(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 51 : Pulang


__ADS_3

Happy reading


.


Di pagi hari nya, terlihat anak-anak sudah membuka tenda masing-masing dan bersiap-siap untuk pulang.


Para guru yang ikut pun juga sibuk di dengan tenda mereka, tenda mereka lah yang paling besar jadi lumayan lama saat membongkarnya.


"Rasanya masih pengen disini." celetuk Astrid melipat tenda nya.


"Lain waktu kita bisa ke sini lagi." ujar Julia, ia menepuk pundak Astrid dua kali.


"Bener, kita kapan-kapan kan bisa kesini lagi." timpal Sila, Regan datang dan mengajak mereka pun segera pergi ke bus.


"Ayo." ajak Regan, mereka ber-empat juga sudah seperti membuka tenda nya dan sekarang sudah siap naik ke bus.


"Anak-anak, ayo naik ke bus kalian sebentar lagi kita akan pulang!" teriak guru menggunakan pengeras.


Mereka semua naik di bus kelas nya masing-masing kecuali si empat R yang naik di bus kelas IPS 1


"Tidak ada yang ketinggalan kan anak-anak?" tanya guru melihat seluruh kursi sudah penuh.


"Sepertinya tidak ada Bu." jawab ketua kelas.


"Baiklah, kita akan segera pulang."


"Iya Bu."


Bus pun mulai jalan menuju sekolah, di sana mereka berangkat jadi di sana juga mereka akan pulang.


"Sini tiduran." ucap Regan menyandarkan kepala Sila pada bahunya saat melihat Sila terlihat mengantuk.

__ADS_1


"Tidur lah, perjalanan nya masih lama juga." lanjut nya, Sila yang memang sudah ngantuk pun mengangguk, ia memperbaiki posisi nya senyaman mungkin dan memejamkan matanya mulai tertidur.


Regan tersenyum tipis melihat itu dan merangkul Sila agar Sila tidak terjatuh kedepan saat tidur. Regan kembali memainkan handphone nya agar tidak terdiam saja.


Di samping sana tampak Julia yang sedang menikmati musik nya menggunakan headset seraya memejamkan matanya, Julia membuka matanya saat Rifan mengambil salah satu handset nya untuk di pakai nya.


"Lo ngapain?" tanya Juli.


"Gue juga pengen denger pelit amat." jawab Rifan santai, Juli mendengus sebal dan membiarkan Rifan seperti itu dari pada ia terus berdebat.


Rifan tersenyum tipis saat Juli tidak lagi memprotes, ia juga ikut memejamkan matanya sama seperti Juli, mereka tidak tidur mereka hanya memejamkan matanya saja.


Di belakangnya ada Raden dan Rafi yang sama-sama memainkan handphone nya masing-masing dan di sampingnya ada Fina dan Astrid, keduanya tidur dengan saling menyandarkan kepalanya.


Menempuh perjalanan yang panjang mereka pun sampai di di sekolah dengan selamat, para murid turun dari bus secara tertib di sana sudah ada penjemput nya masing-masing, ada pula yang laki-laki naik motor sendiri karena memang menyimpan motor atau pun mobil nya di parkiran.


"Sila masih tidur?" tanya Rafi saat Regan tidak bergerak sedikitpun, sedangkan anak-anak yang lain sudah pada turun.


Beberapa menit kemudian seorang pria pun datang menghampiri nya "Mobil nya sudah siap den." ucap nya pada Regan.


Regan menganggukkan kepalanya mengerti "Tolong bawa tas kami pak." ucap nya menunjuk tas nya dan juga tas milik Sila, lalu iya dengan perlahan mengendong Sila untuk di bawa nya ke mobil.


Di mobil Regan kembali menyandarkan Sila pada pada nya agar lebih nyaman tidur "Pak pelan-pelan aja bawa mobil nya." pesan Regan pada pak supir.


"Iya den." jawab nya dan menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan pelan keluar dari pekarangan sekolah.


Sesampainya di apartemen, Regan kembali mengendong Sila untuk masuk ke apartemen nya diikuti oleh supir nya yang membawa tas kedua nya.


"Simpan di sana saja pak." kata Regan menunjuk pada dekat sofa, dia ingin membawa Sila langsung ke kamarnya.


Membuka sepatu Sila dan menyelimuti nya hingga pinggang nya, melihat Sila masih nyaman tidur ia pun keluar dari sana tak lupa menutup pintu nya.

__ADS_1


"Den semua nya sudah beres, kalau begitu bapak pulang ya den." kata pak supir itu yang supir pribadi keluarga nya.


"Iya pak, makasih ya pak." kata Regan.


"Iya den sama-sama, assalamualaikum den."


"Waalaikumussalam."


Regan membiarkan tas nya di situ lalu berjalan menuju kamarnya, ia akan bersih-bersih terlebih dahulu lalu istirahat.


Di siang hari nya Sila baru terbangun "Um udah ada di kamar?" gumamnya, saat melihat jam yang sudah menunjukkan jam satu ia ia pun langsung terkejut.


"Astaghfirullah, belum sholat dhuhur." Sila segera turun dari kasur, keluar dari kamarnya menuju kamar Regan untuk membangunkan pria itu.


"Regan bangun, kita belum sholat dhuhur." ucapnya membangun Regan.


"Emm, kenapa?" tanya Regan dengan suara serak serak khas orang baru bangun.


"Bangun, kita belum sholat dhuhur loh." ucapnya nya. Regan menganggukkan kepalanya mengerti dan pelan bangun.


"Sana mandi dulu, lo belum mandi kan gue mah udah tadi." Sila menepuk keningnya, benar juga.


"Yaudah kamu siap-siap aja dulu, aku mau mandi dulu." setelah mengatakan itu Sila langsung keluar dari kamar Regan menuju kamarnya.


Segera mandi dan siap-siap untuk sholat bersama Regan, setelah sholat mereka keluar di ruang tengah menunggu pesanan makanan mereka tiba.


Di dapur bahan makanan tidak lengkap jadi saat ini mereka memesan go food aja dulu, nanti sore baru mereka akan berbelanja untuk stok dapur.


Kebetulan juga besok mereka di beri satu hari libur agar masih bisa istirahat jadi ia masih santai santai aja di apartemennya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2