
Happy reading.
Seperti rencana yang akan mereka lakukan, pada malam harinya di malam minggu mereka semua sudah berkumpul di apartemen Regan dan Sila, tak terkecuali Bella dan kedua temannya yan turut ikut
Setelah semuanya datang mereka langsung memulai acaranya, hanya acara sederhana. Namun karena kebersamaan itu akan membunuhnya jadi istimewa.
Seperti saat ini mereka semua asik di dapur memasak untuk makan-makan nanti. Tapi untuk saat ini hati Sila tidak begitu tenang, sebab melihat sikap Regan.
Pov Sila.
Aku tak tahu mengapa, tapi sikap Regan begitu berubah. Yang aku tahu Regan tidak menyukai Bella, tapi mengapa hari ini keduanya begitu akrab dan dekat.
Aku bukannya apa, tapi mereka itu bukan mahram saling merangkul seperti itu. Bahkan dari pulang sekolah Regan sudah tidak sholat lagi, saat aku bertanya dia malah membentakku.
Ditambah aura Regan yang tidak enak, entah mengapa tapi ini mulai aku rasakan saat di kantin tadi, lebih tepatnya saat kedatangan Bella bergabung bersama kami tadi siang.
Pulang sekolah tadi kami tidak pulang bersama sebab Regan lebih memilih untuk mengantar Bella pulang ketimbang aku. Untung saja Juli belum pulang saat itu jadi aku pulang bersama nya.
Sila pov end.
Setelah acara memasak kami semua berkumpul duduk bersilang di lantai sebab jika di meja makan kami tidak cukup disana.
Rifan yang memimpin doa sebelum makan dan setelah itu kami pun mulai menyantap makanan nya.
__ADS_1
"Yuhuy makan." Seru Raden dan Rafi bersemangat.
"Regan suap." Terdengar rengekan Bella membantu semuanya yang tadi sibuk makan lantas menatap nya.
Regan tersenyum tipis dan menyuapi Bella dengan taletan membuat wanita tersenyum manis. Tapi tidak dengan yang lain mereka semua menatap Regan dengan horor, apalagi Julia.
Sendari tadi ia sudah menahan diri agar tidak menonjok wajah Regan. Sendari tadi keduanya bermesraan di ruang tengah hingga sekarang, gak taukah Regan jika ia sudah menyakiti istrinya.
"Kalau buka Sila yang menahan gue, habis lo di tangan gue." Batin Julia.
Acara makan-makan berjalan dengan baik. Tapi tidak semenyenangkan yang mereka pikirkan. Mereka jenah menyaksikan keromantisan antar Regan dan Bella yang membuat Raden dan Rafi mual melihatnya.
Karena sudah tak asik dan seru mereka pamit pulang saja, Bella dan antek-anteknya tak ingin ikut pulang tadinya tapi Rafi langsung menyeret mereka keluar begitu saja.
"Lo yakin gak mau bermalam di rumah gue?" Tanya Julian, saat ini ia yang terakhir pamit pulang bersama Rifan.
"Enggak Jul, lain kali aja deh aku nginap disana."
"Yaudah, tapi kalau ada apa-apa lo langsung hubungin gue ya." Sila tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yaudah bye, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
__ADS_1
"Gue duluan." Pamit Rifan menyusul Julia.
Setelah keduanya pergi Sila masuk dan tak lupa menutup pintu, di dalam sana ia sudah tidak melihat keberadaan Regan. Mungkin ada di kamarnya, pikir Sila.
Sila pun juga memasuki kamarnya, karena belum ngantuk ia memutuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bari beberapa ayat ia membaca Al-Qur'an pintu kamarnya di buka dengan kasar membuat nya terkejut.
"Astaghfirullah ya Allah."
"Ngapain lo, malam-malam ribut kayak gitu. Kalau malam itu waktu tidur istirahat bulan nya berisik kayak lo. Telinga gue panas tau gak dengernya, sekali lagi gue denger gue abisin lu." Marah Regan.
Sila hanya diam beristighfar didalam hatinya. Mengapa Regan jadi marah padanya hanya karena ia membaca Al-Qur'an. Padahal kemarin-kemarin Regan malah senang mendengarkan lantunan ayat suci nya.
Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Regan mengapa ia berubah seperti ini?
"Ngerti gak?!."
"I-iya ngerti, maaf." Cicit nya seraya menunduk.
Brak!
Regan kembali membanting pintu itu saat menutup nya. Sila memejamkan matanya sejenak dan menutup Al-Qur'an nya.
"Ya Allah ada dengan Regan, mengapa ia berubah menjadi kasar lagi tanpa sebab pada hamba ya Allah. Bahkan ia lalai meninggalkan sholat nya, mohon petunjuk mu ya Allah. " Batin Sila berdoa
__ADS_1
Tbc.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Regan ya guys 🤔....