
Happy reading
Di sore hari Regan pergi ke markas, ada sesuatu hal penting yang harus ia urus. Sila yang sendiri di apartemen pun menjalankan rencananya, nanti saat Regan sudah pulang maka semuanya pun sudah siap.
Sila berjalan menuju dapur dan memakai celemek nya, setelah selesai Sila mencuci tangan terlebih dahulu lalu ke meja makan melihat bahan-bahan yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Sila mulai mencampurkan bahan adonan, ia ingin membuat kue kesukaan Regan, setelah itu baru ia membuka makan malam.
Setelah semua bahan tercampur Sila menuangkan adonan itu ke cetakan kue, lalu Sila memasukkan semua nya ke dalam oven. Ia mengatur suhu dan waktu nya.
Beres dengan kuenya, Sila beralih membuat makanan kesukaan Regan lainnya. Ia mulai memotong daging sapi yang ia sudah siapkan tadi secara tipis-tipis.
Setelah daging, Sila beralih menghaluskan bumbu halus yang akan di masak dengan daging itu. Sila menyalakan blender setelah memasukkan bawang dan teman-temannya.
Setelah di rasa sudah cukup Sila mematikan blender nya, Sila memanaskan minyak di teflon besar lalu memasukkan bumbu yang sudah ia halus kan tadi. Selanjutnya memasak air untuk kuah daging nya, beralih pada rumusan nya. Sila mematikan kompor karena sudah selesai, ia masukkan tumisan ini kedalam air yang sudah ia siapkan.
Menyusul Sila memasukkan daging sapi nya secara perlahan dan mengadukannya sedikit sebelum di tutup.
Ia hanya tinggal menunggu semua masakan nya matang, dengan tersenyum Sila menunggu semuanya matang dengan sempurna, tak lupa juga ia menyicipi nya siapa tau ada yang kurang.
__ADS_1
Regan pulang ke apartemen pada jam setengah delapan, seperti biasa dia pulang cepat dari biasanya setelah ia dan Sila menikah. Saat membuka pintu Regan pertama kali dapat mencium aroma kue dan makanan kesukaannya.
Dengan mengerutkan keningnya ia dengan pelan berjalan menuju dapur, dengan pengintip ia dapat melihat Sila yang sedang menyajikan makanan di meja makan.
Jujur saja Regan sangat tergiur untuk segera kesana dan makan, tapi mengingat ucapan nya tadi pada Sila membuat tidak berani kesana.
Regan menghembuskan nafas frustasi, ia bingung apa yang akan ia lakukan sekarang. Sudah lama sekali ia melihat makanan kesukaan dan di saat ada malah ia tidak memakannya!.
Sungguh Regan tidak tega jika mereka terbuang sia-sia tapi bagaimana? Ia begitu gengsi mendekati Sila saat ini.
*Flashback on
"Gue mengakui semua tadi karena merasa bersalah aja, jadi lo jangan geer ya" ucap Regan.
*Flashback end
Memang sedikit aneh hanya begitu saja ia sudah gengsi pada Sila, padahal belakang ini ia sudah tidak canggung lagi dengan Sila, tapi yaa begitulah seorang Regan.
"Loh Regan? kapan sampainya? Kok aku gak tau" Regan terperanjat di tempat saat ketahuan oleh Sila.
__ADS_1
"Baru aja, lo sibuk di dapur jadi gak tau kalau gue udah pulang atau belum, makanya jangan sok sibuk jadi Sila" Sila sudah terbiasa dengan sifat Regan.
Ia tersenyum tanpa tersinggung sedikitpun "Maaf ya, kamu mau bersih-bersih dulu atau langsung makan aja? Aku udah masakin makanan kesukaan loh" kata Sila.
"Gue udah makan diluar, lo aja yang makan" Sila menunduk sedih, padahal ia sudah bekerja keras membuat semua ini untuk Regan, tapi Regan Sudak makan. Ini juga salahnya yang tidak memberitahu agar Regan tidak makan di luar dulu, yaa ini juga salahnya.
Sila mengangguk wajahnya dan kembali tersenyum "Owh yaudah, kalau begitu aku beresin semua ini aja" Sila mulai membereskan setiap makanan di meja makan, ia memasukkan nya di wadah tertutup dan menaruh di kulkas.
Regan menggerutuk di dalam kamarnya "Kenapa gue malah bilang gitu sih, dia terlihat kecewa. Cak gue kan belum makan sama sekali, tapi kenapa gue ngomong gitu" gerutuk Regan.
"Ah auah, mendingan tidur aja" Regan membaringkan tubuhnya dengan kasar di kasur empuknya, menutup matanya agar cepat tidur.
Perut Regan keroncongan tadi ia sudah sangat lapar, tapi Regan nampak tidak membuka makanya. Untuk kedua kalinya perutnya kembali berbunyi membuat ia langsung membuka matanya.
"Ck, bodoh amat deh, sekarang gue mau makan" Regan bangun dari tidurnya dan berjalan keluar menuju dapur, ia membuka kulkas dan mencari makanan yang Suka buat tadi.
Regan tersenyum saat menemukan nya, ia mengambil nya dan menuangkannya pada sebuah mangkuk "Untung saja hanya sedikit dingin, bukan membeku" gumam bahagia bisa memakan makanan kesukaan kembali.
Akhirnya Regan memakan makanan itu walau pun dalam keadaan dinginkan "Jika ini hangat maka pasti akan lebih nikmat lagi" ucap nya.
__ADS_1
Regan terus memakannya hingga habis, ia tersenyum seraya mengelus perut berotot nya yang sudah kenyang.
Tbc.