
Happy reading
.
"Wahh.." Astrid segera berlari saat melihat sungai tersebut.
"Benar kan? Disini tuh ada sungai."
Sila berjalan jalan di pinggir sungai tersebut seraya tersenyum tipis "Eh kita lupa bawa handphone nih, gak jadi ambil foto disini dong." kata Fina cemberut.
"Lah iya, kita lupa bawa." timpal Astrid seraya menepuk keningnya dengan pelan.
"Besok pagi kan kita keliling, sekalian kita kesini dan ambil foto." ucap Sila merangkul pundak Fina.
Fina langsung tersenyum "Hem, bener juga." Sila pun ikut tersenyum lalu berjalan mendekati Julia yang duduk di rerumputan pinggir sungai.
"Adem banget ya disini, tenang." Sila mengangguk menyetujui ucapan Juli lalu ikut menatap hamparan air.
"Ehm," deheman Raden membuat keempat gadis itu serempak berbalik.
"Loh kalian kok bisa di sini juga?" tanah Juliat.
"Kita ngikutin kalian sampai sini, takut kalian tersesat di hutan eh ternyata kalian ke sini aja, gentle kan kita." jawab Raden dan dengan santainya ia duduk di samping Sila.
Regan menatap tajam Raden lalu duduk di tengah tengah mereka hingga Raden mengalah minggir dari sana.
"Jahat banget loh dorong dorong sahabat sendiri gitu aja!" ucap Raden kesal.
Regan tak menanggapi, ia dengan santainya membaringkan badannya di atas rumput dengan paha Sila sebagai bantalan nya, ini adalah posisi favorit Regan jika bersantai santai.
__ADS_1
Dan dengan santainya pula Regan menempatkan tangan Sila di atas kepalanya ingin di elus nya.
Astrid dan Fina membulatkan matanya terkejut melihat hal itu, mereka belum tau tentang hubungan Sila dan Regan yang sebenarnya jadi keduanya sangat terkejut.
Tapi keduanya hanya diam tak berani mengeluarkan suara nya untuk bertanya, tidak ada yang berani mengusik ketenangan Regan dan para sahabatnya.
Jadi keduanya pun hanya diam dengan banyaknya pertanyaan di benak mereka, nanti lah mereka tanya kan jika Regan dan para sahabatnya sudah pergi.
Rifan menatap Fina dan Astrid yang berada di samping Juli, Rifan yang tak ingin membuat masalah pun memutuskan untuk duduk di belakang mereka saja berbeda Rafi.
"Enak kali ya, kalau mancing di sini." celetuk Rafi memandang sungai.
"Emang ada ikan nya?" tanya Raden.
"Ya pasti adalah!"
"Enak dong kalau bakar bakar sekalian, sayang banget gak bawa peralatan." tukas Raden.
"Ya!"
Mereka pun kembali bercerita dan Astrid serta Fina sangat senang karena bisa akrab dengan si pangeran sekolah mereka.
Hingga sore hari nya mereka memutuskan untuk kembali ke lokasi camping sebelum matahari terbenam yang ada mereka benar-benar tersesat nanti.
"Eh kita kan di beri makan oleh guru cuma satu kali aja, jadi untuk makan malam kita yang buat sendiri dong."
"Iya, makan malamnya kita yang masak sendiri dan sudah ada kompornya." ucap Sila mengulas senyum nya.
"Ya--tapi gue gak tau masak, gimana dong gak bisa makan malam dong, gue cuma ada roti aja sih." jelas Astrid cemberut.
__ADS_1
"Emang lo mau makan malam apa sih, kan bisa masak mie dan telur udah kenyang kok!" ujar Juli membuat Astrid tambah cemberut.
"Ayo sini duduk, biar aku yang masak." ajak Sila, Fina sudah menyimpan kompor gas mini portabel di depan tenda mereka bersiap-siap untuk memasak.
"Wahh, makasih Sila." ucap Astrid tersenyum manis bergabung duduk dengan yang lain.
"Iya sama-sama, sekalian aku juga mau masakin makanan untuk Regan sama temen-temen nya, jadi sekalian aja masak yang banyak biar dapat semua."
Karena sudah malam, dan cuaca di sana juga jadi sedikit dingin mereka memasak mie instan yang berkuah aja, emang paling enak kan makan mie dengan cuaca yang mendukung seperti itu.
"Nih ada sosis juga, tambahin ke mie nya biar tambah mantap." ucap Raden menyerahkan beberapa buah sosis siap makan.
"Jadi gak sabar makannya, owh! gua ada bawa keju mozzarella, kita tambahin juga mau?" tanya Astrid.
"Laj ini kan mie kuah, emang enak kalau di tambahin?" tanya Fina.
"Entahlah." jawab Astrid, ia juga tak tau karena belum mencoba nya juga.
"Besok aja deh, kalau makan mie goreng baru di taroin." ujar Juli membuat Astrid mengangguk patuh lalu kembali diam menatap Sila memasukkan beberapa mie ke dalam panci yang sudah ada air mendidih nya.
Juli mendekat mangkuk kecil pada sisi Sila untuk menempati mereka makan mie nya nanti.
"Cabe nya aku gak kasih ya, nanti kalian sendiri aja kasih pada mangkuk kalian siapa tau ada yang gak suka makan pedes." mereka semua hanya mengangguk patuh pada Sila.
Setelah di rasa cukup, Sila mematikan kompor tersebut lalu beralih memotong sosis pemberian Raden tadi.
Semua sosis sudah ia potong, ia pun mengambil mangkuk dan mengisinya dengan mie yang di masak nya dengan di taruh nya beberapa potong sosis sebagai sentuhan terakhir.
Membagikan nya pada yang lain lalu terakhir untuk nya sendiri, setelah berdoa mereka pun menyantap mie nya "Ah, enak nya." puji Rafi menyeruput kuahnya.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka duduk duduk sejenak sebelum masuk tidur karena besok pasti mereka membutuhkan tenaga yang banyak mengingat kegiatan yang akan mereka mulai.
Tbc.