(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 19 : Kemarahan Regan2


__ADS_3

Happy reading


Sila pamit untuk pergi keluar sejenak untuk bertemu dengan Juli, Regan mengizinkan nya keluar dan ia di apartemen bermain game bersama Raden.


Hampir maghrib tapi Sila belum pulang juga, Regan yang khawatir pun keluar untuk mencari Sila. Raden juga memutuskan untuk pulang saja saat Regan ingin pergi menjemput Sila.


"Yaudah gue pamit ya bro" pamit Raden mulai yang sudah menyalakan mesin motor nya dan melepas pergi.


Regan pun menyalakan mesin motor nya menuju ke cafe yang di maksud Sila tadi saat izin dengan nya. Masuk ke dalam sana bukannya melihat Sila bersama Juli tapi Regan malah melihat Sila bersama seorang laki-laki saja.


Dengan emosi Regan menarik tangan Sila dari sana "Eh bro santai dong, jangan main kasar sama cewek" ucap laki-laki yang bersama Sila tadi.


"Ini bukan urusan lo!" tekan Regan menepis tangan pria itu yang menahan tangan nya.


"Ini menjadi urusan gue karena lo kasar sama cewek!" tekan laki-laki itu tak mau kalah, Regan menatap pria itu dengan tajam tapi bukannya takut pria itu juga balik menatap Regan dengan tajam pula.


"Gue bilang lepas" ujar Regan dengan dingin kita aura keduanya sangat mendominasi tempat itu membuat yang lain sedikit tidak nyaman dengan aura keduanya.

__ADS_1


"Udah gak papa bi" ucap Sila agar pada teman laki-laki nya itu.


"Enggak bisa Sila" kata nya


"Regan" panggil Sila pelan, Regan menatap tajam Sila yang membohongi nya.


"Ini maksud lo bertemu dengan Juli? lo berbohong Sila, nyatanya lo bertemu dengan laki-laki!" kata Regan memarahi Sila.


Sila sudah merasa tidak enak pada pengunjung yang lain karena membuat kekacauan. Regan kembali menarik tangan Sila untuk ikut dengan nya, Sila memberikan pada teman laki-laki nya agar tidak membantu nya dan pasrah di tarik dengan kasar oleh Regan.


Regan kembali menarik Sila dengan kasar ke dalam apartemen dan mendorong nya hingga Sila terjatuh di sofa "Berani lo berbohong sama gue!" ujar Regan mencengkeram tangan Sila dengan erat dan memegang dagunya dengan tangan yang satunya lagi.


"Aku gak bohong Regan, aku emang ketemu sama Juli tapi Juli baru aja pamit pergi ke toilet" ucap Sila.


"Terus kenapa ada laki-laki, dan lo bilang cuma bersama Juli"


"Dia itu Abi teman SMP aku dulu, kami enggak sengaja bertemu di dalam dan Juli mengajaknya ikut bergabung" jelas Sila lagi.

__ADS_1


Regan nampak tidak percaya dengan apa yang Sila bilang, ia menari kembali tangan Sila membawanya ke dalam kamar Sila sendiri. ReganĀ  mencekik leher Sila di sofa kamar itu hingga wajah Sila memerah baru Regan melepaskan cekikikan nya.


Regan mengambil tali dan mengikat Sila di sofa itu "Lo harus di hukum, berani banget lo berbohong sama gue!"


"Aku enggak bohong Regan, aku jujur, kalau perlu kamu bisa nelpon Juli jika kamu tidak percaya" kata Sila.


"Dan Juli akan tahu tentang hubungan kita begitu? Gue gak mau orang tau lain soal hubungan kita Sila!" teriak Regan tepat di depan wajah Sila.


Sila pasrah, ia tidak tau bagaimana membela diri lagi karena Regan tidak percaya dengan dirinya. Ia pasrah saat dirinya di ikat oleh Regan di sofa.


"Lo baru gue lepas besok" setelah mengatakan itu Regan keluar meninggalkan Sila yang sudah menangis sesenggukan di sana.


Regan berdiri di depan pintu kamar Sila mendengar suara tangisnya Sila mengepalkan tangannya, Regan pergi ke kamar dan memukul tembok "Akhhh sialan" geramnya melampiaskan emosi nya, ia tidak sepenuhnya melampiaskan emosi pada Sila tadi.


Entah mengapa ia menjadi tidak tega, tapi Sila selalu membuat dia emosi sehingga ia suka kelepasan.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2