
Happy reading
Kesal, itulah yang dapat di gambarkan oleh perasaan Regan saat ini. Bagaimana tidak, Raden sangat sangat menguji kesabaran hari ini, ia memperlakukan Regan bagaikan seorang babu yang mengikuti perintah tuan nya.
Mulai dari kemari malam saat Raden mengetahui yang sebenarnya tentang hubungan nya dengan Sila, Raden menggunakan hal itu sebagai kartu As yang dapat membuat Regan tidak menolak permintaan atau pun permintaan Raden karena ia di ancam menggukan hal itu.
Raden benar-benar sangat untung saat ini, ia nampak sangat senang mejahili sahabat nya yang sangat mudah marah itu makanya ia senang dengan apa yang dilakukannya.
“Regan, minta pulpen lo” kata Raden pada Regan yang hanya memain kan pulpen, saat ini kelas mereka sedang melangsungkan pembelajaran tapi mereka nampak acuh saja pada guru yang sedang menjelaskan di atas sana.
Regan lantas melempar pulpen yang di pegang nya ke arah Raden, Raden yang tidak siap menerima pulpen itu karena Regan melemparnya tanpa aba-aba pun mengenai jidat nya “aws shh” ringis Raden.
“Pelan-pelan napa, sakit nih” ucap Raden, Regan mengangkat bahu nya acuh lalu memainan hp nya.
“Regan kenapa kamu tidak mencatat” tegur guru itu pada Regan yang memain kan hp nya dengan santai tanpa takut sedikit pun.
“Raden mengambil pulpen saya bu” Raden melotot tidak terima, lalu menggeleng saat guru nya menatap nya dengan tajam.
“Enggak bu, dia sendiri yang melemparkan pulpen nya pada saya” ujar Raden membela diri nya.
“Kenapa malah saling menuduh sekarang? Ayo cepat mencatat, Raden kembalikan pulpen milik Regan sekarang emang kamu sudah jatuh miskin sampai-sampai gak bisamembeli pulpen” ucap sang guru.
Raden mendengus sebal, lalu ia melempar pulpen itu sama seperti hal nya Regan melempar pulpen itu kepada nya tadi. Regan dengan cepat menangkap tersebut membuat Raden ladi dan lagi mendengus kesal, tunggu saja pembalasannya.
__ADS_1
Jam istirahat pertama mereka kembali ke kantin, keempat pria itu duduk di meja yang berada dipojok kantin.
“Regan lo yang pesenin makan dong sekali kali” ujar Raden dengan berani nya menyuruh Regan yang anti di perintah.
Rafi dan Rifan menatap Regan menunggu balasan Regan, Raden tersenyum penuh arti menatap Regan, Regan menghembuskan nafas nya dengan kasar sebelum berdiri dari duduk nya pergi memesan makan
“Gila!” ujar Rafi lalu tertawa melihat kepasraan Regan yang pergi memesan makanan untuk mereka.
“Seorang Regan pasrah begitu saja, eh lo ada apa dengan Regan sampai-sampai anak itu bisa batuh lo suruh suruh” Rafi yang kepo mendekati Regan yang tersenyum sombong.
"Regan gitu loh" ucap nya, Rafi mendorong kepala Raden dengan pelan.
"Lo punya rahasia Regan?" tanya Rifan, Raden sudah tidak kaget lagi karena Rifan memang sangat peka dalam hal apapun kecuali soal cinta maka jangan berikan itu pada Rifan karena di akan menjadi orang yang paling tidak peka pada saat itu juga.
"Makanan nya mana?" tanya Rafi melihat Regan kembali tanpa membawa apapun, dengan santai nya dia datang dengan kedua tangan di saku celana dan duduk di samping Rifan.
"Makanan nya mana?" sekarang Raden yang bertanya.
"Iya kok balik gak bawa apa-apa" timpal Rafi.
"Nanti ada yang bawa kesini" jawab Regan.
"Bos mah tetap bos" Rafi menyiku Raden yang berada di samping nya, ia terkekeh bersama Rifan.
__ADS_1
Tak lama kemudian makanan yang Regan pesan pun datang di bawa oleh dua orang petugas kantin "Makan!" seru Rafi dan Raden bagaikan anak kecil. Mereka pun mulai menyantap makanannya sesekali berbincang bincang.
Pulang sekolah Raden ikut dengan Regan pulang ke apartemen, karena Rafi dan Rifan kebetulan ada urusan mendadak jadi mereka tidak jadi ke markas seperti biasa pada saat pulang sekolah.
Sila sudah pulang terlebih dahulu jadi ia sudah siapkan cemilan dan minuman untuk Regan, kebetulan Regan menghubungi nya tadi jika ia langsung pulang ke apartemen tidak singgah singgah lagi.
Sila yang sedang membuat minuman terkejut dengan teriakan Raden "Halo Sila cantik!" seru Raden, Sila lantas berbalik menatap keduanya.
"Waalaikumussalam" jawab Sila membuat Raden cengengesan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" jawab Sila lagi
"Sini gue bantu bawa" mengambil nampan yang di angkat oleh Sila, Regan melihat itu lantas mengambil cemilan dan membawa nya ke depan.
Sila tersenyum melihat tingkah keduanya lalu menyusul mereka kedepan "Lo duduk di sini" ujar Regan menepuk sofa yang di samping nya.
Sila tadi duduk di sofa panjang tapi Raden bergabung disana, Regan melihat itu pun mengajak Sila pindah menjadi duduk di di samping nya.
"Cemburu nih bos?" tanya Raden menggoda Regan.
"Enggak!" Raden terkekeh lalu mengambil minuman yang sudah Sila buat tadi.
__ADS_1
Tbc.