Beralih pada Regan yang kembali menemani Sila di kamarnya, Regan duduk di kursi yang ia sudah siapkan tadi di sisi ranjang Sila, Regan mengenggam tangan Sila dengan ibu jari yang mengelus punggung tangan nya.


Regan merasa bersalah membuat Sila berada di posisi ini sekarang, Regan terus menganggam dan mengelus tangan Sila hingga jari-jari nya bergerak membuat Regan terkejut sekaligus senang.


Sila mengerjap-ngerjapkan matanya, yang pertama ia lihat adalah wajah Regan.


Akhirnya mata Sila terbuka sepenuhnya, Sila menatap Regan yang menatapnya dengan senang dan merasa bersalah sekaigus “Akhirnnya kamu sadar juga” ujar Regan lega.


Sila tersenyum seolah-olah mengatakan ia baik-baik saja “Maaf, gara-gara gue lo seperti ini” ujar Regan, ia menganggam tangan kiri Sila dengan erat.


Sila menggeleng, tangan kanan nya terangkat memegang tangan besar Regan yang juga menganggam tangan kiri nya.


“Bukan salah kamu kok, jadi jangan merasa bersalah seperti itu” kata Sila mengulas senyum manis nya.


“Yaudah gue mau ambil makanan dulu, habis itu lo minum obat” ucap Regan berdiri dari duduk nya dan beranjak menuju dapur, ia sudah memesan bubur sebelunya  setelah mengehubungin dokter tadi.


Regan kembali dengan nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air, ia duduk di kursi nya kembali lalu manaruh nampan tersebut di atas nakas. Regan mengambil mangkuk bubur dan menyuapi Sila “Ayo buka mulutnya” kata Regan.

__ADS_1


Sila tersenyum lalu membuka mulut nya menerima suapan Regan, Regan begitu talenta menyuapi nya hingga bubur nya habis, Regan menaruh mangkuk nya lalu mengambil gelas, ia kembali membantu Sila minum


“Minum obatnya setelah beberapa menit” kata Regan menaruh gelas di atas nampan setelah Sila minum.


“Udah sekarang kamu istirahat aja ya, nanti setelah minum obat kamu baru bisa tidur” ujar Regan mengangkat nampan ingin membawanya kembali ke dapur.


Hingga ke esoka hari nya Regan terus menemani Sila, bahkan hari ini ia izin tidak masuk sekolah karena ingin menjaga Sila. Padalah Sila sudah lebih baik dari kemarin, malahan ia berniat untuk pergi kesekolah hari ini tapi Regan tidak mengizinkan nya pegi.


“Gue udah pesenin makanan buat sarapan, sekarang kita sarapan dulu” kata Regan memasuki kamar Sila, ia keluar menerima pesanan makanan mereka. Regan membantu Sila berdiri dari kasur Regan berniat menuntun Sila tapi ditolak.


“Aku bisa jalan sendiri kok Regan” tolak Sila, tapi bukan Regan nama nya jika tidak memaksa, ia memaksa untuk tetap menuntun Sila berjalan, Sila pun pasrah di tuntun oleh Regan hingga mereka sampai di dapur.


Regan mendudukan Sila dengan pelan lalu ia ikut duduk di samping Sila, ia membuka makanan yang ada di atas meja dan mendekatkan ayam krispi kesukaan Sila. Jangan tanya Siapa yang memberitahukan makanan kesukaa Sila, siapa lagi kalau buka Mama Rara.


Sebelum pengantin, ia sudah di beritahukan semuanya tentang Sila, dari kebiasaanya hingga hal-hal yang di sukai oleh Sila. Sila nampak berbinar melihat makan kesukaanya, mereka membaca doa lalu memulai sarapan nya.


“Kenapa enggak dihabiskan?” tanya Regan melihat Sila meyisakan beberapa potong ayam.


Regan menghela nafas sebelum berbicara kembali “Habisin aja, nanti siang kalau masih mau gue bisa pesenin lagi’ ucap nya.


“Gak papa kok, lagian aku udah kenyang” kata Sila. Regan menatap Sila dengan tajam, kenyang bagaimana coba Sila hanya memakan beberapa suap nasi dan satu potong ayam saja.


Seakan tau dengan tatapan Regan Sila tersenyum simpul “Kalau magh aku kambuh aku biasanya gak bisa makan terlalu banyak Regan, kalau enggak aku akan mual jadinya atau pun perut aku bisa sakit lagi” jelas nya.


“Bisa gitu?” tanya Regan polos, Sila mengangguk dan terkekeh. Ternyta ini sisi lain dari kesanganran Regan.


"Yaudah deh" Regan kembali memakan bagian nya, Sila meminum air mengakhiri sarapan nya.


"Alhamdulillah" ucap nya.

__ADS_1


Sila dan Regan pergi ke ruang tengah setelah sarapan, mereka duduk seraya menonton televisi. Tapi entah kenapa perut Sila tiba-tiba terasa sakit, sebenarnya sih Sila sudah mewanti-wanti hal ini.


Dulu saat magh nya kambuh, setelah makan perut Sila entah merasa sakit. Tapi setelah ia akan baik kembali, tapi tetap saja itu menyakitkan.


Saat televisi sedang iklan Regan melihat Sila yang tengah memegang perutnya, ia terlihat seperti menahan sakit "Lo kenapa? Perut lo sakit lagi?" tanya Regan mulai panik.


"Gak pa..pa kok" Regan segera menggendong Sila membawanya ke dalam kamar.


"Ini udah beberapa menit, sekarang minum obat ya" Regan mengambil obat dari laci nakas, lalu ia memberikan pada Sila.


Sila menelan obat itu, Regan dengan cepat memberikan nya minum "Maaf ngerepotin kamu" ucap Sila pelan.


"Ini salah gue, jadi gue bertanggung jawab aja" jawab Regan seadanya.


"Sekarang sudah mendingan kan?" tanya Regan, Sila mengangguk menanggapi nya. Regan bernafas lega, setidaknya ia tidak terlalu khawatir lagi.


"Apa perlu gue panggil dokter lagi?" tanya Regan.


"Enggak perlu Regan, aku udah mulai baikan kok" Regan mengangguk mengerti lalu duduk di kursinya kembali seperti kemarin malam.


"Kamu pasti capek kan Regan menemani aku semalaman, badan kamu pasti juga pegal tidur di sofa" kata Sila.


"Kamu ke kamar aja tidur, aku udah baik-baik aja. Lagian kamu gak pergi dari apartemen jadi gak usah khawatir cuma disebelah ruangan aja" lanjut Sila, bukan apa nya Sila berkata seperti itu. Regan tidak ingin meninggalkan nya sendiri takut Sila pingsan lagi, takut Sila sakit perut lagi terus gak ada dia dan banyak yang ia ucapkan lagi.


"Gak gue mau disi" kata Regan berdiri dari duduknya menuju sofa panjang yang ada di sana. Membaringkan tubuhnya lalu menutup matanya.


"Mimpi indah" gumam Sila tersenyum melihat Regan menutup matanya, ia seperti harus melakukan sesuatu untuk berterima kasih pada Regan yang sudah merawat saat sakit.


Sila tersenyum saat mendapat ide yang brilian menurut nya. Sila tidak ikut tertidur ia hanya berbaring karena tidak mengantuk.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2