
Happy reading
Seperti yang dikatakan Regan, pagi hari nya baru ia benar-benar membukakan tali pengikat Sila "Awas aja kalau gue lihat lo dekatkan dengan laki-laki lagi" kata Regan memperingati Sila.
"I..iya" jawab Sila lemas, Regan menatap Sila lekat "Gak udah buat saparan, gue langsung ke sekolah saja" jelas Regan membuat Sila hanya mengangguk saja.
"Sana mandi dan siap-siap, nanti tekat nangis lagi" ujar Regan lalu keluar dari kamar Sila.
Terbaru baru selesai mandi dan sekarang ia tinggal memakai seragamnya dan berangkat ke sekolah tanpa menunggu Sila.
Sila ke sekolah dengan tubuh yang lemah, ia tidakĀ sempat sarapan dan langsung ke sekolah "Yaampu Sila lo kenapa pulang gitu aja kemarin malam" bahkan Sila tidak sempat menghubungi Juli kemarin malam nya.
"Maaf ya jul" ucap Sila dengan nada lemah.
"Lo kenapa lemes gitu sil? Lo gak sarapan?" Sila mengangguk sebagai jawaban.
"Yaampu Sila, Lo itu tau kan kalau lo itu punya magh, lo gak boleh telat makan kan gini kan Lo jadi lemes" nasehat Juli, Sila tersenyum melihat kekhawatiran sahabat nya.
"Maaf karena berbohong sama Juli, insyaallah Sila bakal jelasin semuanya yang sejujur-jujurnya" batin Sila.
__ADS_1
"Yuk ke kantin dulu, kita izin aja sama ibu" Sila menggeleng menolak, tapi Juli memaksa nya.
"Gak ada penolakan Sila" ucap Juli dan membawa Sila ke kantin.
Sesampai nya kantin Juli segera pergi memesankan makan untuk Sila "Nih makan" kata Juli menyimpan bubur di depan Sila.
"Makasih Juli" ucap Sila.
"Iya, ayo makan" Sila berdoa terlebih dahulu baru menyantap bubur nya.
Setelah kenyang mereka kembali ke kelas ikut belajar. Di jam istirahat Sila di ajak bersama teman sekelas laki-laki untuk ke perpustakaan dan hal itu tak lepas dari Regan membuat Regan marah kembali.
Sila memejamkan matanya mendengar omelan Regan. "Kamu salah faham lagi Regan" kata Sila.
"Lo selalu bilang kalau gue salah faham?! gue liat lo sama laki-laki sialan itu berdua dan lo bilang salah faham? lo pikir gue buta, gak liat lo gitu?" tanya Regan.
"Kamu memang benar-benar salah faham Regan" Sila rasanya sudah lelah menjelaskan semuanya pada Regan, tapi ujung-ujungnya Regan tidak percaya cama sekali sama dia.
"Terserah kamu mau tuduh aku apa " kata Sila pasrah.
__ADS_1
"Jadi benarkan apa yang gue liat" Sila tidak menyahut membuat Regan marah dan menendang apa saja yang ada di dekatnya.
Bugh
Brakk
"Aaa" Sila terkejut melihat itu, matanya memerah dan sebentar lagi air matanya akan menetes keluar.
"Gue udah bilang jangan memancing emosi gue sialan" teriak Regan.
"Maaf" kata itu lah yang hanya Sila dapat ucapan.
"Kenapa lo gak mendengar sih, gue udah bilang jangan dekat-dekat sama laki-laki, tapi apa? Lo ingkar janji sama gue"
"Ok kali ini gue lepasin lo duku" Regan menggenggam tangan Sila dengan kuat "Tapi saat gue liat lo dekat sama laki-laki lain lagi, jangan harap gue bisa menambah emosi gue lagi" lanjut Regan.
Regan duduk di sebelah Sila dan memegang tangan Sila "Maaf" gumamnya.
"Gak papa, ini juga salah aku" Regan tidak menjawab, mereka pun kembali terdiam dalam keheningan
__ADS_1
Tbc.