(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 21 : Persolan izin


__ADS_3

Happy reading


Sila dan Regan pulang bersama, para siswa SMA Alexander menjadi heboh sendiri karena melihat itu, pasalnya Regan paling anti dengan perempuan menurutnya perempuan itu sangat merepotkan.


Tapi mereka semua melihat Regan menggandeng tangan Sila hingga ke parkiran dan mereka pulang bersama "Itu Regan sama Sila ada hubungan?" tanya Rafi, ia Raden serta Rifan masih dia melihat motor Regan keluar dari sekolah.


Raden mengangkat bahunya acuh "Yok lah kita ke markas" ajak nya lalu menaiki motor sport nya. Ketiganya meninggalkan SMA Alexander menuju markas Red Moon.


Disisi lain Sila dan Regan baru sampai di apartemen, mereka masuk dan duduk di sofa ruang tengah "Kamu gak pergi kumpul sama teman-teman kamu?" tanya Sila pada Regan yang menyandarkan tubuhnya di sofa.


Regan menegakkan tubuhnya menatap Sila "Kenapa? lo gak suka gue disini?" tanya Regan balik.


Sila lantas menggeleng, ia tidak ingin Regan salah faham lagi pada nya dan berakhir marah "Enggak, aku cuma nanya aja kan biasa kamu pergi kumpul" ujar Sila.


Regan kembali menyandarkan punggungnya "Malas" ucap nya memejamkan matanya, Sila tersenyum simpul melihat itu ia masuk ke kamar mengganti seragam nya lalu keluar kembali ke ruang tengah.


"Mau aku buatin teh hangat?" tanya Sila duduk di samping Regan, biasanya Regan menarik atau menyuruh nya untuk duduk di sampingnya jika seperti ini maka Sila pun tanpa di perintah ia selalu duduk di samping Regan.


Awalnya Sila heran karena ia pikir Regan tidak menyukainya ataupun membenci nya tapi dengan perhatian kecil Regan padanya membuat asumsi nya itu hilang.


"Gak udah" jawab Regan, ia menegakkan tubuhnya lalu membaringkan tubuhnya dengan paha Sila sebagai bantalan. Dapat Regan rasakan ketegangan Sila karena perlakuan nya itu, tapi ia mah bodoh amat dan malah memejamkan matanya.


"Re...Regan" kata Sila yang kaget.


"Diam, gue mau tidur sebentar" ucap nya dengan mata tertutup, ia melipat kedua tangannya di depan dada dan mulai meraih mimpi nya.


Sila diam tidak bergerak sama sekali bagaikan patung, beberapa menit ia bertahan dengan posisi nya itu membuat nya pegal ia melihat wajah tenang Regan yang tertidur, ia tidak ingin mengganggu tidurnya Regan tapi ia juga pegel dengan posisi seperti itu.


Sila pun dengan pelan memperbaiki posisi nya dengan senyaman mungkin dengan bersandar di sofa, tangan nya terulur untuk mengelus rambut lebat Regan dengan mengulas senyum manis. Melihat jam masih lama sebelum maghrib Sila pun menutup matanya ikut tertidur, jujur badan nya sedikit sakit karena posisi tidur nya yang tidak nyaman kemarin malam.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.

__ADS_1


Asyhadu allaa illaaha illallaah.


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah.


Kumandang sholat dari handphone Sila sebagai pengingat terdengar di telinga nya, dengan perlahan mata nya terbuka, ia mengambil handphone yang berada di samping nya "Alhamdulillah sudah azan" ucap nya.


Ia kembali menatap Regan yang masih tertidur di pangkuannya "Regan bangun" ucap nya membangunkan Regan, Sila mengelus rahang Regan agar Regan cepat bangun. Nampak Regan sudah terganggu ia memegang tangan Sila yang mengelus rahang nya.


"Bangun Regan, udah maghrib" ucap nya lagi, hanya terdengar deheman dari sang empu.


"Regan waktu shalat maghrib nya enggak banyak loh, ayo bangun" ujar Sila terus membangunkan Regan, ia mengelus rahang Regan kembali menggunakan tangan kiri nya karena tangan kanannya di genggaman oleh Regan.


"Regan, bangun dong" kini Sila sedikit merengek membangun kan Regan yang tidak mau bangun-bangun, ia malah terlihat nyaman rahang di elus oleh Sila.


"Iya-iya ini udah bangun" kata nya bangun dan duduk di sofa, ia mengusap wajah nya sebelum bangun ke kamar nya.


Sila juga bangun dan berjalan menuju kamarnya untuk mencuci wajah nya dan mengambil air wudhu, setelah itu ia keluar mempersiapkan alat sholat dan memakai mukena nya menunggu Regan datang.


Setelah Sila memakai mukena nya Regan pun datang, ia berdiri di shaf depan dan mulai mengimami sholatnya "Allahu Akbar"


Beberapa menit sudah Sila berkutat di dapur akhirnya ia pun selesai lalu memanggil Regan untuk makan, Regan duduk di kursi di susul oleh Sila setelah mengambilkan Regan makanan.


Mereka makan dengan hikmat dan tenaga hingga selesai, Sila membereskan meja makan Regan berinisiatif untuk membantu Sila membawa piring bekas merek makan di wastafel "Makasih Regan" ucap nya seraya mengulas senyum.


"Sekarang kamu tunggu di luar aja, setelah cuci piring aku bawakan cemilan sama minum sekalian" lanjut Sila, Regan mengangguk mengerti lalu berjalan menuju ruang tengah.


Sila pun mulai mencuci piring hingga selesai, lalu ia beralih mengambilkan cemilan dan membuatkan minum untuk Regan, dia hanya ingin air tawar saja. Ia membawa nya ke luar menuju ruang tengah dan menaruh nya di meja depan nya.


Sila mendudukkan dirinya di samping Regan yang memainkan handphone nya, Regan menyimpan handphone nya setelah membalas pesan Raden. Lalu ia mengambil minum yang sudah Sila buatkan dan meneguknya.


Sila mengambil remote dan mencari siaran yang ia sukai, tapi tiba-tiba handphone nya berbunyi ia segera mengambil nya melihat siapa yang menelpon nya malam-malam. Regan menatap Sila seolah bertanya siapa yang menelpon nya "Juli yang telpon" jawab nya mengetahui tatapan Regan, Regan mengangguk dan diam membiarkan Sila berbicara dengan sahabatnya.

__ADS_1


"Iya waalaikumussalam halo Juli" jawab


"Sila ke rumah gue dong, Mama sama Papa pergi perjalanan bisnis gue sendiri" suara Juli dari seberang sana.


Sila dan Regan lantas saling bertatapan, Regan menggeleng tanda tidak mengizinkan Sila untuk pergi "Maaf ya Jul aku gak bisa"


"Yah kenapa sil, biar gue aja yang minta izin langsung sama Abi dan Umi"


"Bukan masalah izin Umi dan Abi jul" kata Sila, ia menatap Regan meminta mendapat ia akan berbicara apa, ia bingung sekarang ini.


"Terus kenapa dong Sila"


Regan pun juga tidak tau harus beralasan apa "Lain kali aja deh Jul, lain kali aku temenin yah jangan sekarang" kata Sila.


"Yah padahal aku berharap banget loh lo bermalam disini, tapi yaudah deh tapi lo janji ya lain kali kalau gue panggil lo harus bermalam"


"Iya Juli, insyallah lain kali Sila ke sana bermalam"


"Yaudah deh gue matiin aja bye, assalamualaikum" salam Juli.


"Waalaikumussalam" jawab Sila, ia menaruh handphone nya di samping lalu meminum air nya.


"Aku udah janji loh lain kali bermalam di sana, nanti kamu izinin ya" kata Sila pada Regan.


"Liat aja nanti" kata Regan acuh.


"Gak boleh gitu Regan, Sila kan udah janji sama Juli gak enak kalau di langgar mulu" ucap Sila membuat Regan menghela nafas dan mau tidak mau ia pun mengangguk.


Sila tersenyum senang, ia semakin mendekatkan dirinya pada Regan dan menyandarkan kepalanya di bahu lebar Regan. Sila tidak sadar dengan apa yang dilakukannya itu sesaat setelah sadar ia segara mengangkat kepalanya dari bahu Regan "Eh maaf" Regan nampak tidak suka saat Sila tidak bersandar lagi pada bahunya.


"Udah sandar aja, gak bayar juga kok" kata Regan menarik kepala Sila untuk bersandar kembali kepada bahu nya. Sila mengerjapkan matanya lalu tak lama kemudian ia pun tersenyum dan mulai nyaman bersandar di sana.

__ADS_1


Regan melihat itu, ia tersenyum tipis lalu kembali fokus menonton siaran favorit Sila, ia sudah mulai terbiasa menonton nya membiarkan Sila senang.


Tbc.


__ADS_2