(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 29 : Bukan Sogokan


__ADS_3

Happy reading


"Assalamualaikum" salam Sila memasuki apartemen di susul oleh Regan di belakangnya.


Mereka membuka sepatu mereka masing-masing lalu menyimpannya di rak sepatu dan memakai sendal rumah nya.


Regan duduk di sofa, sedangkan Sila langsung memasuki kamarnya untuk menggantikan seragam nya, baru setelah itu ia keluar ke ruang tengah.


"Nanti gue mau keluar ya" ujar Regan setelah Sila duduk di sampingnya.


"Hari ini enggak usah ya, besok besok kan bisa kumpul sama teman-teman kamu lagi. Untuk hari ini di rumah saja punggung kamu juga masih merah, Teman-teman kamu pasti ngerti kok Regan"


"Iya-iya" Sila tersenyum puas saat Regan menuruti nya.


"Sebagai gantinya aku akan masakin makanan kesukaan kamu" Sila berdiri dari duduknya dan beranjak menuju dapur.


Sila mulai memasakkan makanan kesukaan Regan untuk makan malam mereka nanti, butuh beberapa menit hingga ia selesai memasak. Sila mematikan kompor nya lalu mencuci tangannya.


Dia berjalan menuju kamar untuk bersih-bersih, setelah itu ia mengambil air lalu menyiapkan alat sholat nya seraya menunggu Regan datang.


Setelah beberapa menit mereka sudah selesai melaksanakan kewajiban sebagai umat islam, keduanya berjalan menuju dapur.


Sila dengan telaten menyajikan semua masakannya di meja makan, tak lupa juga ia menuangkan air untuk Regan dan untuk nya sebelum ia duduk.


Mereka memulai makan setelah berdoa. Dalam satu suapin Regan tampak sangat menyukai masakan Sila, terbukti dalam satu suapan mata Regan berbinar dan kembali menyuapi diri nya, masakan Sila memang tidak pernah mengecewakan!


Sila tersenyum melihat itu, memang benar kata orang, jika melihat orang yang kita sayangi senang dengan makanan yang kita masak ada rasa senang atau puas dengan akan hal itu, ia pun juga ikut menyantap makanannya dengan hikmat.

__ADS_1


Seperti biasa, setelah makan malam mereka berdua kembali pada ruang tengah. Sila membawakan cemilan kesukaan Regan buatan nya sendiri, menaruhnya di meja bersama minumannya.


"Wah... dari tadi semua makanan kesukaan gue aja nih" seru Regan mencomot cemilan yang dibawa Sila tadi.


"Owh iya Regan, besok orang tua Juli akan pergi perjalanan bisnis. Karena udah janji sebelumnya sama Juli, jadi aku mau izin sama kamu untuk bermalam di sana" tanya Sila pada Regan sibuk mengunyah.


Regan lantas menatap Sila dengan tajam "Enggak, gue enggak izinin" tolak Regan.


"Sudah aku duga, tapi aku udah janji sama Juli enggak enak kalau ingkar terus" batin Sila berpikir.


"Sudah aku duga, tapi aku udah janji sama Juli enggak enak kalau ingkar terus" batin Sila berpikir.


"Jangan jangan ini sogokan ya?"


"Yaallah enggak, itu bukan sogokan. Aku udah janji sama Juli akan bermalam nanti setelah aku tolak ajakan kemarin-kemarin itu, dan aku minta izin sama kamu Regan"


"Enggak, gue enggak izinin" tolak Regan lagi, ia malah kembali memakan cemilannya mengabaikan Sila.


"Terus lo ninggalin gue sendiri juga gitu?" tanya Regan membuat Sila bungkam.


Melihat itu Regan menghela nafasnya, ia menaruh cemilannya di meja sebelum kembali mentap Sila.


"Yaudah gue izinin, tapi dengan satu syarat" mata Sila langsung berbinar.


"Apa syarat nya?" tanya nya.


"Gue harus ikut!"

__ADS_1


"Gak papa kan kalau Regan ikut? Juli juga udah tau tentang hubungan mereka" batin Sila berpikir.


"Yaudah deh kamu bisa ikut" Regan menganggukkan kepalanya mantap lalu kembali mengambil cemilannya dan memakannya.


Sebenarnya Sila enggak enak sama Juli kalau dia mengajak Regan juga, tapi mau bagaimana lagi Regan tidak akan mengizinkan nya pergi jika dia juga tidak ikut.


Mereka pun terdiam dan fokus pada televisi yang menyiarkan sebuah berita, Sila menyandarkan punggungnya pada Sofa mencari kenyamanan.


Disisi lain, di markas Red Moon terlihat ramai seperti biasa "Si bos enggak kesini nih?" tanya salah satu dari mereka pada Raden.


"Sepertinya begitu, soalnya dia tadi di sekolah terkena kuah bakso yang lumayan panas" jawab Raden.


"Lah kok bisa?" tanya mereka.


"Cerita nya panjang deh, gue males ngejelasinnya mendingan sekarang lo pada pesan makanan gih, laper gue" kata Raden.


"Makan mulu lo" ujar Rafi menyenggol bahu Raden.


"Dih, enggak nyadar lu? Lo juga kalau soal makan rakus juga ya"


"Yaudah sana pesan" ucap Rifan menengahi perdebatan Raden dan Rafi sebelum mereka berdua ribut.


"Gue yang pesen, nanti uang gue di gantiin ya" kata Regan pada Rifan, Rifan yang enggak mau mendengar perdebatan lagi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Yes, ok tunggu sebentar gue pesen dulu" Raden mengeluarkan handphone nya untuk memesan online makanan untuk mereka semua.


"Ayam nya banyakin Raden" ujar Rafi ikut melihat handphone Raden.

__ADS_1


"Ok" Raden begitu antusias memesan makanan yang dia inginkan tapi malah Rifan yang membayar nya.


Tbc.


__ADS_2