
Happy reading.
Hari ini adalah hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh Sila dan Regan, setelah hari kelulusan nya mereka memutuskan untuk berlibur sekaligus honeymoon.
Mereka melakukan perjalanan dari Mekkah hingga persinggahan terakhir mereka di negara ginseng, dimana surga nya para kpopers. Sila sangat bahagia bisa datang kesan bersama sang suami, mengunjungi suaminya yang lain.
Kadang Regan kesal sendiri ketika sang istri yang terus memuji cowok-cowok tersebut, padahal kan dia masih tampan dari mereka.
"Regan kita foto berdua disini yuk." Ajak Sila saat mereka berada di sungai Han, sungai terkena di Korea Selatan.
Keduanya mengambil gambar hingga bermacam-macam gaya dan tentu saja Sila yang menyuruh Regan terus berganti gaya yang sama dengan nya.
"Sekarang kita pergi cari jajanan, disisi tuh banyak jajanan yang terkenal." Ajak Sila, Regan mengikut saja sebagai suami yang baik.
Setelah puas membeli jajanan yang ada Sila akhir memutuskan untuk pulang ke hotel karena dia juga sudah lelah setelah berkeliling.
Disinilah mereka di dalam kamar, setelah bergantian untuk membersihkan badan mereka duduk atas kasur seraya menonton film Korea tentunya.
Tiba dimana adegan kiss muncul keduanya menegang seketika, entah mengapa tapi aura di dalam kamar tersebut berubah membuat Sila tak nyaman.
Saat berbalik untuk melihat Regan, Sila kembali menegang saat wajahnya dengan Regan yang sangat dekat, bahkan tinggal beberapa cm saja hidung mancung mereka bersentuhan.
Cup.
Regan mengecup b"bir Sila, dia bahkan mendiamkan b*birnya diatas sana sebelum mulai m*l*m*tnya dengan pelan. Regan memegang t*ngk*k Sila lalu menekannya agar c**man mereka semakin dalam.
Hingga Sila tak bisa bernafas lagi barulah Regan melepaskan c**man tersebut. Langsung saja Sila menghirup udara secara kasar karena ia tidak bernafas tadi saat di c*um oleh Regan. Masih pemula guys soalnya, haha.
"Manis aku suka." Ucap Regan seraya mengusap b**ir bawah Sila membuat gadis merona karena malu.
"Malam ini kau milikku sayang." Bisik Regan, ia kembali menyatukan b*b*rnya dengan b*b*r Sila dan m*l*matnya dengan pelan hingga menjadi kasar dan beruntut.
"Apakah aku bisa melanjutkannya?" Tanya Regan dengan suara beratnya, Sila hanya mampu menganggukkan kepalanya karena mengatur nafasnya.
Regan kembali menc**m Sila hingga membaringkan dengan pelan dikasur tanpa melepaskan c**mannya, hingga terjadi hubungan sebagaimana mestinya suami istri lakukan.
***
Keesokan harinya, pasangan yang baru saja melakukan malam pertama itu terbangun pada pukul delapan pagi membuat nya tidak terbangun sholat subuh.
"Yaallah, Regan! Kita gak sholat subuh!" Kata Sila panik saat terbangun, dengan badan yang sedikit pegal ya langsung bangun dari kasur.
Regan yang mendengar suara Sila ikut terkejut dan langsung terbangun juga. "Astaghfirullah Regan." Kini mata Sila sudah berkaca-kaca seraya mengumumkan kata maaf.
__ADS_1
"Stt, udah ya sayang. Maaf ini semua salah aku, aku gak bisa mengontrol na**u aku hingga kebablasan sampai pagi, maaf ya. Cup." Regan mengecup kening Sila lalu merangkul pundak wanita nya mendekapnya dengan hangat.
Yaudah sekarang kita mandi terus sarapan ya." Sila mengangguk setuju lalu, saat hendak turun dari kasur ia merasakan nyeri di bagian miliknya hingga membuatnya meringis.
"Shttt."
"Kenapa sayang? Apa itu kamu sakit?" Sila hanya mampu mengangguk sebagai jawaban.
"Yaudah aku gendong ke kamar mandi ya, sekalian kita mandi bareng aja."
"Eh?."
Tanpa ba-bi-bu Regan langsung menggendong Sila lalu berjalan menuju kamar mandi, Sila hanya pasrah saja lagian juga ia pasti sudah berjalan kalau tidak di bantu.
Setelah mandi dan berganti pakaian keduanya memesan sarapan ke kamar karena Sila masih susah berjalan, bahkan setelah selesai sarapan mereka masih di kamar karena Sila yang masih sulit berjalan.
"Apa kita kedokter saja yank?" Tanya Regan membuat kedua pipi Sila merona.
"Gak usah, nanti juga baik sendiri kok. Aku mau tidur aja semoga bangun nanti sudah mulai baikan."
"Baiklah aku akan menemanimu tidur." Regan ikut berbaring di kasur seraya memeluk Sila dari belakang.
"Nanti kita jalan-jalan lagi ya." Pinta Sila, Regan mengangguk setuju lalu mengecup singkat tengkuk Sila sebelum menenggelamkan wajahnya di sana.
Lalu pada saat sore harinya mereka singgah ke masjid yang kebetulan mereka lewati dan melaksanakan sholat ashar dan maghrib di sana lalu kembali berkeliling.
"Aku ada kejutan untuk kamu." Kata Regan pada Sila.
"Apa?" Tanya Sila bersemangat.
"Rahasia dong, sekarang kita tutup dulu mata kamu." Regan mengeluarkan sapu tangan lalu menutup mata Sila menggunakan sapu tangan tersebut.
"Kita masuk ke mobil, hati-hati sayang." Regan menuntut Sila masuk ke dalam mobil dengan hati-hati tanpa membuat wanita nya terbentur sedikitpun.
"Kita mau kemana ini?" Tanya Sila bingung, ia tidak melihat apa-apa membuatnya sedikit was-was.
"Rahasia dong sayang, kamu gak usah khawatir ok aku ada disini." Ucap Regan seakan tau kekhawatiran sang istri.
Ternyata Regan membawa Sila ke kapal pesiar yang di dalamnya hanya mereka saja tanpa sepengetahuan sang istri tentunya, ini kan kejutan untuknya.
"Jalan pelan-pelan sayang." Titah Regan saat menaiki kapal tersebut.
Sila menurut dengan melangkah pelan namun pasti membuat Regan gemas melihatnya, tak tahanan ia pun mengecup kepala sang istri.
__ADS_1
Istrinya itu sangat menggemaskan!
Setelah sampai barulah Regan membuka kain penutup mata. "Saru... Dua... Tiga." Dengan pelan Sila membuka matanya lalu melihat sekeliling.
Betapa kagetnya Sila saat tahu bahwa dirinya berada di kapal pesiar yang sudah mulai berjalan. Sila menatap Regan seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Apa kalian tau, bahwa baik kapal pesiar seperti ini ada impian Sila sejak dulu bersama dengan pasangan halal nya. Dan ini terwujud sekarang!
"Makasih sayang." Kata Sila membuat senyum Regan semakin mengembang.
"Coba ulang lagi kata terakhir nya." Pinta Regan dengan wajah jahilnya.
"Sayang." Kata Sila dengan cepat membuat Regan tertawa lalu menarik Sila kedalam pelukannya.
"Lihatnya di belakang mu." Bisik Regan tepat di telinga Sila.
Sila berbalik dan menutup mulutnya tak percaya melihat petasan yang begitu cantik menghiasai langit malam yang indah. Benar-benar seperti yang ada di drama yang pernah di nonton nya! Tapi ini versi real nya dia dengan sang suami.
"Makasih banyak." Kata Sila lalu kembali memeluk Regan dan keduanya menatap langit yang di penuhi pesta yang indah, hingga tertulis di atas sana 'I Love You Asila'.
"I love you sayang, maafkan kesalahan ku di masa lalu yang belum menerima mu." Bisik Regan membuat air mata Sila tumpah begitu saja.
"Maaf karena menjadi suami yang buruk, dan belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu."
Sila menggelengkan kepalanya. "Enggak. Kamu bukan suami yang buruk, kamu adalah suami yang terbaik yang hanya untukku, milikku seorang." Kata Sila dengan hidung yang sudah memerah.
Cup.
Regan mencium hidup tersebut lalu kembali memeluk Sila, Sila membalas pelukan Regan tak kalah erat seakan-akan tak ada lagi hari esok untuk mereka.
Mereka akan membuka lembaran baru untuk membangun rumah tangga yang harmonis untuk kedepannya.
Tamat.
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini ya guys, aku juga minta maaf jika jarang up karena lagi sibuk-sibuknya sama kuliah, apalagi aku juga sering sakit jadi gitu deh.
Sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak atas dukungan kalian, tanpa dukungan dari kalian aku mungkin belum tentu bisa menyelesaikan cerita ini dengan baik.
Maaf jika ada kata atau apapun yang membuat kalian tak nyaman dengan cerita ini ataupun author sendiri.
Luv u guys.
^^^Mawar Jk^^^
__ADS_1