
Happy reading
.
Kini tiba saatnya malam yang di tunggu oleh pada siswa dan siswi, di mana ini adalah malam terakhir mereka camping dan juga malam puncak dari camping mereka.
Setiap orang sibuk mempersiapkan diri untuk tampil nanti, mereka menyumbangkan sebuah tampilan terbaik dari mereka.
Saat ini mereka semua sudah duduk menunggu acara nya di buka, mereka tak sabar melihat apa yang akan di bawakan oleh teman-temannya.
"Selamat malam anak-anak sekalian!" ucap seorang guru laki laki yang akan akan membuka acara malam puncak nya.
"Selamat malam juga pak." jawab mereka semua kompak.
"Baiklah, hari ini kita memulai acara nya, bapak harap kalian semua menikmati apa yang akan di bawakan oleh teman-teman kalian." sambutan demi sambutan di ucapkan.
"Yang pertama, sebuah lagu yang akan di bawakan oleh teman kita, Dimas dan teman-temannya silahkan mulai."
Meskipun tidak memakai panggung, alias mereka hanya performance di atas rumput tapi tetap ada lampu yang menghiasi nya hingga tampak lebih cantik lagi.
Jreng!
Suara petikan gitar di mulai oleh seorang laki-laki yang duduk di tengah "Ku mau diaa." suara merdu laki itu terdengar di telinga mereka semua.
Kuharap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan ku menjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya,
Jadi saksi cintaku padanya
Tak main-main hatiku
Apapun rintangannya, kuingin bersama dia.
"Ayo sama-sama semua nya, one two three!" teriak nya.
Kumau dia, tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku.
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku,
woo-oo-hu
(Kaulah yang terbaik selalu kuingat)
Biarkan ku menjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya.
Ho-uu, uu-uu-uu-uu-uu-uu-uu
Tak main-main hatiku
Apa pun rintangannya, kuingin bersama dia.
"Ayo lagi!" teriak nya lagi, dengan semangat pun mereka semua ikut bernyanyi lagi.
Kumau dia, tak mau yang lain (tak mau yang lain)
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku.
Kumau dia, walau banyak perbedaan (walau banyak perbedaan)
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku (hanyalah denganku).
Bukan ku memaksa oh, Tuhan (haa-aa-aa)
Tapi kucinta dia (yang kucinta hanya dia)
Kumau dia (yang kumau hanya dia)
Kumau dia, ohh-woo.
Dan hanyalah dia.
Aku mau dia, tak mau yang lain (kumau dia)
Hanya dia (s'lalu) yang s'lalu ada kala susah dan senangku (aa-aa).
Kumau dia, walau banyak perbedaan (kumau dia)
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku (bahagia hanyalah denganku)
Bukan ku memaksa oh, Tuhan
Tapi kucinta dia (kucinta dirinya)
Kumau dia (kumau dirinya)
Hanyalah dia
Tuhan, kucinta dia
Prok prok prok.
Suara riuh tepuk tangan setelah lagunya habis, mereka benar-benar terhibur dengan apa yang di bawakan oleh teman nya itu.
__ADS_1
"Keren banget!" seru Astrid, sendari tadi suara nya lah yang paling besar saat bernyanyi bersama sangking semangat nya.
Sekarang, penampilan selanjutnya, di bawakan oleh dua perempuan, yang satu menyanyi dan yang satu nya lagi memainkan gitar nya.
Dengarkanlah suara hati ini
Suara hati yang ingin ku dendangkan
Tak mampu untuk ku sampaikan
Kan ku ungkapkan lewat laguku..
Berawal dari perkemahan ini
Rasa itupun hadir di hatiku..
Menghiasi relung sukmaku
Cinta bersemi di bumi perkemahan..
Oh mungkinkah rasa cinta ini
Akan abadi untuk selamanya
Rasa ini semakin membelenggu
Cinta lokasi di bumi perkemahan
"Ayo sama-sama guys!"
Akankah cintaku sebatas patok tenda
Tenda terbongkar sayonara cinta
Akankah cintaku sebatas patok tenda
Tenda terbongkar sayonara cinta.
Mereka semua bernyanyi bersama-sama secara kompak hingga terdengar begitu indah.
Akankah cintaku sebatas patok tenda
Tenda terbongkar sayonara cinta
Akankah cintaku sebatas patok tenda
Tenda terbongkar sayonara cinta..
Prok prok prok.
"Siapa lagi nih!"
"Ayo siapa lagi yang maju!"
Tiga orang maju yang akan menampilkan sebuah dance dari negara ginseng yang di sukai oleh para remaja saat ini.
"Wohuu..."
"Keren!"
"Assek."
Mereka semua sangat menyukai penampilan dance itu, apalagi yang menyukai K-Pop mereka lah yang berteriak paling keras. Mereka benar-benar menikmati setiap detik saat itu.
Bayangkan saja, bagaimana asik nya malam puncak nya itu, dengan di temani api unggun yang lumayan besar dan juga penampilan para murid membuat suasana nya benar sangat seru!
"Anak-anak, sekarang ada penampilan dari teman kalian yang akan membawa sebuah lagu, ayo silahkan maju!"
Regan langsung berdiri dari duduknya dan duduk di hadapan orang murid yang lain, mereka semua diam menatap tak percaya dengan yang di lihatnya.
"Lagu ini gue persembahan untuk seseorang yang sudah mengisinya hati gue." ujar Regan membuat para siswi terpekik.
Baru juga bicara sudah pada histeris, bagaimana jika Regan sudah bernyanyi mungkin mereka akan mimisan.
"Yaampu, gue gak nyangka kalau Regan juga tampil!"
"Apa lagi gua!"
Jreng!
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka.
Regan menatap Sila yang juga ikut menatap nya, ia tersenyum tipis membuat para kaum hawa memekik.
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
__ADS_1
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu.
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu.
Tatapan Sila tak pernah lepas dari Regan yang tengah bernyanyi di sana, sendari tadi Regan juga selalu menatap nya seakan akan mengutarakan isi hatinya lewat lagu untuk nya.
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu.
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa.
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu.
Prok prok prok.
Prok prok prok.
"Keren banget Regan."
"Aku baper tau gak!"
"Gak nyesel gue ikut camping, bisa dengan suara manis Regan."
"Bener banget, nyesel banget tuh yang gak dateng
"Suaranya candu banget!"
"Gak bisa, Mama anakmu baper."
"Aaa Regan kok so sweet sih."
"Regan lagi dong!"
"Iya setuju, lagi! Lagi!"
Sahutan demi sahutan dari pada siswi terdengar begitu jelas di telinga nya.
Regan hanya tersenyum tipis, sangat tipis. Lalu ia menaruh gitar tersebut dan berjalan ke tempat duduknya tadi.
"Yah gak jadi."
"Padahal masih pengen denger, candu banget gila."
"Gila sih, sekali nyanyi langsung heboh tuh cewek." celetuk Rafi mentap para anak perempuan yang masih terus membicarakan suara Regan yang candu menurut nya.
"Suara gue juga bagus kok, sebelah dua belas lah sama Regan." kata Raden dengan PD.
"Yang ada pada anak-anak pada lari denger suara lo." ejek Rafi.
"Gila sih, suaranya manis banget." bisik Astrid pada Fina yang berada di sampingnya, ia tak berani bersuara dengan keras karena Regan tak jauh darinya.
"Bener banget." balas Fina setuju.
"Lo suka?" tanya Regan duduk di samping Sila.
Sila mentap Regan lalu mendekat dan berbisik "Suara kamu bagus banget, aku suka nanti nyanyi lagi ya kalau udah pulang."
Regan semakin melebarkan senyumnya lalu ikut berbisik "Lo bisa sepuasnya denger suara gue di apart."
Sila mengangguk seraya tersenyum lalu kembali menatap kedepan di mana guru sudah mulai berbicara lagi di depan sana.
__ADS_1
Tbc.