
Happy reading
.
Di pagi hari yang cerah di rumah orang tua Sila, Sila dan Regan ingin mengajak Ainun berjalan-jalan di taman komplek yang tak jauh dari rumahnya.
“Halo Om Regan” sapa Sila melambaian tangan mungil Ainun pada Regan, ia menghampiri Regan yang menunggunya di teras rumah.
Regan tersenyum lalu memegang tangan Ainun untuk di kecupnya “Halo Ainun” sapa Regan.
Balita itu nampak bingung menatap Regan karena ini yang pertama kalinya mereka bertemu, ia terlihat bingung melihat siapa yang menyapanya.
“Dia bingung liat Regan, soalnya kan baru pertama kali bertemu, kemarin malam keterusan tidurnya setelah makan” ucap Salwa tersenyum melihat wajah bingung putrinya.
“Iya kak, sepertinya Ainun bingung. Dia itu Om Regan sayang, suami nya tante Sila” jelas Sila pada balita itu, Ainun tertawa menanggapinya seraya bertepuk tangan seolah-olah mengerti saja.
Regan menatap Sila sejenak sebelum ia tersenyum, hati nya terasa hangat saat Sila mengakuinya sebagai suaminya.
“Umi, Kak kita jalan dulu ya, assalamualaikum” salam Sila, lalu berjalan berdampingan berama Regan keluar menuju taman komplek.
Sesampainya di sana mereka duduk di bangku yang tersedia, Sila memangku Ainun seraya melihat pemandangan di sekeliling taman.
"Mau coba pangku?” tanya Sila pada Regan yang sendari tadi tak henti-hentinya memainkan tangan mungil Ainun.
Regan menganggukkan kepalanya tanda setuju, ia memperbaiki duduk nya lalu Sila mendudukan Ainun pada paha Regan.
__ADS_1
Regan terlihat kaku saat memangku Ainun, dengan pelan ia memegang kedua pundak kecil Ainun “Jangan yang pegang yang itu Regan, tapi yang ini” Sila menarik tangan Regan lalu menempatkan nya untuk memeluk pinggang Ainun dari belakang.
Regan terdiam seperti patung, hanya bola matanya yang bergerak menatap Sila. Sila sendiri tak kuasa menahan tawanya melihat betapa kakunya Regan saat ini.
“Gini benar?” tanya Regan.
“Iya. Rileks aja, gak papa kok” ucap Sila mengelus punggung tegap Regan.
Regan pun mulai Rileks memangku Ainun, ia tersenyum saat sudah tidak sekaku tadi. Keduanya diam mendengar ocehan Ainun, Sekali mereka tertawa bersama.
"Aaah...Aaa" oceh Ainun.
"Kenapa sayang?" tanya Sila, ia mencari apa yang di lihat keponakannya dan ternyata Ainun melihat seekor kucing dengan bulu tebal yang berjalan jalan dengan majikan nya.
Tiba-tiba ada Ibu ibu yang lewat menyapa mereka “Aduh anak nya lucu banget” ucap salah satu dari mereka berhenti di depan Sila dan Regan.
“Iya ding bu, orang tuanya aja pada ganteng dan cantik, gimana sama anak nya. Liat deh mereka serasi banget gak sih” ucap ibu ibu yang lain.
Sila tersenyum canggung menanggapinya “Nikah muda ya neng?” tanya mereka.
“Iya bu, kami di jodohkan dan ini keponakan kami bu, bukan anak kami” jelas Sila dengan sopan pada mereka.
“Oh gitu toh, eh pantesan rada mirip ya. Tapi kalian udah cocok jadi orang tua, kenapa enggak buat aja sih” ibu ibu yang ada di sebelahnya menyenggol ibu-ibu yang berbicara tadi.
"Eh tapi benar tau, mereka tuh udah cocok menjadi orang tua, saya jamin anaknya nanti pada ganteng dan cantik cantik deh"
__ADS_1
"Ya, tapi jangan ngomong kayak tadi dong, gak enak" ucap temannya. Seakan dasar ibu ibu itu menatap tak enak pada Sila dan Regan.
"Eh..eh kalau gitu kami pamit dulu ya" pamit nya menarik temannya yang berbicara tadi lalu pergi dari sana.
"Rambutnya lebat juga ya" kata Regan mengusap rambut hitam Ainun, ia menghilangkan rasa canggung di antaranya gara-gara ucap ibu-ibu tadi, mereka berdua tau maksudnya itu.
Ainun sama sekali tidak rewel, ia anteng anteng aja duduk di pangkuan Regan seraya mengoceh tak jelas.
"Di keluarga kami, para keturunan perempuan rambutnya memang lewat sejak lahir" ucap Sila, ia ikut mengelus rambut Ainun.
"Matahari mulai sangat terik, kita pulang aja ya kasian kalau Ainun kepanasan" ujar Sila, Regan pun mengangguk setuju lalu berdiri dan mereka berjalan berdampingan menuju rumah.
Di perjalanan banyak yang menyapa Sila karena sudah jarang di lihatnya, biasanya pagi-pagi Sila sudah ada di depan menyapu ataupun menyiram tanaman.
"Assalamu'alaikum" salam Sila dan Regan memasuki rumah.
"Waalaikumussalam, baru pulang kalian" ujar Umi Annisa menyambut mereka bertiga.
"Sini Ainun nya sama Umi" Umi Annisa mengambil Ainun dari gendongan Regan "Kalian sekarang mandi ya, Umi mau bawa Ainun mandi juga" lanjut Umi Annisa.
"Iya Umi"
Tbc.
Maaf ya teman-teman kalau baru up, kemarin Kouta aku habis dan belum beli sampai sekarang, ini hanya di hotspot aja up nya.
__ADS_1